Hunter System

Hunter System
Bab 87 - Rencana Jahat George


__ADS_3

Sekembalinya dari menemui Alvin, George langsung mencari salah satu asisten pribadi ayahnya, yang pria paruh baya itu tinggalkan untuk membantu pekerjaan administrasi George selama menjadi kapten tim raid junior guild Maximus. Sementara ayahnya sendiri, yang tinggal di kota berbeda, telah kembali ke kotanya setelah makan siang keluarga berakhir.


George yang sangat marah, setelah mendapat gertakan dari Sam dan tahu bahwa Arthur akan meningkatkan peringkat Alvin, membanting pintu ruang kerjanya dangan kasar.


Brakkk!


Brian O'Neil yang masih bekerja untuk menyelesaikan dokumen administrasi sederhana yang tidak bisa George selesaikan, tentu saja terkejut setelah mendengar suara bantingan keras pintu tersebut.


"Paman, tolong hubungi ayah sekarang. Saya ingin bicara padanya."


Brian mengernyitkan kedua alisnya sambil mendengus pelan. Ia tahu, George yang manja pasti baru saja membuat masalah lagi.


"Apa yang terjadi, tuan muda?"


"Tolong hubungi saja!" umpat George sambil bertolak pinggang dan menatap marah Brian.


Dibentak seperti itu, bukannya membuat Brian takut dan segera menghubungi Chris, ia malah balas mengumpat. Namun, tentu saja ia hanya berani melakukan hal itu di dalam hatinya.


'Bocah brengsek ini!'


Selalu diperlakukan hina seperti itu hampir setiap saat, Brian sebenarnya menaruh dendam pada putra sulung Chris itu.


Seandainya bisa, ia pasti sudah sejak lama mengundurkan diri dari pekerjaannya dari pada harus menghabiskan hidupnya untuk mengurus anak manja itu.


Brian berusaha menelan kemarahannya, lalu berdiri dan pergi menghampiri George.


"Tuan muda, tolong tenang dulu. Sebelum saya menghubungi tuan besar, bagaimana jika Anda ceritakan dulu apa yang terjadi?" ucap Brian dengan lembut.


George mendelik, menatap Brian dengan gusar. Tapi ia akhirnya menceritakan tentang Arthur Maxwell yang ingin menaikkan peringkat Alvin.


"Jika paman Arthur menaikkan peringkatnya, maka tidak akan ada lagi kesempatan untuk menyingkirkannya dari Tia."


Brian mengangguk-angguk pelan. Ia tiba-tiba mendapat ide untuk menghancurkan George. Ia berpikir, ini mungkin akan menjadi satu-satunya kesempatan untuk menyingkirkan anak manja itu dari hidupnya.


"Sekarang cepat hubungi ayah dan katakan hal itu supaya ayah bisa mencegahnya."


Brian menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tuan muda. Bagaimana kalau Anda dengarkan pendapat saya dulu?"


George mengernyitkan alis dan menatap tidak senang pada Brian.


Walaupun mendapat tatapan hina seperti itu, Brian pada akhirnya tetap berbicara, memulai rencananya untuk menjebak dan menghancurkan George.


"Tuan muda. Bagaimana jika Anda sendiri yang menyelesaikan masalah ini? Saya memiliki rencana yang sangat baik untuk Anda. Anda bisa menyingkirkan putra Marco itu dengan sangat mudah."


George diam agak lama, memerhatikan ekspresi aneh Brian. Tapi pada akhirnya ia meminta Brian untuk memberitahu bagaimana cara agar ia bisa menyingkirkan Alvin tanpa bantuan ayahnya.


Setelah Brian memberitahu ide yang dimilikinya, George tampak sangat senang dan setuju untuk melakukannya.


......................


Sementara itu di tempat lain, di bagian Barat Kota S, arah yang berlawanan dengan keberadaan benteng keluarga Maxwell, Duncan Lewis yang baru saja kedatangan tamu spesial yang ia undang jauh-jauh dari Tiongkok itu tampak sangat bersemangat.


Pria berusia akhir 30an yang dijuluki sebagai The Destroyer itu akhirnya menyetujui untuk datang membantu Duncan setelah ia memberikan bayaran yang sangat besar. Bayaran itu bahkan lebih mahal dibandingkan nilai kontrak untuk menutup sebuah Dungeon peringkat S.


.........


Setelah Duncan kabur dengan sangat pengecut dari seorang wanita cantik yang memiliki aura mematikan itu, ia langsung menyelidiki tentang siapa wanita itu.


Tapi, karena ia berasal dari keluarga Maxwell, maka sudah tentu ayahnya juga harus setuju jika dia ingin melamarnya.


Tanpa terduga, Norman Lewis setuju. Keinginan Duncan itu malah membuat Norman memiliki sebuah rencana baru untuk meruntuhkan keluarga Maxwell.


