Hunter System

Hunter System
Bab 32 - Aku Menyerah!


__ADS_3

Zraattttt…!


Makhluk hologram terlebih dahulu menyerang Alvin sebelum Alvin sempat mendekatinya untuk menyerang.


Tebasan belati dari tangan makhluk itu mengeluarkan energi sihir beserta kilatan petir yang menyambar-nyambar hingga berhasil membuat Alvin kehilangan minatnya untuk menyerang dan akhirnya memilih untuk mundur kembali.


'Gila! Apa-apaan serangannya itu?'


Alvin benar-benar terkejut dengan serangan belati lawan yang menghasilkan ledakan petir di udara.


Serangan itu juga sangat cepat dan membuat Alvin hampir saja tidak selamat jika salah satu belalangnya tidak segera mengembangkan sayap untuk melindunginya.


Sayangnya, akibat serangan mengerikan itu, Alvin harus rela kehilangan salah satu belalangnya.


‘Apakah itu serangan fisik? Energi sihirnya sangat besar sekali. Apa benar dia ini Assassin peringkat E?’


Merasa keadaan masih belum menguntungkan baginya, Alvin memilih untuk mundur agak jauh dan berlindung di antara para belalang sambil mencari peluang menyerang yang lebih tepat.


Seperti tahu apa yang sedang Alvin pikirkan, serangga-serangganya terbang menutup bagian depannya hingga mereka kini berada di antara Alvin dan makhluk hologram. Belalang-belalang itu seperti ingin memblokade makhluk hologram agar tidak bisa mendekati tuannya.


‘Mereka sedang melindungiku? Apa mereka bisa membaca apa yang ku pikirkan?’


Untuk memastikannya, Alvin mencoba memerintahkan belalang sembah yang tadinya hendak maju menyerang untuk mundur dan menunggu kesempatan menyerang bersamanya.


Dan apa yang ia duga memang benar adanya. Belalang sembah itu langsung mundur dan berdiri tepat di samping Alvin.


'Mereka bisa ku perintahkan hanya dengan pikiran. Apa aku sebenarnya bisa mengirimkan pesan telepati pada mereka?'


.........


Alvin juga mengamati kekuatan para serangganya kali ini, ia mempelajari bahwa berbeda jenis serangga tampak memiliki job yang berbeda juga.


Belalang-belalang bagaikan hunter tipe Tank. Mereka lebih banyak menahan serangan makhluk hologram dibandingkan menyerang. Mereka bahkan banyak melewatkan kesempatan untuk menyerang balik, saat makhluk hologram sedang konsentrasi pada nyamuk-nyamuk yang terus mengerubunginya.


Sementara serangga tipe nyamuk sangat mirip seperti hunter tipe Mage support. Mereka menyerang mengandalkan suara kepakan sayap yang dapat membuat lawan kehilangan konsentrasi, juga dapat menyerap energi Mana lawan melalui belalainya lalu mengirimkan energi Mana itu pada Alvin.


Hanya dua hal itu yang nyamuk-nyamuk lakukan. Mereka tidak bisa menyerang dengan belalainya untuk membunuh, walaupun belalai-belalai itu juga meninggalkan cairan yang bisa meledak dan mengganggu lawan.


Menyadari serangga-serangga itu memiliki kemampuan berbeda dan tidak fokus pada penyerangan asal-asalan, Alvin benar-benar mengagumi serangga-serangga miliknya.


'Ternyata mereka bukan sembarang monster.'


Alvin kemudian menatap belalang sembah yang masih bersiaga di sampingnya dan terus menatap makhluk hologram seakan menunggu perintah untuk menyerang.


'Jadi dia ini tipe penyerangnya. Gaya bertarungnya sangat mirip dengan hunter tipe Assassin, kan?'


Alvin menatap kembali pada makhluk hologram. Kini, ia baru mengerti apa yang makhluk hologram katakan tentang menggunakan semua yang ia miliki dan sudah pelajari. Ia juga menyadari hal lain yang ia dapat dari Rimi dengan berurutan, sesuai dengan apa yang akan ia butuhkan.


‘Apa insect qonqueror ini memang Rimi sediakan untuk ku agar aku bisa mengimbangi kekuatan makhluk hologram ini?’

__ADS_1


......................


Waktu yang tersisa hanya 1 menit lagi.


Alvin mulai mempertajam seluruh indranya yang sudah diperkuat oleh status bawaan dari kenaikan levelnya.


Ia kini dapat merasakan pergerakan energi Mana makhluk hologram dan juga dapat melihat lebih baik pergerakan makhluk itu.


