Hunter System

Hunter System
Bab 54 - 5 Pekerjaan Hunter (7)


__ADS_3

Saat Alvin terkapar akibat sakit yang ia rasakan dari dalam tubuhnya, ia mendengar bos Dungeon itu seperti sedang berbicara pada dua high orc mendampingnya.


Dari nada bicaranya, bos Dungeon itu terdengar sangat marah.


'Apa dia sedang berbicara? Apa dia marah?'


["Dia tidak marah. Bangsa orc kalau berbicara memang seperti bangsa manusia jika sedang marah."]


'... Dari mana kau tahu?'


["Aku mengerti bahasa mereka."]


'Hah?!'



'Kenapa kalian tidak memberikan kemampuan ini dari dulu saja?!'


["Karena lawan-lawan mu selama ini tidak ada yang bisa berbicara. Siapa yang ingin kau ajak bicara? Belalang? Nyamuk? Laba-laba? Lebah? Lipan? Serigala?"]


'K-kau benar.'



'...' ["..."]


......................


《"Sudah cukup bermain-main. Lepaskan aku,"》perintah bos Dungeon itu pada salah satu high orc pendamping.


《"Akan saya lakukan, tuan"》sahut salah satu high orc.


Alvin menoleh kebelakangnya, melihat salah satu high orc turun dari singgasana. Ia adalah high orc Mage, yang kini sudah berjalan menghampiri bos Dungeon.


'Aneh... Kenapa dia masih baik-baik saja?'


["Ulur saja waktunya. Buat dia sibuk. Reaksi akan lebih cepat jika dia banyak bergerak atau menggunakan energi Mana."]


'Ya.'


Saat high orc itu berjalan melewatinya, Alvin berdiri dengan tiba-tiba, bermaksud hendak menerjang high orc yang memiliki skill voodoo tersebut. Namun, serangannya tidak bisa menembus lawannya.


Crannkkk...!


Kedua mata Alvin melebar saat melihat perisai tebal yang terbentuk dari gumpalan asap hitam tiba-tiba muncul di sekeliling tubuh lawannya.


Ia kemudian menoleh lagi ke belakang dan melihat high orc tipe Healer tersenyum lebar dari atas singgasananya.


'Healer bisa membuat perisai ju...'


"Argh...!"


Alvin kembali jatuh terduduk saat ia merasakan sakit di kedua kakinya. High orc Mage baru saja menusukkan pasak tulang pada boneka di tangannya lagi.


《"Sialan. Membuat kaget saja!"》umpat high orc Mage yang tampak marah.


'Brengsek ini...!'


["Sabar saja."]


'Tsk... Bicara memang mudah. Jika kau yang berada dalam posisiku...'


["Buat dirimu sekarat. Aku akan menghabisi ketiga makhluk jelek ini dalam 1 detik."]


'... Kau mudah marah.'


["... Ulur saja waktunya."]


'Ya... Ya...'


Alvin kembali menyerang. Kali ini ia menggunakan skill lidah api untuk menyerang high orc Mage kembali. Dan seperti yang sudah ia duga, makhluk itu langsung menusukkan pasaknya lagi ke boneka.

__ADS_1


Kali ini, sambil menahan rasa sakit di dalam tubuhnya, Alvin mengganti arah serangan. Ia mengirimkan jerat laba-laba pada high orc Healer yang masih berada di singgasana.


Tapi, hal yang sama kembali terulang. Ia lagi-lagi jatuh tersungkur saat high orc Mage menusukkan pasak ke kaki boneka.


Melihat lawan meringis kesakitan tak berdaya, ketiga high orc itu tertawa mengejeknya dengan hampir bersamaan


《"Memang sangat menyenangkan berada di wilayah perang. Kita bisa bermain-main dengan makhluk luar yang sangat lemah,"》ucap bos Dungeon sambil menghancurkan es yang membekukan bagian pingganggnya kebawah. 《"Ayo bantu aku menghancurkan es-es ini. Sihir ini sedikit merepotkan."》


《"Ya, tuan."》


High orc Mage berjalan lagi menghampiri bos Dungeon, mengabaikan Alvin yang bergulingan di lantai gua sambil meringis kesakitan.


