Hunter System

Hunter System
Bab 68 - Berita Mengejutkan Bagi Keluarga Cruz


__ADS_3

Alvin masih tidak memercayai apa yang tadi dilihatnya. Ia tidak pernah menyangka bahwa Ivory akan muncul disana.


Ia tentu saja langsung menghentikan serangannya saat melihat wanita yang sudah ia kenal sebagai orang yang sangat ramah dan baik hati itu tiba-tiba saja memeluk Billy dengan kekhawatiran diwajahnya.


.........


"Bro... Kau tidak membunuhnya, kan?" tanya Jack, setelah mobil yang mereka kendarai akhirnya keluar dari gerbang restoran.


Alvin tidak menanggapi pertanyaan itu dan malah bertanya balik padanya.


"Sebenarnya, ada hubungan apa antara Ivory Cruz dan pria itu?"


"Apa?"


"..."


Alvin terus menatap Jack yang sedang fokus mengemudi, menanti jawabannya.


"Ivory Cruz itu adiknya," sahut Jack.


Sigh...


"Pantas saja."


"Apa yang terjadi?"


"Dia tadi datang."


"Yah, dia tadi mengatakan bahwa adiknya akan datang, kan?"


Alvin mengangguk pelan. Ia juga mendengar Billy mengatakan itu saat mengusir mereka. Tapi tentu saja dia tidak menggubris hal itu.


"Billy Cruz dan Ivory Cruz, mereka adalah saudara kandung. Mereka tiga bersaudara dan ZC itu inisial dari nama ayah mereka Zayn Cruz," sahut Jack.


Jack kembali melanjutkan, "Informasi lengkap keluarga mereka memang ditutup dari publik. Tidak banyak orang yang tahu jika Ivory dan adik laki-lakinya adalah anak-anak dari Zayn. Media juga tidak tahu itu. Yang mereka tahu hanyalah Zayn Cruz dan Billy Cruz."


Alvin mendengus kesal.


"Apa nona Cruz itu sebenarnya juga memiliki sifat yang sama dengan kakaknya?"


Jack tidak menanggapinya. Ia tidak tahu pasti apa yang Alvin maksud karena dia memang mengenal Billy tapi tidak dengan Ivory.


"Tapi bro, kurasa Billy tidak sepenuhnya bersalah. Kau tadi sepertinya tidak mendengarkan apa yang dia katakan karena kau terus menatapnya dengan mata melotot yang mengerikan."


"Apa maksudmu?"


"Dia tadi mengatakan bahwa dia baru tahu dari kakakku bahwa kau adalah seorang buronan, setelah dia berada di helikopter."


"Hah?"


'Mina, apa kau mendengarnya?'


["..."]


'Kenapa kau diam?'


sahut Rimi. Rimi menyadari bahwa Mina juga tidak mendengarkannya karena terlalu marah pada perlakuan Billy.


'Yah, terserah. Aku juga tidak peduli akan hal itu.'

__ADS_1


"Tapi, kenapa nona Cruz repot-repot menjadi seorang hunter profesional? Bukankah dia sudah kaya raya?"


"Kalau itu, aku juga tidak tahu. Tapi, nona Cruz benar-benar menjalankan karirnya dengan sangat serius. Tuan Brown mungkin tahu alasannya karena dia dan ayah nona Cruz adalah teman lama."


Alvin dan Jack diam setelah itu. Mereka larut dalam pikiran masing-masing sampai kendaraan mereka tiba di kediaman Alvin.


......................


Setelah memanggilkan beberapa Healer terbaik dari guildnya dan mengirimkan teman kakaknya ke rumah sakit, Ivory pergi ke ruang keamanan restoran untuk mengecek rekaman CCTV.


Ia memang tidak menemukan siapa orang yang telah melukai kakaknya. Tapi dia menemukan bahwa Alvin telah datang ke restoran itu dan pergi tepat sebelum kakaknya dilukai orang yang tak terlihat.


Ivory terus menyusuri kemana Alvin pergi melalui rekaman CCTV dan tahu bahwa ia telah masuk ke pintu yang menghubungkan tiap koridor dengan tangga darurat.


Ivory juga melihat pintu itu kemudian terbuka lagi tanpa ada orang yang terlihat telah membukanya. Hal yang sama juga terjadi dengan pintu diruangan kakaknya berada sebelum kakaknya tiba-tiba diserang.


