Hunter System

Hunter System
Bab 178 - Kristal Biru


__ADS_3

"Karena kau berhasil menyelamatkanku, maka dewi Ann bisa menjalankan rencananya untuk menemukan dewi Lyn."


"Jadi itu yang kau maksud bahwa dewi Lyn bisa ditemukan sebelum Beelzebub datang...," Mina menanggapi dengan suara yang sangat pelan, sambil membayangkan apa yang Anna ceritakan padanya.


"Kau benar. Selain itu, karena kau berhasil menyeberang ke pengulangan kehidupan ini, maka dewi Ann tidak perlu turun tangan untuk memusnahkan para pengacau itu dan Bumi akan bisa selamat dari kehancuran."


"Begitu...," Mina mengangguk-angguk pelan, lalu menatap Anna. "Ayo kita kalahkan mereka."


Anna menggelengkan kepala lalu menoleh dan menatap Alvin.


"Kali ini biarkan kami berdua yang melakukannya."


"Kita?"


"Ya."


"Aku bisa membantu juga," ucap Mina.


Anna menatap Mina dengan tatapan penuh empati. Ia kemudian menggelengkan kepalanya dan berbicara dengan rasa hormat.


"Kau sudah cukup berjuang di 6 kehidupan. Kali ini, tolong serahkan saja semuanya pada kami."


"Akan lebih baik jika kita menyatukan banyak kekuatan, kan?"


"Aku tahu kalau kau menyisakan satu kesempatan untuk mengambil alih tubuh. Kau ingin menggunakannya untuk mengambil alih tubuhmu yang ada di kehidupan ini, kan?"


Mina mengangguk pelan, "Tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi padanya setelah aku selesai meminjam tubuhnya."


"Kau... Jadi kau ingin menggunakan kesempatan terakhir untuk itu?" tanya Alvin penasaran.


"Maafkan aku."


"Bagaimana jika saat itu aku menggunakannya? Aku beberapa kali hampir mati, kan?"


"Kalau itu terjadi, aku cuma bisa menyerahkan sisanya padamu."


"Tapi... Apa yang akan terjadi setelah kau menggunakan kesempatan terakhir?"


Mina tidak menjawabnya.


"Dia akan menghilang dari kehidupan ini. Dia cuma bisa mengambil alih tubuh seseorang dalam beberapa menit sebelum akhirnya lenyap," sahut Anna.


"Apa?!"


Mina tertawa pahit.


"Apa kau tidak ingin aku menghilang?"


"...Aku..., maksudku, bukankah kita teman?"

__ADS_1


"Akan ada sebuah perpisahan yang tidak bisa dihindari."


Sementara Alvin dan Mina berdebat, Anna diam memerhatikan mereka. Ia bisa melihat keakraban yang terjadi di antara keduanya.


Biasanya, Miyuki akan lebih dekat padanya. Namun, Miyuki yang berasal dari kehidupan berbeda di hadapannya ini tampak sedikit mengacuhkannya.


"Baiklah, ceritaku sudah selesai," ucap Anna, menyela perdebatan yang terjadi di antara Alvin dan Mina.


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Mina.


"Meningkatkan kekuatannya," sahut Anna. Tatapan matanya tertuju pada Alvin saat menjawab pertanyaan Mina.


"Kau ingin memberiku sesuatu?" tanya Alvin. Ia agak bersemangat jika menyangkut peningkatan kekuatan.


"Bukan aku," Anna tersenyum lembut, "Ayo keluar dari sini dan ikuti aku," pinta Anna yang kemudian berjalan keluar dari ruang hologram dan masuk ke portal sihir lain yang baru di buatnya.


......................


Alvin memerhatikan lingkungan yang berada di balik gerbang yang baru saja dimasukinya.


Anna membawanya ke sebuah pantai yang memiliki jejak kehidupan sangat jelas.


Di sana ada banyak jejak kaki dengan berbagai macam jenis ukuran dan sepertinya ditinggalkan oleh makhluk dengan ras berbeda.


Setelah Alvin memerahtikan dengan seksama, ia bisa mengenali jika itu adalah jejak dari kaki orc, elf, manusia dan kuda.


Alvin mengalihkan pandangannya menuju banyak gerbang yang berada di beberapa tempat, lalu mengalihkan tatapannya lagi pada rumah-rumah berbahan kayu yang berada tak jauh dari pantai, yang berukuran terlalu besar untuk ditinggali manusia.


Anna mengangguk pelan sebagai jawabannya.


"Apa ini planet asing?" tanya Alvin lagi.


"Ya. Planet ini berada di galaksi Milky Way tapi berada di luar tata surya kita."


Alvin mengangguk pelan. Ia merasa takjub di dalam hatinya pada Anna yang bisa membuat gerbang dan menghubungkannya dengan planet asing.


'Andai aku bisa membuat gerbang penghubung juga, aku pasti tidak akan berlama-lama di planet monster itu.'


