Hunter System

Hunter System
Bab 165 - Gerbang Raksasa Di 5 Kota


__ADS_3

Kota S masih melakukan pembangunan ulang kota setelah banyak bangunan dihancurkan oleh pasukan lich.


Sambil terbang dengan menggunakan airbender, Alvin memerhatikan pembangunan yang sedang dilakukan oleh para ahli bangunan tersebut.


Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika gerbang sebesar cincin Saturnus seperti yang Mina beritahukan akan muncul di Bumi. Pembangunan ulang yang Kota S lakukan tentu akan sia-sia.


["Setidaknya manusia tidak pernah berhenti berharap."]


"Ya?"


["Jawaban dari apa yang sedang kau pikirkan."]


"Kau terbiasa membaca pikiran yang ku pikirkan untuk diriku sendiri..."


["Bukankah menyenangkan? Kau memiliki teman untuk berbicara dibandingkan harus larut dalam lamunan."]


"Aku terkadang butuh waktu untuk sendiri."


["Kau sekarang sedang sendiri."]


"...Lalu, kau dan Rimi apa?"


["Sistem dan roh gentayangan."]


"..."


["Apa aku salah?"]


"Terserah... Tapi, kenapa nama Rin menjadi Rimi dan nama Bimo menjadi Bimi?"


["Itu cuma inisial. Rin yang meminta nama itu dibuat sebelum dia meninggal. Ri diambil dari nama Rin. Mi itu inisial ku, Miyuki. Bimi juga seperti itu."]


"Dan Mi-Na itu Miyuki Nakano?"


["Ya."]


"Jadi, apa nama panggilanmu memang Mina?"


["Kau tidak perlu tahu."]


Alvin mendengus.


"Kenapa kau tidak membuat Kevin Jung dan Gina Stewart menjadi Sistem juga?"


["Kevin Jung sangat berisik."]


"...Bagaimana dengan Gina Stewart?"


["Dia terlalu jujur. Tidak bisa diajak kerjasama untuk menipumu."]


"...F**k!"


Alvin menghentikan laju terbangnya. Mina juga menghentikan pembicaraan.


Alvin menatap ke daratan di mana sebuah gerbang berukuran besar tiba-tiba saja muncul di sana.


Jika gerbang itu adalah mulut monster, gerbang itu mungkin akan bergerak dan menelan gedung-gedung tinggi dengan 20 lantai lebih jika dilihat dari ukurannya.


Alvin memejamkan kedua matanya lalu mendecak dengan perasaan mendongkol saat ia juga merasakan kemunculan 4 gerbang berkekuatan sihir sama di 4 kota lain yang berada di pulau Borneo itu.


Ia kemudian mengingat kata-kata makhluk botak yang sudah dibinasakannya dulu saat ia berbicara pada Li Wen Xia di sebuah Dungeon.


"Jadi mereka benar-benar cuma ingin bermain dengan manusia?"


["Mereka akan membuka gerbang dan mengeluarkan monster yang lebih kuat setiap mereka tahu ada hunter dari umat manusia yang bertambah kuat."]


"Kali ini bukan seperti itu," ucap seorang wanita yang tiba-tiba berada di samping Alvin.

__ADS_1


"Astaga!" Alvin terkejut setengah mati dan hampir saja menyerang wanita itu lagi seperti yang dilakukannya beberapa waktu lalu.


Dewi Ann tersenyum. Ia ingin menepuk punggung Alvin namun menarik kembali tangannya, khawatir jika tindakannya akan membuat tubuh Alvin remuk.


"Kali ini malaikat tertinggi dari pusaran ungu yang akan datang. Mereka ingin berperang dengan makhluk Bumi," ucap dewi Ann.


"A-apa maksud Anda? Apa itu pusaran ungu?"


"Sama seperti Milky Way. Di tempat kami, Milky Way dinamakan pusaran putih. Sama seperti pusaran putih, pusaran ungu juga sebuah galaksi yang bahkan jauh lebih besar dibandingkan galaksi kita."


"Kenapa mereka ingin berperang dengan makhluk dari Milky Way?"


"Karena aku baru saja menghancurkan galaksi itu."


"Apa?!"


Dewi Ann tersenyum kembali.


"A-anda menghancurkan sebuah galaksi?" tanya Alvin dengan wajah pucat.


"Ada 6 galaksi. Aku cuma ingin menghancurkan satu dan tidak sengaja menghancurkan juga galaksi yang berada di sekitarnya."


Glup...


'Gila! Sekuat apa dia ini?'


Dengan bergidik, Alvin menatap dewi Ann dengan mata bergetar. Caranya bicara memang sangat santai. Tapi Alvin tahu jika dia tidak sedang bercanda.


Entah kenapa Alvin, bahkan Mina, merasa bahwa ucapan dewi Ann bukanlah sebuah kebohongan.


"Berjuanglah. Aku akan kembali ke duniaku sekarang."


"...Ya?"


"Aku harus pergi."


"Aku tidak bisa membantu. Aku hanya akan menghancurkan galaksi ini saja."


Alvin terdiam. Mulutnya terbuka lebar.


'Aku lupa jika dia bisa membaca pikiran.'


"Duniaku itu dunia para dewa dan aku adalah dewa perang dari pusaran putih. Penguasanya bukan aku, melainkan dewi Lyn, adikku," ucap dewi Ann lagi, menjawab pertanyaan lain yang ada di dalam benak Alvin.


