Hunter System

Hunter System
Bab 49 - 5 Pekerjaan Hunter (2)


__ADS_3

"Ngomong-ngomong, kenapa mereka tidak bergerak?"


["Kau lihat di bawah. Kau berada di dalam sebuah lingkaran. Ini adalah zona netral. Selama kau berada disini, mereka tidak akan menyerangmu."]


"Begitu...," Alvin menatap ke lantai lalu melihat jika ia saat ini berada di dalam sebuah lingkaran kecil.


["Sekarang, serang mereka."]


"Sebentar."


["Gemetaranmu akan hilang saat kau sudah bertarung."]


"Tolong diam saja."


.........


Alvin akhirnya mulai mendekati dua makhluk hologram yang masih diam berdiri ditempat mereka semula.


Ia memerhatikan makhluk hologram yang berada di paling belakang yang tidak membawa senjata apa pun selain mengenakan set armor yang menutupi seluruh tubuhnya.


'Mereka seperti hunter. Tapi hunter tipe apa yang dibelakang itu?'


Untuk makhluk hologram yang berdiri di depan, sudah sangat jelas bahwa ia adalah hunter tipe Tank. Alvin bisa menebaknya hanya dari pedang dan perisai besar yang ia bawa di kedua tangannya.


"Apa yang di belakang itu tipe Mage?"


Baru saja mendekat beberapa langkah lagi, makhluk yang berdiri di depan tiba-tiba menoleh pada Alvin. Kedua mata yang sebelumnya gelap tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah menatap Alvin dengan sorot mata yang menakutkan. Tak lama kemudian, makhluk itu akhirnya mulai menerjang.


Wushhh...


Walaupun sangat gugup, namun Alvin berhasil menghindari tebasan pedang makhluk itu dengan melompat mundur.


Hanya sampai disitu, makhluk itu langsung menghentikan serangannya. Ia diam, membungkuk, lalu berlindung di balik perisai besarnya.


Melihat kuda-kuda itu, Alvin langsung bersiaga. Ia mengalihkan perhatiannya lagi dan menatap makhluk yang berada di belakang yang masih diam mematung, karena ia khawatir jika makhluk itu adalah hunter tipe Mage yang mungkin akan menyerang saat ia sedang lengah.


Mereka diam cukup lama sampai Alvin akhirnya memutuskan untuk berlari memutari lawan di depannya dengan shadow step Assassin nya untuk menyerang makhluk mencurigakan di belakang.


Tapi, saat Alvin hampir berhasil mendekati makhluk yang masih berdiri diam mematung itu, entah kenapa fokusnya tiba-tiba beralih pada Tanker tadi.


Alvin kehilangan minatnya sama sekali untuk menyerang makhluk yang diincarnya lalu berbelok untuk menyerang Tanker.


Saat ia sudah berada di hadapan Tanker itu, Tanker tiba-tiba menggeser perisai besar yang menyembunyikan tubuhnya lalu menusukkan pedang di tangan kanannya pada Alvin yang tentu saja sangat terkejut dan terlambat untuk menghindarinya.


Crakkkk...!


"Argh...!"


Wushhh...


Crankkk... Crankkk...!


Tanker terus menyerangnya dengan gerakan lambat namun dengan kekuatan yang cukup untuk membuat kedua tangan Alvin bergetar tiap kali menahan serangan-serangannya.


Merasakan tekanan itu, Alvin melompat mundur menjauh. Ia mengganti job skill nya dan menggunakan sihir es dengan maksud ingin membekukan Tanker itu.


Crashhh...


Tanker berlindung kembali di balik perisai besarnya dan berhasil menghadang serangan Alvin.

__ADS_1


Alvin kembali menyerang dengan spider webs yang ia bentuk seperti sebuah jala untuk menangkap lawannya.


Kali ini serangannya berhasil. Ia berhasil menjerat seluruh tubuh Tanker di dalam jaringnya.


Alvin kembali berlari memutar untuk menyerang Tanker itu dari belakang.


Wushhhh...


Crankkk...!


Kedua mata Alvin melebar saat serangannya dipentalkan oleh gelembung asap hitam yang tiba-tiba muncul di sekitar tubuh Tanker itu. Gelembung asap yang membentuk sebuah balon itu terasa sangat keras di ujung pedang Alvin.


Ia akhrinya mengganti pedang di tangannya dengan belati Miranda dan menyerang Tanker itu lagi dengan puncture skill. Namun, saat ia hampir berhasil menghancurkan pelindung transparan lawan, pelindung itu tiba-tiba mengeras kembali bahkan jauh lebih keras dari sebelumnya.


"Sialan... Bagaimana caraku mengalahkan makhluk ini?"


["Mundurlah."]


"Kenapa?"


["Mundur saja dan pergi kembali kedalam lingkaran. Dia tidak akan mengejarmu saat kau berada di dalam lingkaran."]


Alvin akhirnya menuruti apa yang Sistem katakan.


["Apa kau tidak merasa aneh?"]


"Tentu saja. Dia lambat tapi pelindungnya itu sangat kuat. Belum lagi tebasan pedangnya terasa sangat berat "]


["Bukan itu. Kau tadi ingin menyerang lawan yang berada di belakang, kan?"]


