
Sebuah kabar gembira datang silih berganti. Saat seseorang dihadapkan dengan dua pilihan, maka pastinya ia akan memilih sesuatu yang paling berharga, begitu pula dengan Aksa.
Memilih antara istri, dengan pendidikannya, maka Aksa dengan mantap memilih pendidikan lebih dulu demi bisa membahagiakan sang istri suatu hari kelak.
Usia kandungan Yasmin yang kini telah memasuki angka sembilan bulan, nyatanya membuat konsentrasi kuliah Aksa terbelah. Mendekati hari kelahiran, disertai dengan jadwal kuliah yang sangat padat, membuat Aksa bingung bagaimana caranya agar ia tetap bisa memberi perhatian dan kasih sayang pada istrinya.
Seperti pagi ini, Aksa dibuat gelisah bukan main, ketika hendak berangkat ke kampusnya. Selain bukan negara asalnya, disini Aksa tak bisa leluasa. Beruntung Dion memberi izin Inora, mertua Aksa, untuk datang dan intens ikut menjaga Yasmin. Kondisi mentalitasnya yang sempat terganggu lagi, kini telah pulih.
"Aksa, mengapa belum berangkat? Pengawal sudah menunggumu di depan, kau juga sudah sarapan. Apa lagi yang kau tunggu? Kau bisa terlambat nanti, nak." Ujar Inora lembut.
Wanita itu benar-benar anggun dan semakin menawan semakin harinya.
"Aku ragu untuk meninggalkan Yasmin, Bu. Semalam Yasmin selalu sering bangun dan ke kamar mandi, aku khawatir bila meninggalkannya disini." Jawab Aksa.
Mata tajam lelaki muda itu terus fokus memandangi istrinya yang berjalan kepayahan dari arah dapur, menuju ke ruang tengah.
"Ada aku, ada satu pengawal yang tinggal, juga ada pelayan yang selalu setia menjaga Yasmin. Jangan khawatir, nak. Yasmin tidak sendirian. Lagi pula dari sini ke kampusmu tidak jauh. Ibu akan segera menghubungimu bila ada apa-apa dengan Yasmin." Ungkap Inora.
"Baiklah, Bu. Aku akan berangkat." Sahut Aksa. Baru saja Aksa hendak melangkah, suara gelas jatuh, membuat Aksa dan Inora, terkejut bukan main.
"Yasmin? Ya Tuhan, mengapa kau jatuh?" Aksa panik, wajahnya memucat dengan gemetar yang menyertainya, saat ia melihat Yasmin tiba-tiba limbung dan nyaris jatuh. Beruntung Aksa dengan sigap berlari ke arah Yasmin.
__ADS_1
"Ssssshhhh . . . sakkkiiitt, Bu." Yasmin memegangi perutnya.
"Ya Tuhan, ketubannya pecah." Inora berseru, saat sebuah cairan bening bercour darah, mengalir di kaki Yasmin.
"Ayo, Aksa. Kita bawa Yasmin ke rumah sakit terdekat." Ucap Inora dengan suara tegas. Bisa Inora lihat, Aksa yang terdiam dan tampak bodoh. Bahkan wajah Aksa sudah pucat pasi karena melihat ada darah dari kaki istrinya.
"Iya, Bu." Aksa lantas memanggil pengawal dengan cepat. Beruntung ada pelayan yang sigap mengambil seluruh persiapan Yasmin untuk melahirkan.
Hingga mereka tiba di sebuah rumah sakit yang tak jauh dari tempat tinggal Aksa, Aksa merasa tegang sendiri
Sungguh tidak pantas dengan karakternya yang tampak tegas dan berwibawa.
Bahkan sepanjang proses kelahiran sang bayi, Aksa dan Yasmin, justru lebih kacau Aksa. Lelaki itu ikut mengejan hingg terkencing-kencing di celana. Seluruh perawat dan juga dokter, ingin tertawa, namun takut bila nanti tidak bisa fokus.
"Ya Tuhan, sayang. Sabarlah sebentar, aku ada untukmu. Apanya yang sakit? Jangan khawatir, aku, ada." Pertanyaan konyol Aksa, ingin rasanya dijawab dengan sebuah tendangan pada bokong Aksa, dengan kecepatan maksimal. Yasmin murka, tapi ia masih merasakan sakitnya.
"Entahlah dari sini. Kau membuatku, kacau." Ucap Yasmin dengan suara payah.
Hingga satu kali mengejan, suara tangis bayi melengking dan mengedar ke seluruh ruangan.
"Aksa, kau dimana?" tanya Yasmin yang kebingungan, akibat Aksa tak tampak di mata indahnya. "Kenapa tiba-tiba kau menghilang?" Suara Yasmin lirih.
__ADS_1
Sebuah sentuhan lembut, membuat Yasmin menoleh, perawat menunjuk ke arah lantai, dan Aksa benar-benar tak sadarkan diri.
"Astaga, Aksa. Kau membuat malu dengan pingsan disini." ucap Yasmin dengan nafas yang memburu.
Siapa yang menyangka, kebencian yang dulu yang berkobar, telah berubah menjadi cinta sepenuh hati? Sejatinya, benci dan cinta hanya berbeda tipis. Itulah sebabnya, jangan terlalu keterlaluan dalam membenci seseorang, bila tak ingin kau jatuh cinta sedalam-dalamnya pada si dia.
End!
**
Sampai jumpa di ekstra part selanjutnya. jangan lupa mampir ke Arjuna dan Ira, ya.
Untuk sequel, cerita Hana dan Tirta akan dipublis dengan judul UNWANTED HUSBAND, khusus buat pembaca setia yang udah request. Mau aku sapa dulu, kak Vera M , akan terbit awal bulan November tanggal 1, ya.
Jangan lupa tetap dukung.
Untuk Aksa dan Yasmin, akan ada bonus chapternya hingga tiga hari ke depan. Terima kasih.
__ADS_1
Kisah Hana dan Tirta. Jangan lupa, akan mulai publis tanggal 1, bulan depan, tiga hari lagi.