Alvin akhirnya memerintahkan belalang sembah untuk menyerang makhluk hologram, sementara ia sendiri berlari di belakang belalang sembah untuk memberikan serangan kejutan.


.........


Makhluk hologram mulai terdesak saat belalang sembah sudah mulai menyerangnya. Di tambah dengan serangan nyamuk-nyamuk yang sejak tadi beterbangan mengitari dan selalu menyerap energi Mana nya, kondisi makhluk hologram kini benar-benar sangat tidak menguntungkan.


Saat melihat lawannya sudah mulai kepayahan, dari belakang belalang sembah, Alvin akhirnya melihat peluang menyerang yang sangat bagus.


Ia kemudian menyerang secara tiba-tiba dengan menggunakan job Mage nya.


Dengan job Mage, serangan fisiknya memang tidak akan sekuat jika ia menggunakan job Warrior. Namun, Alvin sudah memikirkan bagaimana menutupi kelemahan daya serang itu dengan menyerang menggunakan belati peringkat A milik Miranda Lewis.


Alvin menggunakan spider webs dan membentuk sebuah jala untuk menangkap makhluk hologram.


Srakkkk…


Setelah jalanya berhasil menjerat makhluk itu, ia dengan cepat menerjang lalu mengarahkan belatinya menuju leher lawan.


“Aku menyerah!”


Saat Alvin hampir mengenai target, makhluk hologram tiba-tiba menghilang hingga belatinya hanya mengenai jala dari jaring laba-laba yang ia buat.


Bersamaan dengan menghilangnya makhluk hologram, keadaan Dungeon yang sebelumnya gelap juga sudah kembali terang, kembali ke keadaan aslinya.









Alvin terdiam melongo saat mendengar semua notifikasi itu.


Ia berhasil menyelesaikan quest, naik level, mendapatkan job baru dan mendapatkan hadiah tersembunyi, bahkan saat belatinya belum sempat menyentuh tubuh makhluk hologram sama sekali.

__ADS_1


“Tunggu dulu. Apa yang terjadi? Kenapa aku sudah menang tanpa berhasil membunuhnya?”



"Apa?!


<...>


“Bukankah nama quest nya kill the Assassin? Aku bahkan belum melukainya sama sekali dan kenapa dia dianggap mati hanya karena menyerah?”



“A-apa? Kenapa dia diizinkan menyerah?!”


[“Kau sangat ingin memukulku?”]


Setelah mendengar suara Sistem kembali ke dalam kepalanya, Alvin bertambah marah.


Ia tidak bisa menerima kemenangan itu tanpa bisa melukai Sistem yang membuatnya sangat jengkel. Sistem bahkan sudah memukuli dan melukainya dengan sangat brutal.


“Apa kalian berdua bekerjasama untuk membodohi ku?!”


<...Dungeon ini tidak memiliki pilar sihir. Sistem akan memberikan Anda waktu selama 30 menit untuk menambang semua kristal sihir sebelum gerbangnya tertutup>


“Kalian brengsek!!!”


Alvin mengumpat dengan sangat nyaring, sementara Sistem yang merasa 'menang walaupun kalah', menertawainya dengan riang gembira.


Yang membuat Alvin sangat mendongkol adalah karena dia hampir berhasil menebas leher Sistem yang sedang memiliki wujud, namun Sistem menghilang begitu saja karena satu kata 'menyerah'.


......................


Alvin keluar dari gerbang Dungeon dengan wajah merah. Ia masih marah dengan perlakuan Sistem padanya.


Dia bahkan tidak membuka jendela statusnya sama sekali untuk melihat kenaikan peringkat dan atributnya, seperti yang biasa ia lakukan.


Ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan sebuah kemenangan dan kenaikan level tanpa ia suka dan rayakan seperti biasanya.


Jika tidak mengingat keadaan perekonomiannya, dia juga sebenarnya tidak bersemangat untuk menambang kristal sihir di dalam Dungeon quest tadi.


.........


"K-kau sudah keluar?" sapa seorang hunter dari tim penjarah kristal sihir, yang berdiri di hadapan Alvin dan menatapnya dengan wajah pucat.


Karena terlalu marah, Alvin sampai terlambat menyadari ada banyak orang yang sudah berada di sekitar gerbang Dungeon.


Mereka adalah hunter-hunter berseragam khusus dengan lambang Asosiasi di lengan kirinya.


‘Hunter Asosiasi? Apa mereka ingin menangkap kami?’

__ADS_1


......................


__ADS_2