Hunter System

Hunter System
Bab 71 - Gerbang Di Depan Mansion


__ADS_3

Alvin menatap barikade yang dibentuk oleh pasukan militer dari kejauhan, dari tempat taksi yang ia tumpangi menurunkannya, walaupun ia masih berjarak 5 kilometer dari area gerbang berada.


Alvin memang sudah bisa menebak barikade itu ada tapi tidak mengira bakal berjarak 5 kilometer dari gerbang.


Untungnya dia memiliki stealth skill, dengan skill itu dia tidak perlu repot-repot mencari jalan masuk, sama seperti saat ia masuk ke komplek perumahan elit ini tempo hari.


Tanpa terlihat oleh siapapun, Alvin melompati barikade itu dengan menggunakan spider webs yang ia sangkutkan di lampu-lampu jalan. Lalu, dengan speed booster yang baru saja upgrade, ia sudah tiba didepan gerbang hanya dalam 3 menit saja.


'Gila. Apa aku hampir secepat mobil balap? Padahal aku tidak berlari terlalu kencang.'


["Kau baru bisa dikatakan hampir secepat mobil balap jika sampai kesini dalam beberapa detik."]


"..."


.........


Alvin berjalan perlahan melewati semua orang dengan berhati-hati agar tidak bersentuhan dengan siapapun. Ia memang tidak terlihat dan langkah kakinya sangat ringan yang membuatnya tidak mengkhawatirkan akan kelihatan atau terdengar. Tapi, orang akan curiga jika menabrak sesuatu yang tak terlihat.


Alvin berhenti sebentar di tempat yang agak sepi dan melihat kekacauan yang terjadi di depan gerbang itu.


Kekacauan yang bukan hanya karena banyak orang yang terluka saja, namun terutama karena wajah kacau dan frustasi semua orang, terutama para hunter top Kota T.


Ia juga melihat Ivory, Jack dan Lex duduk dengan tatapan kosong. Keputusasaan juga tampak di wajah mereka.


Alvin kemudian menoleh ke arah bawah, pada pria kaya yang tampak berusaha menyembunyikan wajah menangisnya sambil memegangi lengannya yang terputus, yang telah diperban seadanya.


Entah ia harus merasa senang atau merasa iba melihat orang angkuh itu kini tampak sangat menyedihkan.


Alvin akhirnya pergi menuju gerbang, melewati seorang pria paruh baya yang sekilas memiliki wajah yang mirip dengan Ivory.


Ia hampir saja masuk ke dalam gerbang saat menyadari ada sesuatu yang salah.


Ia kemudian berbalik. Menatap pria paruh baya itu, yang sedang menangis menatap bangunan megah di kejauhan.


'Apa dia ini ayah nona Cruz? Kenapa dia ada disini?'


Alvin juga menoleh lagi Billy.


'Dia juga... Kenapa mereka tidak pergi ke pabrik itu saja? Bukankah lebih baik mereka fokus di wilayah mereka saja?'


Alvin akhirnya mengikuti arah tatapan pria paruh baya yang sedang berdiri didekatnya itu dan menatap ke arah mansion megah yang pernah ia kagumi beberapa hari lalu.


'Astaga. Ini rumah mereka, kan?'


["Sepertinya begitu."]


'Sial! Harusnya aku tidak kesini! Apa kutunggu Dungeon Break saja?'



'Hah?'




'Rimi. Kenapa kau sangat baik hati?'



'Aku tidak memuji. Itu sarkas.'


<...>

__ADS_1


["Lakukan saja."]


Alvin sebenarnya tidak penasaran pada hadiahnya. Ia justru penasaran pada hukuman apa yang akan ia dapat jika tidak mengambil subquest. Jadi, ia membuka jendela subquestnya.


...•••●●●•••...


...Subquest...


...Menyelesaikan Dua Dungeon Peringkat A...


...Batas Waktu Yang Diberikan : 2 hari...


...••••••••••...


...Hadiah :...


...1. Rimi Item...


...2. ???...


...••••••••••...


...Hukuman Kegagalan :...


...- Pemberatan tubuh selama 36 jam...


...•••●●●•••...


'Rimi item?'


["Itu item milik Rimi. Dia yang membuatnya secara khusus."]


'Wow! Tapi tetap saja aku...'


Alvin akhirnya melihat hukuman yang harus ia terima jika gagal dalam subquest. Itulah tujuannya membuka jendela subquest tersebut.


Ia langsung ingat bagaimana harus buang air besar dan kecil di atas ranjang karena pemberatan tubuh itu.


