
"Ya?!"
"Sebenarnya, mereka itu juga kelompok yang sama yang selama ini mengganggu benteng juga kelompok sama yang menjadi pesaing Lowe Frostman."
Cyntia ikut berdiri lalu menatap Alvin lekat-lekat.
"Dari mana kau tahu itu?"
"Aku cuma tahu saja," Alvin kemudian tersenyum sebelum pamit padanya, "Aku pergi dulu. Mereka sudah hampir mencapai pusat kota. Kau dan Sam bersiagalah di benteng. Ada 21 hunter yang akan datang ke sini."
......................
Jalanan di pusat kota menjadi macet karena aksi penyerangan yang Roxel dan Mark pimpin.
Puluhan SUV dan belasan bus yang mengangkut hunter-hunter dari wilayah Selatan itu memblokade jalan utama di pusat kota hingga membuat aktifitas warga Kota S terganggu.
Setelah mereka melakukan blokade, Roxel dan Mark memimpin pasukan yang datang dengan SUV untuk masuk ke wilayah Utara.
Tempat pertama yang mereka tuju tentu saja gedung Asosiasi Hunter yang mereka yakini sedang kosong karena para hunternya pasti sedang disibukkan oleh 3 Dungeon peringkat S yang mereka kira masih ada di wilayah itu.
Setelah pasukan itu tiba di tempat tujuan mereka, Roxel cukup terkejut karena Asosiasi sedang beroperasional seperti biasa, bahkan ada cukup banyak hunter yang berada di gedung utama saat itu.
Melihat banyaknya hunter Asosiasi Kota S yang berdatangan menyambut mereka di halaman gedung, dahi Roxel mengernyit.
"Apa yang terjadi? Apa mereka pasrah pada Dungeon itu dan membiarkannya saja?" ucap Roxel pelan.
Mark juga bingung dengan situasi yang terjadi. Ia mengira mereka akan mudah untuk merebut gedung megah itu dan menguasainya.
Merasa heran dengan situasi itu, Mark akhirnya mengingat super hero yang waktu itu telah menyelamatkannya. Ia berpaling pada Roxel.
"Apa mungkin Dungeonnya sudah diatasi super hero itu?"
"Super hero?"
"Anda belum tahu? Dia hunter berkostum ro..."
Braakkkkk!!!
Roxel dan Mark yang masih berada di dalam SUV terkejut setengah mati saat seseorang tiba-tiba mendarat di atas kap mesin dengan sangat kasar.
Saking kerasnya pendaratan itu, kap SUV sampai remuk dan terlepas dari badan mobil.
Sebagai gantinya, seorang pria tinggi bertubuh ramping berdiri di hadapan mereka.
"Siapa..."
Prang...!
Alvin menarik kedua hunter itu keluar dari mobil melalui kaca depan dengan airbender.
Tanpa daya, kedua hunter itu terbang menghancurkan kaca mobil dan mendarat di kedua tangan Alvin yang kini sudah mencengkram leher mereka.
Keduanya tentu saja ingin melawan dan melepaskan cekraman itu namun mereka sama sekali tidak bisa melakukannya. Jangankan ingin melepaskan cengkraman, mengangkat tangan saja mereka tidak bisa.
__ADS_1
Kedua mata Mark melebar menatap Alvin yang sama sekali tidak menatapnya. Wajahnya terlihat bosan tanpa adanya semangat sama sekali di matanya.
'Apa-apaan kekuatannya ini? Sihir apa ini?'
Tanpa daya, Mark dan Roxel hanya bisa menatap ngeri pada penyerangnya yang berekspresi dingin.
Padahal mereka baru saja mendapatkan kenaikan peringkat SS. Namun mereka menyadari bahwa mereka sepertinya masih bukan tandingan hunter itu.
Saat Alvin menarik nafas panjang, tubuh kedua hunter itu perlahan mengeriput. Alvin sudah mulai menyerap energi sihir mereka, sama seperti yang sudah dilakukannya pada seluruh monster di Dungeon peringkat S kemarin.
Tubuh kedua hunter itu, juga 458 hunter yang datang bersama mereka, perlahan-lahan mulai mengering saat seluruh inti Mana mereka terserap dan 460 hunter itu pun akhirnya tewas tanpa bisa melakukan apa pun bahkan sebelum sempat melakukan apa pun.
Alvin melemparkan mayat kedua hunter itu ke tanah lalu membuka peta pertemanan. Semua titik merah yang sebelumnya berada di sana telah menghilang saat ia sudah selesai menyerap seluruh inti Mana para hunter pengacau itu.
'Terima kasih, Rimi.'
Alvin kemudian menatap peta pertemanan lagi, memerhatikan 21 hunter pengacau yang sudah masuk ke dalam benteng keluarga Maxwell dan ia pun menghilang setelahnya.
.........
Lowe baru saja tiba di halaman gedung setelah ia berlari dengan secepat mungkin menuruni tangga darurat setelah menerima laporan dari tim keamanan mengenai kedatangan para hunter dari wilayah Selatan.
Ia membelalakan kedua matanya saat melihat semua hunter pengacau yang tim keamanan maksudkan itu telah menjadi mayat dan memenuhi halaman gedung Asosiasi.
"Apa yang terjadi? Siapa yang membunuh mereka?" tanya Lowe pada Loman yang tiba sedikit lebih cepat darinya di tempat itu.
"Saya juga tidak tahu," sahut Loman.
"Apa?!"
"Hunter... Hunter yang tadi malam datang ke Dungeon itu yang menghabisi mereka, tuan," sahut seorang hunter yang kebetulan melihat apa yang terjadi sejak kemunculan Alvin di halaman gedung.
