
Saat pertama kali Alvin membuka gerbang kematian dan setelah Ziz dan Leviathan kembali dari rasa takutnya, Alvin mendapatkan serangan mematikan dari kedua makhluk mitos tersebut.
Pada saat itu, wujud Hunter Equipment aktif dengan sendirinya, melindungi Alvin dari serangan jarak dekat yang terdeteksi oleh Hunter Equipment sebagai serangan yang sangat berbahaya walaupun Alvin, yang sudah terlalu kuat untuk bisa diciderai oleh serangan seperti itu, sebenarnya tidak akan mengalami cidera bahkan tidak akan mengalami luka gores sedikitpun karenanya.
Karena itulah Mina meminta Alvin untuk dapat sadar sepenuhnya untuk mengontrol sihirnya agar wujud Hunter Equipment tidak aktif lagi secara tidak sengaja selama ia masih berada di Kota C.
Mina juga memintanya untuk menutup gerbang yang menghubungkan antara Dungeon dan Kota C agar energi sihir dari dalam Dungeon tidak bocor ke luar.
Selain itu, sebelum Alvin pergi ke lokasi tempat terjadinya sebuah Dungeon Break, Mina juga memintanya untuk 'meminjam' sebuah laptop hunter Asosiasi yang berada di dalam bus untuk melakukan peretasan. Mina melakukannya untuk menghilangkan jejak keberadaan Alvin di Kota C.
Alvin tahu bahwa Mina tidak ingin keberadaannya diketahui oleh hunter-hunter Kota C. Namun, apa yang Mina lakukan menurutnya sudah terlalu berlebihan.
Walaupun begitu, Alvin tetap mengikuti apa yang Mina inginkan dan tidak menanyakan kenapa sikapnya terlalu berlebihan.
......................
Di saat yang sama dengan aktifnya wujud Hunter Equipment Alvin, seorang gadis remaja yang sedang berada di sebuah ruang bawah tanah Kota C dan sedang sibuk memiloti sebuah avatar hunter, terkejut dengan aura dari energi sihir yang tiba-tiba saja muncul dan menghilang dengan sangat cepat.
Energi sihir itu sangat familiar baginya. Sangat disayangkan ia saat itu sedang sibuk memiloti avatarnya hingga tidak bisa langsung mengecek letak keberadaan hunter yang baru saja mengaktifkan aura sihir tersebut.
Baru setelah avatar hunternya kehabisan energi Mana, setelah digunakannya untuk berjuang melawan monster kuat di sebuah Dungeon, gadis itu akhirnya pergi ke ruang kerjanya untuk mengecek lokasi tempat ia tadi merasakaan adanya aura sihir yang sangat dikenalinya.
Sayangnya, ia tidak menemukan apa pun di sana. Dengan perangkat kamera mata-mata yang dimilikinya, ia bahkan tidak menemukan adanya hunter asing yang datang ke Kota C dengan aura sihir seperti yang sudah dikenalnya.
"Aneh. Apa aku sedang berhalusinasi?"
Miyuki akhirnya meninggalkan perangkat pengintai dan pergi meninggalkan ruang kerjanya untuk menyiapkan perlengkapan pengganti avatar hunternya yang mengalami sedikit kerusakan setelah digunakannya secara berlebihan dalam pertempuran berat.
...****************...
Alvin memerhatikan bagaimana hunter-hunter kuat Kota C sedang bertarung melawan ular-ular raksasa di sebuah area.
Hunter-hunter itu bertarung dengan sangat terorganisir walaupun terlihat jelas bahwa mereka sudah terlalu lelah karena hampir kehabisan energi Mana hingga kadang meloloskan satu atau dua ular raksasa dari kepungan.
'Apa Kota C memang memiliki banyak hunter sekuat ini?'
["Harusnya tidak."]
'Lalu, bagaimana mereka bisa sekuat Tia? Mereka juga bukan hunter dari luar kota, kan?'
Alvin sudah pernah melihat wajah hunter-hunter itu di situs Asosiasi Hunter Asia Tenggara dan ia tahu jika mereka adalah hunter-hunter yang terdaftar di Kota C kecuali seorang hunter peringkat S, Wang Zhu Ming, yang adalah hunter dari Kota A.
["Aku juga heran. Mereka harusnya belum sekuat ini. Pasti...,"] Mina menghentikan ucapannya.
__ADS_1
'Ya?'
["...Kurasa ada seseorang yang meningkatkan kekuatan dan peringkat mereka."]
'...Sebentar. Apa kau mengenal mereka ini?'
["..."]
Sementara Rimi berbicara, Alvin mengeluarkan belatinya. Ia kemudian pergi membantu hunter-hunter itu untuk menghabisi ular-ular raksasa yang lolos dari kepungan mereka.
'Kasihan sekali jika mereka harus bertempur sampai usia senja. Apa tidak ada hunter dari negara lain yang seperti mereka ini?'
["Sebenarnya hampir tidak ada. Walaupun ada, tiap hunter kuat biasanya hanya berusaha untuk melindungi negara mereka sendiri."]
