
Setelah menonaktifkan ponselnya, Alvin akhirnya bersiap untuk membuka gerbang quest.
Tahu bahwa ia mungkin akan menghabiskan banyak waktu di dalam ruang hologram, Alvin sudah meninggalkan pesan pada Cyntia dan Sam mengenai pandangannya akan kemajuan Asosiasi Kota S.
Tadi malam, Alvin akhirnya tahu bagaimana hebatnya Mina meretas jaringan internet hanya dengan menggunakan laptop pinjaman untuk mencari informasi seseorang yang Mina anggap pantas sebagai penerus Norman Lewis.
Mina meretas sistem data Asosiasi Dunia untuk mengambil bukti bahwa orang yang ia maksudkan itu memang pantas lalu menyerahkannya pada Alvin.
Setelah Alvin membaca semua dokumen yang Mina berikan, ia akhirnya mengirimkan dokumen-dokumen tersebut pada Cyntia dan Sam untuk mereka gunakan sebagai bukti kenapa orang tersebut pantas menggantikan Norman Lewis.
"Semoga semua orang setuju," gumam Alvin sembari membuka gerbang quest level 101 lalu masuk kedalamnya.
......................
Sama seperti biasanya, setelah melewati gerbang, ia langsung mendarat di sebuah lingkaran berdiameter 2 meter. Tapi kali ini, lingkaran itu jauh lebih besar dibanding biasanya.
"Lingkarannya lebih besar dari biasanya?"
["Ini cukup untuk tidur."]
"...Jadi ujian kali ini akan memakan waktu lama seperti tempo hari."
Alvin kemudian menatap ruang hologram itu. Tidak ada makhluk hologram apa pun di sana. Biasanya, akan ada minimal satu lawan yang akan menunggunya untuk memberikan ujian.
"Di mana lawannya?"
["Bukalah peta Dungeon."]
"Apa mereka bisa terlihat?" tanya Alvin heran. Dia sudah pernah mencoba membuka peta saat melawan makhluk hologram tipe Assassin untuk melihat di mana posisinya namun makhluk hologram tidak masuk dalam peta.
["Karena kali ini lawanmu sangat sukar dikalahkan, Rimi akan membantumu."]
Alvin membuka petanya dan melihat titik merah berada tepat di hadapannya, di luar lingkaran.
Alvin terdiam, menatap peta dan dimana makhluk itu harusnya berdiri secara bergantian.
"Stealth?"
["Tidak."]
"Ghost skill?"
["Dia tidak menggunakan skill menghilang apa pun. Dia cuma berlari-lari."]
"Y-ya?"
Mina tersenyum. Sayangnya Alvin tidak bisa melihat senyuman tersebut.
Alvin membuka jendela inventory dan mengambil sebuah pisau kecil dari sana. Ia kemudian melemparkan pisau itu ke arah di mana makhluk tersebut harusnya berada, namun pisau tersebut langsung berbalik padanya begitu sudah terbang keluar dari lingkaran.
Stab...!
__ADS_1
Pisau itu terbang kembali dengan sangat cepat hingga ia tak bisa melihat datangnya pisau untuk bisa menghindarinya.
"F**k!"
Alvin dapat mendengar suara Mina menertawakannya.
Alvin mencabut pisau itu. Darah segar menetes keluar dari perutnya. Ia ingin menggunakan healing skill, namun ia sama sekali tidak bisa menggunakannya.
"Apa-apaan? Kenapa aku tidak bisa menggunakan skill ku?"
["Zona netral kali ini akan menetralkanmu dari menggunakan skill juga."]
"Apa?! Lalu bagaimana caraku menyembuhkan diri?"
["Diluar zona ini."]
"Itu tidak akan sempat jika kecepatan lawanku seperti ini."
["Memang sengaja dilakukan. Karena lawan-lawanmu nanti memiliki kecepatan seperti pengujimu ini. Kau harus bisa menyembuhkan dirimu dengan sangat cepat."]
"Tapi butuh waktu satu detik untuk mengganti job."
["Maka kau harus mencari saat yang tepat untuk melakukannya,"]
["Sudahlah, coba keluar dulu dari zona netral. Coba untuk melawannya dulu. Kau akan semakin mengenal musuhmu jika sudah mencoba bertarung melawannya."]
Glup...
"..."
Alvin menelan ludahnya sekali lagi, lalu berlari keluar dari zona netral.
Ia langsung mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah di mana lawan berada untuk menembakkan thunderbolt. Namun...
Srattt...!
Belum sempat menggunakan sihirnya, kedua pergelangan tangan Alvin sudah putus tanpa ia tahu dan melihat kapan serangan datang padanya.
Srattt... Srattt...!
Setelah serangan pertama, Alvin langsung mendapat serangan kedua yang langsung memenggal kedua kakinya juga.
Tidak sampai di situ, ia juga dapat merasakan bilah dari sebuah benda tajam yang dingin kini menempel di lehernya.
Makhuluk itu secara perlahan menampakkan wujudnya. Mata hologramnya yang putih menatap kedua mata Alvin dengaan tatapan dingin lalu makhluk itu menyeringai dan berbicara dengan nada mengejek.
