Hunter System

Hunter System
Bab 173 - Akhir Dari Ujian


__ADS_3

Kedua hunter itu diam dalam kuda-kuda mereka masing-masing selama beberapa detik untuk mengaktifkan penguncian pada target yang dilakukan oleh energi sihir mereka.


Setelah target terkunci, serangan dari skill itu akan mengikuti kemanapun lawan pergi.


Jika lawan menghindar dan bisa lolos dari serangan pertama, serangan dari skill yang akan mereka gunakan akan mengikuti kemanapun lawan pergi sampai berhasil menghabisinya barulah serangan mereka akan terhenti.


"Aku cuma berharap dia memiliki pertahanan yang sangat kuat hingga serangan ini tidak akan langsung memenggal lehernya."


["Sigh..."]


.........


Alvin menatap tajam Miyuki, yang kembali menatapnya tanpa ekspresi. Lalu, bersamaan dengan mantra sihir yang diucapkannya, tubuh Alvin lenyap dari pandangan mata.


"The Art of Killing, part 3... End of Life!"


Cahaya kebiruan dari energi sihir yang sangat besar menggetarkan daratan, mengikuti ke arah mana Alvin membawanya.


Cahaya biru lain muncul di jalur tebasan pedang yang sudah Alvin arahkan pada Miyuki yang masih diam dengan kuda-kudanya.


Alvin menyeringai lebar saat tahu bahwa ia lebih cepat dari lawan dalam menggunakan skill.


'Kau kalah, bedebah!'


Tapi, semakin mendekati tubuh lawan, Alvin mulai menyadari bahwa lawan masih tidak bergerak bukanlah karena kalah kecepatan hingga ia masih diam di tempatnya, namun karena ternyata seperti itulah cara menggunakan skill bagian ketiga yang benar.


.........


Alvin sempat melihat bagaimana genggaman Miyuki berputar di gagang wakizashi. Ada getaran sihir aneh saat ia melakukan gerakan tersebut.


Setelah itu, Alvin tidak dapat melihat sama sekali gerakan tangannya, saat gadis itu mencabut senjata dari sarungnya.


"Sword of Death, part 2... Life-Destroying Blade!"


Wush...


Tahu jika ia salah dalam menerapkan teknik, Alvin dengan cepat memaksimalkan energi Mana, tepat saat serangan mereka hampir berbenturan.


Baaammm... Baaammm... Baaammm...!!!


Ledakan energi sihir terjadi dengan sangat dahsyat.


Jika sebelumnya energi sihir yang Alvin gunakan hanya menggetarkan tanah sejauh puluhan kilometer, kini seluruh bangunan rusak yang berada dalam radius puluhan kilometer meledak ketika pedang di tangan kedua hunter sudah teracung pada lawan.


Namun, tanpa disangka-sangka, semua ledakan sihir yang terjadi tiba-tiba saja terhenti.


Semua energi sihir besar yang berada di Kota S tiba-tiba saja lenyap entah kemana, mengikuti rapalan sihir dari suara orang ketiga yang baru saja hadir di tempat itu.

__ADS_1


"The Path of Truth, part 4... Holy Protector."


......................


Pedang sihir Alvin terhenti agak jauh dari leher Miyuki. Hal yang sama juga terjadi pada wakizashi Miyuki yang terhenti agak jauh dari leher Alvin.


Dengan tatapan tak percaya, Alvin memerhatikan gadis cantik lain yang berada di antara dirinya dan Miyuki, yang tiba-tiba saja muncul di saat ia dan lawannya hampir saling menghabisi.


Dia adalah wanita yang sudah sangat familar di mata Alvin, namun juga tidak mirip di saat yang bersamaan.


Rambut hitam panjang, manik mata biru langit dan tubuh ramping remajanya menjadi perbedaan yang sangat mencolok di antara gadis itu dan dewi Ann yang sudah dua kali menemuinya.


'Dia... Anna Lloyd.'


"Kau benar."


Mulut Alvin terbuka lebar ketika mendengar gadis itu menyahuti kalimat yang ia ucapkan di dalam hatinya.


"Kau bisa membaca pikiran juga?"


Anna tersenyum lembut tanpa memberikan jawaban langsung. Tapi, Alvin sudah bisa memastikan hal itu tanpa mendapat menjawabnya.


"Untung kau menghentikan kami tepat waktu," ucap Miyuki sebelum ia menarik tangannya dari genggaman Anna yang baru saja menghentikan pertarungan antara dirinya dan Alvin.