Ivory menyandarkan tubuhnya di kursi dan menghela nafas panjang. Ia tiba-tiba teringat apa yang Jack katakan saat mereka baru saja keluar dari gerbang Dungeon peringkat A beberapa hari lalu.


'Jadi dia bisa menghilang juga...'


Ivory akhirnya menoleh pada kepala staf keamanan restoran dan berbicara padanya, "Tolong jangan laporkan hal ini dulu pada pihak berwajib dan Asosiasi Hunter. Biar saya yang mengurusnya."


"Tapi, nona Cruz..., bagaimana jika tuan..."


"Kalau Billy atau Reno memaksa, katakan saja saya yang menyuruh Anda. Katakan pada mereka untuk menghubungi saya."


......................


Kejadian penyerangan itu pada akhirnya sampai ke telinga Zayn Cruz, ayah dari Billy dan Ivory.


Pria paruh baya itu bahkan sampai pulang kembali ke Kota T hanya untuk memeriksa kejadian itu dan membawa beberapa orang ahli untuk melakukan penyelidikan tentang siapa yang telah menyerang putra sulungnya, hingga maksud Ivory untuk menyelidiki hal itu secara diam-diam akhirnya tidak terlaksana.


Kedua pria itu memang muncul kembali di lantai bawah melalui pintu yang menghubungkan ke tangga darurat. Namun, kecepatan mereka sampai di lantai 1 juga mencurigakan karena setelah dilakukan percobaan untuk menuruni tangga oleh tim penyidik, kedua pria itu dianggap terlalu lama berada di dalam koridor tangga.


"Jadi dia menyerangmu karena dia ingin mempertahankan gerbang Dungeon itu?" tanya Zayn pada Billy. Ia juga menatap Reno yang juga hadir di ruangan itu bersama bos nya.


"Ya, ayah."


Zayn mengalihkan tatapannya lagi pada pria paruh baya, yang merupakan tuan rumah dari tempat dimana keluarga Cruz kini berada, Lex Brown.


"Jadi, dimana Jack, Lex?"


"Ada hal yang sangat penting yang harus Jack tangani," sahut Lex.


"Hal penting apa itu? Apakah dia tidak bisa datang walaupun aku yang memanggilnya?"


"Dia sedang mencari seseorang yang sangat penting."


"Orang penting? Apakah orang itu lebih penting dariku?"


Lex mengangguk pelan. Ada senyuman tipis tersungging di bibirnya. "Dia sangat penting."


Zayn tertawa lebar sembari menatap Billy dan Ivory, yang juga ikut bersamanya ke kantor Asosiasi.


"Lex. Kita ini teman lama, kan? Aku juga sudah banyak membantumu juga membantu keuangan Asosiasi yang hampir tidak bisa membayar karyawan dari pajak raid yang terlalu kecil. Tapi lihat. Kau ingin melindungi buronan itu dan mengabaikanku?! Kenapa kau terlihat seperti ingin mengabaikanku, Lex?!" ucap Zayn. Suaranya mulai meninggi.


"Zayn. Aku tidak sedang membantunya. Dia yang membantu kita," sahut Lex, dengan berusaha tetap bersabar. "Kau tidak tahu seberapa berharganya tuan Rufino itu?" tambahnya.


"Berharga? Apa yang membuatmu menganggap buronan itu berharga?!" umpat Zayn. Suaranya langsung meninggi secara instan saat mendengar Lex menyebut orang yang mencelakai putranya itu sebagai orang yang berharga.

__ADS_1


"Dia yang membantu kami menghabisi seluruh monster di dalam Dungeon itu. Kau bisa tanyakan hal itu pada putrimu!" sahut Lex yang kini juga mulai berbicara dengan nada kasar.


Zayn menoleh pada Ivory, yang langsung menganggukkan kepalanya.


Lex kembali berbicara, "Kau pikir saja. Jika sampai ada Dungeon peringkat A lagi di kota kita, siapa yang akan membantu kita? Kau pikir hunter-hunter peringkat S dari kota lain mau datang jika kita hanya membayar mereka 100.000.000 dollar? Tidak ada yang mau!"


Lex kemudian menoleh dan menunjuk pada Billy. "Lihat dia. Kau pikir bisa mengandalkan hunter peringkat A seperti anakmu ini yang bahkan tidak bisa memegang pedang dengan benar?"


"Paman...!"


"Billy! Diam!" bentak Ivory, memotong Billy yang hendak menghardik Lex.


