Hunter System

Hunter System
Bab 78 - Rimi Item


__ADS_3

Setelah kembali ke dalam kamarnya, Alvin akhirnya membuka hadiah yang ia terima dari subquest, Rimi item.


...°•°•°•°•°•°•°...


...Item Name : Spy...


...Rarity Level : A+...


...Function : Knowing level of liking person...


...•°•°•°•°•°•°•...


"Mengetahui tingkat kesukaan seseorang?"


["Ya."]


Alvin terdiam.


["Ada apa? Harusnya kau katakan 'wow'."]


"Apa gunanya skill ini?"


["Ini berguna. Kau akan langsung tahu tingkat kesukaan seseorang padamu."]


"Apa gunanya aku mengetahui itu?"


["Itu akan sangat berguna untuk menghemat waktumu. Kau jadi tahu siapa yang berpotensi menjadi teman dan rekan bisnis. Kau juga bisa memilih dengan baik mana orang yang harus kau ajak bekerjasama dan harus kau racuni."]


"..."


["Kau juga penasaran dengan tingkat kesukaan Ivory padamu, kan? Kau bisa tahu saat menggunakannya."]


"Kalian benar-benar gila! Aku hampir mati hanya untuk hadiah aneh ini?"



Glup...


"T-tidak... Maafkan aku."


Alvin tiba-tiba menyesali kata-kata kasarnya saat mendengar suara datar elektronik Rimi di kepalanya.


......................


Tengah malam, masih di hari yang sama dengan pertemuan Alvin kembali dengan ayahnya di Kota T, Alvin membuka quest level 81 dari dalam kamarnya.


Tahu bahwa ia mungkin akan membutuhkan waktu satu sampai dua hari untuk menyelesaikan quest tersebut, Alvin tentu tidak lupa untuk meninggalkan pesan elektronik pada Vina sebelum masuk ke dalam gerbang quest.


Tapi nyatanya, dia bukan hanya membutuhkan waktu satu sampai dua hari saja. Alvin baru kembali setelah menghabiskan waktu selama 15 hari di dalam quest itu, setelah berhasil mengalahkan makhluk hologram paling kuat yang pernah ia hadapi. Bukan kemampuan bertarungnya, namun pertahanannya.


Lawannya kali ini adalah sesosok hunter tipe Healer-Tanker yang juga memiliki sepatu dan sarung tangan pemburu seperti miliknya.


Hal yang membuatnya kesulitan bukanlah cara bertarung makhluk hologram yang sadis seperti makhluk hologram tipe Assassin.


Yang membuat Alvin kesulitan, selain karena dia memiliki pertahanan yang kuat, bisa menyembuhkan cidera, bisa meregenerasi bagian tubuh yang terputus setelah usaha Alvin seharian memutuskannya, alasan lainnya adalah karena Alvin tidak bisa menggunakan job selain Healer dan Tank juga.


Seandainya dia bisa menggunakan job Warrior saja, dia pasti sudah bisa mengalahkan makhluk hologram itu di hari kedua atau hari ketiga sejak ia melakukan quest.


Tapi, ada hal lain yang masih menguntungkan untuk Alvin. Dia memiliki airbender, skill yang tidak dimiliki makhluk hologram tersebut.

__ADS_1


Jadi, Alvin membutuhkan waktu lama menyelesaikan quest karena ia juga harus berlatih memanipulasi udara yang berada di sekitar lawan, untuk membuat lawannya itu tak bisa bergerak.


Kemajuan yang Alvin dapatkan dari melatih teknik itu terlihat dengan sangat jelas hari demi hari. Dari yang awalnya tidak berpengaruh apa-apa pada lawan, sampai ia bisa membuat lawannya jatuh terpeleset saat dia sudah bisa menjegal kaki lawan dari jauh.


Sampai akhirnya, ia bisa membuat setengah dari tubuh lawan tak bisa digerakkan sama sekali.


.........


Di hari ke 12, Alvin sudah bisa menerbangkan tubuh lawan dan membanting-bantingnya. Tapi, karena lawannya juga memiliki self defence dan healing skill yang ditambahkan booster dari sarung tangannya, maka ia belum berhasil mengalahkannya di hari itu.


Sampai akhirnya tibalah hari ke 15.


Pada awal hari, Alvin bertarung habis-habisan melawan makhluk hologram secara biasa.


Di pertengahan hari, ia menuyun semua senjata tajam yang dimilikinya di lantai. Ia menancapkan gagang pedang dan belati di lantai, dengan bilah menghadap ke atas.


["Apa ini sejenis kasur paku?"]


"Kau lihat saja. Lagian kau juga tidak memberikan ide sama sekali selama 15 hari ini."


["Kau tidak membutuhkan bantuanku untuk melawannya. Kau tidak mempertaruhkan nyawa disini. Hanya mempertaruhkan umur."


"..."


["Baiklah. Aku akan beristirahat dari kegiatanku menempa. Lagian, aku sudah kehabisan bahan."]


"Itu karena ruang inventory tidak cukup. Kenapa ruang inventory tidak diperluas saja?"


["Kau pasti akan menumpuk banyak sampah tidak berguna."]


"... Sudahlah. Aku akan memulai pertarungan lagi."


.........


Seperti biasa, Alvin menyerangnya secara brutal dengan menggunakan pedang. Ia terus menyerang lawan yang hanya terus menangkis serangan dengan perisai dan hanya satu dua kali balas menyerang balik dengan pedangnya.


Alvin tahu kalau makhluk itu juga memiliki kecerdasan untuk membaca pola serangan lawan dan bagaimana cara lawan memulai sebuah pertarungan.


