
Alvin dan Mina terjaga saat masih dini hari setelah mereka mendengar ada gerak-gerik mencurigakan di luar rumah tempat mereka bermalam.
Awalnya mereka ingin langsung keluar dan menyergap orang-orang itu, namun Mina pada akhirnya mencegah Alvin melakukannya.
"Jangan di serang."
"Aku tidak akan membunuh mereka."
"Bukan, bukan karena kau tidak boleh ikut campur. Ayo kita keluar dulu."
Alvin mengikuti Mina yang sudah berjalan terlebih dahulu menuju pintu dan membukanya, lalu melihat Ronald, Zhu Ming, Liu Gong, Mira, Steven dan Jester berada di halaman rumah dengan wajah mereka yang tampak pucat.
'Mereka hampir kehabisan energi Mana. Apa mereka mengikuti kami?'
"Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian membuntuti kami?" tanya Mina dengan nada dingin.
"Ma-maafkan kami...," ucap Zhu Ming dengan napas tersengal.
Setelah melakukan perjalanan selama hampir 48 jam dengan berlari tanpa henti, keenam hunter itu hampir mati kelelahan.
Awalnya mereka ingin beristirahat, namun saat dari kejauhan melihat tembok desa Gernalda yang telah runtuh, mereka mengurungkan niat tersebut dan terus melanjutkan perjalanan untuk memeriksa apa yang terjadi.
Tadinya mereka mengira ada desa lain yang menyerang desa tersebut. Namun, saat tidak menemukan adanya jejak pasukan dari desa lain, mereka mulai kebingungan dan berkeliling untuk memeriksa kondisi desa yang telah hancur itu dan menemukan sebuah rumah yang masih berdiri tegak dengan tidak disengaja.
"A-apa Anda berdua yang menyerang desa ini?" tanya Ronald dengan suara parau.
Walaupun pria paruh baya itu masih bisa berdiri seperti Zhu Ming, namun ia hampir kehabisan energi Mana juga setelah menggunakannya untuk berlari.
"Ya," sahut Mina. Ekspresinya masih sama dinginnya seperti sebelumnya, tidak merasakan kasihan pada hunter-hunter dari desanya yang tampak kelelahan.
"Untuk apa kalian mengikuti kami?" Mina bertanya balik.
Ronald dan Zhu Ming bertatapan beberapa saat sebelum Zhu Ming menjawab pertanyaan itu, "Apakah Anda mau menjadi bagian kami?"
"Anda meminta saya untuk menjadi pelindung Anda semua?"
Glup...
Zhu Ming melirik Ronald yang sedang menatap Mina dengan mulut terbuka. Apa yang Mina katakan terlalu berterus terang, membuat pria paruh baya itu kaget dengan sifatnya.
"Saya tahu kenapa Anda semua ingin bergabung bersama saya. Anda ingin bertahan hidup sampai semua keluarga Anda datang ke sini, kan?" ucap Mina lagi.
Kalimat terus terangnya itu membuat semua hunter menatapnya dengan canggung.
Walaupun apa yang Mina katakan adalah sebuah kebenaran, namun kesombongan dalam kata-kata gadis itu membuat Zhu Ming merasa tidak nyaman.
Dia ingin mengajak Mina bergabung bersama mereka. Namun, cara Mina berbicara seolah-olah mengatakan jika merekalah yang ingin bergabung bersamanya dan membutuhkan bantuannya untuk bertahan hidup.
Walaupun Zhu Ming merasa tidak senang dengan sikap Mina, apa yang Mina katakan sebenarnya sangat tepat.
__ADS_1
Mereka membutuhkan Mina untuk bertahan hidup sampai semua anggota keluarga mereka datang dan mereka bisa melindunginya juga.
.........
Karena tidak ada yang menjawab pertanyaannya, Mina pun mengajak Alvin untuk pergi melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi quest berikutnya.
"Tunggu... Anda mau pergi?"
"Masih ada beberapa quest yang harus kami selesaikan," sahut Mina tanpa menoleh.
"Tu-tunggu...," Ronald buru-buru menyusul sambil mengeluarkan 6 plat quest yang ukurannya lebih kecil dibandingkan plat quest milik Mina. "Kami juga harus ikut. Kami mengambil quest yang sama seperti yang Anda ambil," ucap Ronald dengan tergesa.
Mina berpaling, menatap plat quest di tangan Ronald. Ia tahu, itu hanyalah plat quest pendukung.
Mereka tidak akan mendapatkan hadiah apa pun jika questnya berhasil ditaklukkan karena plat itu hanyalah sarana untuk bisa pergi melewati batas-batas desa.
"Saya tahu Anda punya plat pendukung untuk pergi melewati batas desa dan hendak membantu saya."
"Y-ya... Kami... memang harus membantu Anda. Tapi..., bisakah kita beristirahat sebentar?"
