Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Fakta menakutkan


__ADS_3

"Ku mohon mengertilah nona Aridha.


Kita.......


Antara kita amat sangat jauh berbeda.


Ku mohon lupakan niatanmu untuk hal gila mu itu".


Alex mendesah lelah.


Entah ini untuk yang ke berapa kalinya ia meminta Dita untuk tak mendekatinya.


Bukan tanpa alasan.


Alex lelah hidup dalam kebahagiaan namun penuh kepalsuan.


Dirinya hanya ingin bahagia meski hidup sederhana.


Kekayaan yang dulu ia dan keluarganya miliki, memanglah bisa membahagiakannya.


Sayangnya......


Itu hanyalah kepalsuan.


Nyatanya, da penderitaan orang lain menangis lirih di bawahnya.


"Aku tidak memintamu menjadi pacarku apalagi menjadi kekasihku, tuan muda Atmadja.


Aku hanya......


Menawarkan pertemanan padamu.


Percayalah, meski ku katakan aku mencintaimu, itu tidak berarti bahwa aku akan menjadikanmu pasanganku.


Aku terlahir dan besar di lingkungan Praja Bekti.


Aku tak semudah itu menjatuhkan nilai moralku di mata masyarakat.


Jangan terlalu percaya diri.


Aku tak akan memaksamu menjalin hubungan lebih dari sekedar pertemanan".


Aridha berkata dengan bijak.


Dirinya benar.


Di dunia ini, ada batasan yang harus ia jaga dan ia hargai. Ia memiliki kewajiban untuk tak melanggarnya.


"Lantas, apa maumu?"


Alex bertanya lirih.


Ia sudah pasrah dengan apa yang akan Ridha inginkan.


"Aku hanya ingin berteman denganmu. Tidak lebih."


"Sudah ku katakan, aku tak tertarik berteman denganmu".


"Tali kau membutuhkanku, Alex. Teman untuk mu saling berbagi".


"Berbagi apa? Kau bahkan memiliki segalanya.


Sesuatu yang tak ku miliki.


Pergilah. Keberadaanmu membuat mataku sakit saja".


Alex tetap kokoh pada pendiriannya.


Tak peduli ada sisi hati gadis yang terluka akibat ucapannya.


Sayangnya, sikap Aridha tak terpengaruh sama sekali. Menganggap ucapan Alex hanyalah angin lalu. Ia memanglah putri Radhi Praja Bekti, tak mudah terprovokasi oleh apapun yang mudah menjatuhkan mental.


"Kita berteman, atau aku tak akan pergi dari sini hingga membuat kedua orang tuamu terpaksa menikahkan kita. Putuskan sekarang!!".


Aridha berkata dengan tegas. Tak ada sorot main-main dari matanya. Senyum kecil masih tersungging di bibirnya.


Sekali lagi.....


Alex telah kalah oleh seorang wanita.


Aridha bahkan jauh lebih keras kepala di banding Alex.


Mari kita lihat, siapa yang lebih tangguh di sini.


"Baiklah, kita berteman".


"Keputusan yang bagus".


Aridha tersenyum penuh kemenangan.


"Tuliskan nomor ponselmu di sini".


Mata Alex melotot sempurna saat Ridha menjulurkan ponselnya.

__ADS_1


"Apa-apa an ini? Kau tadi memaksaku berteman dengan mu, dan sekarang kau memaksaku memberikan nomor ponselku?


Kau mau menindasku?".


"Hei....


Hanya nomor ponsel. Tidak lebih oke?"


"Tidak. Bagiku ini berlebihan".


"Hei dasar bodoh!!


Aku tak menyangka tuan muda keluarga Atmadja memiliki IQ di bawah rata-rata.


Yang namanya berteman, di manapun selalu memiliki kontak kawannya."


Telak.


Alex tak bisa lagi membantah.


Maka, dengan ragi dan penuh paksaan, Alex akhirnya meraih ponsel Ridha dan mengetikkan nomornya, memberikan pada Ridha yang tertawa licik dan.....


Sedikit mengerikan bagi Alex.


Getar ponsel Alex mulai terasa di saku celananya.


Tiba-tiba.....


"Itu nomorku. Aku sengaja menghubungimu, takut-takut bila nanti kau membohongiku dan memberiku nomor yang salah".


"Tadi kau mengajakku berkawan, meminta nomor ponselku kemudian kau menuduhku membohongimu.


Kau ini......!!".


Geram.


Alex geram mendapati bahwa gadis di hadapannya ini sangatlah membuatnya nyaris mati akibat amarah yang hendak meledak.


Beruntung Alex sadar bahwa Aridha bukanlah gadis yang sembarangan.


Bahkan Aridha tak mudah sekedar terintimidasi oleh tatapannya.


Sungguh merepotkan!!


"Hei, jangan emosi kawan.


Kita sudah resmi berteman. Kapan-kapan bila pekerjaan ku tak banyak, aku akan mengunjungimu lagi kemari. Katakan kau ingin ku bawakan apa?"


Aridha sengaja menggoda Alex.


Tapi tak ada salahnya bukan, menggoda Alex agar ia mau bercanda dengan Ridha.