"Tapi... Jika kalian dewa penguasa dari galaksi..., dari pusaran putih, kenapa Anda tidak membantu kami? Bukankan Anda bisa mengirimkan para malaikat?"


"Tugas yang Absolut berikan pada kami adalah menjaga apabila ada dewa dari pusaran lain yang ingin menghancurkan pusaran kami. Absolut tidak mengizinkan dewa dan malaikat untuk mencampuri urusan para makhluk ciptaan."


Alvin mengernyitkan kedua alisnya.


"Lalu, kenapa Anda menghancurkan pusaran dewa lain? Dan bukankah Bumi akan kedatangan malaikat dari pusaran lain? Harusnya Anda membantu kami untuk bertahan, kan?"


Dewi Ann tertawa.


"Pertanyaanmu banyak juga ya?" Dewi Ann bertolak pinggang dan menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menunduk sebentar sebelum berbicara lagi, "Masih ada makhluk dari pusaran lain yang akan datang ke Bumi. Aku harus membereskan masalah itu."


"Untuk pertanyaan kedua, jawabannya ada di penjelasanku tadi."


"..."


["Dewa penguasa akan bertempur jika sebuah pusaran yang diserang. Mereka hanya akan menyerang Bumi jadi dewa tidak diperkenankan ikut campur. Mungkin itu maksudnya."]


'Begitu...'


Alvin masih mengernyitkan kening, memikirkan pertanyaannya yang belum terjawab namun agak ragu untuk mengucapkannya.


Dewi Ann tertawa lagi saat mendengar apa yang baru saja Alvin pikirkan.

__ADS_1


"Bukannya aku tidak ingin menjawab semua pertanyaanmu. Ada seseorang yang akan menjawabnya nanti. Aku juga tidak melupakan kalian dan kami sudah membantu kalian secara diam-diam."


"Ini membingungkan. Apa maksud Anda?"


"Gadis cantik yang sudah kalian selidiki itu. Dia akan kembali tak lama lagi. Dia yang akan menjawab semua pertanyaanmu dan akan membantumu mengurus masalah di belahan lain Bumi."


"Anna Lloyd?"


"Ya."


"..."


["Apakah kalian yang mempercepat kemunculan monster-monster ini?"] Mina bertanya dan berbicara melalui mulut Alvin.


"Aku cuma membuat rencana tapi gadis itu yang melaksanakannya. Dia juga yang telah mengubah garis takdir kalian semua."


["Pantas saja,"] gumam Mina.


"Aku harus pergi. Mereka akan keluar sekarang," ucap dewi Ann sembari menatap ke arah gerbang di bawah sana.


Alvin mengikuti arah tatapan itu dan merasakan adanya energi sihir besar yang sedang berjalan menuju gerbang dari bagian dalam.


Saat Alvin berpaling, dewi Ann sudah lenyap dari hadapannya.


ucap Rimi tiba-tiba.


["Darimana kau tahu"]



["Jadi benar..., gadis itu bisa hidup kembali karena wanita itu yang menolongnya."]


......................


Di darat, warga dan para hunter Kota S tentu langsung panik saat melihat gerbang raksasa tiba-tiba saja muncul di kota mereka.


Gerbang raksasa berwarna ungu kehitaman itu bukan hanya mengerikan dari segi penampilannya saja.


Setelah kemunculannya, gerbang itu juga membawa aura sihir yang jauh lebih mengerikan dari tampilannya.


Aura sihir gerbang itu bahkan bisa membuat tanah serta gedung-gedung yang berada di sekitarnya mulai retak dan runtuh.


"Baru saja aku mengkhawatirkan hal ini dan kekhawatiranku benar-benar terjadi."


["Kehancuran sebuah kota memang tidak bisa dihindari. Jangan terlalu dipikirkan. Yang penting ayo akhiri saja dengan cepat jika kau tidak ingin ada banyak korban jiwa."]


Hanya satu menit berselang setelah Alvin mendarat di tanah yang bergetar hebat, Lowe Frostman dan hunter-hunter Asosiasi Kota S telah tiba di dekat gerbang.


"Tuan Rufino...!" seru Lowe dari kejauhan. Ia langsung berlari menuju Alvin saat melihat pria itu berada di sana.


"Saya akan menangani gerbang ini, tuan Frostman," ucap Alvin setelah Lowe berada di dekatnya.


"Kami akan membantu sebisa mungkin."


Alvin tersenyum miris dan menggelangkan kepalanya.


"Sebaiknya Anda bantu penduduk untuk menyingkir dari area ini."


"Tuan Rufino. Kami tahu bahwa kami mungkin tidak terlalu berarti. Tapi izinkan kami membantu. Kami berjanji bahwa kami tidak akan menjadi beban Anda."


"Bukan seperti itu..."


"Anda adalah satu-satunya hunter yang bisa kami andalkan. Kami tidak ingin jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anda karena Anda harus bertarung seorang diri," ucap Lowe.


Alvin terdiam.


'Dia mengkhawatirkanku?'

__ADS_1


["Dia ingin membantu agar kau tetap hidup dan bisa membantu pulau ini selamat dari kehancuran. Dia memikirkan seluruh warga. Bukan hanya dirimu."]


__ADS_2