Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti

Elang Putih Sang Praja Bekti , Aksa Gavin Praja Bekti
Sebuah cerita


__ADS_3

Hana menatap nanar Aksa dan juga Yasmin yang asik berbincang. Entah apa yang tengah dibicarakan sepasangan suami istri itu, Hana tak cukup mengerti.


Hati gadis itu benar-benar tercabik. Hana tak mengerti, mengapa ia bisa jatuh hati begitu saja, padahal Aksa adalah saudaranya sendiri. Hana tak pernah meminta, tak pernah berharap ini bisa terjadi padanya.


Sepeninggal Aridha, Hana termenung sendirian sembari menatap kosong Aksa dan Yasmin. Pemandangan ini tak luput dari tatapan Radhi maupun Chandra. Lihat saja, bahkan keduanya sudah tahu, jika Hana memang tengah menyukai Aksa.


"Apa yang harus aku lakukan untuk mencegahnya, kak? Bahkan Daniel dan Dita masih belum menyadari hal ini." Ungkap Chandra kemudian pada Radhi.


"Diamkan saja dulu, biarkan hal ini tersimpan rapat dan tak banyak yang menyadari. Aku hanya tak ingin bila nanti Aksa dan Yasmin bertengkar hebat. Keduanya masih muda, emosi mereka belum stabil." Ungkap Radhi pelan.


Radhi melihat, Daniel tengah menghampiri Hana. Sepertinya, Hana tergagap dan terlihat tidak nyaman saat bicara dengan ayahnya.


"Aku hanya ingin mencegahnya. Aku takut nanti Kara si mulut pedas itu marah. Siapa pun tak ingin kenangan kelam Dita di masa lalu kembali terulang." Ungkap Chandra lagi.


"Selama Jelita dan Kara tak tahu, semua akan baik-baik saja."

__ADS_1


"Baiklah." Kini, mereka tampak berbincang masalah bisnis, ketika Jelita menghampiri mereka.


Di tempat lain, Aridha menyesap minumannya bersama Alex. Keduanya duduk dengan tenang dan santai.


"Hana menyukai Aksa." Ungkap Aridha, membuat Alex menatapnya tak percaya.


"Benarkah?" Tanya Alex untuk memastikan.


"Ya, tentu saja. Apa kau tak melihat bagaimana tatapan Hana pada Aksa? Aku bahkan sudah memberinya peringatan agar tak mengganggu pernikahan Aksa dan Yasmin. Aku tak ingin, sejarah tragedi Dita kembali terulang."


"Apa Aksa akan bertindak sekejam ayahnya?"


"Apakah Kaka Kara menyiksa Dita?"


"Ya. Dulu Dita adalah wanita yang cantik sempurna. Sayangnya, semua hancur dan ia cacat sampai sekarang ini karena ulah mas Kara."

__ADS_1


Aridha mengangguk. Wanita itu masih ingat, bagaimana dulu Dita sangatlah menderita karena cinta butanya.


"Dita sangat menderita, mas Alex. Aku sendiri sebagai wanita tidak tega saat itu. Kau tahu? Bahkan mas Kara memberiku perintah agar aku membawa kabur Hana, dan mas Kara benar-benar membuat luka dalam pada hati Dita."


"Memangnya bagaimana awal mulanya?"


"Dita mencintai mas Kara, namun mas Kara saat itu justru saling jatuh cinta dengan kak Hanum. Kau tahu? Bahkan Dita dengan liciknya mengusir kak Hanum dari mas Kara, dengan berbagai ancaman. Saat itu, bahkan kak Hanum tengah mengandung Aksa."


"Lalu?"


"Mas Kara mencari kak Hanum seperti orang kesetanan yang membabi buta. Tapi tak lama, kak Hanum disembunyikan. Bersamaan dengan itu, identitas asal muasal keluarga kak Hanum terungkap. Ya, kak Hanum rupanya bukan wanita miskin seperti yang terlihat, melainkan wanita kaya raya yang memiliki banyak warisan."


Alex baru tahu fakta ini, bahkan setelah bertahun-tahun menikah dengan Aridha.


"Apa dulu sebelumnya, kak Hanum. orang biasa?"

__ADS_1


"Ya, karena tragedi dalam keluarganya, kak Hanum baru tahu sesaat setelah menikah dengan mas Kara.


**


__ADS_2