Hunter System

Hunter System
Bab 100 - Dungeon Break Di Pusat Kota S (2)


__ADS_3

Jika Cyntia saja sudah kewalahan, apalagi para hunter yang berada di depan pintu bunker bawah tanah.


Mereka terjebak di depan pintu bunker padahal mereka berniat pergi keluar dari lorong untuk membantu Cyntia setelah tahu bahwa monster yang mengikuti mereka ke ruang bawah tanah di balai kota itu mencapai ribuan.


Alan, Sam, Robert, Erfhina, Felix, Ivory dan ketiga pengawal Cyntia, kini sedang berusaha mati-matian menghadapi 6 lich yang lolos dari amukan Cyntia di depan pintu lorong tersebut.


Hunter-hunter itu bisa bertahan sejauh ini hanya karena lorong yang lumayan sempit dengan sisi-sisi dinding, langit-langit dan lantai yang tahan dari energi sihir.


Seandainya ruangan sempit itu tidak mendukung dan mudah hancur, mereka sudah pasti akan mati oleh keenam lich tersebut yang sudah tentu akan menyerang mereka dari berbagai arah.


Mereka juga masih bisa bertahan karena menggunakan formasi bertempur memanfaatkan lorong sempit itu dengan sangat baik.


Mereka memiliki dua Tank, Alan dan Robert, serta seorang Healer, Erfhina, yang saling bekerja sama dalam bertahan dan memberikan buff pengembalian energi Mana dengan berkesinambungan yang sangat baik.


Mereka juga punya 4 Warrior, ketiga pengawal Cyntia dan Sam, yang siap menggantikan Tanker jika kelelahan.


Keempat Warrior juga tidak fokus untuk menyerang. Mereka menggunakan kekuatan hanya untuk menepis serangan keenam lich yang sangat brutal.


Selain itu, mereka juga masih punya Ivory yang bisa membakar penuh lorong saat Healer sedang mengambil jeda untuk meminum berbotol-botol mana potion untuk memulihkan energi Mana nya.


...…...


Masalah dimulai saat stok mana potion Erfhina habis.


Hunter-hunter itu akhirnya mulai kehabisan energi Mana saat Erfhina tidak bisa mendukung pemulihan energi Mana lagi.


Melihat kondisi mereka saja sudah seperti ini, Alan Maxwell mulai khawatir pada Cyntia.


Jika mereka saja seperti ini, bagaimana dengan Cyntia yang sedang bertarung di depan pintu lorong sambil melindungi pintu dan warga sipil tanpa adanya hunter pendukung seperti Healer dan Tanker?


“Apa kami semua akan berakhir di tempat ini?” pikir Alan yang mulai berputus asa.


......................


Sementara itu, di 3 lokasi berbeda, di luar batas wilayah keberadaan 4 gerbang Dungeon Break…


Masing-masing pasukan dari Asosiasi yang dipimpin oleh Norman Lewis, pasukan dari guild Superkraft yang diketuai oleh Mark Friedl dan pasukan dari tim raid junior guild Maximus yang di pimpin oleh George Maxwell, akhirnya tahu seberapa kuat lich-lich itu.


Sebelumnya, masing-masing pasukan tersebut telah mengirim hunter pengintai untuk memerhatikan dan mempelajari situasi.


Dari hasil pengamatan mereka, para mata-mata pada akhirnya menyadari jika Kota S saat ini sedang dalam bahaya.


Awalnya, para pengintai mengira monster-monster itu mudah untuk di hadapi karena Cyntia bisa dengan mudah menghabisi belasan lich dalam sekali serang dan ia bisa membunuh ratusan lich dalam beberapa menit.

__ADS_1


Tapi, saat mereka menyadari bahwa 1 lich memiliki kesamaan dengan sorang hunter peringkat S, mereka akhirnya sadar jika mereka semua akan dalam bahaya besar jika tidak segera menyingkir dari Kota S.


"Ini gila. Mereka itu lich peringkat S, kan?" bisik seorang pengintai pada temannya.


"Y-ya..., aku rasa begitu."


"Mereka ada ribuan. Apa kau pikir hunter wanita itu akan selamat?"


Glup...


"Aku tidak tahu... Tapi..., jika dia bisa membunuh puluhan lich secepat itu, kau pikir peringkat apa dia?"


Hunter yang ditanyai itu terdiam. Ia baru sadar akan hal itu.


"Apa dia peringkat SS? Sayang sekali kalau dia mati."


Saat mereka lagi berbicara sambil berbisik sambil memerhatikan pertempuran melalui teropong, keduanya kaget begitu merasakan hawa kehadiran yang sangat tidak nyaman.


Kedua hunter itu bahkan langsung gemetaran saat melihat enam sosok lich yang baru tiba di tempat itu dan langsung bergabung dengan pasukannya untuk menyerang Cyntia.


Sejak saat itu Cyntia akhirnya masuk ke dalam gedung balai kota hingga akhirnya ikut pergi ke ruang bawah tanah, khawatir lich-lich akan pergi kesana mengejar para pegawai balai kota yang sedang bersembunyi disana.


Enam lich yang baru datang itu adalah dua bos Dungeon peringkat SSS dari dua gerbang berbeda, yang datang bersama masing-masing pendampingnya yang berperingkat SS.


