
Alvin menatap hunter yang kepalanya sedang dicengkeram bos Dungeon dengan erat. Ia kemudian tersenyum sinis.
《"Kau boleh membunuhnya."》sahut Alvin. Ia tidak peduli jika bos Dungeon itu meremukkan kepala Joey Garin.
《"Apa?! Kau pikir aku bercan... Hei...!"》
Bos Dungeon terkejut saat Alvin tiba-tiba berbelok arah dan berlari dengan sangat cepat menuju high orc Healer.
Ia melemparkan Joey lalu berlari cepat menyusulnya. Ia tahu, jika Healer nya sampai mati, dia akan kehilangan pendukung yang baik untuk pertarungan.
Alvin mengirimkan jaring pada high orc Healer itu, menariknya, lalu memenggal leher monster itu dengan pedangnya.
Melihat sudah terlambat menyelamatkan pengikutnya itu, bos Dungeon berputar balik. Ia kembali pada para hunter yang sedang terjerat, bermaksud membunuh mereka juga sebagai gantinya.
Namun, langkah kakinya terhenti saat niatnya tiba-tiba teralihkan. Ia kini tidak tertarik lagi pada hunter-hunter itu. Ia kemudian berpaling dan menatap Alvin dengan sangat marah lalu berlari secepat mungkin untuk menyerangnya.
.........
"A-apa yang terjadi?" tanya Jack kebingungan. Ia tahu bahwa monster itu baru saja menatap mereka dengan niat membunuh
"Dia terkena aggro...," sahut Lex.
"Ah, A-anda benar... Dia bisa memiliki skill dari 4 job berbeda."
"Sayang sekali dia tidak memiliki skill dari job Assassin. Bos Dungeon ini tipe Assassin. Dia pasti akan kesulitan menghadapinya." Sahut Revi McCoy sambil tersenyum sinis.
Tapi, Revi langsung terkejut saat Alvin tiba-tiba mengambil dua buah belati dari udara kosong didepan tubuhnya lalu bertarung dengan gaya Assassin.
"D-dia juga bisa menggunakan skill milik job Assassin?!"
Hunter-hunter itu saling bertatapan dengan mata melebar dan mulut yang menganga.
......................
Crannnkkk... Crannnkkk...!!!
Srattt... Sraaattt...!!!
Alvin langsung menangkis tikaman belati monster itu dan malah berhasil memberikan serangan balik cepat ke arah perutnya.
Bos Dungeon yang terkena serangan tiba-tiba karena lengah akibat terkejut saat melihat Alvin mengambil senjata dari udara kosong, langsung melompat mundur.
Tapi ia kembali menyerang dengan gerakan yang jauh lebih cepat.
Alvin mengimbangi kecepatan makhluk itu dan menangkis semua serangannya.
Bos Dungeon yang sangat marah akhirnya menggunakan sihir terkuatnya dan menyerang Alvin dengan sangat ganas dan berhasil mengungguli kecepatannya lalu melukainya beberapa kali.
Srattt... Srattt... Srattt... Srattt...!!!
"Dia sangat cepat."
["Bertahanlah. Dia menggunakan banyak energi Mana. Racun akan segera bereaksi."]
"Ya...," sahut Alvin, yang juga melihat kulit wajah monster itu sudah mulai menggelap.
Bos Dungeon akhirnya menyadari bahwa ia juga telah terkena racun yang berasal dari darah Alvin saat ia tadi menusuk tubuhnya karena saat itu Alvin sedang menggunakan job Mage nya.
Monster itu diam agak lama. Memerhatikan luka-luka sayatan di pundak dan dada Alvin, lalu memerhatikan belati di kedua tangannya.
Ia mengira darah yang ada di belatinya juga beracun. Padahal, saat Alvin sedang berada dalam mode Assassin, darahnya tidak mengandung racun sama sekali.
__ADS_1
《"Kau licik!"》
《"Tidak ada hal licik dalam pertarungan. Dan lagi, bagaimana kau bisa mengatakan orang lain licik sementara kalian tadi mengeroyokku?"》
Mendengar kalimat ejekan itu, bos Dungeon menjadi sangat marah.
Tahu dirinya tak lama lagi akan mati karena racun, ia akhirnya menggunakan skill pamungkasnya.
.........
Tubuh bos Dungeon tiba-tiba menghilang.
"Hah?! Kemana dia?"
["Dia memiliki stealth skill."]
Slash... Slash...!!!
Alvin langsung melindungi jantung dan lehernya saat monster itu tiba-tiba menghilang hingga serangan-serangan tersembunyi lawannya hanya berhasil menggores tangan yang berada di depan lehernya.
