
"Bro... Apa itu kau?" tanya Jack, saat melihat jejak kaki di atas rerumputan tinggi dihadapan mereka.
Ia tidak sendiri. Ada Ivory dan Lex juga bersamanya.
Kedua hunter itu masih menatap takjub pada kaki laba-laba raksasa yang sedikit lebih besar dan tebal dibandingkan sebuah tiang listrik, sedang berjatuhan dari udara.
Karena ketiga hunter itu ada bersamanya, Alvin akhirnya menonaktifkan stealth nya.
"Anda semua mau ikut bersamaku atau menunggu disini?" tanya Alvin pada mereka.
Ketiga hunter itu tentu saja memilih untuk mengikutinya, ingin menyaksikan bagaimana cara ia menghabisi seluruh monster.
.........
Di lokasi berikutnya, Alvin menghabisi semua laba-laba raksasa dengan menggunakan jaringnya saja.
Setelah banyak mengalami kenaikan level, status-statusnya meningkat. Ia juga memiliki attack dan speed booster. Jadi, Alvin bisa mengeluarkan spider webs jauh lebih cepat dibandingkan ratusan laba-laba di tempat itu.
Jangkauan jaringnya juga bertambah luas. Dengan semua statusnya, kekuatan jaringnya pun sangat jauh lebih kuat dibandingkan beberapa minggu lalu.
Dengan jaringnya saja, ia dapat meremukkan seluruh tubuh laba-laba raksasa itu secara bersamaan. Ratusan laba-laba raksasa akhirnya mati disaat yang bersamaan.
Alvin sudah berjalan lagi untuk pergi ke lokasi berikutnya. Tapi, ia lagi-lagi menghentikan langkah kakinya saat melihat ketiga hunter itu belum bergerak sama sekali dari tempat mereka semula.
Alvin menatap mereka, yang dengan seragam masih ternganga lebar dan berdiri membeku ditempat mereka.
"Ayo kita pergi," ucap Alvin. Ia kemudian berbalik dan pergi meninggalkan mereka, saat tidak mendapat jawaban apa pun dari ketiganya.
"Ada apa dengan mereka? Aku dulu tidak seperti itu saat melihat hunter yang jauh lebih hebat dariku."
["Sejauh apa? Paling-paling cuma hunter peringkat D yang pernah kau lihat, kan?"]
Alvin diam sebentar, mengingat-ingat hunter yang dulu menjadi penyerang di tim raidnya.
"Kau benar."
["Tsk... Tentu saja kau tidak akan takjub."]
Jack, Ivory dan Lex akhirnya tersadar dari rasa syok mereka saat Alvin sudah pergi cukup jauh dan mereka pun berlari mengejarnya.
.........
"Bro... Kau sangat kuat. Apa kau sebenarnya peringkat S?" tanya Jack yang saat ini berjalan disebelahnya.
"Belum. Aku masih peringkat A," sahut Alvin tanpa menunjukkan ekspresi apa pun karena memang itulah peringkatnya dalam jendela status.
Jack menoleh untuk menatap Ivory dan Lex bergantian tanpa mengucapkan apa pun.
Mereka benar-benar tidak memercayai jawaban Alvin. Menurut mereka, jika Alvin peringkat A, lalu peringkat apakah mereka?
__ADS_1
Mereka bahkan cuma berhasil membunuh sekitar 10 laba-laba raksasa setelah bertarung secara gerilya selama 4 hari 4 malam. Sedangkan Alvin membunuh mereka semua hanya dalam 1 kali serangan saja.
'Dia pasti peringkat S.'
.........
Sama dengan dilokasi sebelumnya, Alvin menghabisi semua monster dilokasi ketiga sampai ketujuh hanya dengan menggunakan spider webs saja.
Tapi, karena monster-monster yang berada di lokasi terakhir ini jauh lebih kuat dibandingkan di 6 lokasi lainnya, ia harus menggunakan energi Mana yang agak besar untuk bisa meremukkan tubuh mereka.
.........
Kejutan lain ketiga hunter itu lihat saat Alvin membangkitkan kembali ratusan laba-laba raksasa yang sudah tewas saat ia menggunakan skill insect conqueror untuk membangkitkan mereka.
Apalagi saat mereka melihat sebuah gerbang sihir besar terbuka dan saat Alvin menunjuk ke arah gerbang. Semua laba-laba raksasa beracun yang mengerikan itu langsung pergi kedalamnya.
"Apa-apaan itu? Apa nyamuk-nyamuk dan belalang raaksasa dulu itu juga makhluk yang ia bangkitkan?" ucap Lex, berbisik pada Jack dan Ivory.
'Aku baru dapat 150 laba-laba. Masih ada kapasitas untuk 750 serangga. Apa ku ambil saja laba-laba di lokasi sebelumnya?'
["Ya. Ambillah sampai kapasitas mencapai 500. Sisa mayat monsternya masih banyak untuk dijadikan perlengkapan raid."]
'Baiklah.'
......................
