Hunter System

Hunter System
Bab 52 - 5 Pekerjaan Hunter (5)


__ADS_3

Kebahagiaan Jack langsung menghilang saat ia melihat kondisi Alvin yang tampak memprihatinkan. Ia tahu Alvin kini sedang terluka dalam hanya dari wajahnya yang pucat.


Dengan langkah tertatih, Jack berlari menyeberang menghampiri Alvin tanpa memerdulikan panggilan dari Joey dan Edmund yang memintanya untuk kembali.


.........


"Bro, apa yang terjadi? Apa ada monster di dekat gerbang? Apa mereka sudah mencapai gerbang?"


"Tolong tunggu disini dan jangan ikuti aku," ucap Alvin tanpa memerdulikan apa yang baru saja Jack tanya padanya.


"Ap... Hei bro!"


Alvin pergi meninggalkan Jack dan terus berlari menjauhi hunter-hunter yang kebingungan melihatnya yang berlari dengan langkah tak beraturan dan hampir jatuh berkali-kali.


'Aktifkan aggro skill'



Alvin terus berlari menjauhi tim raid tanpa memerdulikan ocehan Rimi di dalam kepalanya.


.........


"Siapa dia?" Tanya Robbie Cale pada Lex yang masih terpana dengan kemunculan Alvin yang langsung berhasil membunuh satu high orc dengan sangat mudah.


Tapi, Lex juga langsung khawatir saat melihat Alvin yang kini pergi menjauhi mereka dengan langkah terseok-seok.


Namun tak lama kemudian, kejutan lain mereka dapatkan saat melihat belasan high orc yang berada dihadapannya tiba-tiba berpaling dan berlarian mengejar Alvin.


"Apa Anda sudah kehabisan energi Mana, tuan Brown?" tanya Robbie lagi saat ia menyadari aggro skill Lex telah terlepas.


Lex agak bingung menjawabnya. Energi Mana nya memang sudah tersisa sedikit. Tapi harusnya ia masih bisa mengikat monster-monster itu dengan skill nya sampai energi Mana nya benar-benar habis.


Tapi, tak lama kemudian Lex menyadari bahwa monster-monster itu tidak terlepas dari skill nya, melainkan tertarik oleh aggro skill lain yang jauh lebih kuat dari miliknya.


Kecurigaan Lex juga terbukti saat ia melihat belasan monster lain yang baru berdatangan itu langsung berbelok arah dan berlarian mengejar Alvin.


Lex kemudian menoleh pada Jack yang saat ini sedang membantu Revi untuk berdiri dan membawanya ke kumpulan para hunter.


"Jack, apa dia Tanker?"


Jack menggeleng sambil menoleh pada Alvin yang baru saja terjatuh.


"Bukan. Dia Healer, kan?" Jack menjawab pertanyaan itu dengan tidak yakin dan malah mengajukan pertanyaan juga.


"A-apa?"


"Di daftar hunter Asosiasi Kota S tertera bahwa dia Healer." Sahut Jack yang akhirnya menjawab dengan yakin saat mengingat informasi Alvin di situs resmi Asosiasi Kota S yang pernah ia lihat.


.........


Melihat Alvin terjatuh, Ivory yang sebelumnya masih berdiri mematung karena kaget atas kedatangan Alvin, akhirnya tersadar kembali. Ia langsung berlari untuk berada lebih dekat pada para high orc yang kini telah mengepung Alvin dan berniat menyerang mereka. Tapi, Jack langsung berteriak dan menghentikannya.


"Tunggu, nona Cruz...! Dia meminta kita untuk tidak mengikutinya!"


"Apa? Tapi..."


Buussshhh...!

__ADS_1


Kata-kata Ivory terhenti saat mendengar suara ledakan kecil, seperti suara seseorang yang sedang buang angin dari arah kerumunan high orc yang kini sedang mengerubungi Alvin.


......................


Alvin yang kembali kehabisan stamina dan energi Mana saat menggunakan aggro skill langsung terjatuh.


Ia melihat belasan high orc yang terikat oleh skill nya kini makin mendekat. Bukan hanya mereka. Ada belasan high orc lain yang baru saja datang juga kini berlarian ke arahnya.


"Ayo kemari kalian semuanya," gumam Alvin di tengah keadaannya yang sudah kembali lemah hingga ia sudah kesulitan untuk menggerakkan anggota tubuhnya lagi. Hanya sedikit energi Mana lagi yang ia miliki.


"Apa jarak ini tidak masalah Rimi?"



"Bagus..."


Saat semua high orc sudah bergerombol di dekatnya, Alvin akhirnya mengganti job nya lagi.


"Aktifkan poison skill."



Bushhh...!


Mendengar suara ledakan poison skill yang baru saja Rimi aktifkan, Sistem Pemburu tertawa dengan suara nyaring di dalam benak Alvin.


"Apa-apaan? Kenapa poison skill nya meledak seperti suara..."


["Karena Rimi yang menggunakannya, dia memakai metodenya sendiri."]


Saat poison skill berhamburan di udara, di sekitar Alvin, high orc yang sebelumnya hendak mementungi dan menginjak-injaknya mendadak bertumbangan satu per satu.


Monster-monster itu berjatuhan dan saling menindih di atas tubuh Alvin.


