Hunter System

Hunter System
Bab 67 - Cara Menghina Yang Menyakitkan


__ADS_3

Alvin melirik ke langit-langit ruangan. Ia juga menoleh kebelakang sebentar sebelum akhirnya menatap dua pria yang duduk dihadapannya.


Pria yang duduk di sebelah kanan tampak sedang menatapnya dengan tatapan malas tanpa ekspresi. Ia tidak menunjukkan minat apa pun pada Alvin dan juga Jack.


Sedangkan pria yang di sebelah kiri, yang sedang berbicara pada Jack dan bisa ditebaknya sebagai CEO dari ZC group, masih saja tidak menatapnya sama sekali.


Dari cara pria itu memperlakukan dirinya dan Jack sejak awal, ia seakan ingin menunjukkan perbedaan kelas diantara mereka. Ia bahkan tampak sengaja untuk tidak menyapa dan menatap Alvin sama sekali sejak turun dari helikopter, sampai saat ini.


Billy terkesan ingin menunjukkan bahwa Alvin bukanlah siapa-siapa yang layak untuk diperhatikan apalagi diajak berbicara.


Menyadari hal itu, Alvin kini sudah terlalu marah pada pria bernama Billy tersebut. Wajahnya mengeras. Kedua tangannya mengepal dan energi Mana nya meluap-luap hingga meja yang menjadi pemisah antara dirinya dan Billy, bergetar hebat.


Untung saja Rimi telah menyamarkan energi Mana nya. Jika tidak, kedua pria itu pasti akan langsung sadar bahwa Alvin bukanlah seorang hunter biasa.


.........


"Bro..., ayo kita pulang dulu." Ucap Jack tiba-tiba, sembari menepuk-nepuk pelan pundak Alvin.


Alvin terkejut saat Jack melakukan itu hingga hampir saja ia menyerangnya.


Alvin juga melihat beberapa hunter yang sejak tadi berdiri di belakang kursi Billy sudah maju seolah sedang ingin menjaga Billy. Mereka terkejut saat melihat meja di ruangan itu mulai bergetar hebat. Tapi, mereka mengira Jack lah yang telah melakukannya.


["Kemarahanmu terlihat sangat jelas diwajahmu. Diam dan jangan lakukan apa-apa. Keluar dulu dari ruangan ini."]


Alvin mengernyitkan kedua alisnya saat mendengar nada suara Mina yang sangat dingin, yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.


'Apa maksudmu?'


["Turuti saja. Kau juga baru memerhatikan semua lampu CCTV itu berwarna biru, kan?"]


'Ya.'


"Hei, bro... Ayo kita pergi," pinta Jack lagi dengan berbisik di dekat telinga Alvin sambil mencengkeram pundaknya saat melihat Alvin masih belum menanggapinya sama sekali.


Alvin akhirnya menghela nafas panjang. Ia kemudian berusaha menguasai diri agar tidak meledak saat ini juga. Ia bahkan memaksakan diri untuk tersenyum sambil menatap ramah pada Billy, walaupun Billy masih saja tidak mau menatapnya.


"Tadinya, aku mengira kau bisa diajak berbicara. Sekarang aku tahu bahwa kita tidak akan pernah bisa..."


"Jack! Bawa dia keluar sekarang atau kau dan paman Lex akan menanggung kemarahanku!" umpat Billy pada Jack saat Alvin masih belum menyelesaikan kalimatnya.


"Billy, kau sudah berjanji..."


"Hei brengsek!" potong Alvin, sambil menudingkan telunjuknya pada Billy. Ia merasa tersinggung karena Billy tidak membiarkannya selesai berbicara.


"Bro. Tenang dulu. Ayo pergi," ucap Jack sambil berusaha memutar tubuh Alvin. Tapi Alvin dengan mudah dapat melepaskan cengkraman Jack pada bahunya.


"Kau lihat dia? Dia bahkan tidak mau menatap wajahku. Lalu kenapa dia memintaku datang?" ucap Alvin.


"Jack! Bawa dia sekarang! Adikku akan datang sebentar lagi. Aku tidak ingin dia melihatku marah!" bentak Billy, tepat setelah Alvin selesai berbicara. Ia benar-benar tidak mendengarkan apa pun yang Alvin katakan.

__ADS_1


"Alvin, ayo ikuti aku dulu."


Sigh...


Alvin mendengus kesal. Perlakuan Billy padanya bahkan jauh lebih membuatnya terhina daripada dihina secara langsung dengan kata-kata.


Alvin akhirnya hendak berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu seperti yang Jack dan Mina juga minta. Tapi, pria yang duduk disebelah Billy tiba-tiba melemparkan sebuah tas kecil ke arahnya.


Tappp...


Alvin menangkap tas kecil itu, tapi Jack langsung merampasnya dan melemparkan kembali tas itu pada orang yang tadi melemparkan benda itu pada Alvin.


"Dia tidak memerlukan itu," ucap Jack pada pria itu.


"Bukankah dia perlu uang? Disini ada 5.000.000 dollar. Anggap saja aku memberinya kompensasi," ucap pria itu dengan wajah serius. Dia merasa tidak nyaman dengan sebuah keributan yang ia kira uanglah masalah utamanya.


Jack hendak menyanggah ucapannya, namun Alvin sudah berbalik dan pergi meninggalkannya dengan langkah lebar.


......................


"Aku senang kau bisa menahan diri," ucap Jack sambil berusaha menyusul langkah kaki Alvin yang ia rasa terlalu cepat. "Diruangan itu ada CCTV yang terhubung dengan satelit. Jika kau bertindak gegabah maka..."


