
"Kau Alfin Rufino, kan?!" tanya Joey sekali lagi.
Nada bicara dan caranya bertanya kini sedikit lebih kasar dari sebelumnya. Tatapannya pun berubah.
"Dia si Rufino itu?"
"Dia buron peringkat F itu ya?"
Setelah Joey mengucapkan nama Alvin dengan sangat jelas dan nyaring, hunter-hunter yang baru tiba di Pusat Pengolahan itu akhirnya berbalik lalu pergi menghampiri Alvin dan ketujuh rekannya.
Mereka semua menatap Alvin dengan tatapan penuh selidik dan menyindirnya dengan terang-terangan langsung di hadapannya.
"Wow, kau benar kawan, dia benar-benar Alvin Rufino yang terkenal sebagai buronan itu!" seru seorang hunter yang langsung mengeluarkan kamera tangan untuk mengambil video Alvin.
Pria yang memegang kamera itu kemudian mengarahkan kameranya tepat ke wajah Alvin untuk dapat mengambil profilnya dengan lebih jelas.
"Apakah Asosiasi Kota S akan menyusulmu sampai kesini jika mereka menonton MeTube ku?" ucap pria itu di sela tawa kecilnya.
Melihat apa yang ia lakukan, Alvin tentu saja langsung menatapnya dengan perasaan tidak senang. Jika keberadaannya diketahui keluarga Lewis, tentu saja mereka akan langsung mengejarnya ke Kota T.
Norman Lewis bukanlah lawan yang bisa ia hadapi saat ini. Alvin masih harus menghindarinya selama mungkin, sampai ia setidaknya berperingkat S juga.
Belum lagi, Norman Lewis masih memiliki putra sulung, Duncan Lewis, yang merupakan salah satu member guild terkenal di Tiongkok. Ia juga sangat terkenal dengan kebengisannya.
Jika Duncan mendengar kabar bahwa adiknya, Miranda, menghilang di dalam Dungeon juga Brondy yang tiba-tiba menjadi lumpuh setelah mereka bertemu Alvin, ia yakin bahwa Duncan pasti akan kembali dari Tiongkok dan ikut mencarinya juga ke Kota T.
Jika itu terjadi, Alvin akan benar-benar dalam masalah besar.
.........
"Tolong singkirkan kameramu dariku," ucap Alvin. Ia menatap hunter itu dengan sangat marah.
Bukannya menyingkirkan kameranya, Hunter itu malah tertawa saat melihat kemarahan Alvin.
"Oh, apa kau marah? Bagaimana bisa seorang buron..."
Tappp...
"Tuan Rufino adalah tamu Asosiasi Kota T. Jadi tolong jangan ganggu dia," ucap Jack Paul yang sudah merampas kamera dari tangan hunter itu dan langsung mengotak-atik kamera untuk menghapus videonya.
"Tuan Paul, apa yang Anda lakukan? Anda menghapus video saya? Ada banyak..."
"Anda merekam seseorang tanpa izin. Bukan salah saya," sahut Jack memotong kalimat Edmund Green, hunter pemilik kamera.
"Anda ingin berbuat seenaknya karena Anda hunter Asosiasi?!" protes Edmund yang sebenarnya tidak takut pada Jack.
Secara peringkat, Edmund dan Jack sama-sama berada di peringkat B. Walaupun Jack memiliki kewenangan sebagai hunter Asosiasi yang tugas utamanya adalah menjaga ketertiban setiap hunter di kotanya, namun tindakan Jack yang mempermalukannya di depan rekan-rekannya, terutama di depan Alvin dan ketujuh rekannya, membuat Edmund tidak bisa menerima perlakuan tersebut.
Edmund hendak merampas kembali kamera dari tangan Jack, tapi ia membatalkan niatnya saat melihat sosok seorang wanita tiba-tiba menghalanginya.
"Hapus saja, tidak masalah," ucap wanita itu pada Jack.
"N-nona Cruz...," gumam Edmund saat melihat ketua guildnya berada di situ.
__ADS_1
Ia tentu saja tidak berani menentang lagi jika Ivory Cruz, ketua guild nya, yang sudah berbicara.
Ivory adalah sosok yang tadi Alvin rasakan memiliki aura dari energi Mana yang sangat kuat. Ia adalah seorang hunter tipe Mage peringkat A yang juga merupakan ketua dari guild Flames yang baru saja menyelesaikan raid di sebuah Dungeon peringkat C bersama Joey dan Edmund yang saat ini ada di tempat itu.
.........
Ivory kemudian menatap pada Alvin dan langsung meminta maaf padanya atas ketidaksopanan anggota-anggota guild nya.
"Maafkan kami jika kami membuat Anda tidak nyaman, tuan Rufino," ucap Ivory dengan suara pelan.
Alvin agak kaget melihatnya. Ia sudah terbiasa mendapatkan berbagai macam tatapan dan pesan wajah dari seseorang. Jadi, dia tahu mana yang tulus dan mana yang hanya bersandiwara.
Ia terkejut saat tahu ada hunter peringkat A seperti Ivory benar-benar meminta maaf dengan tulus pada hunter peringkat rendah sepertinya.