Melihat cahaya api mulai bersinar di tangan Ivory, Billy yang selama ini takut pada adiknya itu tentu saja terbungkam.


Saat itu, ponsel Lex tiba-tiba berdering. Melihat orang yang memanggilnya adalah Jack, dengan cepat Lex menerima panggilan tersebut.


.........


Mereka memerhatikan wajah Lex yang tampak sangat serius saat menerima panggilan itu.


Sementara Lex sedang menerima panggilan tersebut, Reno juga menerima panggilan di teleponnya.


Berbeda dengan Lex yang merupakan tuan rumah, Reno tentu saja tidak berani menerima panggilan di ponselnya. Apalagi setelah ia melihat si pemanggil hanyalah kepala asisten rumah tangga dari keluarga Cruz, jadi dia langsung menolak panggilan tersebut.


Tapi, tak lama kemudian, ponsel Reno kembali berdering. Kali ini yang memanggilnya adalah CEO dari salah satu cabang perusahaan ZC group yang bekerja sama dengan pihak Pemerintah untuk menangani pengolahan kristal sihir.


"Kenapa tidak kau angkat saja?" ucap Lex setelah ia baru saja selesai menerima panggilannya.


Reno sebenarnya ingin memutuskan sambungan itu lagi. Tapi, saat Billy memberikan kode padanya untuk menerima panggilan diluar ruangan, Reno akhirnya pergi untuk menerima panggilan itu diluar ruangan.


Zayn kembali berbicara setelah gangguan-gangguan kecil itu menghilang.


"Lex. Semua urusan mungkin akan langsung selesai jika kau memanghil Jack dan buronan Aosiasi Kota S itu untuk datang. Atau perlukah aku menghubungi Norman Lewis untuk memberitahukan bahwa buronan itu ada disini?"


"Aku masih belum menghubungi Norman karena tahu kau mungkin memiliki kepentingan dengan buronan itu hingga aku datang kesini untuk bertemu denganmu. Aku masih menghargaimu."


Mendengar Zayn masih saja membahas hal itu padahal dia sudah mengatakan betapa pentingnya Alvin bagi Kota T, Lex menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menunduk lesu.


"Zayn. Daripada itu, kau sebaiknya mengungsikan para pekerjamu terlebih dahulu," ucap Lex yang kemudian mendongak untuk menatap Lex.


Zayn dan semua orang yang berada di dalam ruangan tentu saja tidak mengerti dengan maksud perkataan Lex. Mereka hanya bisa menatap Lex dengan bingung.


Tepat setelah Lex mengatakan itu, Reno yang berwajah pucat masuk kembali kedalam ruangan dengan terburu-buru. Ia bahkan sempat kehilangan kata-katanya selama beberapa saat sebelum akhirnya berbicara dengan suara terbata-bata.


"T-tuan... g-gerbang Dungeon... Ada gerbang Dungeon muncul di kediaman keluarga Cruz dan di pabrik... pengolahan kristal sihir..."


Keluarga Cruz terdiam saat mendengar apa yang baru saja Reno katakan.


"Kau sedang bercanda?!" ucap Billy, akhirnya, dengan menggeram.


Lex melanjutkan ucapan Reno yang tidak jelas itu, saat semua orang masih menatap Reno dengan tak percaya.


"Ada gerbang Dungeon peringkat A muncul di halaman kediaman keluarga Cruz dan di dalam gudang pengolahan kristal sihir milik perusahaanmu." Ucap Lex, sambil menatap Zayn dengan serius.


"Apa?!"


Mendengar itu dari Lex, tentu saja membuat Zayn dan anak-anaknya terkejut. Billy bahkan sampai mengambil ponselnya untuk memeriksa kebenaran informasi itu sendiri, namun ia tidak perlu melakukannya karena bertepatan dengan itu, sekretaris Lex masuk dengan terburu-buru dan menyampaikan hal yang sama dengan apa yang Lex dan Reno katakan.


Lex menghela nafas panjang. Wajahnya nampak sangat muram. Ia kemudian menatap tajam pada Zayn, sambil berbicara kembali, "Sekarang gunakan uangmu itu untuk menyelamatkan keluarga dan salah satu perusahaanmu. Kau tahu, hunter yang sebenarnya bisa membantu kita sudah pergi dari Kota T. Jack bahkan tidak bisa menemukan keberadaannya."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2