Hunter System

Hunter System
Bab 95 - Membaca Gerak


__ADS_3

Alvin menatap layar status helm pemburu yang baru dikenakannya.


...°•°•°•°•°•°•°...


...Item Name : Hunter Helmet...


...Rarity : Infinite...


...Item Level : 4/5...


...Function : Motion Reading...


...(Estimate 10 moves in 10 seconds)...


...•°•°•°•°•°•°•...


“Membaca gerak?”


["Kau akan dimudahkan dengan ini. Tsk... Dia mungkin tidak akan bisa melukaimu lagi,”] sahut Mina yang kemudian tertawa riang.


[“Kau hanya perlu menatapnya saja dalam waktu sepuluh detik dan kemampuan helm akan memproses semua kebiasaan geraknya.”]


“Bisa seperti itu?!”


[“Ya. Karena itulah aku memintamu menyelesaikan quest tadi. Dia terlalu cepat untukmu. Dengan bertambahnya level status bonus item, kau memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat lagi dan kecepatan gerakmu juga bertambah,”]


[“Ditambah lagi dengan item ini, ku rasa dia akan kesulitan. Kau sudah memiliki insting dan indra yang cukup baik. Ditambah sensor gerakan yang kau miliki, ku rasa dia akan kerepotan.”]


“Hanya kerepotan? Menurutmu, aku belum bisa membunuhnya? Aku merasa kekuatanku sudah bertambah berkali lipat."


[“Mari kita lihat nanti. Kapasitas energi Mana miliknya masih lebih besar. Jarak level antara kau dan dia masih agak jauh.”]


“Begitu…”


[“Jangan bersedih. Dia cuma unggul energi Mana. Jika kalian bertarung tanpa energi Mana, kau akan unggul. Teknik bertarungmu sedikit diatasnya."]


"Kau menghiburku. Terima kasih."


["Aku berkata yang sebenarnya,"]


["Kau mungkin belum bisa membunuhnya tapi tidak dengan wanitamu. Jika kau mendukungnya, kalian pasti bisa membunuhnya.”]


Alvin mengangguk pelan lalu melihat bonus status barunya.


...°•°•°•°•°•°•°...


...Ignore Damage...


...Reduces all damage by 50%...


...°•°•°•°•°•°•°...


“Aku sepertinya akan menjadi seorang Tanker sejati, kan?”


[“Tsk… Ayo keluar sekarang.”]


“Ya.”


Sebelum keluar dari inventory, Alvin membuka hadiah experience point dan mendapatkan kenaikan satu level hingga ia kini sudah berada di level 97.


......................


Alvin melompat turun dari kursi samping pengemudi truk, tempatnya membuka inventory tadi.


Begitu ia mendarat di aspal jalan raya, jalanan itu sudah sangat sepi.


Pertarungan sengit antara Cyntia dan The Destroyer, bahkan sudah menghancurkan Royal Hotel seutuhnya.


Dari tempatnya berdiri, ia kini hanya bisa melihat puing-puing dari bekas bangunan hotel berdesain klasik tersebut.


Melihat itu, ia teringat pada Vina dan ayahnya, yang ia rasa mungkin tidak sempat meninggalkan hotel sebelum bangunan itu runtuh.


Dengan cepat ia membuka peta pertemanan dan bersyukur saat melihat dua titik berwarna hijau dari kakak dan ayahnya masih ada dan sekarang berada di posisi yang agak jauh dari area tempatnya berada.

__ADS_1


.........


Alvin akhirnya pergi ke tempat dimana Cyntia dan The Destroyer masih bertarung sengit.


Dari kejauhan, ia melihat kecepatan gerak dua hunter itu sudah mulai menurun dan untungnya Cyntia masih terlihat baik-baik saja.


Ia berlari untuk lebih dekat pada lokasi pertarungan lagi lalu menggunakan skill dari job Healer nya untuk membantu memulihkan energi Mana Cyntia.


Merasa ada seseorang yang baru saja membantunya mengisi kembali energi Mana, tentu saja Cyntia terkejut.


