
Sepasang suami istri tengah menatap jalanan ibukota yang cukup padat malam ini. Waktu telah menunjukkan pukul 20.31.
Sepasang suami istri itu berdiri tegak di balik jendela kamar hotel. Keduanya saling menautkan tangan.
Kara dan Hanum, tanpa terasa, kini usia kehamilannya telah menginjak angka tujuh bulan. Sesekali, Kara gemas sendiri saat mengingat momen malam hari, Hanum suka ngidam yang aneh-aneh dan terasa seperti di luar nalar.
Bahkan, tendangan-tendangan kecil yang berasal dari jabang bayi di dalam perut Hanum, terlihat dengan jelas.
Malam ini, Kara sengaja memesan hotel pada Chandra langsung, omnya sendiri......
Demi menuruti permintaan sang istri yang tengah mengandung. Menghabiskan waktu berdua saja di hotel akhir pekan ini.
Meski tak melakukan hal apapun, namun Hanum ingin menikmati momen-momen kebersamaan mereka di kamar hotel.
Entah ngidam macam apa itu.
Kara sendiri di buat geleng-geleng kepala olehnya.
"Sayang, tidak mengantuk?".
Kara bertanya lirih. Biasanya, Hanum akan lebih cepat tidur belakangan ini. Namun entah mengapa, malam ini dia tak seperti biasanya.
"Tidak. Mas, boleh aku bertanya sesuatu?"
Kara mengangkat sebelah alisnya sebagai isyarat tanya tanpa kata.
"Tentang Holy, putri Surya.... Mengapa tak mengembalikan putranya? Bukankah toh kini aku telah kembali? Dan otak dari semua tragedi masa lalu telah kau maafkan.".
Tanya Hanum hati-hati. Ia tak mau bila harus membuat suaminya tersinggung karna harus mengangkat topik ini.
"Memangnya kenapa? Kau ingin aku mengembalikan putranya, hm?".
Kara sudah bisa membaca apa yang di pikirkan Hanum. Wanita ini amatlah berhati baik, tentu ia tak suka bila Kara berbuat sesuatu yang berlebihan.
"Tentu saja. Coba mas pikir, tidak kah kasihan lada wanita itu? Dia tak bisa lagi untuk mengandung, lantas satu-satunya putra yang ia miliki harus di renggut paksa.
__ADS_1
Bayangkan.....
Bayangkan bila hal itu terjadi padaku, pada Ridha dan Luna?
Atau kak Ariana?
Bisa juga mama?
Tidak kah mas merasa iba?"
Kara menatap lekat istrinya. Menyelami kedalaman lautan yang bisa menyeretnya tanpa ampun.
Hanum benar. Dirinya telah keterlaluan. Tak seharusnya dia berbuat demikian kejam terhadap orang-orang di masa lalunya. Toh semua telah berlalu.
Obsesinya untuk terus menghancurkan, kini seolah kini telah padam hanya dengan keberadaan Hanum di sampingnya. Tak pernah ia berpikir bagaimana bila semua yang ia lakukan terhadap musuhnya, nanti terjadi pada salah satu anggota keluarganya.
Senyum hangat tersungging di wajah tampannya. Pemilik senyum manis ini lantas membiarkan istrinya menyelipkan kedua lengannya pada sela-sela ketiaknya. Memeluknya hangat dan penuh mesra.
Membuat sisi liar berupa hasrat dalam dirinya bangkit tanpa bisa di tahan lebih lama lagi.
"Beri aku banyak surga indah malam ini, aku akan meluluskan apa yang kau inginkan."
Kara menarik pelan istrinya untuk merebah diranjang.
Mereguk manisnya cinta dari masing-masing. Mendeklarasikan pada dunia, bahwa cinta mereka adalah cinta yang abadi.
*****
Sesuai dengan janjinya pada sang istri, Kara melepaskan Holy dari hukumannya. Bagaimanapun, Holy adalah putri dari pria yang menjadi saudara ibunya. Kara menjadi lebih bernurani dan manusiawi di dekat Hanum.
Dulu.... ia telah di butakan dendam. Terobsesi untuk menghancurkan. Tetapi kini..... semua obsesi itu lebur sudah.
Malam ini, keluarga Praja Bekti tengah berkumpul di meja makan. Menikmati makan malam bersama.
Di kursi utama, Radhi dan Jelita melihat intens semua wajah-wajah putra, putri, dan menantunya. Arlan dan Ariana telah menemukan kebahagiaan mereka. Bahkan Ariana kini telah memberinya cucu.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka, Kara dan istrinya juga menikmati makan dengan tenang. Begitu juga Aridha dan Alex. Cinta mereka luar biasa kuat di setiap waktunya. Meski ujian masa lalu membuat Alex dan putri nya harus mengalami tragedi lebih dulu.
Sayangnya, Alex tak pernah bersedia menerima donor mata dari siapapun. Ia menikmati kecacatannya. Aridha jadi semakin posesif terhadapnya dengan begitu.
Serta jangan lupakan Seno dan Aluna.........
Pasangan pemalu ini juga merencanakan pernikahan tahun depan, setelah resepsi Kara dan Hanum usai digelar.
Lengkap sudah.....
Semua kebahagiaan mereka saat ini.
Di tambah lagi kabar mengejutkan dari Arlan bahwa istrinya yang cerewet dan serba ingin tau itu, kini tengah berbadan dua.
Ada hikmah dari segala musibah, ada anugerah di balik tragedi. Semua berjalan sesuai garis takdir, meski kita merencanakan hal lain.
Tak jauh dari Radhi, Chandra dan Dewi juga ikut menikmati makan malam atas undangan kakaknya, Radhi. Kini, setelah kepergian Surya beberapa waktu lalu, Holy berada di bawah perlindungan keluarga Adi Prama. Bagaimanapun juga, mendiang Surya adalah saudara sekandung Dewi Anjar Adi Prama.
Mereka semua......
Menikmati makan malam dengan penuh suka cita.
ππ»π»π»π
Makasih semua... buat para readers yang udah setia mendukung cerita ini. Aku bukanlah apa-apa tanpa kalian. Masih perlu banyak belajar dari kalian semua.
Maaf untuk typo yang beterbangan kesan kemari. Semoga banyak hikmah uang bisa di petik dari kisah ini.
Jangan lupa untuk tetap pantengin novel terbaru ku ya....
Semoga suka dan jangan sungkan-sungkan ngasih saran.
Aku sayang kalian.
Salam cinta dari neng Tiaπ₯°π₯°π₯°
__ADS_1