Hunter System

Hunter System
Bab 96 - Kekuatan Tersembunyi Hunter Equipment


__ADS_3

Wushhh...


Hanya tersisa beberapa meter lagi sebelum belatinya menembus jantung The Destroyer, yang tidak bisa bergerak akibat terkekang airbender yang Alvin gunakan dengan penuh dendam, Alvin malah kehilangan targetnya tersebut.


Sebuah gerbang sihir hitam yang tiba-tiba saja muncul di antara Alvin dan The Destroyer, membuat Alvin terjerumus masuk ke dalamnya hingga ia malah tiba di dunia lain.


.........


“Sial! Kenapa harus muncul sekarang?!” oceh Alvin sambil buru-buru berbalik untuk melompat keluar gerbang lagi.


Namun, gerbang yang biasanya berwujud gumpalan gas asap yang tidak solid itu anehnya memadat dan mengeras, hingga kini berwujud sebuah lempengan kristal sihir berbentuk oval.


Brakkk...!


Alvin menabrak lempengan kristal itu dengan keras lalu termundur beberapa langkah.


“Kenapa gerbangnya membatu?"


[“Sihir pengunci gerbangnya berbalik. Manusia bisa masuk tapi tidak akan bisa keluar kecuali menghancurkan pilar sihirnya dulu."]


"Ah..., apa ini satu dari empat gerbang Dungeon Breaknya?"


["Ya."]


Alvin mengingat informasi yang pernah ia pelajari saat menempuh pelatihan di Akademi Hunter dulu.


Jika sebuah Dungeon sedang mengalami Break, keadaan akan menjadi terbalik.


Manusia Bumi yang awalnya bisa bebas keluar masuk kapanpun mereka mau, tidak akan bisa melakukannya lagi. Manusia masih bisa masuk, namun tidak akan bisa keluar kecuali mereka menghancurkan pilar sihir di dalam Dungeon terlebih dahulu.


Berbeda dengan monster penghuni Dungeonnya yang kini bisa bebas keluar masuk gerbang.


.........


Alvin membuka peta Dungeon untuk mencari lokasi bos karena disanalah pilar sihir harusnya berada.


Tapi, saat ia melihat jenis monster penghuni Dungeon yang sedang bergerombol menghampiri, ia membatalkan niat yang awalnya ingin langsung menghancurkan pilar sihir lalu menambang kristal sihir sambil menunggu gerbang terbuka, menjadi ingin menghabisi seluruh monsternya terlebih dahulu.


"Mereka ini lich yang sama seperti tempo hari, kan?" tanya Alvin pada Mina sambil menatap puluhan monster berwujud manusia yang datang mendekat.


["Kau benar. Tsk... Dari Kota T mereka kini ke Kota S rupanya. Andai aku tahu ini..."]


"..."


["..."]


"Ya? Tahu apa?"


["Tidak apa-apa jika kau ingin menghabisi mereka semua terlebih dahulu. Kau akan mendapat banyak experince point disini. Si muka hitam itu mungkin sudah dibunuh wanitamu. Dia hampir kehabisan energi Mana."]


Alvin menoleh ke arah gerbang dan tidak melihat Cyntia masuk. Sama seperti Mina, ia juga berpikir Cyntia pasti sedang bertarung lagi dengan The Destroyer di luar sana.


Dia tidak khawatir Cyntia akan kalah karena tadi sudah mengisi kembali energi Mana Cyntia.


Saat lich-lich berwujud manusia itu sudah berada belasan meter darinya, Alvin mengganti job ke Mage lalu menembakkan spider webs ke puluhan lich yang sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju gerbang, bermaksud untuk keluar dari Dungeon.


Jaringnya langsung membentuk jala yang sangat besar dan mengurung hampir 50 lich yang sedang berlari ke arahnya.


“Jaringnya besar dan banyak sekali!”


[“Karena kau mengaktifkan wujud kostummu.”]


"Bisa begitu? Kenapa kau tidak memberitahunya dari dulu?"


Seperti biasa, jika Alvin membentuk jaring dengan wujud jala, itu berarti dia ingin meremukkan seluruh makhluk yang telah masuk dalam perangkap.

__ADS_1


Alvin mengerahkan energi Mana nya lebih banyak untuk memberikan kekuatan pada jalanya karena ia tahu meremukkan lich-lich yang berperingkat S tentu akan lebih membutuhkan usaha dibandingkan makhluk berperingkat A.


Tapi saat ia melakukannya, Alvin melihat hasil yang berbeda dari biasanya.


Lawan yang hanya bermaksud untuk diremukkannya itu bukannya remuk, mereka malah langsung meledak seketika.


Alvin menatap kedua tangannya dan merasa heran karena ia tahu ada hal yang berbeda.


Alvin tahu kalau ia kini sudah jauh lebih kuat karena baru saja menambahkan item set dalam Hunter Equipment. Namun, ia merasa, jika kekuatannya ini jauh melebihi status yang dimilikinya.


Ia buru-buru melihat statusnya lagi. Mencoba mengkalkulasi semua statusnya dan ia yakin ada kekuatan lain di luar semua statusnya itu.


“Mina, ini aneh. Kenapa aku bisa sekuat ini?”


[“Karena kostummu,"] sahut Mina dengan suara malas.


