Hunter System

Hunter System
Bab 45 - Kota T Dalam Ancaman Bahaya


__ADS_3

Walaupun Ivory dan Jack sudah menutupi mengenai apa yang telah terjadi di dalam Dungeon, tetap saja hal yang terjadi di dalam Dungeon itu akhirnya mulai menyebar saat tim raid yang merasa bingung dan dirugikan setelah tahu bahwa semua monster itu tidak memiliki inti Mana, membicarakan hasil raid itu hampir setiap hari.


Karena itulah, desas-desus mengenai raid akhirnya menyebar luas sampai ke beberapa guild di Kota T.


Berita itu pada akhirnya sampai juga ke telinga satu dari tiga hunter terkuat di Kota T, Robbie Cale, seorang Warrior peringkat A yang juga adalah pemilik sekaligus ketua dari guild nomor dua terbaik di kota tersebut, Iron Wall.


.........


"Monster-monster yang tidak memiliki inti Mana?" tanya Robbie Cale, saat ia kebetulan mendengarkan pembicaraan dua rekannya ketika mereka sedang mengenakan perlengkapan tempur di ruang ganti, sesaat sebelum mereka melakukan raid.


"Ah... Y-ya, tuan Cale. Apa Anda belum mendengarnya?"


"Dungeon milik siapa itu?"


"Itu Dungeon yang dibeli oleh guild Flames. Mereka menutup gerbangnya tiga hari yang lalu."


"Sudah tiga hari yang lalu? Dari mana kalian mendapatkan informasi itu?"


"Itu hanya desas-desus. Tapi, orang-orang yang menceritakan mengenai informasi itu mengatakan kalau orang-orang dari guild Flames sendiri yang membocorkan hal tersebut."


"Orang-orang guild Flames sendiri ya?" Robbie bergumam sembari mengernyitkan kedua alisnya. Ia merasa aneh karena Ivory telah menutupi hal yang sangat penting itu.


Jika Ivory tidak menutupinya, Asosiasi pasti akan tahu. Jika Asosiasi tahu, mereka pasti akan mengundang semua ketua guild di Kota T untuk membicarakan hal penting tersebut.


Penasaran mengenai inforamsi itu, Robbie pun mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan singkat pada Ivory.


......................


Alvin mengambil waktu untuk beristirahat di sebuah bangku panjang di sekitar taman komplek tempat tinggalnya setelah ia menyelesaikan quest jogging.


Sambil duduk disana, ia memeriksa peta khususnya untuk melihat-lihat bakal gerbang Dungeon yang akan ia dan Raymond kunjungi hari ini.


Saat masih melihat-lihat dan memilah gerbang mana yang ingin ia datangi, Alvin melihat ada sebuah titik hijau yang berukuran lebih besar dibandingkan titik hijau lainnya.


Alvin sudah tahu bahwa bakal gerbang Dungeon peringkat B akan menampilkan titik yang lebih besar dibandingkan yang lainnya, namun baru kali ini ia melihat ada titik yang lebih besar lagi dibandingkan titik bakal gerbang Dungeon peringkat B yang pernah dilihatnya.


"Apakah ini bakal gerbang Dungeon peringkat A?" gumam Alvin, sembari menekan titik tersebut.


Saat status dari bakal gerbang Dungeon itu tampil di hadapannya, Alvin sampai ternganga saat melihat perkiraan energi sihir yang berada di dalam bakal Dungeon tersebut.


["Tsk... Ini Dungeon peringkat A."] Ucap Sistem tiba-tiba.


"Apa ada yang bisa menaklukkan Dungeon ini? Energi sihirnya besar sekali!" seru Alvin.


Alvin tahu, di belahan Bumi manapun, Dungeon peringkat A sangat jarang sekali muncul. Biasanya, Dungeon peringkat B sudah di anggap sebagai Dungeon tersulit karena Dungeon peringkat A memang jarang ada, terutama Dungeon peringkat S yang sangat langka.


["Jika yang kau maksud hunter-hunter dari kota ini, mungkin tidak akan ada yang bisa. Memerlukan sedikitnya sepuluh hunter peringkat A dan sepuluh hunter peringkat B untuk menaklukkannya. Yah, kecuali ada dua orang hunter peringkat S maka Dungeon itu pasti akan teratasi dengan sedikit lebih mudah."]


Glup...

__ADS_1


Lupakan hunter peringkat S nya. Kota T tidak memiliki hunter yang berperingkat lebih tinggi daripada peringkat A. Selain itu, setahu Alvin, Kota T hanya memiliki 4 orang hunter peringkat A, termasuk ketua Asosiasi.


"Bagaimana denganku? Apakah menurutmu aku bisa menutup Dungeon itu?"


["Kau belum memiliki kekuatan untuk melakukannya. Kecuali kau bekerjasama dengan hunter-hunter di kota ini."]


