Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Apakah cemburu?


__ADS_3

"Opa sudah mempersiapkan sebuah tempat usaha untukmu, Aksa. Om Alex dan om Reno yang akan membantumu. Opa akan percayakan itu padamu dan kau harus memulai usaha untuk kesejahteraan keluarga kecilmu. Jangan sampai opa mendengar kau membuat lapar istrimu." Radhi duduk dengan tegak di kursi kebesarannya. auranya masih sekuat dulu meski usianya telah lebih dari separuh abad.


Aksa menatap beberapa dokumen di atas meja kerja Radhi. Hari sudah mulai sore, tapi Radhi masih setia berkutat dengan pekerjaannya yang seolah tak pernah ada habisnya.


"Apa maksud opa, opa tak mampu lagi menghidupiku." Aksa menatap opanya, sambil menyipitkan matanya.


"Tentu saja opa mampu. Tetapi ibarat lautan, kau sudah memiliki perahu sendiri. Jadi opa ingin kau mandiri. besok papa dan mama mu akan datang lagi kemari, mungkin ingin menengok Yasmin dan mereka ingin bicara denganmu. Ingat, Aksa. Jangan memancing amarah papamu bila kau tak mau nanti dihajar lagi."


Aksa mengangguk, membiarkan Yasmin mengamati apa yang tengah dibicarakan oleh dua pria beda generasi tersebut. Mata Aksa hanya melirik sekilas ke arah Yasmin. Yang Yasmin tangkap, Aksa tengah dipercaya untuk mengurus sebuah bisnis yang Radhi persiapkan untuknya.


"Baiklah, opa. Tak mungkin juga bagi Aksa untuk menentang papa."

__ADS_1


"Bagus. Setelah ini, selain bekerja, kau juga harus menjaga istrimu dan kau harus menjaga prestasi pendidikanmu. Opa hanya tak mau jika nanti kau mengabaikan salah satunya."


Seperti biasa, Radhi tak pernah absen memberikan wejangan untuk cucu kesayangannya itu. Selain itu, Radhi juga berharap ke depannya tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


"Opa juga berpesan, tetap jaga dirimu baik-baik dan juga Yasmin sebagai wanita yang menjadi tanggung jawabmu penuh. Dalam bisnis, tak jarang anggota keluarga yang dijadikan sasaran untuk dijadikan umpan. Kau bahkan tau, opa bukan lelaki yang suka memancing keributan. Akan tetapi lihat dan hitung saja berapa rival bisnis opa yang bahkan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan bisnis opa. Kau bahkan tau sendiri tak jarang mereka menggunakan cara-cara kotor dan licik mereka untuk menjatuhkan opa."


"Ya, aku tau, opa."


"Setelah ini aku akan membawamu untuk jalan-jalan ke desa, tempat dimana Tante Luna dan om Seno tinggal." ujar Aksa ketika mereka kini telah berada di basemen kantor Radhi.


"Baiklah, lagi pula besok adalah tanggal merah." Yasmin menjawab santai. santai sebelum seseorang data ke g dan merusak mood Yasmin.

__ADS_1


"Aksa. Ya Tuhan, sudah lama tak bertemu, tapi lihatlah, kau semakin tampan setiap waktunya." seorang gadis datang dan tiba-tiba meraih dan mencium Aksa yang tampak pasrah.


Sial, Yasmin merasakan hatinya semakin buruk. Padahal sejak tadi sebelum wanita itu datang, Yasmin baik-baik saja.


"Aku baik. Kabarmu, bagaimana?" tanya Aksa balik yang mendapat dengusan dari istrinya. Sayangnya, Aksa tak peka dan melanjutkan bicara dengan wanita tadi.


Tanpa kata, Yasmin membuka pintu mobil dengan segera, dan cemberut di dalam mobil. Ada sesuatu yang membuat Yasmin tak nyaman, yakni dengan kedekatan Aksa dengan Wanita tadi. Sialan memang, tak biasanya kini Yasmin merasakan sakit di hatinya begini.


Apa itu artinya, Yasmin cemburu??


**

__ADS_1


__ADS_2