
Karena begitu hebat pasukan serangganya bertempur dalam formasi raid, Alvin yang hanya mengatur mereka melalui telepati itu akhirnya bisa bersantai.
Pasukan belalang menjadi Tank bagi serangga lain. Pasukan nyamuk menjadi tipe support yang terus-terusan menyerap energi Mana lawan, hingga seluruh pasukan itu tidak perlu khawatir akan kehabisan energi Mana.
Belalang sembah adalah satu-satunya Assassin yang bertugas sebagai pembunuh. Sementara laba-laba raksasa bertugas sebagai pengekang pasukan lich dengan jaring-jaring mereka.
"Ini benar-benar tontonan yang sangat menarik!"
["Akan lebih menarik lagi jika kau berhasil melewati quest level 101 dan mendapatkan item terakhir dari Hunter Equipment."]
"Baiklah! Aku berharap akan mendapat banyak bakal gerbang peringkat A agar segera sampai ke level itu."
......................
Kemudahan yang Alvin dan pasukan serangganya dapatkan di dalam Dungeon itu berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Kota S.
Tiga gerbang yang terbuka di Kota S itu membuat keadaan di sekitar gerbang menjadi kacau balau.
Para warga yang mengira lich-lich itu sebagai manusia, tentu saja tidak waspada saat lich tiba-tiba saja menyerang mereka.
Warga yang harusnya sempat melarikan diri pun akhirnya dihabisi lich-lich itu.
Kekacauan juga terjadi karena lambatnya Asosiasi dalam megevakuasi warga dari area gerbang Dungeon Break berada.
Hunter-hunter dari Asosiasi justru baru datang saat sudah banyak warga yang tewas oleh amukan lich.
Sebenarnya, ada masalah lain yang membuat para warga sudah banyak menjadi korban saat situasi genting ini terjadi. Itu disebabkan hunter-hunter di Kota S tidak terlalu memerdulikan para warga sipil tersebut, karena mereka memiliki dendam pada Asosiasi.
Asosiasi yang harusnya bisa mengorganisir para hunter untuk membantu saat ada Dungeon Break seperti saat ini, malah kelimpungan untuk mencari hunter yang mau membantu dengan sukarela.
Hal itu sebenarnya terjadi karena para hunter di Kota S, yang sudah muak dengan kepemimpinan Norman Lewis, mengabaikan permintaan bantuan darinya.
.........
Selain Dungeon Break besar yang terjadi belasan tahun silam, Kota S belum pernah mengalami Dungeon Break lagi. Semua itu terjadi karena Dungeon peringkat tinggi, B dan di atasnya, selalu di ambil alih oleh Asosiasi.
Norman Lewis yang serakah, yang tidak pernah memastikan level Dungeon dengan benar, sebenarnya sengaja membiarkan hal itu tetap terjadi hanya untuk melihat sehebat apa monster penghuni Dungeon.
__ADS_1
Jika monster-monsternya sangat kuat, dia akan menyewa hunter peringkat S dari negara lain untuk mengatasinya, dengan kontrak bagi hasil 20:80.
Walaupun dia hanya mendapat 20% dari hasil raid, namun jika semua gerbang peringkat tinggi yang bisa memberikan penghasilan tinggi itu ia monopoli sendiri, Norman tentu akan mendapat hasil yang sangat banyak. Bahkan jauh lebih banyak dari hasil pajak yang ia tetapkan pada semua guild.
Karena itu, saat Dungeon Break terjadi, hunter-hunter Kota S yang merasa ‘dicurangi’ akhirnya membalas dengan kompak untuk tidak membantu sama sekali saat Asosiasi memanggil mereka.
Guild-guild besar juga hanya menjaga wilayah mereka sendiri tanpa mau repot-repot pergi ke area gerbang berada.
......................
Mark Friedl, ketua dari guild Superkraft, guild terbaik kedua di Kota S setelah guild Maximus, menertawakan permintaan Asosiasi saat Asosiasi menghubungi mereka melalui sekretaris guild.
“Biarkan saja. Mereka selama ini hampir tidak pernah membiarkan kita membeli hak raid di Dungeon peringkat B, kan? Biarkan mereka kerepotan mencari bantuan ke luar negri seperti biasanya,” sahut Mark yang kemudian tertawa puas saat sekretaris guild menanyakan kesanggupannya setelah Asosiasi menelepon mereka.
“Tapi monster apa yang saat ini sedang menginvasi pusat kota?” tanya Carlen Ritter, wakil ketua guild Superkraft, pada sekretaris guild Aneryn Vogel.
“Saya belum tahu, tuan. Stasiun berita lokal sepertinya belum mendapatkan hak siar,” sahut Aneryn.
