
Suasana menjelang sore kali ini terasa sedikit sejuk, semenjak siang tadi langit yang mendadak mendung. Biasanya, Aksa selalu merecoki Yasmin sepulang sekolah begini, meski mereka tidak selalu pulang bersama. Namun kali ini terasa lain. Aksa mendadak menghilang sejak Yasmin keluar kelas tadi.
Mendapati kenyataan ini, Yasmin mendadak sepi. Ada yang kosong dan ada yang hilang dari hati Yasmin. Ada apa ini? Yasmin biasanya lebih suka menikmati kesendirian. Berada dekat dengan Aksa, hati Yasmin terasa tersiksa karena Aksa yang suka semaunya sendiri dan cenderung banyak menekan Yasmin.
Tiba di area parkir, Yasmin masih celingukan. Tumbuh sepucuk harapan ia masih bisa menemukan Aksa. Tapi sayang, harapannya harus terhempas ketika Yasmin tidak mendapati motor, maupun mobil yang biasa Aksa kendarai. Yasmin hanya lupa saja, bahwa keluarga Praja Bekti memiliki koleksi mobil dan Aksa mengendari mobil omanya.
Beberapa hari ini memang Aksa tidak diantar jemput Jelita, Karena Jelita harus fokus menangani bisnisnya yang mendadak memiliki masalah. Tetapi meski begitu, bukan berarti Aksa bisa bebas, karena beberapa pengawal, sudah diutus Radhi untuk menjaga Aksa dari jarak yang tak dekat.
"Kau mencari aku?" Suara Aksa cukup membuat Yasmin terkejut. Gadis itu sampai nyaris jantungan. Dengan gerakan pelan, Yasmin menatap Aksa yang berjalan mendekat ke arahnya yang tengah memegang sepedanya.
"Jangan terlalu percaya diri. Aku hanya mencari uang sakuku yang jatuh." ungkap Yasmin yang segera mendapat ide cemerlang. Tapi apa yang terjadi selanjutnya, Aksa menyalah artikan alasan Yasmin.
__ADS_1
"Kenapa? Uangmu jatuh dimana? Uang sakumu hilang?" Tanya Aksa yang kemudian tetiba duduk di boncengan sepeda Yasmin, Dengan lancangnya.
"Ya, sepertinya begitu. Tadi pagi aku membawanya dan meletakkannya di saku. Tapi hilang dan aku tak tau jatuh di mana." ungkap Yasmin.
"Aku berniat memberikanmu ini. Sudah biarkan saja, yang hilang jangan dipikir, tuhan sudah menyiapkan gantinya untukmu." Aksa menyodorkan sebuah kartu ATM yang baru ia buat kemarin. Sengaja Aksa membuatnya untuk memberi Yasmin bayaran sebagai kekasih bohongannya.
"Tidak tidak. Aku tidak mungkin bisa menerimanya, terima kasih." Ungkap Yasmin kemudian. Yasmin tidak terbiasa menerima pemberian orang lain. "Lagi pula aku hanya kehilangan uang senilai dua mangkuk bakso. Aku bisa mengatakan pada ibu jika uangku hilang."
Tanpa Yasmin duga sebelumnya, Aksa meraih tangan kanannya dan meletakkan kartu beserta buku tabungan yang sudah atas nama Yasmin. "Ini aku ikhlas memberikannya padamu. Kau harus menerimanya dan aku tidak menerima penolakan. Rekeningnya sudah atas namamu karena pengawal Oma yang sudah mengurusnya. Menolak, artinya Sama saja kau menentang Oma. Nomor PINnya adalah tanggal hari ini."
"Gunakan uang itu sebaik-baiknya sesuai keperluanmu. Itu adalah bayaran yang aku janjikan padamu sebelum kesepakatan. Oh ya, batas waktu kau menjadi kekasihku adalah, sampai kita sama-sama lulus dari sini. Kau paham?" Tanya Aksa tanpa menunggu Yasmin menjawab.
__ADS_1
Aksa berlalu, meninggalkan Yasmin yang buru-buru memasukkan ATM card dan buku rekeningnya ke dalam tas. Yasmin akan mengintip nominalnya nanti setelah ia tiba di rumah.
Dengan semangat yang tinggi, Yasmin mengayuh sepedanya untuk segera tiba di rumah. Selain perutnya yang lapar, ia sangat penasaran sekali dengan nominal dalam buku rekeningnya.
Setibanya di depan minimarket yang ada mesin ATM nya, Yasmin segera turun dan meletakkan sepedanya di area parkir. Senyum ceria Yasmin umbar kala memasuki minimarket dan Yasmin di sapa petugas.
Dan bola mata Yasmin nyaris lompat dari kelopaknya ketika layar mesin menunjukkan nominal jumlah rupiah yang ada dalam ATM nya. Bukan hanya puluhan, tapi jumlahnya mencapai dua ratus juta. Dan lihatlah, apa yang selanjutnya terjadi.
Yasmin pingsan di tempatnya. Beruntung ada pengawal Aksa yang saat ini mengawasi Yasmin atas perintah Aksa. Jika tidak ada pengawal, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Nona... nona Yasmin? Astaga, bagaimana ini? Oh, aku harus mengabarkan ini pada tuan muda." Pengawal bermonolog. Berbarengan dengan itu, beberapa petugas minimarket mendekat dan memberi pertolongan. Tak lupa, pengawal mengambil kembali ATM card yang masih ada di dalam.
__ADS_1
Hari ini, penyebab Yasmin pingsan -Sesuatu yang tak pernah Yasmin alami- adalah karena bayaran Aksa padanya atas jasa kekasih bohongan.
**