Walaupun ia tidak berani memalingkan wajah untuk melihat siapa yang baru saja membantunya, Cyntia tahu bahwa kemungkinan yang membantunya itu adalah Alvin.


Tahu bahwa The Destroyer pasti akan mengincar Alvin lagi, Cyntia pun mempercepat gerakan dan memperkuat daya serangnya untuk bisa menghabisi lawan.


Tapi, karena kekuatan mereka hampir seimbang, The Destroyer masih bisa bertahan, walaupun ia kini sedikit tertekan karena harus menghemat energi Mana nya yang sudah banyak terkuras.


......................


[“Wanita itu gila. Bagaimana bisa dia mengimbangi lawan yang lebih kuat darinya?”]


“Bukankah mereka sama-sama peringkat SSS?”


[“Harusnya dia sudah terluka parah. Kapasitas energi Mana cecunguk itu lebih besar..."]


["Hei, cukup memulihkannya. Kau bisa kehabisan energi Mana. Ayo bantu wanitamu saja. Ku rasa kalian bisa membunuhnya.”]


.........


Alvin pergi perlahan mendekati Cyntia sambil mengganti job nya lagi dan menggunakan mode Tank.


Sambil berlari, ia memfokuskan kedua matanya pada The Destroyer dan terkejut saat melihat sepuluh bayangan hitam keluar dari tubuh hunter tersebut. Itu adalah prediksi gerakan menyerang menggunakan teknik pedang yang biasa dilakukan The Destroyer.


“Wow… bukankah ini seperti sebuah kecurangan?”


[“Kau tidak suka?”]


“Maksudku, kenapa aku tidak mendapatkan skill ini dari dulu saja?”


“Aku hidup di zaman itu.”


[“…”]


...…...


“Kenapa kau kembali?!” seru Cyntia sambil terus menyerang dan bertahan dari serangan The Destroyer.


“Ayo kita bekerjasama.”


“Apa?!”


“Percaya saja pada…”


Alvin tiba-tiba terdiam.


Ia melihat salah satu bayangan hitam berubah menjadi merah.


Di saat yang hampir bersamaan, The Destroyer melewati Cyntia dan menyerang dirinya dengan gerakan yang sama persis seperti yang bayangan merah baru saja lakukan.


Karena ia dapat mengetahui terlebih dahulu gerakan apa yang akan lawannya lakukan dan bagaimana caranya bergerak, Alvin dapat menghindari serangan lawan dengan mudah.


Ia juga merasa gerakannya kini lebih ringan dari sebelumnya karena peningkatan speed booster yang baru ia dapatkan walaupun masih dalam mode Tank, yang harusnya memiliki penambahan speed booster lebih sedikit dari job lainnya.


“Ini keren.”


Walaupun terkejut karena lawan dapat mengelak dari serangannya dengan mudah, The Destroyer segera berputar dan kembali menyerang Alvin. Namun, Cyntia juga dengan cepat bisa memotong gerakannya.


Crankkk...!


"Sialan! kenapa dia sepertinya bertambah cepat?" gumam The Destroyer. Yang ia maksudkan adalah Alvin, yang harusnya sudah tewas oleh serangannya tadi.


.........


Alvin mengambil pedangnya dan menggunakan defence area untuk melindungi dirinya dan Cyntia.

__ADS_1


Tahu jika aggro tidak akan berguna pada hunter yang memiliki peringkat jauh diatasnya, ia memutuskan untuk langsung maju mendekati The Destroyer.


“Nona Tia, gunakan skill pamungkasmu saat ada kesempatan. Aku akan menahannya.”


“Y-ya?”


“Lakukan saja.”


Cyntia ingin membantahnya. Namun saat ia merasakan energi pelindung asing mengitari tubuhnya dan melihat Alvin selalu berhasil menangkis serangan-serangan lawan, ia akhirnya bersiaga di tempat yang agak jauh, mengamati sambil melihat peluang untuk memberikan serangan pamungkas dalam satu kali serang.


.........


The Destroyer tentu saja kebingungan saat tahu lawannya tiba-tiba saja bertambah kuat bahkan, yang membuatnya lebih heran lagi, gerakan-gerakannya seperti bisa lawannya baca.


