Hunter System

Hunter System
Bab 201 - Akhir Pertarungan


__ADS_3

Walaupun rencana untuk memenggal leher dewan Re gagal, Alvin berhasil memenggal salah satu leher dari ketujuh makhluk yang menghadangnya.


Alvin mundur puluhan meter, mengamati lawan yang baru saja muncul dan sepertinya mereka adalah makhluk yang sejenis dengan dewan Re karena ia tidak bisa merasakan energi Mana semua makhluk itu.


'Siapa lagi sih?'


......................


Enam makhluk yang lolos dari kematian menatap rekannya yang terpenggal, lalu secara hampir bersamaan mereka menatap Alvin dengan ekspresi marah.


Tapi, tak lama kemudian, makhluk yang baru saja Alvin penggal itu tiba-tiba bangkit dengan kepala dan tubuh yang telah menyatu kembali.


"Dia pasti punya kelemahan, kan?" gumam Alvin setelah tahu jika lawan bisa menyatukan anggota tubuh mereka yang telah terpenggal. Padahal yang ia penggal adalah lehernya.


"Kau harus menghancurkan otaknya," ucap dewa Voxa yang baru datang menghampiri Alvin. "Mereka para dewan pengawas, tapi kekuatan mereka tidak sehebat dewan Re."


Alvin menoleh, menatap dewa Voxa yang gemetar. "Terima kasih sudah memberitahu."


Pandangannya kemudian naik menatap sorot mata dewa Voxa yang sepertinya sedang marah alih-alih terlihat takut.


'Jadi dia gemetar karena marah?'


["Bukan, dia gemetar karena sedang berperang melawan sihir pembelenggu yang memaksanya untuk berlutut di hadapan dewan pengawas itu."]


'Begitu... Jadi semengerikan itukah sihir pembelenggunya?'


["Tsk... Jangan sombong hanya karena kau sudah tidak terpengaruh sihirnya."]


'Tidak... Aku benar-benar sedang bertanya.'


["..."]


'Tapi kenapa Rimi dan pasukan serangga tidak terpengaruh oleh sihir pembelenggu?'


["Ku tebak, karena mereka bukan makhluk ciptaan yang ada di bawah kuasa dewan pengawas."]


'Begitu... Mereka akan menghilang jika kau memerintahkan mereka?'


["Ya. Karena akulah pencipta mereka."]


'Tsk... Kau terdengar sangat sombong.'


["Aku cuma memberitahu kebenarannya."]


'...'


......................


Crank... Crank... Crank...!


Alvin menangkis serangan-serangan 7 dewan pengawas yang baru datang, setelah apa yang mereka tanyakan telah diabaikan Alvin karena ia sedang sibuk berbicara dengan Mina.


Alvin sebenarnya mendengar apa yang mereka tanya dan tawarkan.


Hanya saja, pertanyaan seperti 'Siapa kau?' dan 'Ayo jadi pengikut kami' adalah pertanyaan dan ajakan yang memang tidak perlu digubrisnya.


Karena itulah Alvin mengabaikan mereka.

__ADS_1


Stab... Stab... Stab...!


Alvin berhasil menancapkan pasak besi pada tiga kepala dewan pengawas yang mengeroyoknya dan menewaskan mereka seketika itu juga karena sodokan itu berhasil memecahkan otak mereka.


'Ternyata memang tidak sehebat bedebah yang satu itu.'


Empat dewan pengawas lain yang berhasil selamat dari serangan Alvin, mundur menjauh.


Mereka juga membawa mayat ketiga rekannya, lalu menyerahkannya pada dewan Re yang langsung duduk bersila di sekitar mayat.


.........


'Dia menyerap inti Mana mereka, kan?'


Alvin langsung bergerak menyerang dewan Ra.


Jika dugaannya benar, menunggu penyerapan inti Mana berhasil adalah hal yang pasti akan membuatnya rugi.


Alvin ingin mengganggu proses penyerapan inti Mana itu, namun baik dewan Ra, 3 mayat yang ada di sekitarnya, juga 4 dewan pengawas yang masih hidup, sudah terlebih dulu menghilang ke dalam portal sihir.


"Kau pikir bisa lolos dariku?"


"Gates of the Death!"


Begitu mantra sihir terucap, dewan Re muncul dari portal skill yang baru Alvin bentuk.


Dengan sangat cepat, Alvin mengarahkan pasak besi ke kepala dewan Re, untuk menghancurkan kepala beserta otaknya.


Tapi, tanpa disangka, dewan Re menangkap tangannya dengan mudah, sebelum akhirnya mematahkannya juga dengan sangat mudah.


Baaakkkk... Bakkkk... Baaaaaaammmmm...!!!


Alvin terpental sejauh puluhan kilometer setelah mendapatkan serangan kejutan itu.


Serangan dewan Re tidak hanya sampai di situ saja, dewan Re sudah tiba di tempat Alvin mendarat dan menyerangnya lagi dengan serangan mematikan yang bertubi-tubi.


Bammm... Bammm... Bammm...!!!


......................