Berbeda dengan Miyuki yang sepertinya sudah terbiasa melihat kekuatan gadis itu, tidak demikian dengan Alvin.


Ia juga sudah menggunakan 80% dari kapasitas energi Mana Hunter Equipment dan 100% dari kapasitas energi Mananya sendiri, hanya untuk bisa mengalahkan Miyuki.


Tapi, dia sama sekali tidak mengira ada manusia yang bisa menahan serangannya dengan sangat mudah, hanya dengan menangkap tangannya yang sedang memegang pedang sihir.


Hebatnya lagi, bukan cuma serangan mereka saja yang dihentikan. Anna juga melenyapkan semua energi sihir Alvin dan Miyuki yang memenuhi Kota S, juga melenyapkan semua debu yang berhamburan di udara.


Alvin bisa merasakan udara yang sebelumnya terpolusi kini menjadi sangat bersih.


"Kau tahu kalau aku sudah datang?" ucap Anna sembari melepaskan pergelangan tangan Alvin dari genggamannya lalu berpindah ke samping Miyuki.


"Tentu saja," sahut Miyuki.


Anna kemudian memerhatikan tubuh Miyuki yang gemetar dengan sangat samar. Tidak ada yang dapat melihat getaran itu selain dirinya. Alvin juga tidak.


["Kau terlalu memaksakan diri. Sudah ku bilang jika dia memiliki energi Mana yang tiga kali lipat lebih besar darimu,"] ucap Anna pada sahabatnya itu melalui telepati.


'Aku cuma ingin agar dia tahu cara menggunakan teknik membunuh nona Lo dengan benar.'


["Tidak dengan mempertaruhkan nyawamu,"] sahut Anna sambil menyipitkan kedua matanya, merasa tidak senang dengan ide Miyuki.


'Dia memiliki kekuatan yang bisa membantumu untuk menyelamatkan dunia. Tidak masalah jika aku harus mengorbankan nyawa.'

__ADS_1


["Kau sudah melakukannya di enam kehidupan sebelum ini. Jangan lakukan itu lagi di kehidupan kali ini."]


'Sigh...'


.........


Alvin memegangi pergelangan tangannya yang tadi digenggam Anna dan masih meninggalkan rasa sakit yang amat sangat.


Ia kemudian menonaktifkan kembali wujud Hunter Equipment dan menatap Anna yang entah secara kebetulan atau tidak juga langsung menatapnya.


"Bisa kau hentikan di sini?"


Alvin tersenyum kecut. "Apa ada pilihan lain?"


Anna membalas senyuman itu dengan sebuah senyuman lembut yang menawan, sebelum ia berpaling dan menatap pada seseorang di kejauhan.


"Lain kali lindungi dulu orang-orang yang ada disekitarmu sebelum kau menggunakan energi sihir sebesar itu."


Alvin mengikuti arah tatapan Anna dan terkejut saat menyadari jika Cyntia masih berada di tempat itu.


"Kau bahkan tidak menyadarinya."


Alvin terdiam, merasa bersalah dengan keteledorannya.


Akibat terlalu fokus pada pertarungan, ia sampai tidak merasakan aura keberadaan Cyntia.


'Ku kira dia sudah pergi.'


["Mana mungkin wanita yang memiliki skor kesukaan 7 pergi meninggalkanmu sedangkan ia tahu jika lawanmu sangat kuat?"]


'...'


Cyntia bahkan langsung menanyai kondisinya saat ia sudah tiba didekat mereka dan itu membuat Alvin lebih merasa bersalah lagi.


"Kami tidak apa-apa. Jangan khawatir," ucap Miyuki, dengan senyum di wajahnya, seolah ingin memberitahu Cyntia bahwa ia dan Alvin bertarung bukanlah karena mereka adalah sepasang musuh yang benar-benar ingin saling membunuh.


Tahu apa yang ada di pikiran Miyuki, Anna tersenyum aneh, lalu berbicara padanya melalui telepati, ["Bagaimana dia tidak melihat itu sebagai pertarungan yang sangat mematikan? Lihat sekitarmu."]


'Itu bukan pertarungan untuk saling menghabisi. Aku cuma sedikit memberikan petunjuk padanya,' sahut Miyuki sembari memperhatikan keadaan sekeliling.


.........


Alvin juga ikut memerhatikan keadaan sekitar saat melihat Miyuki menoleh kesana-kemari.


'Astaga.'


Alvin tidak bisa melihat bangunan atau benda apa pun lagi di sekitar mereka sejauh puluhan kilometer. Kini, hanya ada tanah tandus di sepanjang area itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2