Hunter System

Hunter System
Bab 207 - Kehidupan Sang Pahlawan


__ADS_3

Setiap satu atau dua kali dalam seminggu, para malaikat penjaga galaksi Milky Way akan membukakan gerbang bagi para hunter Bumi untuk pergi ke planet-planet tempat para makhluk ciptaan pembelot berada.


Seperti yang sudah biasa mereka lakukan, para hunter akan memburu semua pembelot juga menambang kristal sihir yang berada di planet para buruan.


Jadi, kehidupan masih berjalan seperti sebelumnya. Bedanya, gerbang-gerbang antar planet itu tidak lagi muncul di sembarang tempat seperti dulu.


Para malaikat akan membuka gerbang di semua negara yang memiliki hunter dan akan membukanya di tempat-tempat yang sudah ditentukan dan jauh dari tempat keberadaan penduduk.


......................


Sementara itu, Alvin, satu-satunya hunter yang telah meraup keuntungan dari tumpukan kristal sihir dari pecahan gerbang, kini menjadi hunter sekaligus manusia terkaya di dunia.


Kristal-kristal sihir telah menjadi salah satu komoditi paling berharga selain emas.


Hampir semua orang kini menjadikan kristal sihir yang sudah dimurnikan sebagai barang investasi utama mereka.


Dan Alvin adalah orang yang memiliki timbunan kristal sihir terbanyak yang kini membuatnya menjadi orang paling dihormati baik di kalangan hunter maupun kalangan pengusaha dunia.


......................


"Tuan Rufino?"


Alvin menoleh, menatap pria remaja yang tanpa sengaja berpapasan dengannya di pantai, di dekat sebuah lokasi para malaikat membuka gerbang menuju planet asing.


"Kau salah orang," sahut Alvin sembari memperbaiki posisi tudung kepalanya yang sedikit tersingkap.


"Saya yakin Anda..."


"Maaf. Anda salah orang. Permisi."


Alvin berjalan meninggalkan remaja yang sudah dengan lancang memasuki daerah terlarang bagi penduduk sipil yang tidak berkepentingan.


"Kenapa kau tidak melayaninya sebentar? Dia pasti cuma ingin meminta foto dan tanda tangan," Raymond, orang yang selalu mengikuti setiap kali Alvin melakukan raid, menggodanya.


"Tsk... Dia akan mengunggahnya ke media sosial dan mereka akan mengejek wajah kaku ku beramai-ramai," keluh Alvin.


Alvin kini sudah sangat terkenal. Selain karena kekuatan sebagai seorang hunter dan kekayaannya, wajah kakunya dalam tiap kesempatan berfoto juga menjadi hal lain yang paling dikenal dari dirinya.


"Oh ayolah... Berilah mereka sedikit hiburan, bung."


Alvin berpaling, menatap Raymond dengan sorot mata tajam.


"Kau pasti bagian dari mereka, kan? Atau kau malah ketua fans club Alvin si wajah kaku itu?"


Glup...


Raymond terdiam.


Dia memang ketuanya.


Siapa lagi yang bisa memiliki akses untuk mengambil foto Alvin secara langsung di awal berdirinya situs fans club itu selain dirinya?


Melihat Raymond tidak langsung menjawab pertanyaannya, membuat Alvin semakin mencurigai pria itu.


"Kau! Jadi kau..."


"Tuan Rufino..."


"Tuan Rufino. Anda sudah datang?"


Raymond selamat.


Beberapa hunter Asosiasi berlari menghampiri mereka setelah mengenali Alvin yang memiliki tubuh tinggi dan ramping berjalan ke arah gerbang.

__ADS_1


Alvin langsung mendapat sambutan hangat dengan tatapan dan sikap penuh hormat dari hunter-hunter Asosiasi yang sudah menunggu-nunggu kehadirannya.


Dalam beberapa bulan belakangan ini, setelah semua orang tahu dirinya sebagai pahlawan yang telah menghabisi dewan pengawas para dewa, tidak ada lagi hunter yang berani memandang remeh pada dirinya.


Mendapat perlakuan itu, Alvin mengingat kembali saat ia dulu masih berada dalam zona hunter berperingkat, seperti para hunter yang kini menyambutnya.


Dengan peringkat F bertipe Healer, hunter-hunter akan selalu mengejek dan membicarakannya buruk tiap kemunculannya di depan gerbang Dungeon.


Sampai-sampai semua orang selalu mengatainya...


'Hmmm... Apa ya yang dia katakan dulu? Aku sudah lupa. Dan... siapa namanya? Apa kau mengingatnya Mina?'