Sikapnya menurut Ridha terkadang tak manusiawi karna hampir menyerupai dinginnya kutub Utara.


Ridha tak berharap lebih.


Ia tak akan menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan lelaki.


Baginya.....


Harga diri keluarga Praja Bekti di atas segala-galanya. Ia tak mau di cap sebagai wanita murahan yang terkesan memaksa pria agar menjadi kekasihnya.


Bagi Ridha, berteman saja sudah cukup.


Bila jodoh dan takdir tak mendekatkan dirinya dan Alex, Ridha tak akan menyalahkan apapun dan siapapun.


Menurutnya, melihat Alex tersenyum meski dari jauh, sudah membuat hatinya menghangat dan terasa nyaman.


"Tidak, terima kasih. Aku lelah hidup dalam kemewahan dan ingin meraskan hidup sederhana.


Kau.....


Kau tak perlu repot-repot membawakan apapun untukku".


Nada suara Alex terdengar sinis. Dan itu membuat RIdha semakin tertawa geli.


Dengan segera Ridha meraih tas branded mungilnya, menggenggamnya dengan anggun, kemudian bangkit dan mendekat ke arah Alex,


Sedikit berjongkok dan membisikkan sesuatu ke telinga Alex.


"Kau tau, tuan Alex....


Aku merasa tertantang dengan sikapmu yang demikian acuh dan di gin padaku".


Bulu kuduk Alex meremang seketika seiring dengan langkah Ridha yang anggun meninggalkan pelataran bengkel milik Daniel dan Alex.


Meninggalkan Alex yang membeku karna hembusan hangat nafas yang wangi milik Ridha.


Sungguh.


Selama ini, Alex memang sering mempermainkan wanita.


Namun dengan Ridha, ia merasakan getaran emosi asing saat berdekatan dengan Ridha, sekalipun itu hanya sekedar hembusan nafas dan tak melakukan kontak fisik sedikitpun.

__ADS_1


Alex heran.


Alex terkesiap.


Alex bertanya-tanya.


Alex di Landa penasaran.


Siapa sebenarnya sosok Ridha ini?


Ke-ingin tahuannya meronta untuk di berikan banyak fakta tentang putri Praja Bekti yang terkenal kuat dan tangguh itu.


Bahkan Ridha di kabarkan menguasai dua jenis beladiri dengan memiliki sabuk hitam hitam.


Entahlah, kabar itu benar atau tidak.


Alex tak mengetahuinya langsung.


"Lex".


Sundari dan Daniel datang membuat Alex sedikit terperanjat.


Beberapa anak buah Alex nampak sibuk dengan melayani pelanggan yang baru-baru saja datang.


"Ya".


Kemudian Daniel dan Sundari saling pandang.


Mereka seakan meyakinkan diri untuk menyampaikan sesuatu pada Alex.


"Ada yang mama dan kakakmu ingin bicarakan, nak".


"Ya. Katakan saja".


Kemudian Sundari dan Daniel mendudukkan diri di kursi lain di dekat Alex.


"Ini tentang nona Aridha.


Selagi bisa kau hindari, hindari saja, nak."


Sundari berkata tanpa basa-basi.


Ia sungguh tak ingin keluarganya mengalami kehancuran.


Setelah Kara yang menghancurkan keluarga mereka, mereka tak mau tangan tuan besar dan Nyonya besar Praja Bekti yang akan mendapatkan giliran untuk menghancurkan mereka.


Sundari Lelah bila harus berurusan dengan tangan-tangan kara penguasa.


"Aku tak mendekatinya, ma. Gadis itu sendiri yang mendekatiku".


Alex menjawab jujur.


"Bahkan aku juga telah menolak kehadirannya.


Dia bahkan tetap kokoh pada pendiriannya.


Bukan untuk menjadi kekasihku, tapi dia menawarkan sebuah hubungan pertemanan."


"Pertemanan?".


Daniel bertanya dengan cepat?


Kemudian Sundari diam saja. Mengawasi alur perbincangan kedua putra tampannya ini.


"Ya".


"Sepertinya gadis itu bukan gadis biasa, Alex.


Tetaplah waspada, dia bukan wanita sederhana seperti yang terlihat.


Instingku mengatakan, dia wanita luar biasa".


"Aku sudah tau itu."


"Apa ada fakta lain yang belum kau tau tentang kemampuannya beladiri?".


"Kurasa tidak. dan aku tidak mau tau".


"Baiklah, kau harus tau ini.


Aridha Putri Praja Bekti, memiliki kemampuan beladiri dua jenis beladiri sekaligus. Bahkan dia menunjukkan prestasinya dengan memiliki sabuk hitam.


Bila kau berani membuat perkara dengannya, kujamin rahangmu tidak akan tetap kokoh seperti sekarang.


Jadi ku sarankan agar kau tak memancing emosinya".


Alex melotot.


"Sekuat itukah seorang Aridha?".


Ini fakta yang sangat menakutkan bagi Alex.


"Bila kau tak percaya, coba saja kau buat masalah dengannya".

__ADS_1


🍁🌻🌻🌻🍁


__ADS_2