Hunter System

Hunter System
Bab 218 - Mengambil Quest


__ADS_3

Karena seluruh pasukan dari desa tetangga telah tewas, pasukan dari desa tempat asal Mina pun akhirnya kembali ke benteng dengan sorak kemenangan.


Tahu jika identitas sang pembantai akan terbongkar dari hadiah yang pasti terkirim secara otomatis ke rumah sang pembantai tersebut, para warga desa yang tadi berada di area pertempuran akhirnya berkeliling desa untuk mencari rumah yang pasti telah 'kebanjiran hadiah'.


"Kita akan segera mengetahui siapa yang sudah menghabisi seluruh pasukan musuh," ucap salah satu Mage yang sejak tadi mendapat tatapan curiga dari rekan-rekannya.


Dia adalah Mage terkuat di antara semua Mage yang berperang dari atas benteng.


'Mengapa mereka tidak percaya padaku? Lagian untuk apa aku menyembunyikan kekuatanku jika benar akulah yang melakukannya?'


.........


Tidak seperti para petarung dari ras berbeda, beberapa petarung dari ras manusia, khususnya Ronald Stewart dan Wang Zhu Ming sudah bisa menebak siapa pelaku pembantaian itu.


Selain karena Mina sudah mengaku, mereka tahu jika Mina dan Alvin adalah dua manusia yang baru datang ke planet ini.


Sihir yang membuat seluruh pasukan musuh tewas belum pernah mereka lihat sebelumnya. Selain orang baru, tidak mungkin ada orang lama yang mau repot-repot menyembunyikan sihir sehebat itu dalam jangka waktu lama.


"Paman, saya melihatnya dari atas benteng... Apakah itu mereka? Dua orang yang baru dikirimkan ke sini?" bisik Steven Stewart, keponakan Ronald, yang tewas bersama pria paruh baya itu dalam jebakan Chris Maxwell.


Ronald mengangguk pelan.


"Kemana mereka? Apa ada yang melihat mereka?" tanya Zhu Ming pada rekan-rekannya yang datang dari dunia manusia.


"Liu Gong melihat mereka," sahut Mira Ahn, mantan asisten pribadi Ronald.


Zhu Ming memerhatikan sekitar. "Dan di mana Liu Gong?"


"Dia mengatakan padaku akan mengikuti mereka," sahut Jester Bailey. Dia seorang Healer yang tewas bersama Wang Zhu Ming dalam jebakan Chris Maxwell.


"Apa kau ada keperluan dengannya?" tanya Ronald.


"Kita harus mengajaknya masuk kelompok kita," ucap Zhu Ming.


......................


Sesampainya di dalam menara, Mina membaca-baca quest yang berada di papan pengumuman sebelum akhirnya pergi ke mini bar yang dijaga oleh sosok elf cantik.


Sambil berbicara dengan elf itu, Mina membolak-balik sebuah buku yang berada di hadapannya.


Alvin melihat ekspresi terkejut dari elf wanita saat Mina menunjuk-nunjuk beberapa kali pada lembaran-lembaran buku quest yang elf wanita berikan padanya.


Mereka tampak berdebat kecil dan baru berhenti setelah elf lain datang dan menunjukkan sebuah lempengan logam seukuran sebuah buku gambar pada elf wanita.


Walau tidak ada satu pun kata dari obrolan mereka yang bisa Alvin mengerti, namun pemandangan itu sangat menghiburnya.


Alvin hampir tertawa saat melihat kedua mata elf wanita terbelalak setelah menatap lempengan logam itu.


"Apa itu prestasi Mina sehabis menghabisi semua musuh dari desa lain?" pikir Alvin, menerka-nerka isi lempengan tersebut.


.........

__ADS_1


Setelah memasukan beberapa plat quest ke tas kulit, Mina pergi meninggalkan bar dan menghampiri Alvin yang berdiri di dekat pintu utama menara.


Dalam perjalanannya, Alvin melihat Mina tiba-tiba menghentikan langkah kakinya selama beberapa detik sebelum lanjut berjalan ke arahnya.


"Apa ada masalah?"


"Dengan mereka?"


"Kau tadi tiba-tiba berhenti sebentar."


"Visi yang dikirimkan ke kepalaku baru berakhir, aku cuma agak terkejut saja."


"Visi itu masih terkirim sejak tadi?"


Mina mendengus kasar.


"Ya. Sangat banyak informasi mengenai planet ini yang masuk ke kepalaku tanpa henti. Sampai membuatku mau muntah saja."