"Kau sudah mati."
......................
Sebagai perwakilan dari Asosiasi Pusat, Lowe Frostman harus menghadapi protes yang berdatangan dari para pihak hunter Kota S yang menolak penunjukkan seorang ketua Asosiasi baru yang berasal dari Asosiasi Pusat.
__ADS_1
Sudah selama hampir dua minggu ia mendapat kecaman dari para hunter yang datang silih berganti ke kantor sementaranya yang Asosiasi sediakan khusus baginya.
Oleh karena itu hari ini, setelah 2 minggu tewasnya Norman Lewis, Lowe akhirnya menerima seluruh perwakilan dari 10 besar guild di Kota S untuk berbicara secara langsung di kantornya.
Setelah beberapa menit berlalu untuk berbasa-basi, Mark Friedl mulai membahas poin utama pertemuan.
"Menurut saya, cara klasik sangat cocok digunakan untuk penunjukkan seorang ketua Asosiasi di Kota S ini, tuan Frostman," ucap Mark, yang berhasil menyita perhatian semua orang yang duduk di sisi meja berbentuk lingkaran itu padanya.
Mark melanjutkan, "Kota S sudah berdiri sendiri selama puluhan tahun tanpa campur tangan Asosiasi. Juga, kami tidak ingin lagi ada seseorang seperti Norman Lewis menjadi pemimpin para hunter di Kota S."
Lowe mengangguk pelan, lalu menyahutinya, Saya mengerti apa yang Anda maksud, tuan Friedl. Tapi, Anda bisa melihat sendiri bagaimana perkembangan Kota S yang selama ini memisahkan diri dari Asosiasi Pusat. Tidak usah membahas hal berat. Mari kita lihat dari hal sederhana namun sangat penting yang tidak Asosiasi Kota S miliki seperti peralatan Asosiasi yang sudah sangat tertinggal."
"Kami bisa membeli semua peralatan canggih itu nanti. Anda pikir ketua barunya akan sama dengan Norman Lewis?" sahut Mark, memotong Lowe yang sebenarnya masih ingin berbicara.
Lowe tersenyum.
"Anda sepertinya tidak tahu. Anda tidak akan bisa mendapatkan perlengkapan standar yang wajib untuk digunakan para hunter Asosiasi di seluruh dunia itu walaupun Asosiasi Kota S memiliki cukup dana untuk membelinya," ucap Lowe.
Mark mengernyitkan kening.
"Kenapa tidak?"
"Sato Corp. sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan Asosiasi Dunia. Mereka tidak akan menjual perlengkapan standar pada pihak umum selain Asosiasi."
"Maka kami akan membeli dari pihak swasta," sahut Mark.
"Jika Anda melakukannya, maka Anda akan membuat masalah baru. Apa Anda tahu berapa harga jual yang pihak swasta tetapkan? Anda akan mencekik hunter Kota S dengan pajak yang sangat tinggi untuk bisa memenuhi biaya pembelian perlengkapan raid. Bukannya lebih baik, Anda mungkin akan jauh lebih menyusahkan dibandingkan Norman Lewis," sahut Lowe.
Walaupun apa yang ia katakan tampak seperti menggertak, namun Lowe mengucapkannya dengan nada biasa, hingga tidak satupun perwakilan hunter yang ada di ruangan itu merasa seperti ditakut-takuti.
Semua hunter, termasuk Mark, terdiam. Mereka memikirkan apa yang baru saja Lowe katakan dalam diam. Mereka tahu, apa yang Lowe katakan memang benar.
Sam Maxwell, satu dari dua perwakilan guild Maximus yang datang, tiba-tiba berdiri. Semua hunter yang hadir awalnya kaget saat ia mencabut pedangnya. Namun, saat Sam meletakkan pedang itu di atas meja, mereka pun merasa lega.
"Untuk perlengkapan raid, Anda bisa melihat kualitas pedang saya, tuan Frostman. Dengan standar peringkat yang sama dengan buatan Sato Corp. saya rasa kualitas produk dari perusahaan swasta ini jauh lebih unggul," ucap Sam.
Lowe mengambil pedang itu. Ia mengernyitkan kening saat merasakan energi sihir yang terdapat di dalam pedang milik Sam itu.
"Pedang peringkat SS," gumam Lowe setelah bisa mengukur kekuatan pedang.
"Harusnya seperti itu," sahut Sam yang bisa mendengar gumaman itu.
"Ya?"
"Sayangnya, informasi senjata yang perusahaan Rufino berikan pada pedang ini bukan peringkat SS seperti yang Anda katakan. Bagi mereka, ini hanyalah item peringkat S."
"Apa?!"
Sam melanjutkan, "Harganya juga 25% lebih murah dibandingkan harga standar dari Sato Corp. Anda bisa lihat sendiri pada website mereka."
Lowe tercengang. Ia menatap Sam dan pedang di tangannya bergantian, sebelum akhirnya membuka website resmi perusahaan Rufino karena penasaran dengan apa yang Sam katakan.
__ADS_1
.........