
Lowe menatap semua hunter yang juga sedang mengecek etalase penjualan produk raid milik perusahaan Rufino pada ponsel mereka masing-masing hingga membuat pertemuan itu sedikit kacau.
"Bisakah kita lanjutkan dulu pertemuannya?" ucap Lowe, saat melihat semua hunter tampak sibuk menghubungi sekretaris mereka untuk melakukan pemesanan perlengkapan raid pada perusahaan Rufino.
Butuh waktu 10 menit sampai semua hunter itu akhirnya memusatkan perhatian mereka lagi pada pertemuan.
"Begini..., anggaplah untuk perlengkapan tempur sudah ada solusi. Tapi, bagaimana dengan perlengkapan pendeteksi gerbang? Cuma Sato Corp. yang sanggup menyediakannya. Dan lagi, Kota S belum memiliki satelit canggih untuk mendeteksi akan hadirnya gerbang Dungeon. Dan satelit itu cuma Sato Corp. yang dapat membuatnya."
Sam kembali menyanggahnya, namun dengan cara berbicara yang sopan.
"Kami juga punya solusi untuk dua hal itu, tuan Frostman."
"Ya?"
"Apa Anda pernah mendengar perusahaan baru, 9 AM?"
Lowe mengangguk. Ia tentu tahu perusahaan baru yang sudah menggemparkan dunia itu setelah mereka berhasil membuat avatar hunter.
Avatar hunter adalah produk sejenis patung tiruan dari sosok hunter yang bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh siapapun. Bukan hanya hunter, manusia biasa juga bisa mengendalikannya.
Perusahaan 9 AM telah membuat inovasi dengan visi dan misi nya untuk tidak lagi mengirimkan manusia ke dalam sebuah Dungeon.
Dengan adanya avatar hunter, manusia tidak perlu mempertaruhkan nyawa lagi untuk berhadapan langsung dengan monster.
Manusia hanya perlu mengirim sebuah avatar ke dalam Dungeon dan mengendalikannya dari luar Dungeon saja.
Jika sebuah tim raid yang terdiri dari avatar hunter gagal dan kalahkan monster dalam sebuah raid, maka para pilot avatar hanya akan kehilangan avatar saja, tidak dengan nyawa mereka.
"Ya," sahut Lowe. "Tapi, apa mereka juga menciptakan benda elektronik untuk pendeteksi gerbang?" Lowe bertanya.
"Mereka bahkan menerima pemesanan satelit yang jauh lebih canggih dari milik Sato Corp., tuan Frostman," sahut Sam lagi.
Semua hunter menatap Sam dengan takjub. Kini mereka tahu bagaimana keluarga Maxwell benar-benar memiliki banyak informasi yang berada jauh di depan mereka.
Padahal, apa yang Sam katakan hanyalah sebuah informasi biasa yang sebenarnya bisa di cari semua orang di dunia internet. Hanya saja, Norman Lewis selama ini menutup akses penting itu hingga tidak banyak informasi yang bisa hunter-hunter Kota S dapatkan dari internet. Sam juga sebenarnya mendapatkan informasi itu dari Alvin.
.........
Karena sepertinya para hunter Kota S itu memang tidak ingin menyatu dengan Asosiasi Pusat seperti sebelumnya, Lowe akhirnya menyerah.
__ADS_1
"Baiklah. Saya tahu Anda semua memang ingin berdiri sendiri. Saya juga mengucapkan terima kasih karena Anda semua mau menerima saya di sini sebagai pihak penengah. Lalu, apakah Anda semua memiliki kandidat hunter yang akan menjadi calon ketua?"
Lowe melihat para petinggi dari 10 guild terbaik itu saling bertatapan.
Ia tersenyum tipis saat melihat wajah mereka tampak sangat berambisi ingin maju sebagai calon ketua Asosiasi. Namun, mereka juga tampak enggan untuk mengucapkannya langsung.
'Ku kira mereka sudah memiliki calon terbaik. Ternyata masing-masing dari mereka menginginkan posisi itu...'
Lowe menghela nafas pelan. Ia menegakkan posisi duduknya, bermaksud ingin menyudahi pertemuan.
Sebagai pihak penengah apalagi sudah dianggap sebagai pihak luar, karena mereka tetap tidak mau menyatu dengan Asosiasi Pusat, Lowe tahu ia tidak punya hak lagi pada pertemuan. Karena itu ia ingin membubarkannya saja.