["Aku hampir tidak pernah mengingat nama seseorang. Apalagi jika dia orang bodoh."]


'Apa karena itu kau tidak pernah menyebut namaku? Kau tidak mengingat namaku?'


["Bukan aku yang mengatakannya."]


'Baiklah.'


Alvin tersenyum.


Belakangan, ia tidak pernah marah lagi pada Mina.


Kehidupannya yang sangat baik dan bahagia, membuatnya memiliki sikap yang sangat penyabar.


Kecuali pada orang-orang yang ingin meminta untuk berfoto dengannya. Kebahagiaannya akan langsung menghilang. Ia tahu, mereka akan mengejeknya kemudian.


Alvin menoleh dan menatap Raymond yang langsung memalingkan wajah, dan dengan tidak tahu malu langsung ber-say hallo pada para hunter Asosiasi.


'Dia pasti pemimpin fans club itu. Benar kan Rimi?'



["Wajahmu memang kaku. Cobalah tersenyum."]


Alvin memasang senyum seperti yang Mina pinta.


Ajaibnya, semua hunter yang sedang menatapnya langsung memalingkan wajah, merasa aneh dengan senyumannya.


'Ada apa dengan mereka?'


["Tsk... Pandangilah fotomu, maka kau akan tahu."]



Alvin dan Mina terdiam.


'Rimi, tolong jangan mengulangi kalimat itu lagi.'



'Tidak... Hanya saja... aku merasa orang yang memujiku adalah musuh yang terselubung.'


<...Hal itu terjadi karena Anda sudah terbiasa diejek Mina, tuan>


'Benarkah?'



'...Lalu, bagaimana dengan ketua fans club itu? Apa Raymond orangnya?'


["Sudahlah. Lihat, mereka kebingungan karena kau diam terlalu lama."]

__ADS_1


Fokus Alvin kembali pada dunia nyata. Ia memerhatikan hunter-hunter yang diam menunggunya.


Belakangan, semua orang juga tahu jika Alvin suka melamun dalam keadaan apa pun.


Bukan hanya di saat seperti ini. Bahkan, saat sedang bertarung pun dia sering terlihat melamun.


Semua hunter yang sering pergi bersama dengannya ke sebuah planet akhirnya terbiasa dengan sikapnya itu.


Hal itu juga sering dijadikan bahan pembicaraan di media sosial saat videonya menyebar. Dan yang menyebarkan videonya sudah tentu, Raymond.


"Mungkin wajahnya kaku karena dia sedang melamun?"


Alvin terkekeh kesal, mengingat pembicaraan-pembicaraan itu.


'Suatu saat aku akan menghukumnya.'


["Sudahlah. Dia teman baikmu."]


'Apa kalian sebenarnya mengetahui sesuatu? Kenapa kalian membelanya?'


["Karena kau memang agak gila."]


'Ya? Di mana sisi gilanya? Saat ada dua gadis manis menyenangkan di dalam pikiran yang bisa di ajak bicara, mereka pasti akan terlihat sepertiku juga, kan?'


["Kau menjijikkan!"]


'Tidak... Bukan begitu...'



'...Yah... Itu sih...'


??>


......................


Alvin mendengar suara helikopter tanpa awak yang akhirnya tiba di pantai.


Ia menatap 30 helikopter itu dan tim yang diketuai Raymond yang juga baru tiba dengan mengendarai SUV.


"Tim pengangkut sudah siap," ucap Raymond sembari memerhatikan SUV anggota tim yang sedang mengendalikan helikopter tanpa awak.


Alvin mengangguk pelan sembari memerhatikan helikopter canggih yang bisa menambang dan mengangkut kristal sihir yang baru dibelinya dari perusahaan 9 AM milik Miyuki dan Kevin Jung.


Alvin sebenarnya pernah bertanya pada Mina kenapa ia tidak membuatkannya saja alih-alih harus membeli semua helikopter itu dari Mina yang berasal dari kehidupan ini.


["Aku bisa membuat yang lebih canggih dari itu jika kau tidak menyibukkanku dengan pemurnian kristal sihir jutaan ton ini!"]


Itulah jawaban Mina kala itu.


'Sayang sekali.'


["Jangan memikirkan hal itu lagi."]


'Ya...'


.........


Alvin menepuk pundak Raymond yang masih setia menunggunya tersadar dari lamunan.


"Ayo kita pergi sekarang."


Hanya dengan diikuti Raymond, Alvin akhirnya masuk ke dalam gerbang.

__ADS_1


......................


__ADS_2