Hunter System

Hunter System
Bab 177 - Masa Lalu Mina (4) - Sebuah Cerita (3)


__ADS_3

"Kalian pasti berpikir jika dewi Ann adalah dewa, maka dia bisa pergi kemanapun dan mencari siapapun di alam semesta ini, kan?"


"Ya," sahut Alvin.


"Pada kenyataannya tidak seperti itu. Jarak yang cukup jauh antar galaksi diciptakan agar tiap dewa tidak bisa menyeberanginya. Aku pernah melakukannya dan hampir mati karenanya,"


"Perjalanan antar galaksi hanya bisa dilakukan melalui portal sihir. Tapi, hal tersebut juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kita, sebagai makhluk dari pusaran putih, tidak diizinkan untuk membuka gerbang sihir di pusaran lain,"


"Jika kita melanggarnya, dewa kita akan diberikan hukuman pemusnahan."


"Tapi kenapa makhluk luar galaksi kita tidak dihukum? Bukankah mereka melakukan pelanggaran itu?" tanya Mina.


"Karena ada dewan pengawas para dewa yang melindungi mereka. Mereka adalah dewan pengawas yang menghasut beberapa dewa pada ceritaku tadi."


Alvin dan Mina tampak kesal. Cerita yang Anna sampaikan, yang mulai menampakan akar masalah yang terjadi di Bumi, malah membuat mereka marah.


"Jadi seberapa kuat dewan pengawas para dewa itu? Bagaimana jika kita membantu dewi Ann untuk memusnahkannya?"


Anna tersenyum.


"Memang itulah yang harus kita lakukan. Tapi, aku akan menyelesaikan cerita ku terlebih dahulu. Kalian harus mendengarkannya sampai selesai."


"Baiklah."


......................


"Tadi, aku mengatakan bahwa malaikat keturunan Serafim akhirnya bertemu Miyuki dan memberikan sebagian inti Mana juga teknik sihirnya pada mu,"


"Karena memiliki kemampuan itu, kau akhirnya berusaha memerangi para malaikat tersesat dan membunuh sisa malaikat tersesat itu sampai hanya menyisakan Beelzebub,"


"Karena itulah rencana dewan pengawas para dewa berubah. Mereka ingin menghancurkan Bumi. Mereka akhirnya memberikan kekuatan Serafim juga pada Beelzebub yang pada akhirnya berhasil memporak-porandakan Bumi. Bukankah itu yang terjadi pada kehidupan masa lalu mu?"


Mina mengangguk pelan.


"Saat kau mati dan Bumi hampir dihancurkan, pada saat itulah dewi Ann yang tidak berhasil menemukan keberadaan dewi Lyn datang kembali ke Bumi."


"Dewi Lyn tidak ditemukan?" tanya Mina.


"Ya."


"Tunggu. Bukankah dewi Ann sudah menemukannya?"


"Tidak. Sebelum ini, dewi Lyn tidak pernah ditemukan. Dewan pengawas telah menjebak dan menempatkannya dalam penjara tak terdeteksi,"


"Dewi Lyn baru berhasil meloloskan diri di saat semuanya sudah sangat kacau balau dan dia datang terlambat untuk menghentikan dewi Ann menghancurkan galaksi kita.


Mina mendengus.


"Ceritamu membingungkan."

__ADS_1


"Dewi Ann sendiri juga tidak mengetahui cerita ini sampai kami akhirnya menemukan dewi Lyn beberapa waktu yang lalu."


Alvin dan Mina menatap Anna dengan tatapan bermusuhan. Bagian terbaru dari ceritanya benar-benar membuat keduanya bingung.


Melihat ekspresi marah Mina yang lucu, Anna tertawa terbahak-bahak.


"Jadi, dewi Ann yang marah akhirnya menyerang Beelzebub dan beberapa dewa perang dari galaksi lain yang datang ke Bumi. Kau bisa menebak jika dewi Ann sampai menggunakan sebagian kecil saja kekuatannya, kan?"


Mina mengernyitkan kening. Ia ingat cerita dewi Ann saat dewa perang itu secara tidak sengaja menghancurkan 6 galaksi.


"Apa dia menghancurkan Bumi secara tidak sengaja?"


Anna menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Maksudku bukan cuma Bumi. Galaksi kita, juga beberapa galaksi yang berada di sekitar galaksi kita juga hancur. Padahal, dia cuma menggunakan sedikit energi Mananya untuk memusnahkan para pengacau yang berada di Bumi."


"Dia sekuat itu?"


"Itu cuma sedikit kekuatannya. Karena itulah para dewa meminta kontes pertarungan diganti menjadi kontes menjaga para makhluk ciptaan agar dewi Ann tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi,"


"Kekuatannya adalah untuk kontes bertarung, bukan sebagai pelindung galaksi. Sayangnya dewi Lyn tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi para dewa perang dari galaksi lain. Karena itulah dewi Ann yang turun tangan."