Mereka akhirnya tiba di wilayah bos Dungeon. Seperti biasa, bos Dungeon peringkat A selalu memiliki dua pendamping yang mengawalnya. Dua laba-laba raksasa pendamping itu besarnya hampir menyerupai bos Dungeon. Kekuatan sihir yang mereka miliki juga hampir menyamai milik bos nya juga.
Setelah itu, ia menjerat ketiga monster itu dengan jaring lalu maju menyerang bos Dungeon yang memiliki tubuh hampir sebesar sebuah bukit itu dengan job Warrior.
["Apa yang kau lakukan? Kau tinggal menghancurkan mereka dengan jaring atau menghanguskannya dengan sambaran petir. Tidak akan sampai..."]
Slash...!
Belum sempat Mina menyelesaikan kalimatnya, Alvin sudah menebas dan memenggal bagian kepala monster itu dengan pedangnya.
Setelah menghabisi bos Dungeon tersebut, barulah Alvin meremukkan tubuh dua monster pendamping dengan spider webs nya.
"Aku cuma mau menguji daya serang Warrior setelah mendapatkan attack booster." Sahut Alvin terlambat.
["..."]
Hanya dalam sekejap, ketiga monster mengerikan itu tewas dengan sangat mudah.
.........
Lex Brown menyapu keringat dingin di keningnya yang keriput, sambil memerhatikan 3 makhluk raksasa yang sudah kehilangan nyawa mereka dengan tatapan linglung.
"Ini benar-benar gila. Aku tahu level monster-monster ini sama dengan high orc tempo hari. Tapi bagaimana bisa dia membunuh mereka semua semudah ini?" pikir Lex, yang tidak tahu bahwa Alvin bisa mendapatkan kenaikan level dengan quest yang ia jalankan dari Sistem, hingga ia bertumbuh menjadi lebih kuat dengan sangat cepat.
__ADS_1
Lex menoleh pada Ivory yang langsung tersenyum kaku saat malu terpergok sedang membuka mulutnya lebar sambil menatap keadaan dihadapan mereka.
"Tidak usah merasa berkecil hati. Dia saja yang tidak normal, nona Cruz," ucap Lex sambil membuat sebuah senyum kaku yang sama.
.........
"Bro... Aku tahu kau kuat. Tapi... Apa kau sudah berkembang lagi dari saat itu?" tanya Jack, satu-satunya orang yang berani mendekati Alvin. Ia kemudian melanjutkan, "Dan monster-monster itu... Bagaimana caramu menghidupkan mereka kembali?" tanya Jack lagi, sambil menunjuk ke arah belakang, arah dimana area ketujuh berada.
Alvin hanya menganggkat kedua pundaknya tanpa menyahuti pertanyaan itu.
Ia kemudian berjongkok, mengambil kristal berwarna hijau lumut yang baru saja keluar dari tubuh monster.
...°•°•°•°•°•°•°...
...Item Name : Spider Feather...
...Rarity Level : A+...
...Function : Increases resistance to physical attacks...
...•°•°•°•°•°•°•...
"Memperkuat pertahanan dari serangan fisik?" ucap Alvin pelan. Ia agak bingung dengan fungsi item yang baru didapatkannya itu.
"Y-ya?"
Alvin menoleh pada Jack yang mengira ia sedang berbicara padanya.
"Bisakah beri aku waktu untuk sendiri?"
Jack terdiam sebentar, melihat kristal di tangan Alvin, lalu mengangguk pelan dan pergi menjauh.
"Kenapa ketahanan fisik makhluk ini tidak begitu kuat? Bukankah aku mendapatkan item untuk menambah ketahanan dari serangan fisik? Ini tidak seperti saat aku melawan golem," tanya Alvin pada Mina.
["Ketahanan untuk serangan fisik monster ini sebenarnya cukup kuat. Tapi tidak berarti bagimu karena kau memiliki attack booster."]
"Begitu..."
Alvin kemudian memecahkan kristal ditangannya untuk menyerap kekuatan dari item.
Ia menatap kedua tangannya, membayangkan kekuatan besar yang dimilikinya.
Alvin memang tahu dan merasakan perkembangannya selama dua bulan belakangan ini setelah ia mendapatkan bantuan Sistem untuk mengembangkan kekuatannya, namun ia tidak menyangka akan maju pesat secepat ini.
Sebelumnya, ia mengira kekuatannya hanya sepantaran hunter-hunter peringkat A itu karena ia juga peringkat A. Ia mengira bisa mengalahkan monster-monster karena keberagaman skill yang dimilikinya, juga karena ia bisa mengganti job dengan sesuka hati.
Tapi, ia akhirnya menyadari bahwa kekuatannya jauh di atas hunter-hunter peringkat A normal yang sedang terdiam di belakangnya sambil menatap tak percaya pada dirinya.
Alvin menatap mayat bos Dungeon. Sambil membangkitkan monster itu untuk dijadikan pasukan serangganya, ia kemudian membayangkan wajah Norman Lewis dan putra sulungnya, Duncan.
__ADS_1
"Apakah aku sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan mereka?"
...****************...