Saat high orc Mage itu sudah membelakanginya, Alvin tiba-tiba berdiri kembali dan menyerang high orc Mage yang sedang lengah.


Ia menjerat tangan yang memegang boneka dengan jaringnya, lalu menarik lengan high orc itu dengan sangat kuat.


Tapi, high orc Mage memiliki kekuatan fisik yang cukup baik. Walaupun awalnya ia terkejut dan sempat tertarik, ia segera menarik kembali lengannya dan bergerak kembali untuk menusukkan pasak pada boneka.


Alvin tentu saja tidak membiarkan monster itu menyiksanya lagi. Ia mendahului makhluk itu dan menembakkan sihir lidah api ke tangan yang memegang pasak itu hingga mencegah high orc Mage untuk menusukkan pasak ke bonekanya.


《"Hei apa yang kau lakukan?! Lindungi aku!"》umpat high orc Mage pada high orc Healer yang ia anggap sangat lambat memberinya sihir pelindung lagi.


High orc Mage akhirnya menoleh pada kawannya yang entah kenapa tidak mengirimkan sihir pelindung padanya padahal ia sudah sangat terdesak.


Pada saat itulah ia baru tahu bahwa high orc Healer sedang disibukkan oleh puluhan nyamuk dan belalang sembah yang sudah Alvin kirimkan padanya secara diam-diam saat ia berpura-pura meringis kesakitan tadi.


《"Darimana datangnya makhluk-makhluk itu?!"》


Blassshhhh...!


Karena lengah, high orc Mage akhirnya terkena serangan sihir es. Berhasil dengan serangan itu, Alvin kemudian dengan cepat melompat dan menyambar boneka di tangan lawan, lalu melemparkan boneka itu ke langit-langit gua dan melekatkannya disana dengan jaringnya.


Alvin ingin menyerang high orc Mage lagi. Tapi, ia tiba-tiba merasakan aura sihir kuat mendekatinya dari arah belakang.


["Biarkan saja. Anggap investasi."]


'Bicara memang mudah!'


"Arghhh...!"


Bos Dungeon yang sudah berhasil melepaskan diri dari jerat es, langsung menyerang Alvin yang lengah dan ia pun berhasil menghujamkan belati nya di pinggang Alvin.


Ia kemudian membalikkan tubuh Alvin dan menghujamkan belatinya lagi ke perut pria itu hingga menembus ke pingganggnya.


Setelah melihat Alvin jatuh terkapar dan kembali meringis kesakitan, ia kemudian menendang tubuh Alvin hingga terbang jauh sampai akhirnya menabrak dinding gua.


Bos Dungeon kemudian menghampiri high orc penyihir dan melepaskan semua jerat jaring dan menghancurkan es yang membekukan tubuhnya.


《"Kau terlalu lama bermain-main!"》umpat bos Dungeon.


《"M-maaf, tuan..."》


《"Tsk... Sudahlah...!"》


Setelah membebaskan bawahannya, monster itu menatap ke arah Alvin lagi dan hendak pergi untuk memenggal lehernya. Namun, teriakan seseorang dari arah belakang membuatnya membatalkan niat itu.


“Alvin…!”


Melihat Alvin sudah tidak berdaya, Ivory berusaha melepaskan jeratan jaring laba-laba di tubuhnya. Tapi jeratan itu sangat kuat hingga ia pun akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu.


Bukan hanya Ivory. Hunter lain pun akhirnya berusaha untuk melepaskan jaring yang melekatkan tubuh mereka di dinding gua saat bos Dungeon yang sedang tertawa terkekeh itu berjalan menghampiri mereka.


Tawa makhluk itu semakin nyaring saat ia melihat ketakutan di wajah hunter-hunter itu. Ia kemudian menatap ke arah salah satu hunter yang terlihat paling ketakutan lalu menggores perut hunter itu dengan belatinya.


Edmund meringis menahan sakit saat belati membelah perutnya. Ia ingin berteriak tapi ia juga takut jika monster itu tidak suka pada teriakannya dan bisa saja langsung membunuhnya.


Monster itu kemudian meraih salah satu hunter dengan maksud ingin memenggalnya. Namun, saat bos Dungeon itu baru hendak memenggal kepala hunter itu, ia tiba-tiba dikejutkan oleh suara teriak kesakitan yang sangat pilu dari arah belakangnya.