.........


Alvin berpaling untuk melihat sumber aura sihir yang berada di belakangnya dan melihat ada dua gerbang sihir lain di sana.


Selain berasal dari kedua gerbang tersebut, aura sihir terbesar yang ia rasakan sebenarnya berasal dari gunungan kristal sihir yang tampak sudah sangat lama berada di sana karena ada banyak lumut yang menutupinya.


"Kau ingin meningkatkan kekuatanku dengan ini?" tanya Alvin sembari menatap kagum pada gunungan kristal sihir yang menurutnya bisa untuk meningkatkan energi Mana seorang hunter peringkat F sampai meningkat lebih dari peringkat SSSS karena begitu banyaknya kristal sihir yang memiliki inti Mana murni.


"Kristal sihir sebanyak ini tidak akan berguna untukmu. Aku yakin kau tahu itu."


Alvin mengangguk pelan. Walaupun untuk hunter lain dapat sangat banyak membantu, namun tidak untuknya.

__ADS_1


Kristal sihir sebanyak itu mungkin hanya akan menambahkan 5-10% dari kapasitas energi Mananya saja. Jika disuruh memilih, dia lebih senang jika menjualnya saja.


Pada saat itu, sosok wanita cantik berambut pirang dengan pakaian serba putih masuk dari salah satu gerbang yang berada agak jauh dari tempat Alvin dan Anna berdiri.


Wanita itu datang mendekati mereka dengan terbang di udara, lalu mendarat di dekat Alvin dan Anna.


.........


"Jadi dia orang yang kau maksud, Anna?" ucap wanita itu pelan, sembari menatap Alvin dengan penuh minat.


"Ya, nenek guru," sahut Anna.


Gelar yang baru Anna ucapkan membuat Alvin sedikit kaget hingga ia buru-buru menjaga sikap.


Alvin berpikir, jika Anna saja sudah begitu kuat, bagaimana dengan orang yang disebutnya sebagai nenek guru?


"Tapi dia masih sangat muda," pikir Alvin, sembari menatap kembali wanita cantik yang memiliki wajah sama persis seperti wanita yang disukainya, Cyntia.


"Apa kita masih memiliki banyak waktu?" tanya wanita itu pada Anna.


"Tidak, nenek guru. Maaf sudah memakai waktu terlalu banyak untukku berbicara padanya."


Lorelei tersenyum lembut sembari menggelengkan kepala.


"Tidak apa-apa. Pesan yang dewi Ann minta untuk kau sampaikan padanya jauh lebih penting."


Lorelei kembali menatap Alvin. Ia kemudian mengangkat salah satu tangan dan menengadahkan telapak tangannya ke langit.


Dari permukaan telapak tangan Lorelei, secara perlahan, muncul cahaya biru yang sangat menyilaukan dan cahaya itu perlahan membentuk sebuah bola kristal seukuran bola golf.


"Beruntung karena kau sudah mengubah energi Manamu menjadi energi Mana yang sejenis dengan milikku. Jika tidak akan sangat merepotkan untuk membuang semua energi Mana itu," ucap Lorelei sembari menatap Alvin dengan tatapan kagum.


Tentu saja Alvin tidak langsung mengerti dengan apa yang Lorelei katakan, namun Mina yang berada di tubuhnya langsung menjelaskan apa yang Lorelei maksud dengan cepat.


Mendengar penjelasan Mina, ekspresi bingung Alvin mendadak berubah. Ia langsung tampak bersemangat saat tahu manfaat dari bola kristal di tangan wanita itu.


"Tapi..., apa tidak ada cara lain selain harus menelannya?" tanya Alvin yang sudah tahu cara untuk menerima kekuatan dari bola kristal tersebut setelah Mina memberitahunya.


Lorelei mengernyikan alisnya, menatap heran pada Alvin. Ia mengira jika harus menjelaskan panjang lebar mengenai kristal sihir di tangannya, juga menjelaskan bagaimana cara agar pria itu bisa mendapatkan kekuatan dari kristal.


Namun, tanpa disangkanya, pria itu malah sudah tahu apa yang hendak dilakukannya.


"Miyu yang menjelaskannya," ucap Anna, menjawab rasa penasaran Lorelei.


"Miyu? Jadi dia sudah bertemu dengan Miyu dari kehidupan ini?"


"Ya, nenek guru. Tapi bukan Miyu kami yang menjelaskannya melainkan Miyu yang berada di dalam tubuhnya."


Lorelei diam beberapa saat sebelum mengangguk-angguk pelan.

__ADS_1


"Jadi Miyu menggunakan skill kelima dan pergi ke kehidupan ini...," ucap Lorelei pelan, sembari menatap Alvin dengan penuh simpatik.


Ia sebenarnya menujukan rasa simpatik itu pada Mina yang berada di dalam tubuh Alvin.


__ADS_2