"Biarkan saja. Ayo kembali ke kelompok," sahut salah satu hunter pengintai.


Dengan langkah gemetar, kedua pengintai akhirnya pergi dengan sangat hati-hati agar tidak terpergok para monster untuk memberikan laporan hasil pengintaiannya.


......................


Semua pengikut Norman Lewis kini menatap pria paruh baya itu, menunggu keputusan yang akan diambilnya sesaat setelah mereka semua memberi saran setelah mendengar informasi dari tim pengintai.


Semua orang kepercayaannya kini memiliki persepsi dan usulan yang sama. Lupakan dulu penyergapan pada keluarga Maxwell dan guild Superkraft lalu segera minta bantuan dari Asosiasi Pusat juga hunter kuat dari luar negri.


Mereka juga sebaiknya membantu Cyntia untuk bertahan dari lich. Karena jika Cyntia, yang belakangan mereka tahu dari para mata-mata sangat kuat, sampai tewas, maka semua lich tentu akan menyebar ke seluruh pelosok Kota S.


Pada saat seperti ini, semua hunter profesional pasti memiliki pemikiran yang sama. Kirim semua hunter tipe support seperti Healer dan Tank untuk membantu Cyntia, maka dia ‘mungkin’ akan bisa mengalahkan semua lich.


Sangat disayangkan, Norman malah tidak menggubris usulan para ketua tim tersebut.


Pria paruh baya itu memiliki fokus pemikiran berbeda. Ia justru ingat pada The Destroyer yang sudah menghabiskan banyak uang tabungan keluarga Lewis dan kini tidak ada kabar beritanya.


Norman menatap Duncan dengan tatapan marah. Dari informasi yang mata-matanya bawa, mereka tidak melihat adanya jejak The Destroyer di sana, yang artinya hunter itu sudah melarikan diri entah karena dia kalah bertarung melawan Cyntia atau menghindari amukan lich.

__ADS_1


"Tuan Lewis?"


Norman menatap orang-orang kepercayaannya itu sebelum akhirnya berbalik pergi.


"Biarkan saja mereka. Ayo ke benteng kediamanku. Aku akan meminta bantuan pada hunter-hunter langgananku nanti jika mereka semua benar-benar mati. Untuk sekarang, ayo kita lihat sejauh mana mereka bisa berkontribusi pada Kota S," ucap Norman sembari melangkah pergi meninggalkan lokasi Dungeon Break.


Orang-orang kepercayaan Norman saling bertatapan, merasa tidak percaya dengan keputusan yang diambil ketuanya.


Mereka tahu, jika harus mengikuti pemikiran Norman, selain para hunter terbaik Kota S itu, akan banyak warga Kota S yang menjadi korban.


Malahan Kota S juga sudah bisa dipastikan akan rusak parah atau malah hancur lebur.


Mereka baru menyadari jahatnya pria itu, ia tidak memerdulikan Kota S dan warganya sama sekali.


Walaupun demikian, mereka juga tidak berani menasehati Norman. Tanpa daya, mereka akhirnya pergi mengikuti ketua Asosiasi itu dengan membawa seluruh anak buahnya.


Tapi, masih ada satu ketua yang akhirnya tinggal. Ia bahkan meminta seluruh anak buahnya untuk tinggal bersamanya juga.


Loman Griffin, ketua tim pengawas gerbang dari Asosiasi, yang masih memiliki hati nurani itu pada akhirnya tinggal untuk, setidaknya, menyelamatkan warga sipil.


Setelah Norman dan rekan-rekannya pergi menjauh, ia mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya yang memegang kendali atas siaran satelit agar dia menghubungi statsiun televisi lokal untuk menyiarkan keadaan darurat ini.


Setelah Loman menghubungi anak buahnya, pria berusia awal 50an itu menghela nafas panjang sambil menatap langit biru di angkasa.


"Setidaknya jika semua yang disini mati, warga lain yang berada di luar wilayah ini sempat melarikan diri," pikir Loman.


................


Di sisi pasukan dari guild Superkraft, yang juga hanya memantau keadaan, mereka pada akhirnya juga memutuskan untuk kembali ke wilayah mereka lagi sambil melihat situasi yang akan terjadi berikutnya.


Setelah tahu sekuat apa monster yang sedang memulai invasinya di Kota S, Mark akhirnya mengurungkan niat untuk menyergap keluarga Maxwell, tahu jika pasukan lich itu pasti akan menghabisi keluarga Maxwell tanpa sisa.


Mark kini malah berharap Norman Lewis bisa mendapatkan bantuan dari kota atau negara lain untuk mengatasi Dungen Break ini.


'Rencanaku sepertinya tidak akan terlaksana hari ini.'


.........


Hal berbeda menjadi pemikiran George Maxwell. Walaupun ia kecewa karena tahu The Destroyer telah gagal dalam misinya, ia masih memiliki sebuah harapan.


Ia yakin bahwa seluruh keluarga utama Maxwell tetap akan musnah dihabisi oleh para lich.


Karena itu, dia memutuskan untuk kembali ke benteng keluarga Maxwell untuk mendudukinya bersama para anggota tim raid junior yang telah terhasut oleh bujukannya.

__ADS_1


................


__ADS_2