
Reno Paul, bersama dua malaikat dari pusaran ungu yang sebelumnya bersembunyi di sebuah portal sihir, kembali lagi ke Bumi setelah tahu jika Alvin sudah pergi ke planet monster.
Dengan adanya kedua malaikat itu, Reno bisa menemukan bunker persembunyian Jack, adiknya, dengan mudah.
Ketiganya pergi ke bunker itu untuk mencari Jack dan istrinya, yang Reno tahu adalah kakak dari orang yang sangat dibencinya.
Orang yang ia anggap sebagai penyebab dari kehancuran hidupnya setelah membuat karirnya di ZC group berakhir.
......................
Cyntia, Jack, Brooklyn dan Sam yang sedang berjaga di depan pintu bunker langsung bereaksi dengan kedatangan Reno. Mereka berdiri menghadang dua malaikat yang ingin menjebol pintu bunker.
Jack tentu saja terkejut melihat kehadiran Reno, mengira dia sedang ada di planet asing seperti yang Alvin telah beritahukan padanya.
"Kau di sini?" tanya Jack. Suaranya sedikit bergetar saking terkejutnya dengan kedatangan Reno.
"Di mana lagi aku harusnya berada?"
"Di mana Alvin?"
Sebenarnya, keberadaan Alvin lah yang membuat Jack khawatir.
Melihat Reno datang dengan dua makhluk asing bersayap yang bisa dinilainya sebagai makhluk yang sangat kuat, Jack khawatir hal buruk telah terjadi pada Alvin.
"Siapa dia?" tanya Cyntia penasaran, melihat Jack tampak sudah mengenal pria yang terlihat tidak memiliki niat baik itu.
"Dia kakakku. Orang yang membuka gerbang cincin," sahut Jack.
"Jadi Alvin tidak bertemu dengannya di sana...," ucap Cyntia pelan.
"Ya? Darimana Anda tahu?"
"Mereka tidak akan hidup jika sudah bertemu Alvin."
Jack, Sam dan Brooklyn saling berpandangan.
"Aku pernah melihat makhluk yang mirip mereka berdua ini. Mereka memang sangat kuat, tapi tidak untuk Alvin," ucap Cyntia lagi, menjawab pertanyaan tak terucap dari Jack, Sam dan Brooklyn.
.........
Cyntia mencabut belati baru pemberian Rimi dari kedua sisi pahanya. Itu adalah belati yang memiliki status jauh lebih bagus dibandingkan belati pemberian Alvin yang sudah hancur.
Tanpa basa-basi atau merasa tidak enak pada Jack, Cyntia melesat, berlari ke arah Reno dengan maksud untuk langsung membunuhnya.
Wushhhh...
Salah satu malaikat menyambar tubuh Reno, membawanya pergi menjauh, sementara malaikat lain menghadang Cyntia dengan serangan sihir.
Wushhhh... Bammmm...!
Cyntia berkelit. Ia menundukkan tubuhnya sedikit sebelum menghentakkan kakinya dan melompat menerjang malaikat penyerangnya.
Dengan gerakan yang sangat lincah, Cyntia memberikan banyak serangan jarak dekat pada malaikat penyerangnya, yang terperanjat dengan kepiawaian wanita itu dalam memainkan kedua belatinya.
Malaikat yang hanya ahli dalam pertarungan jarak jauh itu pun hanya bisa mengelak dan menangkis semua serangan Cyntia tanpa memiliki kesempatan untuk balik menyerang.
Cyntia menyerang dengan meningkatkan kecepatannya secara perlahan, membuat malaikat itu semakin kerepotan untuk bisa mengikuti semua gerakannya.
Namun, setelah semua serangannya sudah semakin bertambah cepat dan hampir berhasil menaklukkan lawan, Cyntia tiba-tiba berbalik saat merasakan serangan dari arah belakangnya.
__ADS_1
Crank...!
'Mengganggu saja.'
Cyntia menatap malaikat yang baru saja menolong rekannya dengan tatapan dingin. Jika bukan karena malaikat itu ikut campur, dia pasti sudah berhasil menciderai lawan yang tadi sudah didesaknya.
.........
"Hati-hati. Dia memiliki teknik bertarung yang sangat merepotkan," ucap malaikat yang baru saja menyerang Cyntia dengan membokonginya.
"Kau pernah bertemu dengannya?"
"Aku melihatnya bertarung dengan makhluk ciptaan dari pusaran coklat. Dia sangat berbahaya untuk dilawan dengan pertarungan jarak dekat. Kau seranglah dari jarak jauh, aku akan menyerangnya dari jarak dekat."
Setelah mengatur strategi pertarungan, malaikat yang baru saja berbicara meluncur mendekati Cyntia, sementara rekannya tetap bertahan di posisi terbangnya.
Dengan sudah mengetahui pola teknik bertarung Cyntia, kedua malaikat itu akhirnya bisa menguasai jalannya pertarungan.
Malaikat yang bertarung dalam jarak dekat terus menyerang hanya untuk menyibukkan Cyntia, sementara malaikat yang berada di udara menyerang dengan serangan jarak jauh untuk menjatuhkan lawan.