"Apa? Aku tidak...," Alvin terdiam saat ia tiba-tiba menyadari bahwa ia telah melupakan itu. "Y-ya... Aku tadinya ingin menyerang makhluk di belakang. Tapi... Kenapa aku tiba-tiba tidak mengingatnya?"


Kedua mata Alvin melebar.


"Apa aggro skill nya bisa semengerikan itu? Bukannya itu skill bawaan semua Tanker?"


["Ya. Tapi, jika kau mengingat hunter-hunter tipe Tanker diluar sana, mereka tidak bisa membuat lawan sampai kehilangan fokus, kan? Itulah bedanya skill yang benar-benar diatur oleh sebuah Sistem dan yang tidak."]


"Apa maksudmu?"


["Sistem akan memperkuat seluruh skill yang kau miliki. Itulah keunggulanmu karena memiliki kami."]


Alvin mengangguk pelan. "Aku mengerti."


"Tapi, hunter tipe apa yang berdiri di belakangnya?"


["Healer. Dia tadi memberikan buff pada Tanker itu saat kau hampir berhasil menembus pelindungnya. Itu adalah salah satu keahlian Healer dan guna seorang Healer di dalam tim."]


"Begitu..."


Alvin teringat kembali bagaimana dirinya dulu hanya bisa membantu sedikit dengan memberikan healing skill pada kawan yang cidera. Ia tidak memiliki buff skill seperti Healer di depannya itu.


["Kau tidak akan bisa mengalahkan mereka sekarang. Kau harus meningkatkan level terlebih dahulu untuk menaikkan attack power mu,"]


["Aku cukup senang dengan intuisimu. Kau bisa menebak bahwa kau tidak akan bisa menang jika kau langsung mengambil quest sebelum level 65."]


"Tapi, bagaimana aku bisa meningkatkan level ku? Aku sudah berada di dalam sini. Walaupun aku keluar, aku juga tidak bisa menemukan Dungeon yang lebih tinggi dari peringkat C."


["Rimi, buka gerbang ke Dungeon peringkat C masa depan."]

__ADS_1



Setelah Rimi berbicara, di hadapan Alvin tiba-tiba muncul sebuah gerbang Dungeon.


"Ini..."


["Dungeon untuk menaikkan peringkatmu."]


"Kau... Brengsek! Kenapa kau tidak mengatakan sejak awal bahwa kalian akan memberikanku gerbang Dungeon disini?!"


["Kau tidak bertanya."]


"Bagaimana aku bisa bertanya hal yang tidak kuduga seperti itu? Harusnya kau memberitahuku! Bukankah kau Sistem dari masa depan yang akan membantuku?!"


["Oh lihat, kau sudah kembali ceria lagi. Selamat datang kembali, anakku."]


"Siapa yang ceria? Dan aku bukan anakmu!"


......................


Benar seperti apa yang Alvin informasikan, gerbang Dungeon peringkat A terbuka tepat sesuai tanggal dan jam yang Alvin catat di dalam gambarnya.


Tapi, walaupun Asosiasi Kota T sudah mengetahui hal itu, tetap saja mereka kesulitan untuk mencari seorang hunter sewaan peringkat S dari kota lain.


"Apa yang mereka katakan?"


"Mereka meminta pada kita agar kita setidaknya membantu mengirimkan 1 atau 2 hunter peringkat A, pak."


"Lalu, apa yang kau katakan pada mereka?"


"Saya memberitahu mereka untuk menghubungi guild Maximus karena hanya mereka satu-satunya guild yang memiliki 3 hunter peringkat A dalam guild."


Norman Lewis tertawa.


"Bagus. Mari kita lihat bagaimana guild Maximus akan menolak mereka. Jika mereka sampai menolaknya, hubungan kerjasama bisnis guild Maximus dan ZC group mungkin akan terputus. Pada saat itu, sokongan dana guild Maximus mungkin akan melemah,"


"Tapi, jika mereka mengirimkan dua saja hunter peringkat A untuk membantu, saat itulah kita akan datang menyerang guild Maximus."


Norman Lewis tertawa lagi setelah mengucapkan hal itu.


......................


"Apa kita harus menghubungi guild Maximus untuk meminta bantuan mereka, tuan Brown?"


"Jangan lakukan itu. Kau tahu sendiri, mereka ingin memecah belah kemitraan guild Maximus dan ZC group jika guild itu sampai menolak permintaan kita."


"Tapi..., bagaimana jika pimpinan ZC group sendiri yang menghubungi guild Maximus?"


"Karena itu, kau harus menghubungi pimpinan ZC group terlebih dahulu. Katakan padanya untuk tidak usah khawatir. Katakan juga bahwa kita sudah memiliki hunter yang akan membantu kita untuk menaklukan Dungeon itu."


"A-apa?" Kedua mata Jack melebar, "Tapi siapa hunter itu? Apa Anda sudah meminta bantuan pada seseorang, tuan Brown?"


Lex Brown tersenyum penuh arti sambil mengetuk-ngetuk selembar kertas di atas meja kerjanya dimana disana terdapat gambar sebuah peta.


"Alvin Rufino. Dia yang akan membantu kita."


"Apa?!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2