"Jadi kita memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan para dewa perang yang akan datang ke Bumi?"


"Kau akan bisa melakukannya."


"Bagus kalau begitu. Jadi..., apa kau bisa membawa kami pada mereka?"


Alvin menghela nafas panjang.


"Sayang sekali..."


"Tapi kau bisa mendatangi mereka ke tempat persembunyiannya."


"Aku?"


"Ya."


"Bisa kau tunjukkan jalannya?" tanya Alvin dengan tidak sabaran.


"Kau akan tahu setelah aku menyelesaikan cerita."


"Hah? Masih ada?"


"Kalian terus memotongnya. Jadi aku tidak bisa menyelesaikannya," keluh Anna.


Alvin dan Mina saling bertatapan. Mereka pun diam dan meminta Anna untuk melanjutkan cerita.


......................

__ADS_1


"Seperti yang kuceritakan tadi, Bumi akhirnya hancur. Karena itulah, dewi Lyn mengulangi kehidupan."


"Mengulangi kehidupan?"


Anna mengangguk.


"Dewa penguasa galaksi memiliki kuasa untuk mengulangi kehidupan sebanyak 7 kali. Dewi Lyn melakukannya dan berharap bisa mengubah akhir cerita,"


"Sayangnya, dewan pengawas para dewa yang lebih berkuasa dibandingkan dewa sudah mengantisipasi hal tersebut. Mereka sudah menuliskan apa yang akan kita alami dalam buku takdir hingga hal yang sama terus saja terulang kembali."


"Jadi itu maksudmu. Apa aku tersesat di kehidupan baru? Apa dunia di kehidupanku yang lalu sudah kiamat?"


Anna mengangguk pelan.


"Kau adalah satu-satunya roh yang selamat dari duniamu."


"Begitu...," Mina tertunduk. "Jadi aku tidak bisa menyelamatkan mereka...," gumam Mina.


"Tidak. Kau akan bisa menyelamatkan mereka."


"Mereka bukanlah orang yang... sama...," Mina mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.


"Semua yang lahir kembali di kehidupan ini adalah orang yang sama. Itulah kenapa kau bahkan Rimi yang kau program dengan memiliki ingatan Rin juga masih bisa mengingat kehidupan yang kalian lalui pada kehidupanmu yang sebelumnya."


"Untuk kau ketahui, kau adalah pahlawan yang berhasil melawan takdir yang dewan pengawas tuliskan dalam buku takdir."


"Melawan takdir? Apa maksudmu?"


"Kau menciptakan Sistem dan mengirimkannya tepat saat dewi Lyn mengulang kehidupan. Untuk kalian ketahui, kehidupan kita sekarang ini adalah pengulangan terakhir. Jika kau tidak secara kebetulan mengirimkan Sistem dan roh mu ke masa lalu, aku sudah pasti tidak akan selamat dari kematian."


"Maksudmu..., kau akan mati sebelum berusia 19 tahun?"


"Ya. Aku akan terus mati di usia 18 tahun saat terjatuh dari gedung itu,"


"Dewi Ann memiliki rencana untuk memberikan sebagian kecil inti Mananya pada makhluk yang berasal dari duplikatnya. Dia cuma punya satu makhluk duplikat di Bumi dan makhluk itu adalah aku,"


"Kau ini makhluk duplikat?"


Anna tersenyum kaku.


"Sebenarnaya, semua manusia yang ada di dunia ini adalah duplikat dari dewa, malaikat dan para penduduk dunia para dewa di wilayah keluarga dewa Arnix. Rupa kita di ambil dari mereka."


"Ada satu manusia di dunia ini yang memiliki rupa yang sama persis dengan salah satu dewa. Ada tiga manusia yang memiliki rupa yang sama dengan satu malaikat dan ada 7 manusia yang memiliki rupa yang sama dengan para penduduk biasa di dunia para dewa."


"Karena kau adalah satu-satunya makhluk duplikat dewi Ann, maka hanya kau saja yang bisa menerima kekuatannya? Apa itu yang kau maksud? tanya Mina, mengutarakan kesimpulan yang bisa diambilnya.


"Kau benar," Anna mengangguk pelan. Seperti yang ia duga, Mina pasti bisa menebaknya.


Anna melanjutkan, "Dewi Ann selalu terlambat menemuiku di 6 kehidupan sebelumnya. Dia baru berhasil saat Sistem yang kau kirim kebetulan datang dan mencegahku mati selama 2 menit,"

__ADS_1


"Jika Sistem tidak melakukannya, apa yang terjadi di 6 kehidupan sebelumnya sudah pasti akan terulang kembali."


__ADS_2