Ivory dan semua anggota guild nya tentu saja tidak tahu bahwa Alvin berperingkat B, karena Rimi telah menyamarkan energi Mana nya.
"Tidak masalah," sahut Alvin.
Ivory kemudian berbalik dan meminta semua anggota guild nya untuk pergi ke ruang tunggu sementara tim pengolah mengerjakan hasil raid mereka.
Setelah meraka semua pergi meninggalkan tempat itu, Jack akhirnya mengembalikan kamera Edmund pada Ivory setelah ia memeriksa file-file video di dalamnya jika masih ada video Alvin yang tertinggal.
Ivory juga memeriksa kembali file-file di dalam kamera dan baru pamit pergi setelah tidak menemukan adanya video Alvin lagi disana.
......................
"Maaf jika hunter-hunter di kota kami membuat Anda tidak nyaman, tuan Rufino."
"Tidak perlu berterima kasih. Itu memang tugas hunter Asosiasi. Jika tugas utama Anda adalah pemburu monster, kami adalah pemburu para hunter pembuat onar," ucap Jack yang kemudian tersenyum pahit.
Sama seperti yang ia rasakan pada Ivory, Alvin juga bisa melihat Jack sebagai orang yang berbicara apa adanya. Jadi ia memiliki respek padanya.
"Apa Anda ingin saya mengantarkan Anda sampai ke kediaman Anda, tuan Rufino?" tanya Jack kemudian.
"Tidak perlu. Saya akan pulang dengan naik taksi saja," sahut Alvin.
Setelah mereka bertukar beberapa kalimat lagi, Alvin, Raymond dan keenam hunter yang bersama dengannya akhirnya pergi meninggalkan gedung Pusat Pengolahan itu.
......................
"Kau dari mana saja? Kenapa juga kau mematikan ponselmu sampai 4 hari?"
"Hah?" Alvin terkejut saat mendengar kalimat 4 hari itu. Ia merasa hanya pergi selama 2 hari saja dan ternyata ia berada di Dungeon selama 3 hari lamanya.
Vina masih memelototinya dengan bertolak pinggang.
"Maaf, aku tidak tahu jika berada di dalam Dungeon selama 3 hari."
Vina mendengus pelan sembari memerhatikan pakaian adiknya yang banyak memiliki sobekan seperti habis terkena senjata tajam.
Itu adalah bekas sobekan dari belati makhluk hologram yang berhasil menembus armor bahkan sampai melukai tubuhnya.
"Apa kau baik-baik saja?"
__ADS_1
"Ya."
"Lihat pakaianmu ini. Apa kau terluka parah lagi?" ucap Vina sembari mendekati Alvin, hendak memeriksa kondisi tubuhnya.
Alvin buru-buru mengangkat kedua tangannya untuk mencegah Vina mendekatinya. "Aku tidak apa-apa. Aku bisa menyembuhkan diriku sendiri. Jangan lupa, aku seorang Healer."
"Tsk..., lain kali tidak perlu berbohong hanya untuk membuatku tidak khawatir."
"Apa maksudmu?"
"Kau mengatakan hanya keluar untuk berolahraga, kan?"
Alvin akhirnya mengingat saat ia mengatakan hanya ingin pergi berolahraga.
"Ah..., ya. Aku tiba-tiba bertemu seorang kenalan dan dia mengajakku ke Dungeon."
"Apa kau melakukan raid ilegal?"
"Tidak, itu..."
"Bukankah izin raid mu di cabut? Kau melakukan raid ilegal, kan?"
"..."
"Alvin, bukankah kita sudah memiliki cukup uang untuk hidup tanpa bekerja selama setahun penuh. Bisakah kau mengurangi kegiatanmu di dalam Dungeon?"
Alvin menggaruk-garuk kepalanya. Ia justru harus lebih sering pergi ke Dungeon untuk meningkatkan levelnya.
"Aku akan mengatakan padamu jika lain kali pergi ke Dungeon," ucap Alvin pelan.
Biasanya dia akan langsung beradu argumen jika ada hal yang tidak ia senangi dari ucapan kakaknya itu. Namun, karena ia sudah berjanji akan bertanggung jawab pada keluarganya, ia memilih untuk sedikit mengalah.
Vina memicingkan matanya, marah.
"Bukan itu yang tadi kuminta."
"Y-ya..., aku mengerti."
Setelah kenyang mendengarkan omelan Vina, Alvin akhirnya pergi mandi.
.........
Alvin sangat terkejut saat melihat ada banyak pesan masuk saat baru menyalakan ponselnya kembali. Sebagian besarnya dari Vina dan sebagian kecil dari Jack, Raymond dan beberapa kenalannya kemarin yang mengirimkan ucapan terimakasih atas bantuannya dalam melakukan raid.
Tapi, di antara semua pesan, ada 3 pesan dari orang lain yang membuatnya sangat tertarik.
"Ini... Apa dia serius?!"
Setelah Alvin membaca pesan itu, ia langsung pergi lagi, meninggalkan Vina yang menatap kepergiannya dengan kesal.
"Apa dia sudah memiliki banyak kenalan di kota ini?"
...****************...
__ADS_1