
Sudah dua hari berlalu sejak tim raid masuk kedalam gerbang Dungeon pertingkat A itu.
Semua orang yang berada di depan gerbang mulai cemas karena tidak ada satupun dari hunter peringkat B yang keluar untuk digantikan oleh hunter peringkat B lainnya.
Diantara mereka, para reporter senior yang sedang melakukan siaran langsung mulai berasumsi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mereka baik-baik saja?" tanya salah satu reporter.
"Kalau saya lihat dari raid-raid Dungeon peringkat A di kota-kota dan negara lain, mereka biasanya sering mengganti hunter peringkat B yang sudah cidera. Kenapa mereka tidak melakukannya selama dua hari ini?" tanya reporter lainnya.
Salah satu narasumber yang merupakan pensiunan hunter peringkat B di Kota T, menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan tenang. "Mari kita berpikir positif. Mungkin saja mereka bisa menanganinya dengan baik, kan?"
"Ingat, kota kita memiliki 4 hunter peringkat A dengan job yang berbeda. Mereka dapat saling melengkapi dengan baik karena job berbeda dan peringkat yang merata itu."
Apa yang para reporter televisi bicarakan itu, dapat membuat seluruh penonton menjadi sedikit lega, terutama saat narasumber memberikan asumsi dengan sangat optimis.
Namun, hanya beberapa detik setelahnya, rasa lega itu langsung digantikan oleh perasaan was-was dan khawatir yang sangat besar saat 21 hunter peringkat B tiba-tiba keluar dari gerbang dengan memiliki luka-luka yang teramat sangat parah di sekujur tubuh mereka.
Yang lebih mengkhawatirkannya lagi, ada 6 hunter tipe Healer di dalam rombongan itu yang ikut keluar. Artinya, tim di dalam sudah tidak memiliki seorang Healer sama-sekali.
"Apa yang terjadi? Apa raid nya sudah selesai?" tanya salah satu petugas penjaga gerbang yang langsung menyambut kedatangan hunter-hunter itu.
"Apa kami harus masuk sekarang?" tanya salah satu hunter peringkat B yang berada di tim cadangan.
"Jangan! Tolong berjaga saja disini!" seru salah satu hunter peringkat B yang baru saja keluar dari gerbang.
"T-tolong cari bantuan. K-kita semua akan mati jika tidak ada hunter peringkat S yang membantu." Pinta salah satu hunter yang tampak terluka paling parah.
Apa yang ia katakan kemudian dibenarkan oleh rekan-rekannya yang tampak sangat panik dan putus asa.
"Mereka monster-monster yang sangat brutal. Tolong hubungi Asosiasi Pusat dan minta hunter peringkat S untuk dikirim kesini!"
Permintaan-permintaan yang serupa terus disuarakan para hunter yang baru saja keluar dari dalam gerbang.
.........
"Ini sepertinya sangat buruk. Jika semua hunter berbicara seperti itu, Kota T sepertinya sedang dalam bahaya besar." Ucap salah satu reporter yang sedang berada dalam siaran langsung.
Ia sebenarnya berbicara dengan pelan, hanya untuk didengarkan oleh salah satu rekannya saja. Tapi, apa yang ia ucapkan itu bisa terdengar dengan sangat jelas oleh para pemirsa stasiun televisi lokal itu dan hal itu pada akhirnya membuat warga Kota T menjadi panik.
Pihak Pemerintah yang sedang menyaksikan siaran langsung juga segera mengerahkan anggota militer untuk mengevakuasi seluruh warga yang berada dalam radius 10 kilometer dari gerbang berada.
__ADS_1
Hanya tersisa 1 hari lagi sebelum Dungeon Break. Jadi, pihak Pemerintah langsung mengambil langkah untuk menyelamatkan warga mereka.
.........
Saat semua hunter yang berada di depan gerbang dan semua awak media yang berada di sana sedang dalam keadaan panik, seorang pria bertubuh tinggi kurus tiba-tiba datang dengan penampilan yang sangat mengkhawatirkan.
Ia berjalan dengan terbungkuk-bungkuk sambil memegangi perutnya yang masih sakit akibat luka-luka dalamnya yang masih belum sembuh.
Kemunculannya itu berhasil menyita perhatian semua orang dan membuat semua orang yang berada disana terdiam hanya untuk memerhatikannya.
"H-hei... siapa kau? Apa yang kau laukan? Menjauh dari gerbang!" seru kapten tim pengawas yang masih sibuk melakukan panggilan telepon untuk meminta kantornya mengirimkan Healer-healer peringkat C atau D yang sedang menganggur untuk membantu menyembuhkan hunter-hunter yang terluka parah.
"Aku mau masuk," sahut pria itu dengan suara pelan sambil menunjuk ke arah gerbang.
"Apa?!"
Ketua tim pengawas diam sambil memerhatikan kondisi pria itu yang tampak tidak baik. Selain penampilannya yang sangat berantakan seakan baru saja kembali dari medan tempur yang sangat berat, wajah pucatnya juga menandakan bahwa ia sedang tidak sehat.
