Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Jangan pisahkan kami


__ADS_3

Alex dan Daniel tercengang di tempatnya. Empat hari belakangan, Alex merasa semuanya baik-baik saja tanpa siapapun kelurga Praja Bekti yang mengetahui keberadaannya di rumah sakit yang sama dengan Ridha.


Daniel sang kakak pun berpikir, semuanya baik-baik saja dan segala sesuatunya berjalan dengan sangat baik.


Sayangnya, semua dugaannya salah.


Radhi adalah orang terkuat dari keluarga Praja Bekti. Di matanya Radhi, Daniel dan Alex jelas bukanlah apa-apa. Kekuatan Praja Bekti tak bisa di sepelekan begitu saja.


Meratapi kepergian Radhi, Alex tak tau harus tetap tinggal atau harus segera pergi.


Alex dan Daniel saling tatap, berdiskusi tanpa kata, bertanya tanpa kalimat, berkata tanpa bahasa.


"Apa yang harus kita lakukan, kak?"


Cukup sudah, Alex tak tahan lagi kali ini. Ia tak bisa membiarkan dirinya terperangkap dalam ketidak tahuan yang semakin menyiksa dirinya.


Baginya, Daniel lebih bijak dalam menanggapi sesuatu apapun itu.


"Tuan besar Praja Bekti adalah orang yang baik diantara keluarganya yang lain, percayalah .....


Apa yang beliau perintahkan, pastinya itu yang terbaik. Selama ini, ia berbeda dengan Kara dan nyonya Jelita, bukan?


Aku sarankan, kita tunggu saja sesuai waktu yang beliau tetapkan".


Dengan bijak, Daniel memberikan saran pada adiknya. Berharap dengan begini, Alex bisa memilah-milah sesuatu yang terbaik dan bukan dalam hidupnya.


"Baiklah, kak. Andai nanti tuan Radhi tau bahwa aku pendonor untuk putri kesayangannya, apa kira-kira yang akan ia lakukan?


Orang tak baik sepertiku, apa pantas memberikan bagian tubuhku pada Aridha?"


"Siapa yang berkata bahwa kau bukan orang baik? Yang bisa menilai kau bukan orang baik atau bukan, adalah dirimu sendiri, bukan orang lain."


Alex tersenyum paham. Meski sejujurnya, dia khawatir andai nanti Radhi tak suka dengan apa yang ia lakukan pada putrinya. Mengingat bagaimana Jelita dan Kara yang sangat tak baik padanya.


Tetapi......


Bukankah tadi Radhi yang biasanya bersikap datar, tadi tersenyum lembut pada Alex?


Tidak!!


Alex tak mau berharap lebih karna tak ingin, harapannya yang membumbung tinggi nanti, akan jatuh terpuruk karna kenyataan tak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.


"Kak.....


Aku benar-benar takut.


Bagaimana bila nanti......"


Belum sempat Alex melanjutkan kalimatnya, Daniel telah tertawa terbahak-bahak.


Seorang Alex ketakutan karna wanita?


Oh yang benar saja?


"Sepanjang sejarah, bagiku baru kali ini seorang Alex mengalami ketakutan karna wanita.


Bukankah dulu kau sangat suka mempermainkan wanita?"


"Ya, tak jauh berbeda denganmu".


Jawab Alex dengan kesal.


Alex menatap jam dinding yang ada di pojok ruangan. Waktu semakin dekat.


Ada rasa gusar bercampur khawatir, namun bahagia yang membuncah.


Entahlah, Alex tak bisa menjabarkan apa yang tengah ia rasakan saat ini.


Alex masih larut dalam lamunannya ketika pintu ruangan terbuka.


Mata Alex terpaku, jantungnya mendadak berpacu lebih cepat dari biasanya.


Lidahnya terasa kelu, darahnya terasa berdesir dengan hebat. Sejenak, tenggorokannya tercekat.

__ADS_1


Sosok cantik dan menawan di hadapannya ini, tengah duduk tak berdaya di atas kursi roda dengan Radhi yang mendorong dari belakangnya.


Mata kirinya juga masih dalam balutan perban, seperti Alex sendiri.


Alex seperti di hantam Godam dengan beban ribuan ton ketika mata kanannya melihat Aridha nampak lemah. Wajahnya pucat pasi, dengan rambut yang di sanggul asal di atas kepala.


Air mata meluruh di wajahnya yang sudah nampak pucat, semakin memperkuat kesan kacau yang ada dalam diri Aridha.


"Mm--mas.... Al...Alex".


Suara Aridha lirih menyerupai suara bisikan angin.


Mati-matian Alex menahan dirinya, menahan jiwanya yang meronta ingin memeluk Aridha.


Namun apa daya, ia tak ingin mati konyol di tangan Radhi saat ini.


Baginya, Melihat Ridha masih bisa membuka matanya saja, sudah menjadi syukur tersendiri bagi Alex.


"Ya, ka...kau baik-baik saja, nona Ridha?"


Alex sengaja memanggil Ridha dengan panggilan formal,mengingat ada Radhi di sisi Ridha saat ini.