Alvin terdiam. Ia tahu jika Kota T terlambat menutup gerbang Dungeon itu setelah kemunculannya nanti, para warga di Kota T akan menjadi korban dari invasi monster yang akan keluar dari sana.


["Sebenarnya ada sebuah solusi. Kota T hanya membutuhkan satu hunter peringkat A lagi dan satu hunter peringkat S,"]


["Mereka sudah punya 4 hunter peringkat A, kan? Kau bisa menutupi satu kekurangannya. Mereka hanya perlu menyewa 1 hunter peringkat S lagi, maka Dungeon itu akan teratasi."]


"Apa sebaiknya aku memberitahukan hal ini terlebih dahulu pada Asosiasi sebelum gerbangnya muncul? Mereka mungkin akan memiliki waktu untuk meminta bantuan dari Kota lain atau menyewa seorang hunter peringkat S dari Kota lain."


Alvin kemudian teringat pada seseorang dari Kota S yang mungkin dapat membantu. Tapi setelah ia pikir lagi, hunter itu mungkin tidak akan bisa membantu.


'Sayang sekali, seandainya paman Arthur bisa meninggalkan kota S...'


Sebenarnya kota tetangga, Kota S, memiliki 2 hunter peringkat S. Mereka adalah Norman Lewis dan Arthur Maxwell. Tapi, salah satu dari mereka tidak mungkin pergi dari Kota S. Ketegangan yang terjadi di antara mereka, membuat keduanya takut untuk pergi meninggalkan Kota S kalau-kalau pihak lain akan menyerbu wilayahnya.


["Sebaiknya kau beritahu pada Asosiasi. Ingat, Dungeon peringkat A hanya memiliki sihir pengunci gerbang selama 7 hari, jika mereka terlambat mencari hunter untuk membantu mengatasi Dungeon itu, Dungeon Break sudah pasti akan menghancurkan kota ini."]


"Sial. Padahal aku baru saja pindah ke kota ini."


.........


"Hallo, tuan Rufino! Apa ada sesuatu yang terjadi?"


Ia sedang melamunkan masa depan Kota T yang akan kedatangan sebuah gerbang berbahaya saat Ivory tiba-tiba saja muncul dihadapannya.


"Nona Cruz...?"


"Apa saya mengganggu Anda?"


"Tidak... Saya hanya sedang istirahat."


"Boleh saya duduk?"


"T-tentu... Silahkan," sahut Alvin yang langsung bergeser memberikan ruang untuk Ivory.


["Kenapa kau duduk di ujung? Bangku ini cukup panjang."]


'Tidak bisakah kau diam?!'


["Ups..."]


"Apa Anda sedang memiliki masalah? Maksud saya dengan beradaptasi di Kota T."


"Tidak... Saya sangat senang tinggal disini."

__ADS_1


Ivory tersenyum cerah saat mengetahui hal itu.


"Syukurlah. Saya kira Anda mungkin tidak menyukai kota ini."


"Tidak. Saya sangat suka."


"Baguslah kalau begitu."


Setelah percakapan itu, keduanya diam agak lama. Kecanggungan pun tampak terlihat jelas di wajah dan sikap Alvin.


Ivory dapat merasakan kecanggungan itu dan ia pun kembali membuka pembicaraan, "Ah, ya. Apa Anda baik-baik saja kalau saya mengundang Anda untuk makan malam?"


"A-apa?"


"Makan malam. Apa Anda berkenan menghadirinya?"


"I-itu..."


["Hei... Itu ajakan kencan, bodoh! Jawablah dengan benar!"]


'Bisakah kau diam!'


["Tsk... Kenapa kau berbicara dengan sangat bersemangat padaku dan tergagap saat berbicara dengannya? Apa kau sebenarnya sangat menyukaiku?"]


'Kau...!'


"Tuan Rufino?"


"Ah..., m-maaf..."


"Anda menolaknya? Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih dengan benar pada Anda." Ucap Ivory dengan menunjukkan raut wajah sedihnya dengan sangat jelas.


"Bukan begitu..."


Ivory kemudian menyipitkan kedua matanya, lalu berbicara kembali. "Anda juga bisa mengajak pasangan Anda jika Anda merasa tidak nyaman."


"Saya tidak punya," sahut Alvin dengan cepat.


"Pffft..."


Mendengar suara tawa tertahan Ivory, kedua pipi Alvin merona. Menyadari bahwa ia terlalu bersemangat mengumumkan bahwa dia tidak memiliki pasangan.


"Kalau begitu, bisakah Anda memasukkan nomor Anda? Saya akan menghubungi Anda nanti." Pinta Ivory, sembari menyerahkan ponselnya pada Alvin.


Alvin menatap ponsel itu sebentar sebelum mengambilnya.


'Rimi, berapa nomor kontak ku?'


<08xxxxxxx>

__ADS_1


'Terima kasih.'


...****************...


__ADS_2