"Saya tidak membutuhkan kalian," sahut Mina sembari menyapu keadaan desa yang hancur lebur dengan tatapannya, seolah hendak menunjukkannya pada Ronald bahwa ia memang tidak membutuhkan bantuan mereka sama sekali. "Dan lagi, quest kalian juga akan selesai begitu saya menyelesaikan semuanya."
"Y-ya... Tapi..."
"Sampai jumpa," Mina berpaling lalu mengajak Alvin untuk melanjutkan perjalanan mereka tanpa memerdulikan lagi keenam hunter itu.
.........
"Mereka membutuhkanku, harusnya mereka langsung saja meminta izin untuk bergabung bersamaku. Terlalu jual mahal."
"Tapi kau memang ingin melindungi mereka, kan?"
"Bukan berarti aku mengizinkan mereka ikut denganku jika aku sedang menjalankan quest. Merepotkan saja. Aku bisa melindungi mereka, tapi aku tidak akan sabar menunggu bagaimana lambatnya mereka dalam perjalanan."
"Kau benar," Alvin tertawa. Akan membosankan jika harus berlari dengan kecepatan keenam hunter itu.
......................
Sama seperti sebelumnya, keduanya tiba di sebuah desa saat hari memasuki senja.
Dari situ Alvin bisa menyimpulkan bahwa pencipta planet sudah menentukan jarak yang sama antar desa.
'Apa jaraknya dibuat sejauh ini agar mereka tidak berperang setiap hari?'
Apa yang Alvin pikirkan memang benar. Ada jarak yang cukup jauh antar desa. Jika jarak itu ditempuh dengan normal seperti para penyerang desa Korda, akan membutuhkan waktu 5 hari perjalanan dengan berlari untuk mencapai sebuah desa.
Jika jarak itu ditempuh secara paksa seperti yang Ronald dan rekan-rekannya lakukan, seseorang memang akan tiba di desa tujuan dengan waktu hanya dua hari.
Namun, mereka pasti akan langsung tewas setelahnya karena pihak lain akan bisa menghabisi mereka yang kehabisan energi Mana dengan mudah.
__ADS_1
.........
Seperti sebelumnya, Alvin dan Mina memantau situasi desa dari atas sebuah pohon.
Di dalam desa itu, hampir semua makhluk sedang asik melakukan judi dadu dengan mempertaruhkan ransum mereka, seperti yang pernah Alvin lihat saat baru pertama kali masuk ke menara desa Korda.
"Sarang penjudi?"
"Desa ini memang dikhususkan untuk makhluk yang semasa hidupnya suka berjudi."
Mina kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya pada desa itu. Setelah mantra sihir terucap dari mulutnya, hujan paku sihir pun jatuh meratakan desa. Kali ini, Mina tidak meninggalkan satupun rumah untuk mereka bermalam.
Seperti sebelumnya, Mina pergi ke reruntuhan menara untuk mencari buku daftar penghuni desa dan mencari apakah Chris Maxwell ada di sana.
"Dia juga tidak ada di sini."
"Mungkin dia masih hidup."
"Bisa jadi..."
Alvin memandang sekitar, mencari sebuah bangunan yang mungkin Mina tinggalkan.
"Kita tidak bermalam?"
"Tidak. Mereka mungkin akan datang lagi besok pagi dan terus mengikuti kita."
Setelah Mina mengambil hadiah quest, mereka pun melanjutkan perjalanan ke desa berikutnya.
Keduanya tiba di desa berikut pada pagi hari.
Sama seperti yang sudah-sudah, keduanya mencari pohon tinggi untuk memantau keadaan desa.
Tapi, karena kali ini mereka tiba saat hari masih terang, saat penjagaan benteng masih ketat, para penjaga di atas benteng bisa melihat pergerakan mereka.
Mina buru-buru bersembunyi di balik pohon sementara Alvin mengaktifkan ghost skill untuk menghilang.
"Skill itu sangat efektif," ucap Mina sembari tersenyum senang.
Alvin mengirimkan sihir ghost skill pada Mina untuk membuatnya juga tidak terlihat sama seperti dirinya, karena ghost skill bisa di bagikan oleh pengguna pada orang lain selama skill itu aktif.
"Kau juga sudah tidak terlihat."
Mina mengangguk pelan. Saat Alvin tiba-tiba terlihat olehnya, ia tahu jika Alvin sudah membagikan sihir dari skill itu padanya.
Mina kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya pada desa di hadapan mereka untuk memberikan serangan sihir.
Namun, ia tidak sempat melakukan serangan tersebut saat sebuah kekuatan yang sangat besar tiba-tiba datang menarik dan menerbangkannya, juga Alvin, kembali menuju ke arah desa tempat mereka berasal.
.........
__ADS_1