"Tuan Rufino?"
Lowe kemudian berjongkok memeriksa kondisi mayat Roxel yang hampir tidak bisa dikenalinya karena kulit wajahnya yang telah mengeriput. Ia kemudian mendongak dan menoleh pada hunter itu lagi.
"Apa yang dia lakukan pada mereka?" tanya Lowe. Ia kemudian memerhatikan keadaan di sekitar mereka dan tidak melihat adanya bekas pertempuran yang terjadi di sana.
"Dia cuma mencekik mereka dan mereka mati setelah beberapa detik," sahut hunter itu.
"Ya?!"
Hunter itu tersenyum canggung dengan wajahnya yang masih memutih, pucat setelah melihat cara hunter-hunter itu mati.
'Harusnya Anda melihat sendiri cara mereka mati dan mendengar teriakan-teriakan pilu mereka.'
Lowe tidak menanyakan apa pun lagi setelah laporan tersebut. Ia meminta semua hunter Asosiasi untuk memindahkan mayat-mayat hunter wilayah Selatan itu dan mengecek identitas mereka sebelum dipulangkan pada keluarganya.
"Ternyata banyak hunter kuat yang bersembunyi dari publik selama ini," pikir Lowe mengingat Alvin dan juga hunter-hunter dari guild baru di Kota C dengan nama aneh mereka, Nine Bears.
......................
__ADS_1
Sementara itu di lokasi lain, The Destroyer dan pasukannya sudah memasuki benteng keluarga Maxwell.
Dengan membagi tim menjadi dua kelompok, pasukan bertopeng itu masuk dari dua titik berbeda.
Pasukan utama yang dipimpin langsung oleh The Destroyer masuk melalui gerbang, sedangkan pasukan kedua yang hanya terdiri dari Lawrence dan Shiva masuk dengan memanjat tembok bagian belakang.
Lawrence dan Shiva ditugaskan untuk menjemput George dan membawanya langsung keluar dari benteng untuk dilarikan ke Kota C di mana Chris menunggu.
Karena serangan secara terang-terangan yang dilakukan tim utama, Lawrence dan Shiva bisa masuk ke penjara bawah tanah dengan sangat mudah, bahkan bisa dikatakan tanpa hambatan sama sekali karena tidak ada penjaga sama sekali di area itu.
Tapi, mereka sangat terkejut saat melihat penjara itu kosong. Tidak ada seorang tahanan pun yang berada di sana.
"Di mana dia?" ucap Lawrence setelah memeriksa 6 sel khusus hunter dan tidak menemukan siapa pun berada di sana.
"Apa kalian mencari George Maxwell," ucap seorang wanita yang sudah berada di dalam ruang bawah tanah itu tanpa Lawrence dan Shiva sadari kehadirannya.
Lawrence dan Shiva segera berbalik, menatap wanita cantik yang berdiri dengan sangat tenang di dekat satu-satunya pintu keluar masuk ke ruang bawah tanah tersebut.
Cyntia melemparkan sebuah ponsel pada Shiva.
Shiva menangkap ponsel itu lalu bertatapan heran dengan Lawrence.
"Dia ada di sana. Kalian orang-orang pesuruh Chris Maxwell, kan?"
Lawrence dan Shiva tidak menjawab. Mereka berdiri diam sambil terus mengawasi Cyntia. Dari informasi yang The Destroyer berikan, mereka tahu bahwa lawan yang berdiri di hadapan mereka itu sangat kuat dan mereka tentu saja harus berhati-hati.
"Apa ini jebakan?" ucap Lawrence dengan suara bergetar.
"Tidak ada yang seperti itu," sahut Cyntia sembari berjalan ke sebuah kursi lalu duduk di sana dengan tenang. "Di sini memang tidak ada siapa-siapa dan kami tidak perlu menjaganya."
"Kalian pasti menjebak kami, kan?!" Shiva mengumpat.
Cyntia mengernyitkan kedua alisnya, merasa mengenali suara wanita di balik topeng itu.
Cyntia mengabaikan pertanyaan itu. Sebagai gantinya, ia mengumumkan sebuah perintah. "Aku akan mengizinkan salah satu dari kalian untuk pergi dan membawa video di ponsel itu pada paman Chris. Hanya salah satu dari kalian," ucap Cyntia dari tempat duduknya. Nada bicaranya tenang, namun matanya menatap mereka dengan dingin dan mengancam.
Lawrence dan Shiva saling bertukar pandang lagi. Lawrence kemudian menatap pada ponsel di tangan Shiva dan mengira wanita itu pasti akan memilih untuk pergi. Dan lagi, ponsel tersebut sudah berada di tangannya.
Lawrence tahu betapa berbahayanya wanita yang sedang duduk di hadapan mereka itu.
Walaupun Asosiasi dan keluarga Maxwell sudah menutupi sepak terjangnya, Lawrence tahu bahwa wanita itu adalah hunter yang bisa menahan ribuan monster peringkat S seorang diri. Jadi, sebenarnya, ia lebih memilih untuk menghindarinya dari pada harus mencoba bertarung.
Tapi ia juga yakin bahwa Shiva pasti ingin melarikan diri dari tempat itu, apalagi ponsel itu kebetulan ada padanya.
"Kau pergi saja, bawa ini," ucap Shiva tiba-tiba.
Lawrence menerima ponsel itu dari tangan Shiva sambil menatap heran padanya.
"Kau yakin?"
"Aku masih memiliki urusan dengan si brengsek ini," sahut Shiva sambil menyeringai lebar dari balik topengnya.
.........
__ADS_1