
Alvin bisa menghindari serangan Beelzebub dengan sangat mudah dan langsung memberikan serangan balasan mematikan yang membuat Beelzebub terpental jauh setelah pasak besinya berhasil bersarang di perut makhluk itu.
Sambil memerhatikan ke arah mana Beelzebub terjatuh, Alvin menyeringai lebar.
"Kau sudah tidak memiliki jalan untuk melarikan diri lagi," gumam Alvin.
Alvin melesat mengejarnya dan memberikan banyak pukulan pada Beelzebub yang sedang berusaha mencabut pasak besi yang berasa hidup dan makin melekat di perutnya tiap kali ia mencoba untuk mencabutnya.
Karena begitu banyak pukulan yang menyakiti dirinya, Beelzebub akhirnya berkonsentrasi untuk menghadapi serangan lawan dan mengabaikan rasa sakit akibat pasak besi yang membuat bagian perutnya berdenyut nyeri.
Buaakkkk... Craaakkkk... Buakkk... Crakkk...!
Alvin terus memukuli dan menusukkan pasak besi pada sekujur tubuh Beelzebub yang masih saja tidak bisa mengatasi serangannya.
Gerakan Beelzebub memang cepat. Tapi, gerakan Alvin yang memang memiliki spesialisasi dalam kecepatan tak bisa dibendung lawannya itu.
Alhasil, seluruh upaya Beelzebub untuk bisa menangkis serangan pun menjadi sia-sia.
Bakkk... Crakkk... Bakkk... Crakkk...!
Alvin terus menyerang Beelzebub hingga kedua kaki makhluk itu tertanam semakin dalam ke tanah yang tak sanggup menerima hantaman berkekuatan sihir.
Malaikat tersesat itu juga tidak diberikan waktu untuk menggunakan serangan sihir.
Tiap kali hendak merapalkan mantra Alvin, yang bisa mendengar gumamannya, langsung meninju mulut pria berambut pirang itu hingga mantra sihir tak pernah selesai Beelzebub ucapkan.
Alvin memukuli Beelzebub terus dan terus. Sampai ketika pasak besi yang menancap di perut Beelzebub terlontar, barulah ia mundur untuk menangkap pasak besi itu, juga menjaga jarak untuk memantau lawan yang baru saja dipukulinya sepihak.
.........
"Kekuatannya sudah meningkat sangat jauh. Butuh proses yang lumayan lama untuk menandai tubuhnya," gumam Alvin yang biasanya cuma membutuhkan waktu 0.1 detik menancapkan pasak besi di tubuh lawan untuk menandainya.
Tanda itu ditinggalkannya untuk mencegah lawan melarikan diri. Tidak ada satupun makhluk di alam semesta yang bisa melarikan diri darinya setelah tanda kutukan gerbang kematian tertanam di tubuhnya. Dewa pun tidak.
Hal itu disebabkan karena gerbang kematian adalah sihir milik Serafim, yang berkedudukan lebih tinggi dari dewa, yang diturunkan pada salah satu malaikat kasta rendah keturunannya, Lorelei, yang mengabdi pada keluarga dewa Arnix.
......................
Beelzebub memerhatikan pasak besi berdarah di tangan kiri Alvin sebelum tatapannya naik ke mata Alvin dan menatapnya dengan amarah dan kebencian yang bercampur aduk menjadi satu.
Sihir itu sudah sangat terkenal di dunia para dewa. Sihir milik Lorelei yang merupakan bekas pemimpinnya itu, adalah sihir paling tidak disukai para malaikat, bahkan dewa.
Ia tahu, jika dirinya tidak akan bisa melarikan diri dan bersembunyi dimanapun lagi mulai saat ini, setelah terkena tanda kutukan.
Tapi, Beelzebub tidak pernah mengkhawatirkan hal itu lagi. Dia jauh lebih kuat sekarang. Ia juga sudah menerima kekuatan baru yang didapatkannya dari malaikat keturunan Serafim lain yang berasal dari pusaran merah.
Sambil menyeringai, Beelzebub berbicara, "Selama bukan Lorelei sendiri, aku tidak akan pernah takut pada apa pun," ucap Beelzebub dengan tatapan mengancam.
"Nenek guru memiliki hal yang lebih penting dibandingkan harus mengurus lalat tak berguna sepertimu," sahut Alvin.
__ADS_1
"Lalat?" Seringai Beelzebub semakin lebar, hampir bersamaan dengan tubuhnya yang tiba-tiba berkembang dan melebar.
Diberikan kesempatan seperti ini, Beelzebub menggunakannya dengan sangat baik. Ia merapalkan mantra untuk melakukan perubahan wujud dari wujud kedua yang dimilikinya.
......................
Bersamaan dengan perubahan wujud itu, Alvin bisa merasakan adanya lontaran energi sihir kuat yang berasal dari Beelzebub.
Ia juga melihat pasukan monster betkulit merah yang sedang melintas di sekitar mereka terpental menjauh akibat kuatnya daya lontar dari energi sihir tersebut.
