
Bukan hanya Alvin dan Mina yang melihat keberadaan Brondy, saudara-saudaranya, juga Shiva dan George. Mereka juga melihat Alvin di antara pasukan musuh.
Awalnya hunter-hunter itu ragu jika yang berada di hadapan mereka adalah Alvin, karena mereka tahu sekuat apa Alvin sebelum mereka mati di tangannya.
Terutama Duncan, yang mati paling akhir di antara mereka. Dia tahu Alvin sangat kuat.
"Apa benar itu dia? Apa orang sekuat dia bisa mati muda?"
Tapi, setelah kelimanya sama-sama memastikan jika pria tinggi ramping itu benar-benar Alvin, kelimanya pun memutuskan untuk pergi mendatangi ketua pasukan ras manusia, bermaksud menghasutnya agar mau membantu mereka menjalankan sebuah siasat untuk menyingkirkan Alvin.
"Itu benar dia! Ayo kita minta bantu pada ketua. Kita harus mengatur siasat untuk mengirimnya ke neraka!" ucap Shiva. Ia sudah mengenal Alvin sejak usia 13 tahun jadi dia bisa memastikan jika pria itu benar-benar Alvin.
.........
Mina kebetulan melihat perundingan kilat yang dilakukan Shiva dan kawan-kawannya.
"Ayo ikuti mereka."
"Mereka melarikan diri?" tanya Alvin saat melihat kelima hunter itu berlari ke arah belakang pasukan mereka.
"Sepertinya mereka ingin mendatangi komplotan yang lebih kuat untuk menyergapmu. Kalau dugaanku benar, kita mungkin akan bertemu Chris Max..."
Wush...
Sraaaatttt...!
Secara bersamaan Mina dan Alvin bergerak. Yang pertama bergerak untuk memenggal leher The Destroyer, sementara yang lain menyelamatkan Zhu Ming dan Ronald yang hampir saja terbunuh oleh pria bertopeng itu.
Pluk...
Semua petarung yang berada di sekitar Alvin dan Mina terdiam setelah melihat kepala The Destroyer tiba-tiba saja menghilang dari tubuhnya, terutama setelah menemukan kepala itu tergeletak di tanah, tak jauh dari tubuhnya.
Tidak ada di antara mereka yang melihat siapa orang yang sudah membunuh The Destroyer.
Baik Mina yang menyerang The Destroyer atau Alvin yang menyelamatkan Ronald dan Zhu Ming, bergerak dengan sangat cepat hingga mereka tidak dapat melihat kedua hunter itu bergerak sama sekali.
Bagi mereka, Alvin dan Mina hanya berdiri diam di tempatnya sejak tadi. Justru Ronald dan Zhu Ming lah yang terlihat berpindah tempat setelah Alvin memindahkan mereka dari depan, ke belakangnya.
"Dia mati?"
"Pembunuh terkuat itu mati?"
"Siapa yang membunuhnya?"
Pertanyaan terakhir membuat semua petarung, baik kawan maupun lawan saling berpandangan.
Di antara mereka hanya Ronald dan Zhu Ming yang menyadari kemungkinan siapa pelakunya walaupun keduanya juga tidak dapat melihat pergerakan Alvin dan Mina.
Mereka curiga salah satu di antara Alvin atau Mina lah pelakunya.
Tapi Ronald langsung menaruh kecurigaan pada Alvin. Setahunya, Mina lemah. Karena itulah ia menatap Alvin.
__ADS_1
"Apa Anda yang..."
"Aku yang membunuhnya," potong Mina. "Aku juga yang menyelamatkan kalian," tambahnya.
"Apa?"
"Kami permisi dulu," ucap Mina sembari menyambar tangan Alvin dan membawanya pergi.
......................
"Ayo kita buru mereka. Mereka mungkin sedang meminta bantuan pada petarung yang lebih kuat. Semoga saja kita bertemu Chris Maxwell juga di sana."
"Minta bantuan?" Alvin menyeringai, "Apa mungkin mereka takut padaku?"
"Tsk... Tentu saja, si anak sulung Lewis itu pasti ingat apa yang sudah kau lakukan pada semua hunter di kastil mereka."
......................
Di belakang pasukan musuh...
Duncan memberikan laporan pada pemimpin pasukan ras manusia yang dibentuk di antara para petarung yang berasal dari Bumi.
Pertama-tama, ia bercerita tentang Alvin pada 6 hunter peringkat SS, yang pernah Alvin bunuh di kastil keluarga Lewis, yang selalu berada di sisi ketua.
