
Dari informasi yang Anna dan Mina berikan, Alvin tahu jika Beelzebub masih memiliki perubahan wujud lain.
Wujud berikutnya itulah yang membuat Mina di masa lalu kesulitan menghadapi makhluk itu hingga ia tidak berhasil mengalahkannya. Beelzebub bisa berubah ke wujud itu setelah ia mendapatkan inti Mana dari malaikat keturunan Serafim di pusaran merah.
Karena itu, sebelum Beelzebub merubah wujudnya lagi, Alvin menggunakan sihir gerbang kematian dan memindahkan Beelzebub yang masih dalam proses merubah wujud ke hadapannya untuk langsung menghabisinya.
Ia harus segera membunuhnya sebelum lawan berubah wujud.
Sayangnya, perubahan wujud itu tidak membutuhkan mantra sihir. Beelzebub yang baru muncul dari gerbang kematian sudah berubah ke wujud terakhirnya saat ia melayang di hadapan Alvin.
Otot-otot dan kulit tubuhnya pun menjadi jauh lebih keras dibandingkan cangkang lalat yang tadi melindunginya. Hal itu terbukti dari gagalnya serangan pertama Alvin saat ingin menebas lehernya.
Cakkkk...!
Pasak besi hanya berhasil melukai sedikit leher Beelzebub, padahal Alvin bermaksud untuk langsung memenggalnya.
'Keras juga.'
Alvin justru mendapat serangan balik dari lawan yang kini memiliki kulit tubuh semerah darah dengan otot-otot yang menonjol dari seluruh bagian tubuhnya, juga energi Mana yang berlipat lebih besar dibanding sebelumnya.
Baaaaaaaammmmm!!!
Alvin terpental sejauh puluhan kilometer setelah menerima serangan telak di dadanya.
Setelah serangan itu, Beelzebub menyusulnya.
Ia menembakkan sihir dari kedua telapak tangannya pada Alvin yang baru saja bangkit dari tanah.
Bola semerah darah keluar dari masing-masing telapak tangan lebar Beelzebub lalu menempel di dada Alvin sebelum akhirnya meleleh dan membekukan otot dan darah di tubuhnya.
'Tubuhku terasa berat cuma karena bola darah ini?'
["Sihir pembeku otot dan darah. Ini yang dulu membuatku kesulitan menghadapinya."]
.........
Beelzebub mendatangi Alvin dengan trisula di masing-masing tangannya dan menyarangkan puluhan serangan pada Alvin yang tentu saja berhasil menangkis semua serangan itu dengan kedua pasak besinya.
Tapi, semakin lama, Alvin bisa merasakan kecepatan gerakannya menurun secara perlahan hingga ia mulai kesulitan menangkis serangan Beelzebub yang sebenarnya cukup lamban dalam pengelihatannya.
Sampai akhirnya, gerakan Alvin melambat secara drastis dan serangan Beelzebub berhasil mengenai tubuhnya berkali-kali.
Otot-otot dan darah Alvin telah mulai mengkristal setelah cairan dari bola darah menyerap ke sekujur tubuhnya. Itulah yang membuat tubuhnya kaku.
'Partikelnya bahkan bisa menembus Hunter Equipment, ya...'
["Aku sudah membunuhnya jika tidak."]
__ADS_1
'Begitu. Dia lumayan juga...'
["Tsk..., kau terlalu sombong!"]
.........
Crank… Crank… Crank… Crank…!!!
Bukan dentingan suara logam seperti itu yang sebenarnya Beelzebub harapkan setelah ia berhasil menyarangkan puluhan tusukan trisulanya di tubuh Alvin.
Makhluk berkulit merah darah itu terbelalak dan langsung mundur menjauh setelah menyadari jika ada kekuatan aneh yang sedang melindungi tubuh lawan.
Ia memerhatikan darah yang menempel di kedua kaki Alvin yang ternyata tidak menyentuh tubuh pria itu secara langsung. Ada jarak beberapa centimeter disana. Artinya, ada pelindung tak terlihat yang sedang melindungi tubuh pria itu.
Ia juga melihat partikel skill pembekunya mengendap di antara tubuh Alvin dan tembok transparan yang menyelimuti tubuh pria itu, sebelum menempel di pakaian dan kulitnya.
“Apa-apaan…?”
Beelzebub merapalkan mantra sihir dari skill yang berbeda dari sebelumnya.
Kabut semerah darah menguap dari ujung-ujung jari dan mulutnya yang lebar, lalu menghembus pergi menghinggapi Alvin.
Kabut itu kemudian menempel dan meleleh di sekujur tubuh Alvin yang terlindung oleh Hunter Equipment tak terlihat.
Tidak seperti bola darah tadi, kabut darah menyerap menembus Hunter Equipment dengan jauh lebih cepat dan Alvin langsung bisa merasakan efek skill secara instan. Darah dan otot yang tadinya membeku tiba-tiba terasa panas, namun juga membeku lebih keras secara bersamaan.
'Jadi ini sihir manipulasi darah?'
