Hunter System

Hunter System
Bab 158 - Keadaan Darurat Di Depan Tembok


__ADS_3

Dewi Ann kembali berbicara pada Alvin. "Aku harus pergi sekarang. Keluarlah dari sini sebelum gerbangnya tertutup."


Alvin mengangguk-angguk dengan cepat. Ia merasa ngeri karena wanita itu bisa meremukkan tulang hanya dengan sebuah sentuhan lembut tanpa ada energi sihir sama sekali yang ia gunakan.


"Jangan gunakan kekuatanmu untuk melawan manusia atau aku akan datang dan mencabut nyawamu. Mengerti?"


Alvin mengangguk lagi sembari memperbaiki tulang di pundaknya yang remuk setelah dewi Ann melepaskan pegangannya.


"Kau tinggal mengaktifkan energi Mana milik gadis itu saja jika kau ingin mengubah racun di tubuhmu menjadi energi Mana dan memperluas kapasitas penyimpanan energi Mana."


"M-maksud Anda?"


"Inti Mana yang dia miliki berasal dari keturunan Serafim. Kau beruntung."


Alvin mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, tidak mengerti.


"Kau pikir darimana kau bisa mendapatkan sihir gerbang kematian itu?" dewi Ann memutar-mutarkan jari telunjuknya di depan dada Alvin, menunjuk pada Hunter Equpment yang tak terlihat.


"Energi Mana padat yang membungkus tubuhmu ini memang berasal dari inti Mana makhluk asing dan kristal sihir dari planet lain. Tapi inti Mana yang membentuk energi Mana padat ini adalah milik keturunan Serafim."


Alvin mengangguk-angguk pelan, walaupun ia tidak memahaminya.


Pukkk... Kretakkk...


Suara tulang hancur kembali terdengar saat dewi Ann menyentuh pundak Alvin lagi.


"Kau mungkin agak bingung. Kau tidak perlu memahaminya. Yang pasti, jangan gunakan kekuatanmu untuk hal yang salah atau aku akan datang dan membinasakanmu."


"S-saya mengerti..."


Setelah mendapatkan jawaban Alvin, dewi Ann dan malaikat pengikutnya lenyap dari Dungeon, membuat Alvin yang kekangannya sudah terlepas, langsung melayang jatuh ke tanah di saat yang bersamaan.


.........


Alvin menatap sekitarnya, pada padang pasir luas yang sebelumnya ramai oleh puluhan ribu monster dan kini telah sunyi sepi.


Bahkan mayat-mayat monster yang tadi tertekan ke dalam tanah dan remuk telah menghilang.


"Makhluk apa dia itu sebenarnya?"


Tidak ada jawaban dari Mina dan Rimi. Hal itu membuat Alvin sedikit heran sampai harus memanggil Mina.


"Mina?"


__ADS_1


"...Baiklah."


...****************...


Alvin kembali ke pulau yang sama tempat ia terakhir kali berada sebelum terdampar di planet monster.


Masih mengingat lokasi gerbang tempat laboratorium bawah laut berada, ia pun pergi ke sana lagi untuk menghancurkan semua hasil penelitian berbahaya yang berada di laboratorium.


Setelah tiba di laboratorium ruang bawah tanah itu, Alvin pergi ke semua ruangan untuk memusnahkan seluruh sampel DNA hunter-hunter dunia yang masih tersimpan di lemari-lemari pendingin yang tersebar di banyak ruangan, sebelum akhirnya kembali lagi ke ruangan luas di mana ada banyak tabung kaca berisi makhluk kloning di dalamnya.


Sigh...


Alvin mendengus kesal saat melihat seluruh tabung telah kosong.


Ia kemudian mempersempit tangkapan peta pertemanan dan melihat banyak titik merah yang sebelumnya berada di ruangan tempatnya berada, kini telah pindah ke sebuah pulau besar.


"Sial. Sudah berapa lama mereka berada di sana?"


Alvin pergi ke sebuah pintu lalu menghancurkannya.


Hunter peringkat SSS yang berada di dalam ruangan itu berbalik dan menatap Alvin dengan tidak senang karena telah mengagetkannya.


"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di ruang kerjaku?!" bentak pria itu.


Alvin mengernyitkan kening, lalu tertawa setelahnya.


Takayoshi Sato tersenyum sinis padanya.


"Jika kau sudah mengenaliku, maka enyahlah. Kau...," Giliran Takayoshi yang kini mengerutkan kening saat tidak bisa merasakan energi Mana Alvin, "Bagaimana kau bisa menghilangkan energi Manamu? Kau hunter, kan?"