Awalnya mereka kejang-kejang. Semakin lama, warna kulit hijau tua mereka semakin menggelap sebelum mereka akhirnya memuntahkan busa dari mulut dan mati.




"Yosh...!"


Baaammmmm!!!


Begitu kondisinya pulih total setelah kenaikan level, Alvin langsung mementalkan semua high orc yang mati bertindihan diatas tubuhnya.


Ia kemudian bangkit berdiri dengan wajah dan penampilan yang sangat prima seakan keadaan sekaratnya tadi hanyalah sebuah ilusi.


["Mereka sangat baik untuk dibuat perlengkapan raid. Jangan gunakan poison skill lagi kecuali kau terdesak seperti tadi."]


"Aku mengerti."


......................


Apa yang terjadi pada Alvin tentu saja mengejutkan semua hunter yang memerhatikannya hingga salah satu dari mereka langsung berlari untuk memeriksa kondisi tubuhnya karena tidak yakin dengan apa yang ia lihat.


"Bukankah dia tadi tampak sekarat? Kenapa sekarang dia terlihat baik-baik saja?" pikir Ivory yang langsung berlari mendekat tanpa memerdulikan peringatan Jack yang berteriak untuk memintanya kembali.

__ADS_1


"H-hei... Tunggu jangan mendekat!" seru Alvin, mencegah Ivory yang hampir saja memasuki zona beracun disekitarnya.


Alvin kemudian melompat keluar dari tumpukan mayat-mayat high orc yang bergeletakan disekitarnya lalu pergi menghampiri Ivory.


"Jangan kesana." Pinta Alvin pada Ivory.


"Apa yang terjadi?"


"Aku menebarkan racun disana."


"Racun?"


"Ya." Sahut Alvin pelan. Ia kemudian menoleh ke bawah, menatap ke arah dada Ivory.


Tapi itu hanya yang terlihat oleh Ivory, yang langsung bersedekap untuk menutupi dadanya yang sedikit terekspos setelah armornya hancur oleh serangan high orc penyihir sebelumnya.


Alvin sebenarnya sedang menatap peta Dungeon yang kebetulan muncul di arah itu.


"Apa monster-monster ini hanya berasal dari satu wilayah saja?" tanya Alvin.


"Y-ya... Kami hanya berhasil membunuh setengah dari mereka sebelum mereka memukul mundur kami dengan sangat parah."


"Baiklah. Tolong tunggu saja disini atau keluar saja dari Dungeon ini. Katakan juga pada yang lain," pinta Alvin.


"Tapi..., bagaimana kondisimu?"


"Aku baik-baik saja. Ingat, aku ini Healer, kan?"


"Huh?"


Alvin kemudian berbalik dan pergi berlari menuju lokasi monster kedua tanpa memerdulikan kebingungan di wajah Ivory.


Masih ada 5 lokasi yang harus ia datangi sebelum sihir pengunci gerbang terbuka. Jika kunci itu terbuka, semua monster akan langsung pergi menuju gerbang secara bersamaan.


"Rimi, berapa lama waktu yang kita punya?"


<32 menit sebelum sihir pengunci gerbang terbuka>


Alvin kini berpacu dengan waktu untuk menghabisi mereka semua sebelum mereka pergi, sementara hunter-hunter yang dimintanya untuk segera pergi meninggalkan Dungeon malah terus mengikutinya secara sembunyi-sembunyi.


Awalnya hunter-hunter dari Kota T itu penasaran bagaimana Alvin bisa segar bugar setelah ia membunuh puluhan high orc. Namun setelah mereka mengikutinya ke lokasi kedua, mereka terkejut bagaimana Alvin bukan hanya kembali segar bugar tapi ia juga menjadi sangat kuat dan bisa menghabisi monster-monster di lokasi itu dengan sangat cepat hanya menggunakan sebilah pedang di tangannya.


"Bukankah dia Healer? Kenapa dia sangat ahli menggunakan pedang seperti seorang Warrior?" bisik Lex pada Jack.


"Kalau seorang Warrior harus sehebat dia dalam menggunakan pedang, saya mungkin tidak layak untuk menjadi seorang Warrior," ucap Robbie, mengeluhkan teknik berpedangnya.


Di lokasi berikutnya mereka terkejut lagi saat melihat bagaimana Alvin menghabisi pasukan high orc yang setara dengan hunter peringkat B itu dengan memadukan sihir es pembeku dan sihir api yang membakar tubuh monster-monster tersebut.


"Apa dia menguasai sihir Mage juga dengan job Warrior nya?"


"Tidak. Lihatlah dia tidak menggunakan pedang untuk melakukannya. Dia hanya menggunakan kedua telapak tangannya. Itu benar-benar skill seorang Mage!" seru Robbie, menjawab pertanyaan Lex.


Para penguntit itu akhirnya menoleh pada Ivory secara bersamaan dan mereka melihat Mage terbaik di Kota T itu menganggukkan kepalanya.


"Itu benar-benar skill seorang Mage. Bahkan dia bisa menggunakan skill api dan es bersamaan. Saya rasa tidak ada Mage yang memiliki keduanya sekaligus di dunia ini." Ivory menjelaskan.


.........

__ADS_1


__ADS_2