Dewan Re menghentikan serangan setelah melihat Hunter Equipment yang Alvin kenakan pecah di sana sini, dan Alvin juga tampak meringis kesakitan di dalam lubang besar yang dihasilkan dari tekanan serangan yang ia berikan.


"Ada banyak pergerakan waktu yang berbeda di tiap planet yang berada di alam semesta yang sangat luas ini,"


"Sihirmu untuk memanggilku kembali tidak akan terlalu berguna jika aku pindah ke planet yang memiliki perbandingan waktu 1:100 hari dengan waktu di planet ini,"


"Aku sudah berhasil menyerap semua inti Mana anggota keluarga ku bahkan hanya dalam waktu 1 detik dari waktu di planet ini karena di sana aku sudah menghabiskan waktu selama 1 hari penuh," ucap dewan Re sembari menginjak tangan kanan Alvin, satu-satunya anggota tubuh yang tidak patah setelah menerima serangan brutalnya.


......................


["Kau masih bisa bertahan?"]


'Tentu saja. Tolong jangan ikut campur. Jangan gunakan kesempatan pengambil alihan tubuh yang tersisa. Panggilkan Rimi saja.'


Alvin melirik pada kaki yang menginjak tangan kanannya, yang seluruh tulangnya tidak berhasil diremukkan dewan Re.


Ia kemudian menaikkan tatapannya pada wajah berbalut armor dewan Re yang kebetulan sedang berbicara lagi padanya.

__ADS_1


"Aku akan memberikan tawaran terakhir padamu. Kau kuberikan kesempatan untuk jadi pengikutku, atau kau akan binasa di sini."


"Kau yakin bisa mengalahkanku?"


Dewan Re tertawa.


"Hanya karena kau berhasil menyentuhku beberapa kali maka kau berani berbicara lancang padaku?"


"Itu bukan omong kosong."


Dewan Re menoleh, menatap Rimi yang baru saja mendarat di dekatnya.


Ia kemudian mengalihakan pandangannya ke tempat yang sangat jauh, di mana mayat ratusan ribu malaikat sudah tergeletak tanpa nyawa.


Dewan Re mengalihkan tatapannya lagi ke arah Rimi, yang sudah lenyap dari tempatnya tadi berada.


"Kemana..."


Sattt...


Alvin menangkap kaki dewan Re yang menginjak lengannya, lalu menariknya dan membanting-banting tubuh dewan Re puluhan kali sebelum makhluk itu berhasil melepaskan diri dengan cara menyerang Alvin menggunakan sihir.


Alvin tidak perlu mengejarnya.


Dengan gates of the death, ia memindahkan dewan Re lagi ke hadapannya dan menyerang habis-habisan menggunakan pasak besi.


Crakkk... Crakkk... Crakkk...!


Alvin menyarangkan banyak tusukan pada tubuh dewan Re, berusaha menghancurkan shield sihir yang melindungi tubuhnya.


Alvin menyerangnya dengan kekuatan yang jauh lebih mengerikan dibandingkan kekuatan yang sebelumnya ia miliki.


Setelah Rimi bergabung kembali dengannya, Rimi mentransfer seluruh energi Mana yang sudah dikumpulkannya pada inti Mana Alvin yang kemudian bereaksi dengan sangat baik dan memulihkan kondisinya dengan sangat cepat.


......................


Sudah tidak bisa menghindari serangan-serangan Alvin, yang terus memindahkan tubuhnya ke hadapannya tiap kali ia melarikan diri, dewan Re akhirnya melakukan serangan balik yang hampir sama banyak dengan yang Alvin berikan.


Jual beli serangan terjadi dengan sangat intens. Tiap kali dewan Re menyarangkan satu tusukan belati, Alvin mengembalikannya dengan tiga tusukan pasak besi.


Sampai dua menit terlewat, puluhan ribu serangan Alvin akhirnya berhasil menembus shield sihir dewan Re.


Crakk... Crakkk... Crakkkk... Crannnnggg...!!!


Ratusan tikaman menghancurkan tubuh dewan Re sampai pasak besi yang Alvin gunakan akhirnya patah.


Clang...!


Kehilangan senjata, Alvin menyerang dewan pengawas itu dengan tinjunya, sampai dewan Re yang sudah tidak sanggup lagi menerima serangan yang datang bertubi-tubi, hingga membuat tubuhnya hancur bagaikan bubur, akhirnya melarikan diri ke dalam portal sihir yang ia buka di bawah kedua kakinya.


Alvin memanggilnya kembali dengan gates of the death sekaligus menyiapkan serangan pamungkas dari sihir terkuatnya.


Tapi, dewan Re muncul kembali dengan kekuatan yang juga telah meningkat berkali lipat setelah ia melarikan diri ke planet yang memiliki perbandingan waktu 1:1.000 hari dengan planet monster, untuk memulihkan kekuatannya.


Dewan Re muncul dengan wujud raksasa.


Seluruh tubuhnya dibaluri cahaya keperakan dan kedua tangannya menggenggam pedang besar yang langsung ia sapukan pada Alvin.

__ADS_1


__ADS_2