'Sayang sekali. Andai mereka mau bekerjasama.'
["Begitulah..."]
'Rimi tadi mengatakan bahwa hunter-hunter ini akan tetap bertahan sampai tahun 2110, kan?'
["Kau lihat pria berambut merah itu?"]
Alvin menoleh pada seorang pria jangkung yang paling kuat di antara rekan-rekannya. Alvin langsung mengenalinya. Dia adalah Kevin Jung, satu-satunya hunter peringkat SSSS yang baru saja terverifikasi oleh Asosiasi Dunia.
["Dia akan mati di tahun 2090."]
'...Untuk apa kau memberitahuku tentang tahun kematiannya? Yang ingin kutanyakan bukan mengenai itu. Jika mereka sekarang sudah sekuat ini, kenapa mereka masih harus berjuang selama itu? Apakah para makhluk mitos itu bisa meningkatkan kekuatan juga?'
["Tentu saja. Mereka memiliki metode sendiri untuk melakukannya. Karena itulah kau harus menghabisi mereka semua sebelum mereka bertambah kuat."]
'Tentu saja.'
......................
Alvin sudah menghabisi seluruh ular raksasa yang lolos dari kepungan para hunter Kota C.
Masih dengan ghost skill, ia akhirnya masuk ke area kepungan para hunter dan mulai menghabisi ular-ular yang kesemuanya memiliki kekuatan setara dengan hunter peringkat SS itu.
Secara kebetulan, ia kini berada di dekat seorang hunter wanita yang juga sangat terkenal di Asia Tenggara, Gina Stewart, ketua dari guild Nine Bears, guild baru yang berisikan hunter-hunter terkuat se-Asia Tenggara.
'Dia healer peringkat SSS, kan? Apa healer normal juga bisa bertarung sehebat dia jika sudah mencapai peringkat SSS?'
__ADS_1
["Dia seharusnya tidak bisa bertarung sehebat ini."]
'Lalu, apa ini? Lihat, dia sangat lincah dalam menggunakan pedang. Teknik berpedangnya bahkan jauh lebih baik dibandingkan hair dryer itu.'
Mina terdiam beberapa saat. Ia memerhatikan teknik pedang wanita muda berambut pirang itu dan merasa heran. Tekniknya sangat bagus. Bukan hanya lebih bagus dari The Destroyer. Teknik pedangnya bahkan sedikit lebih baik dibandingkan teknik yang Alvin pelajari.
Tiap wanita itu menggerakkan pedang, ia bisa menyerang dengan tepat sasaran. Sayangnya jenis energi Mana yang wanita itu miliki bukanlah untuk menghancurkan. Jika tidak, dia pasti bisa langsung membunuh monster-monster peringkat SS itu hanya dalam satu kali serang.
["Aku tidak tahu. Jujur saja, ini agak membingungkan."]
Alvin mengernyitkan kening. Ini adalah kali kedua Mina yang serba tahu itu terdengar seperti kebingungan.
Untuk menghemat waktu, Alvin mempercepat langkah kakinya. Ia melesat kesana kemari, menghabisi ular-ular raksasa itu dengan cepat hingga akhirnya seluruh ular raksasa tewas.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Alvin memerhatikan keadaan sekitar sampai akhirnya membuka peta bakal gerbang untuk mencari lokasi gerbang Dungeon yang telah mengeluarkan monster-monster tersebut. Anehnya, ia tidak menemukan adanya gerbang peringkat tinggi di sana.
'Gerbangnya tidak ada. Apa mereka sudah menutupnya?'
["Sepertinya mereka sudah menghancurkan pilar sihir sebelum menahan monster-monster itu di sini."]
Alvin memerhatikan hunter-hunter yang sedang kebingungan setelah melihat seluruh monster telah tewas tanpa mereka tahu siapa yang melakukannya.
Ia juga mendengar mereka menyebutkan sebuah nama yang mereka pikir telah membunuh monster-monster itu secara diam-diam.
'Anna? Siapa dia?'
'Apa pencipta Sistem melewatkannya?'
Tidak ada jawaban dari Mina dan Rimi selama beberapa saat sebelum Mina akhirnya menjawab pertanyaan itu dengan sedikit keraguan.
["Mungkin ada Sistem lain yang dikirimkan ke zaman ini selain kami."]
'Sudah kuduga. Ku rasa memang...'
Alvin menghentikan ucapannya saat mendengar seseorang berbicara pada healer wanita peringkat SSS tadi, yang merupakan kapten tim dan ketua guildnya.
Alvin menatap pria bertubuh kekar itu. Dari jenis energi Mananya, ia tahu jika hunter itu adalah seorang Tanker berperingkat SSS.
Tapi bukan hal itu yang membuat Alvin tertarik padanya. Suara hunter itu, anehnya sangat familiar di telinganya.
Alvin menatap wajah hunter itu lekat-lekat, namun ia tahu bahwa ini adalah kali pertama mereka bertemu.
__ADS_1
'Siapa pria ini? Kenapa seperti sangat tidak asing?'
......................