Karena itulah, sejak hari kelima, ia sudah membiasakan diri untuk memperlihatkan cara menyerangnya yang jelas pada makhluk itu agar lawannya menyimpan pola bertarung itu di dalam memorinya.


Alvin sebenarnya sudah menyiapkan trik untuk bisa mengalahkan makhluk itu. Ia selalu melatih triknya setiap hari, setelah mereka selesai melakukan pertarungan.


Ia melatih trik itu di dalam kepalanya, sambil menunggu 'hal terpenting' selesai dilatihnya, agar triknya bisa terlaksana dengan mulus. Ia harus bisa menggunakan airbender dengan sempurna agar trik untuk menghancurkan tubuh lawan bisa berhasil.


.........


Saat mereka sudah hampir mencapai puncak hari ke 15, Alvin akhirnya menggunakan trik yang selama ini sudah dilatihnya.


Saat makhluk itu sedang fokus menggunakan energi Mana untuk memulihkan diri seperti kebiasaannya setelah tubuhnya hologram padatnya terluka parah, Alvin dengan sangat cepat menangkapnya seperti di hari ke 12, dengan kemampuan airbender.


Kali ini, Alvin sudah bisa membuat tubuh lawannya menjadi kaku dengan memadatkan udara disekitar tubuh makhluk hologram itu.


Alvin kemudian menerbangkan makhluk hologram dan membanting-bantingnya ke atas pedang dan belati yang sudah ia atur sedemikian rupa di lantai.


Brakkkk...! Crak... Crak...!


Pada bantingan pertama, seluruh pedang dan belati itu menancap di tubuh lawan. Setelah itu, Alvin terus membanting-banting lawannya sampai seluruh senjata itu menancap habis dan menembus ke sisi lain tubuh makhluk hologram.


Dengan begitu, lawan hanya akan fokus menggunakan sisa energi Mana pada sihir penyembuh dan regenerasi. Tapi, Alvin terus membantingnya sampai ratusan kali, sampai lawan benar-benar kehabisan energi Mana untuk bisa memulihkan diri lagi.

__ADS_1


Saat lawannya sudah cidera sangat parah, barulah Alvin menghampiri dan memenggal lehernya.


Srattt!



Alvin langsung membaringkan tubuhnya di lingkaran zona netral setelah mendengar notifikasi kesuksesannya dari Rimi.


Untung saja ia memiliki skill yang tidak mengharuskannya menggunakan energi Mana. Ia hanya perlu memiliki fokus dan kekuatan mental untuk bisa menggunakan airbender. Dari hasil latihan yoga dan latihan fisik, ia memiliki kekuatan mental yang cukup untuk bisa membuat makhluk hologram itu tak berkutik.


.........


"Hosh... hosh... Apa pesannya?"


["Hnn?"]


"Biasanya... hosh... hosh... Ada wejangan yang kau sampaikan... hosh... Dari tiap quest ujian... hosh... hosh..."


["Kali ini tidak ada."]


Alvin terdiam beberapa saat. Ia ingin mengumpat, tapi dia sangat kelelahan. Untuk bisa mengumpat dengan maksimal, ia butuh mengatur pernafasannya dulu.


Mina tahu apa yang ada di dalam pikiran Alvin jadi dia memberitahukan apa tujuan quest level 81 ini.


["Tujuan quest ini, selain tentu saja untuk mendapat salah satu Hunter Equipment, adalah untuk menguji ketahananmu. Baik itu dari segi skill pertahanan, menyembuhkan diri, ataupun kekuatan fisik,"]


["Yah..., kau juga beruntung karena memiliki airbender. Dengan kekuatan mental yang sudah kau latih, skill itu juga bisa kau kuasai dengan jauh lebih mudah, kan?"]


Kekesalan Alvin akhirnya mereda setelah mendengar penjelasan itu. Jadi dia juga tahu manfaat dari pertarungannya selama 15 hari ini. Ia menganggap quest ini benar-benar seperti sebuah ujian ketahanan dan tentu saja kesabaran.


"Tapi... Apa kalian memang memberi dan membuatkanku item secara berurutan?"


["Hnn?"]


"Setelah ku ingat-ingat, aku mendapatkan item tepat sebelum aku membutuhkannya. Bukankah itu aneh?"


["Benarkah? Mungkinkah hanya sebuah kebetulan?"]


"Bagaimana itu bisa disebut sebuah kebetulan? Jika aku tidak memiliki airbender, aku mungkin baru bisa menang melawan makhluk itu setelah berada disini selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun."


Mina hanya diam. Terutama Rimi.


"Spider webs, poison, stealth, Rimi item dan hampir semuanya. Aku mendapatkannya tepat saat aku membutuhkannya."


["Bukankah kau mendapatkan mereka dari monster Dungeon? Rimi hanya mengekstrak sihir mereka menjadi sebuah item. Apanya yang aneh?"]


"Aku tahu. Tapi sangat kebetulan sekali, kan?"


["Kau benar. Jadi, apa maksud keluhanmu ini?"]


"Kenapa tidak sekalian saja kalian memberikan semuanya? Apa harus menunggu aku bertemu monster yang memiliki skill sesuai dengan apa yang bisa Rimi buat terlebih dahulu?"


["Tsk... Jika Rimi langsung memberikan semuanya, itu akan seperti sebuah air bah. Kau akan mati tenggelam. Nikmati saja prosesnya sebelum kau menangis ingin kembali ke masa-masa menyenangkan ini."]


"Tsk... Kata-katamu juga selalu sama."


["Karena itu, jangan bertanya hal yang tidak penting."]


"..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2