Tapi, saat ia tidak sengaja bertatapan dengan Sam dan wanita cantik yang sejak tadi hanya diam bahkan belum berbicara sepatah kata pun, ia langsung mengernyitkan kedua alisnya.
"Apa ada hal lain yang ingin Anda berdua sampaikan pada saya?" tanya Lowe, penasaran dengan arti tatapan Sam dan Cyntia.
"Tentu. Karena itulah kami, perwakilan dari keluarga Maxwell, hadir di sini," sahut Sam.
Semua orang kembali diam, menatap Sam.
Lowe mengangguk pelan. "Baiklah. Sebelum saya membubarkan pertemuan ini, Anda bisa menyampaikannya."
"Keluarga Maxwell ingin mencalonkan Anda sebagai ketua Asosiasi Kota S," sahut Sam.
"Ya?"
"Itu pesan yang diberikan oleh orang yang sudah menghabisi keluarga Lewis," ucap Sam.
Kecuali Cyntia, Lowe dan Loman yang sudah tahu siapa pembunuh keluarga Lewis, semua hunter di ruangan itu menatap Sam dengan terbelalak. Belum ada di antara mereka yang mengetahui siapa pembantai itu dan mereka memang sangat penasaran dengan identitasnya.
"Siapa dia?" tanya Mark, mewakili semua hunter.
"Dia bukan hunter terkenal. Saya yakin Anda juga tidak akan tahu siapa dia walaupun saya menyebutkan namanya."
"Setidaknya beritahu kami namanya," Mark mendesak.
......................
Setelah menghabiskan waktu selama 4 jam lebih, semua perwakilan dari tiap guild akhirnya pulang kembali ke wilayah masing-masing.
__ADS_1
Walaupun Sam sudah mengatakan siapa hunter yang telah menghabisi keluarga Lewis, tentu saja mereka tidak memercayainya. Begitu juga saat Cyntia memberitahu bahwa Alvin lah yang sebenarnya menyelesaikan Dungeon peringkat S di Kota T.
Bukannya kagum, mereka malah menganggap pengakuan itu sebagai cara untuk membuat mereka percaya dan mau menunjuk Lowe sebagai ketua baru sesuai permintaan Alvin.
Tapi, saat Sam bertanya kembali pada mereka apakah mereka berani menananggung kknsekuensi jika Alvin sampai marah dan menyerang ketua baru yang ia tidak suka, mereka akhirnya terdiam.
Di zaman 'siapa yang kuat yang akan memiliki suara' ini, ancaman seperti itu sudah cukup untuk membungkam semua hunter itu.
.........
"Kenapa tuan Rufino memilih saya?" tanya Lowe penasaran.
Saat ini hanya tersisa dirinya, Cyntia, Sam dan Loman yang berada di ruang pertemuan tersebut.
Sam membuka ponselnya, lalu meneruskan e-mail yang Alvin kirimkan untuknya pada Lowe.
Lowe mengunduh dokumen yang Sam kirimkan padanya. Baru melihat judul-judul dari puluhan dokumen itu saja, ia sudah sangat terkejut. Itu adalah dokumen rahasia yang disimpan Asosiasi Dunia mengenai semua misi yang sudah ia kerjakan dan selesaikan dengan sangat baik.
"Tidak seperti pembawaan Anda yang tenang, Anda sudah sangat berpengalaman," ucap Sam.
"Darimana Anda mendapatkan semua ini?"
"Alvin yang mengirimkannya pada saya."
"Bagaimana dia bisa mendapatkannya?"
"Saya tidak tahu. Tapi itu jelas dari Asosiasi Dunia."
"Dia juga ahli meretas?"
Sam menatap Cyntia dan wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu," ucap Cyntia pelan. Ia juga cukup kaget dengan kemampuan yang Alvin miliki di bidang teknologi.
Lowe hanya menatap dokumen-dokumen itu tanpa membaca isinya sama sekali, membiarkan Loman yang duduk di sebelahnya dan sudah siap untuk ikut membaca isi dokumen jika Lowe membukanya, penasaran.
"Tapi..., di mana tuan Rufino sekarang?"
Sam lagi-lagi menoleh pada Cyntia. Ia juga tidak mengetahui di mana Alvin berada dan ia juga penasaran tentang itu.
__ADS_1
Cyntia tersenyum canggung. "Saya juga tidak tahu."
...****************...