[“Ini sihir yang sukar untuk kuatasi di masa lalu,”] sahut Mina dengan nada malas.
Alvin mengangkat tatapan dari kedua tangannya yang memerah dan beruap pada kedua mata Beelzebub yang menatapnya dengan penuh selidik.
Beelzebub yang sebelumnya merasakan kepercayaan diri besar sudah tidak menganggap remeh lawannya lagi.
Ia cukup syok melihat lawan yang harusnya membeku dan meledak beberapa detik setelah terkena embun darah itu tampak baik-baik saja.
“Bagaimana kau bisa bertahan dari sihir terkuatku…?”
Alvin tidak menanggapi pertanyaan putus asa itu.
Ya. Dia bisa melihat tatapan putus asa lawan setelah mereka saling bertatapan.
'Dia yang menyerang, dia yang putus asa. Lucu.'
Alvin juga bisa merasakan perasaan mendongkol Mina yang mendengus dengan kasar di dalam kepalanya.
'Jadi inti Mana nenek guru yang sudah menyatu dengan inti Mana kita bisa menjadikanku seperti ini...'
__ADS_1
["Hmmm...,"] sahut Mina. Suaranya terdengar malas.
Dengan menambah sedikit tenaga saja, Alvin akhirnya mulai melawan pembekuan darah yang sudah membuat tubuhnya kaku. Ia bahkan tidak melawan pembukuan itu dengan energi Mana nya. Ia masih menggunakan energi Mana yang terdapat dalam Hunter Equipment saja.
Alvin mengarahkan kedua tangan ke pinggang, sembari menekukkan kedua lutut untuk memasang kuda-kuda bersiap untuk balas menyerang.
“Sihirmu sangat hebat. Guru ku mengakui itu,” ucap Alvin. Yang ia maksud sebagai guru tentu saja Mina, sang Sistem Pemburu.
Sambil memasang kuda-kuda juga, Beelzebub mengernyitkan dahi merahnya, “Gurumu?”
“Seseorang yang pernah bertarung denganmu di masa depan…, atau masa lalu?”
“Kau ingin mengulur waktu kematian dengan mengucapkan sebuah dongeng?”
"Hah? Aku sedang mengulur waktu kematianmu? Bukannya aku sedang memberimu sedikit tambahan waktu untuk bisa hidup? Jangan memaksakan diri untuk terlihat tidak takut."
"Manusia sombong!"
Beelzebub mengerahkan seluruh energi Mana dan memfokuskan energi Mana tersebut pada kedua trisula dan kedua kakinya.
Ia akan memberikan serangan terakhir yang akan diarahkannya pada kepala Alvin, bermaksud untuk langsung meledakkannya, setelah telinganya panas mendengar hinaan berani dari manusia itu.
“Membuat tubuh membeku dengan mengkristalkan otot dan darah…, benar-benar sihir yang sangat berbahaya,” ucap Alvin yang kemudian menyeringai sebelum berbicara kembali, “Sayangnya tubuhku tidak meledak seperti yang kau harapkan."
Bola mata Beelzebub berkilat setelah mendapat hinaan tambahan dari manusia yang dianggapnya sebagai makhluk rendahan.
Rahangnya mengeras. Lalu, dengan sedikit menggeram ia mengucapkan sebuah kalimat sebelum mengadu nyawa.
“Ku akui kau memang memiliki energi Mana yang sangat besar hingga bisa menahan pengkristalan itu. Tapi tidak kali ini,” Beelzebub membungkukkan tubuhnya lebih dalam lagi sebelum berteriak nyaring sembari menyentakkan kakinya, “Matilah makhluk rendahan!”
Dengan jarak yang hanya beberapa meter, Beelzebub sudah tiba di hadapan Alvin hanya dengan satu sentakan kaki. Ia melompat dan melesat secepat kilat, sembari mengarahkan kedua trisulanya ke kepala pria itu.
Tapi, kecepatannya itu tidak terlalu cepat di mata Alvin yang memang menunggunya untuk tiba didekat dirinya sebelum mengerahkan kekuatan besar untuk memberikan satu serangan fatal seperti yang sudah Miyuki ajarkan padanya.
“The Art of Killing, part 3…, End of Life!”
Slashhhh…
Kilatan cahaya biru terbang melintasi leher Beelzebub sebelum cahaya merah yang keluar dari ujung trisula Beelzebub berhasil mendekati kepala Alvin.
Alvin menelengkan kepalanya untuk menghindari sinar merah yang hendak menancap di dahinya, tapi tetap saja terpental setelahnya.
Blashhhh...
Walaupun sinar kemerahan itu tidak berhasil mengenainya secara langsung, namun tidak dengan energi sihir yang berhasil menghantam keras kepalanya hingga harus membuat Alvin terpental sampai belasan kilometer.
Jika bukan karena berbagai macam status defence yang dimilikinya, energi sihir sebesar itu tentu saja akan meledakkan kepala, bahkan tubuh Alvin sekaligus.
__ADS_1
......................