
"Maaf, tuan..... Saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting, tapi sebelum itu, bolehkah saya bertanya sesuatu? Maaf kalau..... ini terkesan pribadi."
"Ada apa?" Alex tengah berkumpul bersama pengawal di ruang kerjanya. Biasanya, jika tak ada yang penting terkait pekerjaan dan keamanan, Tak akan ada pembicaraan dengan pengawal dalam ruang kerja Alex.
"Apa anda pernah terlibat hubungan dekat dengan..... nyonya Inora?" Pengawal bernama Dandi itu adalah pengawal yang selalu membuntuti Hesti kemana pun Hesti pergi layaknya penguntit. Antara Alex dan Ridha, mereka hanya memiliki satu putri, yakni Hesti.
"Ya, di masa lalu. Tapi aku meninggalkannya begitu saja saat aku benar-benar jatuh cinta pada istriku. Demi Ridha, aku rela merubah diriku lebih baik. Ada apa memangnya?"
"Anda yakin tak ada harta yang anda tinggal pada nyonya Inora?" Pertanyaan ambigu Dandi, membuat Alex mengerutkan keningnya.
"Ada apa ini, Dandi? Jangan bertele-tele dan katakan apa maksud dari sikapmu yang mencercaku."
"Nyonya Inora telah melahirkan seorang putra bernama Marcel, yang juga adalah darah daging anda. Saya mendengarnya ketika anda selesai berbincang dengan tuan Dion di pasar tadi sore. Nyonya Inora berkata pada tuan Dion, bahwa beliau tak ingin keluarga besar Praja Bekti mengetahui identitas Marcel yang di sembunyikan mereka."
Bak air panas yang disiram ke sekujur tubuh Alex. Alex seolah mati rasa dengan apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar dari Dandi.
"Apa kau yakin?"
"Saya tak cukup tuli jika hanya untuk mendengar percakapan mereka, tuan. Jika berkenan, tugaskan orang lain untuk mengorek informasi mengenai tuan muda Marcel, karena tugas saya adalah mengawal nona Hesti."
__ADS_1
"Kenapa kau baru menyampaikan sekarang?"
"Saya baru tau tadi sore, juga sejak tadi saya menunggu saat yang pas untuk menyampaikan ini kepada anda, tuan Alex."
Alex mengerjapkan matanya beberapa kali. Antara percaya dan tak percaya, Alex masih dilanda kebingungan.
"Baiklah, Dandi. Tolong simpan informasi ini rapat-rapat dari siapa pun, termasuk kweluarga ini. Aku sendiri yang akan menugaskanmu mencari informasi mengenai Marcel. Jika benar ia darah dagingku, aku akan membuat Inora mengakuinya di depan keluarga Praja Bekti."
Alex seperti gemetar meski ia telah berusaha untuk menahan dirinya.
"Sepertinya, jika saya lihat dan saya nilai, nyonya Inora masih memiliki perasaan terhadap anda, tuan. Hanya saja, ia juga memiliki kebencian yang kadarnya cukup tinggi."
Dandi tersenyum kecil. Dalam lingkup keluarga besar Praja Bekti, siapa yang tak tahu mengenai betapa cintanya Alex terhadap Aridha? Jangankan hanya mata kiri Alex yang ia berikan pada istrinya, bahkan jika Radhi meminta nyawa Alex untuk Ridha, Alex akan memberikannya tanpa ragu.
Ya. Terkadang cinta memang bisa segila itu.
"Baik, tuan. Tapi anda juga jangan lupa, untuk memikirkan lebih dini tentang segala jawaban dari fakta ini. Jika benar nyonya Inora pernah melahirkan putra anda, apa yang akan anda lakukan?"
"Aku tak mungkin menikahi istri orang, Dandi. Dia sudah bersuami. Memangnya, kau ingin aku harus bagaimana?" Jawab Alex cerdas. Dandi hanya tersenyum simpul dan menunduk sebagai isyarat maaf tanpa kata.
__ADS_1
"Ya, siapa tahu takdir berkata lain."
"Takdir kepalamu!! Kau mau mati, ya?"
"Maaf, tuan." Dandi menunduk, namun bibirnya terlihat jelas sedang menahan tawa.
"Lakukan tugasmu dengan baik."
Dandi mengangguk dan berlalu pergi, meninggalkan Alex yang termenung sendirian.
Ingatan Alex tiba-tiba mejelajah masa lalu, terasa sangat menyakitkan saya membayangkan acara reuni kala itu. Tak bisa Alex bayangkan bagaimana perasaan Inora saat itu, pasti sangat terluka karena Alex membawa Ridha datang. Astaga, mengapa Alex bisa seceroboh ini?
Alex pikir, hanya Daniel yang menghamili anak orang Tania menikah, rupanya Alex juga demikian. Astaga, Alex hanya berharap semua yang Dandi katakan itu hanya sebatas laporan semu, meski kemungkinan semu itu sangatlah kecil.
Dalam keheningan malam, Alex terpaku, ingat dengan keinginannya untuk memiliki putra, namun tak ia miliki dari istrinya, melainkan dari mantan keKasih masa lalunya.
Alex tak tahu harus apa.
**
__ADS_1