“Karena kostum? Tapi harusnya tidak sekuat ini, kan?"


[“Kekuatanmu bertambah berkali-kali lipat jika kau menampilkan wujudnya.”]


“…”


[“Keren, kan?”]


“Tapi, aku tidak melihat ada penjelasan seperti itu.”


[“Anggap saja status tersembunyi.”]


“Kenapa tidak kau beri tahu dari dulu?”



"A-apa?! Cuma karena itu?"


Glup…


Alvin tiba-tiba merasa gugup saat mendengar suara marah Mina yang tidak seperti biasanya. Ia benar-benar takut jika Mina meracuninya dari dalam.


“M-maaf, Mina.”


[“Tsk… Lain kali berhati-hatilah pada ucapanmu dan perbaiki kata umpatanmu itu. Kau f**k!"]


“…T-tentu…,"


"Kalau begitu... Apa aku sebenarnya bisa mengalahkan si brengsek bertopeng itu jika aku tadi mengaktifkan wujud kostum?"


["Peluangnya 50:50."]


"Kau ini... Kalau begitu, kenapa kau tidak menyuruhku mengaktifkannya saja? Dia menyiksaku!"


["Itu sedikit bentuk hukuman. Lagian pada akhirnya aku memberitahumu, kan?"]


["Kebetulan, tadi adalah kesempatan baik bagimu untuk menyelesaikan quest level 91, saat kau baru terbiasa melihat serangan cepat. Aku bermaksud baik. Ingat. Aku gurumu."]


"...Bukankah kau Sistem?"


Alvin dan Mina bertengkar hebat setelah itu. Jika ada orang yang melihat Alvin berteriak-teriak sendiri seperti itu, orang pasti akan menganggapnya gila.


Keduanya baru berhenti bertengkar setelah puluhan lich baru berdatangan.


...…...


Saat Alvin ingin menggunakan jaring untuk menghabisi semua lich agar ia bisa cepat pergi menghancurkan pilar sihir, Mina melarangnya. Mina memintanya untuk memanggil pasukan serangganya saja untuk membunuh lich-lich itu.


"Aku sebenarnya sangat menyayangkan jika mereka mati, aku cuma punya 3 kesempatan untuk membangkitkan mereka, kan? Karena itu aku cuma menggunakan mereka untuk bertarung melawan monster yang memiliki kekuatan setara dengan mereka saja."

__ADS_1


["Jadi kau ini sebenarnya penyayang serangga?"]


"..."


["Panggil saja mereka."]


Setelah menahan gerombolan lich dengan jaringnya agar tidak mendekat, Alvin memanggil pasukan serangganya.


["Rimi, hapus voodoo skill tak berguna itu."]



"..."


["Mau protes?!"]


"Aku tidak berbicara apa pun."


["Tsk... Rimi, masukkan semua set Hunter Equipment ke dalam satu slot imitator yang tersisa lalu masukkan ke dalam insect conqueror nya."]



Wush...


Setelah Rimi mengerjakan semua hal yang Mina perintahkan, kostum keemasan sama seperti yang Alvin kenakan muncul di tubuh semua serangga.


Alvin menatap semua serangganya dengan mulut yang terbuka lebar, takjub dengan kemewahan itu.


"Wow!"


["Nah, mereka akan memiliki seperempat kekuatan dari semua status Hunter Equipment mu."]


"Ini benar-benar keren!"


["Tapi ingat, status dari Hunter Equipment mu akan berkurang 25% karena telah beralih ke mereka. Jika ingin statusmu kembali normal, kau tinggal menyimpan mereka saja."]


Alvin mengangguk. Tapi ia akhirnya menghela nafas panjang setelah itu. Ia kini tahu jika Mina juga bisa merajuk. Jika tidak, ia pasti sudah tahu hal ini sejak dulu.


["Harus memiliki 4 set dari Hunter Equipment untuk melakukan ini. Jika kau sudah memilikinya sejak dulu, aku pasti sudah melakukannya sejak dulu,"] ucap Mina, setelah ia mendengar apa yang sedang Alvin pikirkan.


"B-begitu..."


["Sudahlah, ayo perintahkan pasukanmu menghabisi mereka."]


"Ya."


Alvin membuka kembali jala dari semua lich dan memerintahkan pasukan serangganya berkostumnya untuk mulai menyerang.


Tadinya, ia berpikir bahwa para serangga yang kesemuanya berperingkat A itu pasti akan kewalahan menghadapi lich yang kesemuanya berperingat S.


Namun pasukan serangga itu bisa bertarung dengan sangat baik, bahkan bisa membunuh semua lich bahkan setelah lich itu bangkit kembali.


"Apakah mereka bisa sekuat itu cuma karena 25% dari status Hunter Equipment?"


["Bukan cuma karena itu. Mereka juga memiliki semua status dasarmu."]


"Apa?!" Alvin terkejut. Ia menatap pasukan serangga itu dengan perasaan ngeri. "Bagaimana jika mereka membelot dan mengeroyokku?"


["Itu tidak akan terjadi. Mereka tidak akan pernah menyerang ratunya."]


"..."


Sementara Alvin berbincang dengan Mina, pasukan serangga sudah mulai menyerang pasukan lich yang baru berdatangan lagi dan menghabisi mereka semua hanya dalam waktu kurang dari 20 menit.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2