'Anak ini benar-benar mengganggu. Aku sepertinya akan kehabisan energi Mana setelah membunuhnya dan tidak bisa menculik wanita itu hari ini.'


Tahu jika Cyntia sedang mengamati untuk melakukan serangan pamungkas, hunter itu akhirnya melompat mundur menjauh sebelum menggunakan salah satu skill pamungkasnya untuk bisa menghabisi Alvin terlebih dahulu.


...…...


Alvin dapat merasa dan melihat adanya kilatan sihir yang keluar dari pedang lawan.


Ia ingin menghindar tapi Mina memintanya untuk tetap diam saja dan bertahan sambil menggunakan self defence, juga memfokuskan sihirnya pada ignore damage.


["Kau bisa membunuhnya! Percaya padaku. Wanitamu yang maniak itu sudah menguras banyak energi Mana nya."]


'Senang mengetahuinya.'


Sebuah kilatan cahaya keluar dari ujung pedang The Destroyer saat ia mengarahkan pedang itu pada Alvin.


Cyntia yang khawatir jika Alvin tidak akan sanggup menahan serangan itu, hendak bergerak untuk mengadu kekuatan lagi.


Tapi, ia menghentikan langkah kakinya saat merasakan aura sihir, juga sedikit cahaya menyilaukan, memendar keluar dari tubuh Alvin.


Daaaaaaaaaaaaang!!!


Suara beradunya serangan sihir mematikan The Destroyer dan armor pelindung Alvin menggema seperti sebuah suara yang di hasilkan dari lonceng raksasa.


Adu energi sihir itu juga menghasilkan ledakan besar yang membuat Alvin dan The Destroyer terseret mundur beberapa meter.


Cyntia mengabaikan rasa terkejutnya pada kekuatan bertahan Alvin.


Ia menggunakan kesempatan itu untuk menyerang The Destroyer yang terdiam mematung setelah kaget melihat lawan yang bisa menahan salah satu serangan pamungkasnya, juga kaget melihat kostum besi keemasan yang menyelimuti tubuhnya.


Saat The Destroyer masih terdiam, sebuah belati berkekuatan sihir besar datang dengan kecepatan tinggi ke arah lehernya.


Ia ingin bergerak menghindar, namun tubuhnya tiba-tiba saja terasa sangat sulit untuk digerakkan.


Tahu dia akan mati jika tidak segera menghindar, pria itu menggunakan banyak energi sihirnya lagi untuk menggerakkan tubuh dan menangkis belati itu dengan pedangnya.


Craaaannnnk...!!!


Saat pedangnya beradu dengan belati sihir, The Destroyer yang agak terlambat dalam menangkis serangan akhirnya kehilangan pedangnya yang terpental jauh karena kurangnya kekuatan saat menahan serangan.


Setelah tadi berhasil lepas dari kekuatan aneh yang mengekang tubuhnya, ia kini merasakan kembali kekuatan pengekang tersebut yang membuat tubuhnya lagi-lagi susah untuk digerakkan.


Ia menatap Alvin dan melihat pria berkostum robot itu sedang mengepalkan salah satu tangan yang teracung ke arahnya di depan tubuh.


“Apa dia yang membuatku susah bergerak?”


Saat The Destroyer masih menatap ngeri pada Alvin, ia melihat manusia robot itu mengambil sebuah belati dari udara kosong lalu bergerak menyerangnya dengan kecepatan yang cukup cepat walaupun untuk bisa diikuti oleh mata seorang hunter peringkat SSS.


The Destroyer tahu, ia akan mati.


"Kau bajingan sial...!"


...…...


[“Serang dia!”]


Setelah berhasil mengunci gerakan lawan dengan airbender, Alvin mengambil belati dari jendela inventory lalu melesat dan menyerang The Desteoyer dengan gerakan menusuk dengan menggunakan puncture skill Assassin yang sangat cepat dan tidak akan bisa dihindari lawannya.


“Mati kau brengsek!!!”

__ADS_1


__ADS_2