“Tsk… Seperti biasa, informasi selalu datang terlambat. Itu karena video dari citra satelit kota kita hanya bisa di akses oleh Asosiasi. Jika stasiun berita tidak membayar mahal untuk hak siar, Kota S tidak akan pernah mendapatkan siaran langsung seperti kota lain,” ucap Mark, kesal.
Mark mendengus. Hal itu bukannya tidak mungkin. Semua ketua guild juga pernah memikirkan hal tersebut. Tapi, jika keluarga Lewis jatuh, sudah pasti orang dari keluarga Maxwell yang akan ditunjuk Asosiasi Pusat sebagai penggantinya. Ia tidak mau itu terjadi.
Selain Mark, sebenarnya tidak ada juga keluarga hunter lain yang mau jika keluarga pesaing keluarga lewis tersebut menjadi penggantinya. Mereka berpikir bahwa hasilnya mungkin akan sama saja.
“Tuan, ada informasi di forum guild. Mereka mengatakan keluarga Maxwell berada di area gerbang Dungeon dan sedang berjuang untuk mengatasi Dungeon Break,” ucap Aneryn, setelah ia membaca informasi di tabletnya.
Mark terdiam. Ia sebenarnya tahu bahwa keluarga Maxwell sedang mengadakan pesta penyambutan pewaris perusahaan di area pusat kota.
Tapi dia tidak menyangka jika keluarga itu berani mengambil resiko untuk mengatasi Dungeon Break karena itu akan membuat mereka melemah jika keluarga Lewis tiba-tiba menyerang mereka setelah kelelahan berperang melawan monster.
Mendapat informasi penting itu, Mark tiba-tiba memikirkan sebuah rencana. Rencana untuk membuat guildnya, Superkraft, agar bisa menjadi guild nomor satu di Kota S.
.........
Guild Superkraft adalah guild yang berisikan para pendatang yang berasal dari Jerman. Guild yang didirikan oleh ayah Mark itu, dulunya bisa bekerjasama baik dengan semua guild di Kota S.
Namun, saat Asosiasi mempersulit pembelian hak raid Dungeon peringkat tinggi, hubungan antar semua guild besar perlahan mulai memburuk dan akhirnya benar-benar buruk dalam 3 tahun terakhir.
__ADS_1
Perebutan hak raid yang dilelang Asosiasi adalah masalah utama yang membuat tiap guild ribut.
.........
Mark berdiri dari kursi dan berbicara dengan senyum sumringah di wajah, “Ayo kita bersiap menuju pusat kota.”
Carlen mengerutkan keningnya, “Kenapa kita tidak menjaga di sekitar batas wilayah kita saja?”
Mark tersenyum penuh arti padanya, “Kau ingin kita melengserkan keluarga Lewis melalui petisi, kan? Ini saatnya.”
“Ya? Bagaimana caranya?”
Mark tertawa sebelum menjawabnya, “Akan ku ceritakan dalam perjalanan,” ia kemudian menatap Aneryn, “Hubungi semua hunter terbaik guild kita. Katakan pada mereka agar berkumpul di luar pusat kota. Aku dan Carlen akan berangkat sekarang.”
“Baik, tuan.”
......................
Mark Friedl memiliki rencananya sendiri. Ia bisa menebak, Asosiasi pasti hanya akan menjaga di luar daerah tempat terjadinya Dungeon Break.
Asosiasi yang tidak memiliki banyak hunter peringkat tinggi itu sudah pasti tidak akan berani masuk ke wilayah terjadinya Dungeon Break.
Selain karena mereka takut, para pegawainya yang digaji terlalu rendah jika di bandingkan dengan gaji hunter Asosiasi kota lain, sudah tentu tidak akan mau mempertaruhkan nyawa mereka dengan sembrono.
Mark bisa melihat peluang ini. Ia ingin menunggu keluarga Maxwell itu kelelahan dan saat itulah dia akan masuk untuk membasmi seluruh monster dan keluarga Maxwell sekaligus.
Informasi mengenai dirinya yang nanti akan diketahui semua warga Kota S sebagai pahlawan penyelesai masalah, tentu akan menyebar luas di seluruh guild di Kota S.
Pada saat itulah, mereka akan membuat petisi ke Asosiasi Pusat untuk menurunkan Norman Lewis yang tidak cakap dalam memimpin dan mengatasi situasi kota yang dalam bahaya.
Jika Norman lengser dan keluarga Maxwell sudah tidak ada lagi. Siapa lagi yang pantas ditunjuk sebagai ketua Asosiasi baru selain dirinya? Membayangkannya saja, membuat Mark tertawa riang.
“Apa ada yang menyenangkan, tuan Friedl?” tanya Carlen bingung.
“Tidak…, ayo kita lihat-lihat situasi di sana dulu sambil berbicara,” sahut Mark, berusaha menahan emosi bahagia yang meluap-luap di hatinya.
...****************...
__ADS_1