"Aku tahu. Diamlah!"


Jack terdiam. Ia bahkan sempat menghentikan langkah kakinya saat melihat tatapan mengerikan Alvin.


Alvin kemudian berbelok ke koridor lain, lalu masuk ke sebuah pintu yang membuat Jack bingung.


Alvin berjalan terus tanpa memerdulikan Jack hingga mau tak mau Jack akhirnya mengikutinya.


Tapi, saat Jack sudah masuk melewati pintu itu, Alvin sudah tidak berada disana.


"Ap..."


"Tunggu disini. Aku akan segera kembali."


Jack terdiam dengan tubuh gemetar. Ia dapat mendengar suara geraman Alvin, namun tidak bisa melihatnya sama sekali.


"B-bro..."


......................


Di dalam ruangan tadi, Billy sedang melakukan panggilan dan terdengar sedang mengumpat pada seseorang disisi lain panggilan.


"Paman, kenapa Anda tidak mengatakan kalau pria itu seorang buronan?! Dan kenapa Anda meminta Jack membawanya kehadapan saya?! Apa Anda tidak tahu kalau dia itu buronan? Atau Anda ingin menjebak saya?!" umpat Billy.


Ia sebelumnya ingin menemui Alvin baik-baik dan memberinya uang yang lebih banyak sebelum Reno memberitahunya dengan terlambat, saat ia sudah menaiki helikopter, bahwa Alvin adalah seorang buron berbahaya. Karena itulah dia sebenarnya sangat ingin menghindari Alvin tapi tidak menyangka Jack bahkan membawanya menunggu di dekat helipad.


Billy yang tidak mau dirinya kelak akan disangkut pautkan dengan seorang penjahat hingga membuat reputasinya jatuh, akhirnya bersikap dingin, seolah tidak pernah melihat pria itu.

__ADS_1


Semua masalah yang terjadi ditempat ini sebenarnya berawal dari Reno yang memiliki dendam pada Alvin.


Ia memerintahkan resepsionis agar Alvin dan Jack diarahkan langsung ke atap gedung untuk membuat mereka terhina. Ia juga yang meminta agar jangan ada seorangpun yang menyambut atau mengantarkan mereka.


Reno berpikir bahwa Alvin tidak akan berani menyakiti Billy di restoran itu karena semua kamera keamanan disana terhubung ke satelit. Alvin tidak akan bisa mengambil rekamannya kecuali dia bisa meretas satelit.


.........


Saat Billy masih marah-marah di teleponnya, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka.


Semua orang yang berada di ruangan itu tentu saja terkejut dan kebingungan saat tidak melihat siapapun yang masuk melalui pintu tersebut.


Dua orang pengawal kemudian pergi untuk memeriksa keluar ruangan, namun suara teriakan dari belakang mereka, membuat kedua pengawal itu akhirnya menoleh ke arah datangnya suara.


"Arghhhh... Apa yang... Ahhhh...!!!"


Billy berteriak-teriak histeris saat tubuhnya tiba-tiba tertusuk-tusuk oleh sesuatu yang tidak bisa dilihatnya sama sekali.


Hal itu bukan hanya terjadi pada Billy, pria yang tadi melemparkan tas uang pada Alvin juga mulai terluka di beberapa bagian tubuhnya.


["Cukup. Dia bukan hunter. Dia akan mati kalau kau terus menusuknya!"]


'Aku tahu.'


Alvin kemudian menendang pria itu dengan agak pelan, tapi tetap saja pria itu terpental dan menabrak dinding dengan keras.


Alvin berbalik lagi. Ia masih belum puas menyerang Billy dengan pasak tulang di tangannya.


'Yang ini hunter peringkat A. Dia tidak akan mati kalau aku menyerangnya dengan banyak tusukkan, kan?'


["Aku akan memberitahumu batasannya sebelum dia mati. Seranglah!"]


Mendapat petunjuk itu dari Mina, Alvin langsung melompat dan menyerang Billy kembali.


Stab... Stab... Stab...!


Alvin terus menusuk Billy, yang hanya bisa menerima serangan tanpa tahu siapa penyerangnya.


Billy yang sebenarnya hunter tipe Warrior itu, hanya bisa mengayunkan tangan dan kakinya kesana kemari tanpa yakin dengan tujuannya melakukan hal tersebut.


Ia hanya melakukannya untuk menangkis atau siapa tahu bisa memukul penyerang tak terlihat itu, tapi usahanya tersebut berakhir sia-sia.


Tapi tak lama kemudian, saat ia teringat akan cerita Reno bahwa Alvin bisa menggunakan sihir voodoo, ia akhirya berdiri dan berusaha untuk pergi keluar ruangan sambil berteriak-teriak meminta maaf pada Alvin yang ia harap belum terlalu pergi jauh meninggalkan ruangan itu. Ia mengira Alvin mungkin sedang menusuk-nusuk bonekanya dari luar ruangan.


Alvin tidak memerdulikan teriakan histeris permintaan maaf Billy. Ia terus menyerang pria itu dan baru berhenti saat mendengar teriakan seseorang yang kemudian berlari ke arah Billy dan memeluknya erat.


["Oh, astaga...!"]


Bukan hanya Alvin yang terkejut saat melihat Ivory tiba-tiba muncul dari balik pintu dan langsung berlari memeluk Billy. Mina pun bahkan ikut terkejut juga.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2