Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Waspada


__ADS_3

"Ya, karena tragedi dalam keluarganya, kak Hanum baru tahu sesaat setelah menikah dengan mas Kara."


"Biarkan itu menjadi tragedi kenangan, jangan sampai tejadi di masa depan." Ungkap Alex kemudian. Sejujurnya, ia baru tahu.


"Om Alex, ada . . . emm, telepon dari kak ayah, katanya ayah ingin bicara sebentar saja." Yasmin tiba-tiba muncul, di belakangnya, Aksa mengekor Yasmin, seolah enggan melepaskan Yasmin barang sebentar saja.


"Baiklah." Alex menjawab ambil tersenyum. Lelaki itu berpindah tempat, dan pamit pada Aridha yang tersenyum manis padanya.


"Aku heran, Apa yang sebenarnya terjadi belakangan ini. Tante, beberapa hari ini aku merasa tak nyaman, dan juga tak enak hati tanpa sebab." Ucap Yasmin kemudian.


Aksa sendiri mendudukkan tubuhnya di kursi tepat di depan Aridha. "Duduklah, Yasmin. Kau boleh curhat sepuasmu pada Tante Aridha."


"Katakan Yasmin, apa yang membuatmu tak nyaman." Ucap Aridha kemudian. Matanya melirik sekilas pada Alex yang masih berbincang dengan Dion melalui telepon.

__ADS_1


"Entahlah Tante. Aku merasa belakangan sering merasa takut Tania sebab." Ungkap Yasmin.


"Jika benar demikian, aku hanya bisa mengatakan bahwa kau memiliki insting yang kuat, Selamat, kau hanya perlu mengasahnya agar kau menjadi wanita yang tak mudah terusik." Ucap Aridha kemudian. Tangannya meraih gelas yang ada di depannya, menyesap minumannya perlahan dengan gerakan anggun.


"Maksud Tante?" Aksa bertanya.


"Kau harus lebih ekstra hati-hati, Aksa. Hana sedang mengincar dirimu. Jika boleh Tante sarankan, kau juga jangan pernah memberi kesempatan wanita mana pun untuk mengusik pernikahanmu dan juga Yasmin."


"Ya, benar. Tante hanya bisa berpesan padamu, hindari bentuk interaksi apa pun dengan Hana. Ingat, jika sedikit saja kau salah langkah, maka Hana akan benar-benar menjebaknya untuk menikahinya. Aku sudah tahu semua rencananya. Bahkan tidak ada seorang pun yang tahu mengenai hal itu." Tutur Aridha.


"Selama ini aku pikir, Hana gadis yang baik dan juga sangat supel. Aku sama sekali tak berpikir, bahwa ia memiliki niat terselubung dibalik kebaikannya itu." Aksa benar-benar tak menyangka, Hana yang biasanya memang dekat dengan dirinya itu, rupanya adalah ular berbisa dan memiliki dua muka.


"Aksa, bolehkah bila Tante menyarankan?" Tanya Aridha pada Aksa yang mengangguk. "Seseorang yang terlihat kriminal dan pernah berdosa besar di masa lalu, terkadang memiliki sisi baik yang coba ia sembunyikan. Disisi lain, seseorang yang tampak baik di hadapan kita, memiliki sisi buruk yang melegenda. Jadi jangan pernah menikah seseorang hanya dari permukaan, jika kau tak ingin berakhir kecewa."

__ADS_1


"Lalu, apa yang harus kami lakukan, Tante?" Yasmin bertanya tak sabar.


"Jalani hari kalian seperti biasanya. Jika terjadi sesuatu yang mengarah pada penjebakan, hindari dan sebaiknya hubungi Oma saja. Kau tahu, Oma adalah orang yang paling pandai beradu siasat."


Aksa terdiam ditempatnya. Agaknya, Yasmin begitu peduli dengan pernikahan ini. Pernikahan yang beberapa waktu lalu Yasmin ucapkan sebagai pernikahan sialan.


"Baiklah, tante, aku mengerti sekarang." Aksa memutus pembicara mereka kali ini, dengan mengangkat topik hangat mengenai perkembangan bisnis Alex yang baru di rintis.


Di sudut lain, Hana melangkah mendekat. Aksa lun waspada, meski ia tetap duduk di samping Aridha, menghadap ke arah Yasmin, istrinya.


"Hai, Aksa, Tante Aridha, bolehkah bila seandainya aku ikut bergabung?"


**

__ADS_1


__ADS_2