"Dia seorang hunter," pikir kapten tim pengawas.
"Tuan hunter, ini Dungeon peringkat A. Dan lagi, Anda tampak tidak baik-baik sa... Hei!"
"Sialan." umpat ketua tim pengawas sembari menatap hunter-hunter di sekelilingnya, yang tak lain adalah para anak buahnya.
Biasanya, disaat seperti ini, mereka akan mengejar hunter yang tidak memiliki izin dan tidak terdaftar dalam tim raid seperti hunter yang baru saja menerobos masuk itu. Tapi, karena mereka tahu di dalam sana sangat berbahaya, hunter-hunter Asosiasi itu langsung memalingkan muka saat kapten tim menatap mereka. Mereka tahu bahwa kapten tim sedang mencari orang yang harus mengejar hunter itu untuk membawanya kembali.
......................
Tim raid gabungan yang diketuai oleh Lex Brown itu terlihat sudah sangat kepayahan.
Mereka saat ini hanya bertarung untuk berusaha mencegah para monster mendekati gerbang karena Dungeon Break akan segera terjadi, setelah sebelumnya berusaha mengirimkan hunter-hunter peringkat B yang sudah terluka sangat parah agar bisa keluar dari Dungeon terkutuk ini sambil melindungi mereka.
"Aku hampir kehabisan energi Mana! Kalian keluar dulu, aku sudah tidak bisa melindungi kalian lagi!" seru Lex, Tanker yang sejak awal berusaha sangat keras melindungi rekan-rekannya.
Dibelakang pria paruh baya itu, Robbie Cale yang juga sudah terluka parah berusaha untuk tetap berdiri sambil menahan tubuh Lex yang sudah limbung.
Hanya dengan adanya Lex, maka mereka masih bisa hidup. Lex adalah hunter yang paling banyak berjuang untuk menahan serangan-serangan high orc yang sangat sukar untuk dihadapi itu, hingga ia juga menjadi hunter yang sudah terluka paling parah diantara hunter-hunter yang tersisa.
"Kalian pergi saja, kami akan berada di sini untuk menahan mereka," ucap Ivory pada Jack Paul, Joey Garin dan Edmund Green yang baru saja duduk disebelahnya, sambil memberikan serangan jarak jauh pada belasan high orc di depan Lex.
Ketiga hunter itu baru saja kehabisan energi Mana setelah membantu Lex menghadang belasan high orc yang kini masih mengeroyoknya.
__ADS_1
Sementara itu di tempat yang tak jauh dari mereka, Revi McCoy sedang berduel dengan salah satu high orc yang lolos dari aggro skill Lex dan sedang ingin pergi menuju gerbang.
Kondisi Revi juga sudah sangat memprihatinkan. Satu kakinya terluka sangat parah. High orc itu tahu bahwa Revi bertarung dengan mengandalkan kecepatannya dan ia selalu mengincar kaki lawannya itu.
Masih untung Revi tidak kehilangan salah satu kakinya saat pentung berduri yang high orc gunakan sebagai senjata menghantam kakinya dengan sangat keras.
"Ughhh...!"
Revi langsung terpental jauh saat pentung high orc baru saja menghujam tepat di perutnya.
Ia berusaha bangkit, namun luka parah di salah satu kakinya membuat pria itu tidak bisa bergerak dengan lincah lagi.
Melihat lawan sudah sangat kepayahan, high orc yang baru saja mementalkan Revi, langsung melompat dan menerjangnya dengan mengayunkan pentung mengarah pada kepala pria itu.
"Mati aku...," gumam Revi saat melihat pentung high orc sudah sangat dekat dengan kepalanya.
Namun, tepat saat kepala Revi hampir terkena serangan, benang-benang sutra melesat melewati kepalanya dan menjerat pentung high orc.
Wushhh...
Srat... Srat...
"Hampir saja," gumam Alvin sambil menarik pentung berduri itu dari tangan high orc setelah ia berhasil menjeratnya, bermaksud ingin merebut senjata tersebut.
Namun, karena kuatnya genggaman high orc pada senjata dan kuatnya tenaga Alvin saat menarik senjata, high orc juga ikut terbang saat Alvin menariknya.
["Hei, dia ikut datang bersama senjatanya."]
"Itu lebih baik."
Alvin segera membuka jendela inventory lalu mengambil pedangnya dan...
Wushh...
Crakkkk...!!!
Melihat kepala high orc terbang, semua hunter dan belasan high orc lain yang berada dihadapan Lex Brown secara bersamaan menoleh ke arah seorang pria tinggi bertubuh kurus yang baru saja menebas leher makhluk itu.
"My bro!" Seru Jack sambil melompat berdiri saking girangnya, saat melihat hunter yang sudah ia nantikan akhirnya muncul juga.
...****************...
__ADS_1