Menatap Radhi, membuat nyali Alex menciut seketika, berbeda dengan pertemuannya dengan Kara dan Jelita yang terkesan Alex mampu bersikap biasa-biasa saja.


Tanpa menjawab Aridha berusaha menggapai tangan Alex dengan susah payah.


Namun Alex tak berani......


Matanya beralih menatap Radhi yang mengangguk ke arahnya.


"Mas.... Jangan lepaskan aku lagi.... Jangan biarkan aku pergi lagi....


Aku takut berada jauh darimu. Jiwaku kosong dan terasa sepi tanpamu.


Aku mohon.....


Aku mohon perjuangkan aku lebih keras lagi.


Mengapa?


Katakan mengapa?".


Daniel tercengang ketika melihat Alex di seret paksa oleh tangan kiri Ridha, membawa Alex ke dalam pelukan.


Sayangnya.....


Tangan kanan Ridha tak bisa di gerakkan akibat cedera ringan pada sedikit bagian tulang nya.


Kedua lutut Alex di teluk hingga bisa mempermudah Ridha memeluknya.


Sungguh, Alex memucat saat ini.


Kedepannya, Alex pasrah andai nanti Radhi akan menghabisinya karna berani menyentuh putrinya dengan pelukan.


"Ssttt.... sudah.... Berhentilah menangis.


Semua akan baik-baik saja, oke?"


Alex menepuk-nepuk pelan punggung Ridha, menyalurkan kekuatan pada wanita yang nampak rapuh di hadapannya ini.


"Bagaimana bisa?


Bagaimana bisa aku berhenti menangis bila kau rela mengorbankan dirimu demi kesempurnaan ku?


Bagaimana bisa kau berkorban hingga sebedar ini untukku, mas?


Bagaimana bisa?".


"Karna aku mencintaimu".


Tiga kata, namun sanggup membuat jiwa Aridha yang semula mati, kini kembali hidup.


Alex memejamkan mata, tak ingin melihat apapun bentuk kemarahan Radhi atas kelancangannya memeluk Ridha.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, mas. Aku juga mencintaimu!!


Tapi mengapa kau harus seperti ini demi aku?


Tak bisakah kau....."


Kalimat Ridha berhenti ketika Alex mengurai pelukannya, meletakkan telunjuknya di depan bibir Ridha yang bergetar karna tangis.


"Apapun yang aku lakukan untukku, percayalah...... Tak akan pernah merubah kadar cintaku padamu.


Aku tak mau kau kehilangan kepercayaan dirimu. Senyummu, adalah stamina untukku, semangat untukku".


"Sudah cukup, sayang. Mari kita kembali. Nanti kita akan bertemu lagi dengan Alex".


Suara Radhi tiba-tiba menginterupsi.


Genggaman tangan Ridha pada Alex, semakin erat.


"Tidak".


Ridha menatap tajam Radhi. Kemudian pandangannya beralih pada Alex.


"Ku mohon mas, tahan aku. Jangan biarkan siapapun membawaku.


Kau mencintaiku, kan?


Kau menyayangiku, kan?


Kau tak mau kehilanganku, kan?


Ku mohon, aku tak mau di pisahkan darimu".


Tatapan tajam Ridha beralih pada Radhi.


"Jangan pisahkan kami, pa. Jangan pisahkan kami!!"


Radhi tertawa renyah mendengar sikap konyol putrinya.


Sungguh, putrinya ini sudah benar-benar dewasa rupanya, telah mengenal arti cinta pada lawan jenis.


"Kita akan bertemu kembali dengan Alex.


Percayalah, Papa sudah merestui kalian.


Hanya saja..... Ada beberapa hal yang perlu papa luruskan. Ada beberapa hal yang perlu mama dan kakakmu tau dulu".


Pandangan Radhi beralih pada Alex dan Daniel bergantian.


"Aku sebagai kepala keluarga Praja Bekti, mengucapkan maaf atas tragedi ini.


Aku juga mengundang kalian dua hari lagi di kediaman kami. Aku sudah memerintah beberapa pengawal pribadi ku untuk menjemput kalian nanti, dan juga mamamu, Alex.


Kita perlu membereskan kekacauan ini, membuka pola pikir orang-orang yang tak suka denganmu, agar kau segera mendapat restu dari istri dan putraku.


Atas nama Mereka, aku memohon maaf pada kalian.


Aku tau rencanamu. Kuharap, kau tak benar-benar pergi meninggalkan Ridha, Alex.


Karna kau, sudah menggenggam penuh hati putriku."


Radhi tersenyum hangat penuh wibawa. Kharismanya sebagai pemimpin, tak bisa di ragukan lagi.


Alex dan Daniel hanya mengangguk dan mengulas senyum tipis.


Melepas kepergian Radhi, dengan kelegaan luar biasa.


Restu dari Radhi sudah di kantonginya, Alex merasa perlu berjuang lebih keras lagi setelah ini.


🍁🌻🌻🌻🍁


Hayyo, siapa di sini yang baper sampe nangis-nangis??


Neng Tia terharu kan jadinya??

__ADS_1


🤣😝


__ADS_2