Alvin sendiri tidak terpengaruh oleh energi sihir itu. Tapi, saat sudah mulai menyerang, barulah ia merasakan efek kekuatan sihir Beelzebub yang kini memiliki tubuh sangat gemuk seperti seekor babi raksasa.
"Tubuhnya sangat lentur," gumam Alvin.
Semua tendangannya terpantul sebelum berhasil menyentuh tubuh lawan.
Serangan dari pasak besi juga hanya sedikit berhasil menusuk kulit Beelzebub sebelum terlontar.
Sambil mengarahkan kedua tangannya pada Alvin, Beelzebub tertawa.
"Gerbang kematian tidak akan berguna jika pemilik sihirnya mati," ucap Beelzebub.
Makhluk yang kini bertubuh tambun itu merapalkan mantra sihir. Enegri sihir besar kemudian terlontar dari kedua telapak tangannya.
Wooooossshhhh...
Alvin tentu bisa menghindari serangan itu dengan mudah. Ia terbang sangat tinggi untuk menghindari jalur serangan energi sihir yang baru saja Beelzebub lontarkan.
Namun daratan yang dipenuhi padang rumput layu itu tak bisa luput dari hantaman sihir.
Sebuah garis lurus yang panjang dan lebar terbentuk di tanah sejauh belasan kilometer akibat serangan tersebut.
......................
Beelzebub mendongak, menatap Alvin yang sedang menghabisi ular raksasa yang terbang tinggi di udara dengan mendongkol.
Ia sudah menembakkan sihir dengan kecepatan penuh namun tetap saja kecepatan serangannya tidak bisa menandingi kecepatan Alvin yang memiliki spesialisasi kecepatan, seperti Lorelei.
'Bajingan ini...'
Beelzebub memfokuskan energi Mana selama beberapa saat untuk memulai serangan lanjutan.
Ia mengakumulasi kekuatan untuk menciptakan daya ledak besar pada energi Mana yang menyelimuti tubuhnya.
Ia tahu, sihir pelontarnya akan menyebabkan kerugian juga di pihaknya, namun cuma itu satu-satunya cara agar lawan tidak bisa meloloskan diri lagi dari serangannya.
Setelah energi Mananya terfokus, barulah Beelzebub merapalkan mantra.
BOOOOOOOOOOOOOMMMMMM!!!
__ADS_1
Ledakan besar terjadi setelahnya.
Energi sihir besar mengembang keluar dari tubuh Beelzebub, menghancurkan apa pun di sekelilingnya sampai radius puluhan kilometer.
Monster-monster yang baru keluar dari gerbang tak lolos dari ledakan tersebut. Tubuh mereka meledak tak bersisa. Demikian pula dengan ular raksasa yang sedang Alvin hadapi. Dan tentu saja Alvin juga masuk dalam zona ledakan tersebut.
......................
"Alvin?!" seru Cyntia setelah melihat siapa yang baru saja menyambarnya dari tengah-tengah pertempuran melawan keroyokan ribuan monster berkulit merah yang kini sudah lenyap akibat ledakan sihir Beelzebub yang berada di dekat gerbang.
Alvin memicingkan matanya, memperhatikan tempat keberadaan Rimi dan pasukan serangga yang kini telah lenyap setelah ledakan besar terjadi.
Ia baru merasa lega saat melihat Rimi muncul dari ruang kosong dan pasukan serangga menyusul setelahnya.
"Mereka baik-baik saja," gumam Alvin yang berada puluhan kilometer dari tempat Rimi berada.
"Apa yang terjadi?" tanya Cyntia penasaran.
"Si lalat sedang melakukan perlawanan kecil."
"Ya?"
Alvin tersenyum, menatap Cyntia yang berada di pelukannya dengan wajah mereka yang hanya berjarak beberapa centimeter.
Glup...
"Tidak perlu kau pikirkan," sahut Alvin sembari memalingkan wajah, menghindari tatapan matanya dari bibir Cyntia. "Aku akan mengantarkanmu kembali," ucap Alvin dan mereka pun lenyap dari tempat itu.
.........
"Mina akan memanggilmu nanti, Rimi. Tunggulah!" seru Alvin sambil berlari melintasi Rimi untuk kembali ke depan gerbang.
"Ya, tuan!"
Mina sudah memberitahukan pada Rimi untuk menyimpan kembali semua pasukan serangga sebelum Beelzebub melontarkan serangan, sementara Rimi sendiri bersembunyi di dalam inventory.
Karena itulah mereka semua selamat dari ledakan mengerikan itu, tapi tidak dengan jutaan monster merah yang berada dalam cakupan ledakan.
......................
Di depan gerbang, Beelzebub tertawa terbahak-bahak saat melihat lawan dan kawan lenyap seketika ledakan sihir terjadi dan hanya menyisakan gumpalan debu yang beterbangan di udara.
"Sudah kuduga, kecepatan tidak akan berguna jika aku meledakkan seluruh area!"
"Ledakanmu tidak berguna padaku kecuali kau memiliki kekuatan yang cukup untuk meledakkan Bumi," ucap Alvin yang sudah berada di belakang Beelzebub.
"Ap..."
Baaaaaaaaammmmmmm!!!
__ADS_1