Kesulitan menghadapi dua serangan dari arah yang berbeda, Cyntia akhirnya mulai terdesak hingga menjauh dari bunker.
Kedua malaikat memang sengaja melakukannya untuk memberikan celah pada Reno yang sangat ingin membunuh Vina sebagai syarat dari pengabdiannya pada dewa Zei yang sudah binasa.
......................
"Kau akan tahu bagaimana rasanya kehilangan!" umpat Reno dalam hatinya, sembari berlari ke arah bunker.
Ia memanfaatkan keadaan itu setelah melihat Cyntia yang di anggap paling berbahaya sudah berada jauh dari bunker dan sedang sibuk bertarung menghadapi dua malaikat.
.........
Baaaaammmmm!
Jack terpental setelah mendapatkan serangan sihir Reno.
Sam dan Brookyln tentu saja terkejut melihat hal itu.
Sebelumnya, Jack mengatakan jika Reno bukanlah seorang hunter seperti mereka. Jadi, keduanya tidak mengira jika Reno bisa menyerang menggunakan sihir.
"Dia memiliki energi Mana!" seru Sam yang terlambat menyadari aliran energi Mana pada tubuh Reno.
Awalnya, mereka mengira aura sihir mengerikan itu adalah milik kedua malaikat karena mereka tidak tahu jika manusia tidak bisa merasakan aura sihir entitas yang lebih tinggi dari mereka, kecuali kedua malaikat itu sengaja menampilkannya.
"Ternyata energi sihir mengerikan itu miliknya," gumam Sam sembari mengambil ancang-ancang untuk menyerang Reno.
Sayangnya, kekuatan Sam dan Brooklyn yang sebenarnya berperingkat S itu bukanlah tandingan Reno.
Hanya dalam beberapa menit saja, Reno sudah berhasil membuat kedua hunter itu mengalami cidera parah.
...****************...
Baaaammmmm!
Alvin menghantam keras perut dewan Re dengan sikutnya, melepaskan diri dari capitan tangan dewan Re yang hendak mematahkan lehernya.
.........
“Ini sangat menarik. Ternyata makhluk rendahan bisa memiliki kekuatan seperti ini,” ucap dewan Re, sembari mengusap-usap perutnya yang terasa sedikit nyeri setelah menerima hantaman keras dari sikut Alvin.
__ADS_1
“Apa ini wujud aslimu?” tanya Alvin sembari menggerak-gerakkan leher dan sedikit memijat bagian yang ia rasa sakit akibat apitan lengan dewan Re.
Dewan Re tertawa.
“Makhluk rendahan tidak diizinkan bertanya pada entitas yang bahkan lebih tinggi dari dewa.”
Alvin terkekeh.
“Maksudku…, jika kau memiliki wujud yang serupa dengan manusia, harusnya kau tidak kebal terhadap racun, kan?”
Alvin langsung menghilang dari tempatnya, berlari cepat menuju dewan Re yang terkejut dengan pergerakan dadakan itu.
Dewan Re mencabut kedua belati dari pinggang dan memasang kuda-kuda untuk bertarung.
Tapi, Alvin yang memang tidak berniat untuk memberikan serangan langsung, malah beralari mengitarinya sembari menembakkan spiderwebs secara terus-menerus.
...…...
“Kau pikir bisa menjeratku dengan benang-benang ini?”
“Tidak... Poison skill.”
Bammmmm!
Alvin melesakkan poison skill dengan energi Mana besar, meledakkan racun itu pada tubuh dewan Re.
Serangan itu berhasil. Dewan Re yang baru saja menghirup racun dari serangan terlihat limbung.
'Selama kau memiliki otot dan darah, kau tidak akan bisa lolos dari poison skill berkekuatan besar, kan?'
Setelah serangan tersebut, barulah Alvin melontarkan spiderwebs yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Saat spiderwerbs berbentuk jala sudah memerangkap tubuh dewan Re, Alvin menyalurkan sambaran listrik dari black thunderbolt pada jaring dan menyetrum dewan Re dengan kekuatan sihir yang sangat mengerikan.
Zlaaaaaaaaarrrrrrr…!!!
Bammmmmmm…!!!
......................
Alvin diam memerhatikan dewan Re yang terbang tinggi menjauh setelah menerima serangan mematikan darinya.
‘Dia masih hidup setelah menerima semua serangan itu?’
["Dia sangat kuat."]
Alvin kemudian melihat benda-benda seperti sisik tumbuh di sekujur tubuh dewan Re, sementara asap kehitaman memendar keluar dari pori-pori kulitnya. Ia sedang membuang semua racun yang berada di tubuhnya.
Sementara racun terus keluar dari tubuh dewan Re, sisik-sisik terus tumbuh memenuhi tubuh dan wajahnya hingga pada akhirnya membentuk sebuah kostum yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
‘Jadi dia juga punya kostum tempur…’
[“Ini akan terlihat seperti pertarungan dua Kamen Rider?”]
‘Hah? Apa itu?’
[“Tokoh super hero dari film zaman dahulu di negara asalku.”]
......................
__ADS_1