Alvin mengangguk pelan.


"Kau benar. Selain memburu monster, aku juga memburu hunter tersesat sepertimu."


Takayoshi tertawa.


"Kau tahu aku tapi kau masih berani..."


Bammmmm!!!


Takayoshi terpental dan menghancurkan dinding di belakangnya saat Alvin tiba-tiba menghilang lalu muncul tepat di hadapannya dan meninju perutnya dengan sangat keras.


Takayoshi terbatuk darah beberapa kali saat ia meringis menahan rasa sakit yang baru saja diterimanya.


Ia hendak langsung bangkit berdiri dan membalas serangan itu, namun tak sanggup melakukannya setelah sadar energi Mana di tubuhnya telah kacau balau setelah mendapatkan serangan itu.

__ADS_1


"Jika kau ingin selamat, larilah atau kau akan mati terbakar bersama laboratorium ini," ucap Alvin. Ia kemudian berbalik dan pergi meninggalkan laboratorium tersebut.


Api yang berkobar-kobar tercipta dari jejak kaki yang Alvin tinggalkan di lantai laboratorium.


Api itu kemudian membakar seluruh lantai hingga merambat ke dinding-dinding ruangan dan pada akhirnya membakar dan meledakkan seluruh laboratorium, juga pulau tempat laboratorium berada.


...****************...


Pertempuran besar antara hunter Kota S dan pasukan lich terjadi di depan gerbang keluarga Maxwell.


Lich yang kali ini datang dengan jumlah yang mencapai puluhan ribu itu membuat pertempuran berjalan dengan tidak seimbang.


Cyntia sebagai satu-satunya hunter yang bisa membunuh mereka dengan mudah juga sudah mulai mengalami kelelahan hingga ia harus menepi dan beristirahat, menyisakan pasukan hunter yang di pimpin Lowe Frostman dan Sam Maxwell untuk bertempur menggantikannya.


.........


"Apa kalian masih memiliki stok mana potion?" tanya Cyntia pada Brooklyn yang bertugas menghalau lich yang berusaha memanjat ke atas tembok.


Brooklyn menatap pada kotak kayu yang berada di belakang Vernon yang juga bertugas menjaga bagian atas tembok bersamanya dan Sarah.


"Sisa satu kotak," Cyntia bergumam setelah mengikuti arah tatapan Brooklyn.


Ia kemudian menghela nafas panjang. Satu kotak kayu itu tidak berarti baginya. Itu hanya bisa memulihkan 15% energi Mananya saja.


"Anda bisa menggunakannya, nona Tia," ucap Sarah sembari menyerang lich yang baru saja mencapai atas tembok.


"Simpan saja," ucap Cyntia sembari mengalihkan tatapannya pada pertempuran di bawah benteng.


"Apa kita akan berakhir hari ini?" ucap Sarah dengan wajah sedih.


Cyntia berdiri, lalu memerhatikan ke kejauhan, pada ribuan pasukan lich yang baru berdatangan dari arah pusat kota.


Ia tidak menjawab pertanyaan Sarah. Ia juga tidak yakin apakah mereka bisa bertahan melewati hari ini jika mereka tidak bisa membunuh necromancer pasukan lich yang entah bersembunyi di mana.


Tidak ada artinya membunuh lich-lich itu selama necromancernya tidak dibunuh karena sang necromancer akan terus-terusan membangkitkan pasukannya yang telah mati.


"Usahakan untuk memenggal kepala mereka sebelum aku bisa menemukan keberadaan necromancernya," ucap Cyntia.


"Tapi Anda tidak bisa meninggalkan benteng ini, nona Tia."


"Kalian harus bisa berotasi dengan... baik...," ucap Cyntia, sebelum akhirnya menelan kembali ucapan itu saat melihat pasukan Sam dan Lowe sudah ditekan habis-habisan.


Tentu saja pasukan itu tidak akan bisa berotasi untuk mempertahankan benteng dengan baik. Masing-masing lich setara dengan hunter peringkat S sedangkan di dalam pasukan hunter gabungan itu hanya ada 5 hunter peringkat S.


Cyntia akhirnya turun dari tembok setinggi 12 meter itu untuk membantu pasukan Sam dan Lowe yang tidak bisa bertahan sama sekali dari antrian lich yang seperti sedang berebutan untuk menghabisi mereka.

__ADS_1


......................


__ADS_2