Ia kaget saat melihat high orc Mage menggelepar-gelepar ditengah gua dengan wajahnya yang sudah menghitam.


《“Apa yang terjadi?”》

__ADS_1


《“Tsk… Menunggu racun bekerja pada monster yang hampir berperingkat S ternyata membutuhkan waktu yang lama,”》ucap Alvin sambil berusaha bangkit berdiri dari lantai gua.


《“A-apa…?"》


《"Dia sudah mengambil darahku yang sangat beracun. Aku sejak tadi hanya bermain-main untuk menunggu racun itu bere...ak...si..."》


Alvin tiba-tiba terdiam.


Ia menatap bos Dungeon dengan bingung.


Ia kemudian mengalihkan tatapannya untuk melihat reaksi hunter-hunter yang masih melekat di dinding, yang kini memerhatikannya dengan tatapan linglung.


'Apa aku berbicara dengan bahasa mereka?'


["Ya."]


Saat Alvin dan bos Dungeon masih kebingungan dengan Alvin yang bisa berbicara dalam bahasa orc, gua yang sebelumnya terang benderang karena sihir dari high orc Mage tiba-tiba menjadi gelap gulita.


《"A-apa yang terjadi? Apa disini ada pemadaman listrik?"》


["Kau bodoh!"]





《"Ah... begit... Woah...!!!"》


Saat Sistem baru saja memberikan night vision pada kedua mata Alvin, gua itu tiba-tiba kembali terang benderang saat bos Dungeon menggunakan sihirnya untuk menerangi seluruh ruangan.


《"Sialan, mataku bisa rusak. Kau bajingan!"》


《"Bagaimana kau bisa bicara dengan bahasa kami?”》tanya bos Dungeon yang tidak memerdulikan umpatan Alvin.


Ia juga justru lebih tertarik pada hal itu dan bahkan tidak memerdulikan pengikut setianya yang sudah tewas keracunan sedangkan yang lainnya juga sudah hampir mati dikeroyok nyamuk dan belalang sembah.


Alvin tersenyum kaku. Ia mengabaikan pertanyaan itu tapi dia juga menanyakan hal yang sama pada Sistem.


'Bagaimana bisa aku berbicara dengan bahasa orc?'


[“Berterimakasihlah pada Rimi. Dia membuatmu bisa menguasai dua bahasa sekarang.”]


'Haruskah aku berterimakasih karena bisa berbicara dengan bahasa monster?'


[“Tentu saja. Dengan otakmu yang terbatas itu, kau tidak akan bisa mempelajari bahasa aneh mereka walaupun kau menghafalkannya sampai muntah darah.”]


'…'



'Y-ya... Terima kasih.'


.........


Alvin menegakkan tubuhnya. Ia kemudian berjalan perlahan ke tengah-tengah gua, menghampiri mayat high orc Mage yang sudah hangus oleh racunnya.


《“Kau malah menanyakan itu? Kenapa kau tidak bertanya bagaimana anak buahmu itu sampai bisa terkena racun?”》


《“Apa?”》


Sambil terus berjalan Alvin sengaja menegakkan tubuhnya agar bos Dungeon melihat luka diperutnya yang telah pulih saat ia naik level.


Niat Alvin untuk membuat kaget lawannya berhasil. Bukan hanya monster itu. Hunter-hunter yang sedang melekat di dinding juga terkejut saat melihat semua luka Alvin telah pulih dan ia juga terlihat sagat segar bugar.


《“Siapa yang menyembuhkannya?”》


Melihat luka di perut lawannya tiba-tiba menutup, bos Dungeon itu memerhatikan sekelilingnya, mencari makhluk yang mungkin telah mengirimkan sihir penyembuh padanya. Namun, ia tidak menemukan siapapun lagi selain hunter yang kini sedang terjerat jaring dan tak berdaya di dekatnya.


Baru menyadari bahwa lawannya berbahaya, bos Dungeon akhirnya menggunakan salah satu hunter untuk mengancam Alvin.

__ADS_1


《"Diam di tempatmu atau aku akan membunuhnya!"》


__ADS_2