
"Dan kau tahu? Kak Marcel adalah anak hasil skandal om Alex dan ibu Nora di masa lalu." Ucap Aksa.
Untuk ke sekian kalinya, Yasmin kembali syok. Fakta demi fakta baru yang baru saja Yasmin terima, membuatnya memucat.
"Ken, kenapa kau baru memberitahuku? Mengapa juga, ibuku dan ayahku menutupi identitas kak Marcel yang sebagai putra biologis om Alex?" Tanya Yasmin kemudian.
"Sayang, dengar. Mungkin mereka memiliki beberapa alasan dan pertimbangan yang membuat mereka terpaksa menyembunyikan kak Marcel. Tenanglah. Jika nanti kondisi kesehatan ibu sudah membaik, kita akan menanyakannya langsung pada ibu dan ayah. Jadi kau harus tenang, ya?"
Aksa mendekat ke arah Yasmin, memeluk wanitanya itu, mengusap lembut puncak kepalanya dengan lembut dan penuh rasa sayang.
"Kau tahu cerita tentang masa lalu mereka?" tanya Yasmin pada Aksa.
"Ya, dari Tante Aridha. Hanya saja, aku tak ingin nanti kau makin terkejut lagi." jawab Aksa.
"Ceritakan. Ceritakan saja semuanya, Aksa. aku mohon, skandal apa di masa lalu yang melibatkan ibu dan om Alex?" Tanya Yasmin.
__ADS_1
"Baiklah, apa pun untukmu. Asalkan, aku ingin kau tetap tutup mulut dan berlagak seolah tak tahu apa-apa. Bagaimana?"
"Baiklah, aku setuju."
Aksa tampak terdiam, tengah merangkai kata apa yang hendak ia ujarkan pada istrinya itu. Sejujurnya, Aksa berat mengatakan, hanya saja, Yasmin bagaimana pun juga, berhak mengetahui.
"Di masa lalu, sebelum Tante Ridha mengenal Om Alex, om Alex rupanya telah menjalin kasih bersama ibu Nora. Hubungan mereka lebih dari hubungan kasih, hingga keduanya melakukan hubungan suami-istri yang menyebabkan kehadiran kak Marcel."
Aksa menjelaskan dengan sabar.
"Ibu tak meminta pertanggung jawaban om Alex dan memilih menyembunyikan saja kandungannya. Salah satu alasan yang mendasari adalah, karena ibu tau bagaimana kejamnya keluarga ini. Ibu tak ingin berurusan dengan Praja Bekti, karena takut om Alex akan mengambil paksa kak Marcel."
"Selama itu juga, ibu memilih memendam cinta dan kekecewaan hatinya, serta kemarahannya pada om Alex, hingga membuat kejiwaan ibu terganggu. Di masa lalu hingga sekarang ini, ibu masihlah sangat mencintai om Alex. Sayangnya, Om Alex telah menemukan cintanya, Tante Ridha. Tante Ridha yang dinikahi om Alex, setelah ibu dan om Alex berpisah."
Yasmin merasa lemas. Jadi, seperri itukah kisah ibunya di masa lalu. Paa yang harus Yasmin lakukan, sekarang? Mengapa dunia seolah memperlakukan ibunya dengan tidak adil. Bolehkah bila seandainya Yasmin meminta kebahagiaan ibunya?
__ADS_1
"Jadi, itulah alasan ibu dulu tidak memberiku izin dekat denganmu? Karena om Alex adalah kekasih ibu di masa lalu." Yasmin bergumam lirih.
"Ya. Awalnya pun aku tak percaya akan hal itu. Tapi ya bagaimana lagi, inilah kenyataannya. Kita doakan saja yang baik-baik untuk ibu dan ayah. Masalah mereka telah selesai. Kak Marcel juga sudah mengetahui dia anak biologis om Alex."
Aksa refleks memeluk Yasmin kian erat agar bisa lebih memberikan ketenangan untuknya.
"Aksa, aku ingin bicara dengan kak Marcel. Boleh?" Tanya Yasmin.
"Boleh. Tapi ingat, kau jangan terlalu stres. Aku hanya tidak mau kau lama mengandung. Oh ya, aku juga harus berangkat ke LA dua Minggu lagi. Aku harap kau bisa menerimanya. Ini sudah keputusan opa. Nanti setalah kau hamil, kau akan diurus dengan baik disini."
"Ya, aku sudah mendengarnya dari Tante Luna tadi."
Kini, satu fakta penting lagi, telah Yasmin terima. Yasmin berjanji dalam hati, ibunya harus bahagia di masa depan.
"
__ADS_1