Alvin tadinya ingin membiarkan dulu sampai terjadi Dungeon Break saat menyadari bahwa mansion itu adalah milik keluarga Cruz. Ia bahkan rela jika harus kehilangan Rimi item untuk melihat keluarga Cruz kehilangan kediaman mewah tersebut.


Dengan perasaan kesal, ia kemudian menendang kaki Zayn Cruz yang berdiri di dekatnya hingga pria paruh baya itu jatuh terjerembab dengan wajahnya masuk kedalam rerumputan hijau.


Alvin kemudian berlari kencang, lalu menendang keras tubuh Billy.


Bruaaaakkkkkkk!!!


"Aaaaaaarrrrhhhhhh!!!"


Walaupun sedang dalam mode Mage, karena di mode itulah ia bisa menggunakan stealth, tetap saja daya serang fisiknya cukup kuat karena kecepatan lari sebelum menendang dan latihan fisik yang ia jalani.


Belum lagi ditambah dengan attack booster, yang pada akhirnya menyebabkan SUV tempat Billy bersandar, remuk. Demikian pula dengan tulang-tulang rusuk Billy, tempat Alvin menyarangkan sepakan kerasnya.


Melihat kejadian itu, tentu saja membuat semua orang yang berada ditempat itu terkejut.


Walaupun awalnya orang-orang itu merasa bingung dan sedikit takut, pada akhirnya mereka berdiri juga dan berlari untuk memeriksa keadaan Zayn dan Billy Cruz.


Hanya Ivory, Jack dan Lex saja yang berdiri setelah melihat kejadian itu namun tidak pergi menghampiri kedua pria dari keluarga Cruz itu.


Ekspresi keputusasaan seketika itu juga langsung menghilang dari wajah mereka, digantikan oleh ekspresi senang, bersyukur karena tahu Alvin sudah datang.


......................


["Untung saja kau tidak menggunakan job Warrior. Jika tidak dia akan mati."]

__ADS_1


"Aku justru menyesali kenapa stealth ini tidak berada di job Warrior atau Assassin."


Alvin membuka peta Dungeonnya, melihat 7 lokasi monster yang tersisa berada, sementara monster dilokasi kedelapan sekarang sedang berada di dekat gerbang setelah mereka tadinya mengejar para hunter yang melarikan diri.


["Kau akan mendapatkan banyak uang nanti. Kau sudah mengoleksi banyak mayat monster dari 3 Dungeon peringkat A, belum di tambah 2 Dungeon yang akan kau tangani."]


"Senang mendengarnya."


Alvin membuka jendela Mage skill, lalu memerhatikan skill utama yang baru terbuka setelah ia menyelesaikan quest level 71.


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...


...Mage Lv. 3...


...Main Skill...


...• Ice Dew...


...• Flame...


...• Thunderbolt...


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...


...Hidden Skill...


...• Poison...


...• Insect Conqueror...


...• Imitator...


...- Spider Webs...


...- Stealth...


...- Voodoo...


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...


"Thunderbolt? Apa ini akan sekeren namanya?"


["Bukan ide yang bagus untuk menggunakannya. Mereka akan mengurangi pemasukanmu."]


"Hah?"


["Cobalah."]


Alvin mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah puluhan laba-laba raksasa dihadapannya.


"Thunderbolt!"


Zlaaarrr... Zlaaaarrr... Zlaaarrr...!!!


"Astaga!"


Petir yang tanpa putus menyambar-nyambar dari kedua telapak tangannya. Sambaran petir itu berkilatan menyambar puluhan laba-laba raksasa itu dan meledakkan tubuh mereka hingga hanya kaki-kakinya saja yang tersisa dan kini berhamburan di udara.


["Yah, setidaknya masih ada sisa-sisa kakinya. Itu cukup besar untuk kubuatkan beberpa puluh tombak."]


"G-gila... Skill ini benar-benar gila! Aku bisa kehilangan mata pencaharian jika menggunakannya!"


["Gunakan saja pada bos Dungeon. Kau mungkin akan menghanguskannya saja tanpa meledakkan tubuhnya."]

__ADS_1


"Y-ya..."


Saat ia ingin pergi ke lokasi kedua, Alvin bisa merasakan aura sihir yang berasal dari arah belakangnya dan itu membuat ia akhirnya mengurungkan niatnya dan berbalik untuk melihat siapa yang telah datang dan menyaksikan apa yang baru saja dilakukannya pada monster-monster raksasa itu.


__ADS_2