Sigh...


"Jika itu terjadi padaku mungkin aku akan gila."


Mina tersenyum. "Kalau begitu jangan keburu mati."


"..."


"Ayo kembali ke rumahku. Kita istirahat dulu sebelum pagi tiba."


Alvin mengernyitkan kening, merasa heran dengan kata 'istirahat' yang baru saja Mina katakan. "Kau perlu istirahat?"


"..."


"Kau ingin menyergap orang itu di sini?" Mina bertanya balik.


Alvin akhirnya mengerti dengan apa yang Mina maksud dibalik kata-katanya. "Ayo kita bicara baik-baik saja padanya."


Alvin juga menyadari ada seorang pria yang sejak tadi memerhatikan Mina semenjak pria itu berjalan melewatinya di dekat pintu utama.


Dari sorot matanya, pria itu terlihat begitu sedih.


......................


"Apa kau mengenalnya?" tanya Alvin dalam perjalanan.


Alvin dan Mina selalu berbicara dengan nada yang sangat rendah ketika berada di sekitar makhluk lain.


Hal itu dilakukan demi menjaga rahasia Alvin yang tidak bisa berbicara menggunakan bahasa planet ini karena semua makhluk berbicara hanya dengan menggunakan satu bahasa kecuali sedang dalam sebuah tim peperangan.


"Aku tidak ingat. Mungkin dia mati sudah cukup lama."


"Tapi sepertinya dia mengenalmu di kehidupan terakhir."

__ADS_1


Mina mendengus.


"Dia sudah terlalu banyak memiliki teman di masa muda."


"Apa kau tidak?"


"Aku mulai berkenalan dengan banyak orang di usia 40."


Alvin ternganga.


"Kau ingin ku tampar?"


"...Tidak."


"Kau sendiri mungkin tidak akan memiliki teman jika masih seorang hunter peringkat F."


Alvin tersenyum pahit. Apa yang Mina katakan kemungkinan besar akan terjadi jika dia masih seperti dulu.


......................


Keduanya terdiam cukup lama setelah hampir tiba di rumah Mina.


Banyak warga desa berkerumun di sekitar rumah sederhana tersebut, seperti sedang menyaksikan sesuatu yang sangat menarik perhatian.


Mina kemudian berbicara pada orang-orang yang memunggungi mereka, lalu orang-orang itu memberikan jalan padanya.


"Apa ini?" tanya Alvin begitu mereka tiba di tengah-tengah kerumunan.


Ada banyak boks kayu di sana. Boks-boks itu tersusun rapi dari jalan setapak berbatu sampai ke dalam pagar rumah sederhana Mina.


"Hadiah dari membunuh orang-orang tadi," sahut Mina dengan ekspresi datar.


"Apa makanan sebanyak ini tidak akan basi?"


Mina tertawa, membuat semua makhluk yang berkerumun di sekitar rumahnya kaget dan menoleh padanya dengan hampir bersamaan.


Saat itulah mereka menyadari jika Mina adalah petarung yang membuat pasukan dari desa tetangga musnah.


Beberapa makhluk langsung menyapa dan mengajak Mina untuk berjabat tangan.


Di antara mereka ada makhluk yang awalnya dituduh telah menyembunyikan kekuatan. Ia kemudian berbicara pada para penuduhnya dan terlihat para penuduh itu meminta maaf pada sang Mage yang berasal dari ras orc.


Mina kemudian berbicara pada warga desa yang berkerumun di jalanan depan rumahnya sembari menunjuk ke arah boks-boks makanan.


Alvin melihat perubahan ekspresi mereka dari yang awalnya terkejut menjadi sangat terkejut, hingga akhirnya kebahagiaan terpancar dari ekspresi dan gesture mereka.


Lalu, dengan sangat rapi, para warga desa mulai maju dan mengambil boks-boks yang berada di sepanjang jalan depan pagar rumah Mina.


Satu makhluk hanya mengambil satu boks, tidak ada yang lebih dari itu. Mereka juga membungkukkan tubuhnya pada Mina sebagai ucapan terima kasih sebelum membawa boksnya pergi.


'Jadi di dunia ini hanya makanan yang mereka cari? Mereka tampak sangat bahagia hanya dengan menerima sekotak makanan.'

__ADS_1


Alvin mengingat, di Bumi orang-orang hanya akan berekspreai seperti para makhluk itu saat menerima uang dalam jumlah besar.


.........


__ADS_2