Karena tahu satu-satunya cara untuk bisa mendapatkan Cyntia hanyalah dengan menculiknya terlebih dahulu, maka mereka membutuhkan seseorang yang lebih kuat dari wanita itu untuk bisa mengalahkan lalu menculiknya.


Karena itulah, sekarang, The Destroyer berada bersama mereka diruangan ini. Norman telah merogoh kantong cukup dalam demi mendapatkan kesuksean dari rencana yang telah ia dan Duncan miliki.


Jika nanti mereka berhasil menculik Cyntia, Duncan dan Norman Lewis berencana untuk menguras inti Mana Cyntia sebelum Duncan nantinya akan memaksanya menikah sebagai sandera agar Arthur Maxwell mau melakukan apapun yang keluarga Lewis inginkan, atau keluarga itu akan kehilangan pewaris utamanya.


.........


"Tapi..., bagaimana cara agar kita bisa membuat Cyntia dan ayahnya pergi jauh dari wilayah mereka, ayah?"


Norman mengusap-usap janggut panjangnya, memikirkan cara apa yang bisa membuat wanita itu pergi dari wilayanya. Menculiknya di dekat wilayah Maxwell bukanlah hal gampang karena para pengikut Maxwell pasti akan mengejar dan memburu mereka dengan sangat mudah.

__ADS_1


"Untuk apa kalian menyewaku jika kalian mengkhawatirkan hal itu?" ucap The Destroyer, merasa tersinggung karena kedua orang itu sepertinya menganggapnya remeh.


Bukan hanya Duncan yang takut saat The Destroyer tiba-tiba memancarkan aura kemarahannya. Norman yang selama ini terkenal dengan kekejamannya pun gemetar dibuatnya.


"Apa peringkat wanita itu?" tanya The Destroyer pada Duncan.


Duncan juga belum mengetahuinya. Namun, ia tahu bahwa Cyntia pasti memiliki peringkat yang lebih tinggi darinya, mengingat bagaimana ia merasa ngeri dengan energi Mana yang Cyntia pancarkan saat wanita itu sedang dengan sengaja mengeluarkan energi sihir untuk menakut-nakutinya.


"Saya rasa dia berperingkat SS, tuan," sahut Duncan.


The Destroyer tertawa, dari balik topeng kulitnya.


"Itu bukan masalah. Aku akan menangkapnya untuk kalian."


Pada saat itu, panggilan dari nomor tak dikenal tiba-tiba masuk ke ponsel pribadi Duncan. Setelah ia diberikan izin oleh The Destroyer untuk menjawabnya, Duncan akhirnya menerima panggilan tersebut.


Tanpa ia duga, panggilan itu justru datang dari orang dalam keluarga Maxwell yang ingin mengajaknya bekerja sama.


Duncan akhirnya tahu bahwa Arthur dan Cyntia akan pergi jauh meninggalkan wilayah mereka ke pusat kota dalam dua hari kedepan.


"Jadi pesta besar yang ku dengar itu sebenarnya untuk menyambut Cyntia? Tsk... Walikota brengsek itu. Dia malah berani merahasiakannya dari kita!" umpat Norman, setelah mengetahui informasi itu dari Duncan.


Setelah Duncan, Norman dan The Destroyer berunding, Duncan akhirnya menelepon balik lagi orang dalam dari keluarga Maxwell itu untuk mengatur siasat.


Tapi, Norman dan pihak dari keluarga Maxwell itu pada akhirnya harus mengeluarkan uang yang jauh lebih besar lagi untuk membayar The Destroyer dan kawanannya agar mau membantu menghabisi seluruh keluarga utama Maxwell.


......................


Tanpa terduga, George yang awalnya cuma ingin mengajak kerjasama untuk menyingkirkan Alvin, malah mendapat jackpot saat Duncan mengatakan padanya bahwa ia akan bisa menjadi pewaris utama keluarga Maxwell.


Dia hanya perlu membantu Duncan untuk memastikan semua keluarga inti Maxwell pergi ke pesta penyambutan Cyntia, agar Duncan dan orang-orangnya dapat menyingkirkan mereka sekaligus.


Mengetahui rencana itu, Brian yang sebenarnya tidak memiliki niat sejauh itu, justru menyesali tindakannya. Dia sebenarnya hanya ingin menjebak George dan ayahnya agar jatuh dalam masalah karena telah bekerjasama dengan keluarga Lewis.


Ia hanya ingin membuat Alvin sebagai tumbal dan bukannya malah ingin menghancurkan keluarga Maxwell seperti yang baru saja George dan Duncan rencanakan.


Brian tahu, jika Arthur dan Alan Maxwell sampai tewas dan Chris atau George yang menjadi kepala keluarga, hidupnya mungkin akan lebih menderita dan lebih diinjak-injak lagi.

__ADS_1


Brian kini justru semakin bertambah pusing dengan masalah besar yang akan terjadi hanya dari ide nya. Ia akhirnya mencari cara untuk melaporkan rencana pengkhianatan George itu pada Arthur, tanpa harus melibatkan dirinya.


__ADS_2