"Tsk... Ini mudah...," gumam Alvin yang kemudian mengganti lagi job nya ke Tank dan menggunakan dua skill aktif yang ia dapatkan setelah berhasil melewati quest level 61 nya, aggro dan taunt skill.
Setelah mengaktifkan kedua skill itu, Alvin juga memejamkan kedua matanya. Ia berusaha memfokuskan panca indranya yang sudah biasa dilatihnya dari quest mingguan.
Ia merasakan datangnya serangan dari arah samping kiri, yang mengarah tepat ke jantungnya.
Pada saat merasakan serangan itu sudah sangat dekat ke tubuhnya, Alvin mengaktifkan self defence juga.
Stab!!!
Belati tak terlihat itu menusuk otot-otot dadanya. Tapi, karena tubuhnya sudah diperkuat self defence, belati itu tidak berhasil menembus sampai kejantungnya.
Berdasarkan tempat rasa sakit yang ia terima, Alvin bisa menebak posisi lawannya. Dengan cepat ia menyambar dan meraih tangan monster yang tak terlihat itu.
Bos Dungeon yang terkejut dengan permainan pergantian job yang sangat cepat dari lawan, tidak sempat lagi untuk menarik belati dan tangannya.
Ia benar-benar sudah terlambat untuk melarikan diri saat Alvin mengganti job nya lagi ke Mage dan menggunakan semua energi Mana nya untuk membuat ledakan dari poison skill.
Bboooommmm!!!
《"Arghhh... Brengsek...!!! Lepaskan aku!!!"》umpat bos Dungeon yang marah karena Alvin juga telah membekukan tubuhnya setelah asap beracunnya memperlihatkan dimana bos Dungeon itu sedang berdiri.
Alvin mengambil belati Miranda lagi di jendela inventory nya. Lalu, dengan satu sapuan tanpa menggunakan skill apapun, ia menebas leher makhluk itu.
"Yoshhh...! Tidak sia-sia aku menginvestasikan tubuhku untuk ditusuk-tusuknya."
["Berterimakasihlah pada poison skill mu. Jika dia tidak terkena racunmu sejak tadi, kau tidak mungkin semudah ini membunuhnya."]
"Apa skill juga memiliki telinga jika aku mengucapkannya?"
"..."
.........
__ADS_1
Setelah bos Dungeon tewas, gua itu kembali gelap gulita sehingga Alvin harus dibantu night vision lagi untuk dapat melihat keadaan sekitar dengan normal.
Saat tubuh bos Dungeon kembali nampak, Alvin meletakkan telapak tangannya pada tubuh makhluk itu.
"Salin skill."
Setelah ia mengucapkan kata kunci itu, ia melihat jendela skill mengambang di hadapannya.
...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...
...Skill 1 : Puncture Lv. 1...
...Skill 2 : Magic Dagger Lv. 1...
...Skill 3 : Stealth...
...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...
Alvin sudah punya skill pertama. Ia sebenarnya hanya ingin mengambil stealth skill nya saja tapi ia agak tertarik juga dengan skill kedua itu.
["Ambil stealth saja. Skill ini akan masuk di skill tersembunyi Mage. Kau tidak bisa menggunakan magic dagger saat menggunakan job Mage."]
"Sayang sekali..."
["Itu tidak berguna. Kau sudah memiliki skill yang lebih bagus pada skill aktif job Assassin mu saat kau menyelesaikan quest level 61."]
"Shuriken itu?"
["Ya. Kau bisa menembakkan 100 shuriken langsung hanya dalam satu kali kebasan tangan. Semakin tinggi level mu, semakin kuat daya hancurnya."]
"Tapi kau pasti akan repot jika harus membuatkanku shuriken sampai sebanyak 100. Kau juga masih harus membuat perlengkapan raid, kan?"
["Kau bodoh."]
"Hah?"
["Itu shuriken sihir. Kau hanya membutuhkan energi Mana untuk mengeluarkan skill itu."]
"..."
["Bukankah kau sudah melihat bagaimana hologram Assassin menggunakannya?"]
"Yah... Karena dia hologram jadi ku kira shuriken itu harusnya asli."
["Kau seharusnya bisa membunuh ketiga monster tadi dengan mudah sejak awal."]
"A-apa?! Kenapa kau tidak memberitahuku sejak tadi?!"
["Yah, ku kira kau ingin pamer kemampuanmu pada wanita di dinding itu."]
"Kau F..."
"Hah?"
"Tapi aku belum menyalin skill voodoo."
["Itu tidak berguna. Buang saja."]
Sigh...
...****************...
__ADS_1