Keenam hunter itu awalnya merasa tidak percaya. Mereka tidak yakin jika hunter sehebat Alvin akan bisa mati dengan cepat di usia muda.
"Apa dia sudah renta?" tanya salah satu hunter. Ia tidak ingat lagi sudah berapa lama tinggal di planet ini.
Yang mereka pikirkan hanyalah bertahan hidup agar tidak berpindah ke neraka.
"Tidak, dia masih seperti dulu."
"Dia mati muda? Apa ada monster kuat yang muncul di Bumi?"
"Apa yang kalian bicarakan? Apa dia semenakutkan itu?" tanya pemimpin pasukan khusus kelompok manusia, merasa tidak senang jika ada ras manusia di desa mereka yang lebih takut pada orang lain dibandingkan dirinya.
Karena itu juga dia tidak akur dengan The Destroyer yang jauh lebih kuat darinya.
Mereka pernah bertengkar hebat, tapi pria itu diuntungkan karena dia sudah berada di desa jauh lebih lama.
The Destroyer tentu tidak berani membunuhnya walaupun bisa. Peraturan planet melarang setiap warga untuk membunuh sesama penduduk desa.
Hukuman untuk melanggar peraturan itu sangat berat. Sang pelanggar akan di kirim ke neraka.
Karena itulah The Destroyer tidak membunuh pria itu dan akhirnya, bersama semua anak buah yang pernah di pimpinnya saat masih hidup di Bumi, The Destroyer bergerak sendiri dengan memisahkan diri dari kelompok lain dalam setiap peperangan yang mereka ikuti.
.........
"D-dia sangat kuat...," sahut Duncan sembari melirik pada keenam hunter yang tewas berdamanya di kastil keluarga Lewis.
"Sekuat apa?"
__ADS_1
"Kami... kami semua mati di tangannya."
Pria bertubuh tinggi kekar itu tertawa.
"Jelas saja kalian mati. Toh kalian memang lemah, kan?" ucap pria itu dengan nada mengejek.
Baik Duncan, keenam hunter peringkat SS dan semua orang yang tewas di tangan Alvin saling melirik satu dan lainnya. Mereka tentu merasa marah diremehkan seperti itu.
'Tunggu saja kau bertemu dengannya. Jika The Destroyer saja pernah tewas di tangannya, apalagi kau yang pernah dihajar habis-habisan olehnya,' batin Duncan, merasa mendongkol.
Awalnya Duncan datang untuk meminta bantuan dan ingin menyusun rencana untuk menjebak Alvin dengan menggiringnya ke pasukan high orc dan elf yang lebih kuat, sesuai rencana yang diatur Shiva.
Tapi, karena baru saja dihina, ia pun mengurungkan niat.
Rasa sakit hati itu ternyata tidak hanya dirasakan Duncan. Dari tatapan rekan-rekanya, ia mendapat kode jika mereka akan melarikan diri setelah mengantarkan pria itu ke tempat Alvin berada.
Tapi, sebelum mereka beranjak pergi, Alvin sudah tiba terlebih dahulu.
......................
Sesuai tebakan Mina.
Saat mereka tiba di tempat kelima hunter yang mereka ikuti, mereka bertemu dengan 6 hunter peringkat SS yang sudah pernah Alvin bunuh, juga seorang hunter peringkat SSS lain yang belum pernah Alvin maupun Mina kenal sebelumnya.
"Aku ingat keenam hunter peringkat SS itu. Tapi siapa pria bertubuh besar itu?"
"Aku juga tidak ingat pernah melihatnya," Mina kemudian mendecak, "Tsk..., sayang sekali Chris Maxwell tidak ada di antara mereka."
......................
Di hadapan Alvin dan Mina, Duncan bersama 6 hunter peringkat SS menyingkir, memberikan jalan pada hunter peringkat SSS, pemimpin gerombolan mereka.
Tak lama kemudian, setelah pria bertubuh tinggi kekar itu melangkah maju, semua hunter yang berada di belakangnya berbalik dan melarikan diri.
Bukannya marah karena ditinggalkan sendiri, pria bertubuh kekar itu malah menertawakan mereka.
"Mereka benar-benar takut?"
Pria itu kemudian mengalihkan tatapannya pada Alvin dan Mina.
"Siapa di antara kalian yang..."
Sratttt...
Pria bertubuh kekar itu tiba-tiba merasakan pandangannya berputar sebelum akhirnya berhenti setelah mendengar suara debuman.
Tak lama kemudian, ia melihat dua orang berjalan melangkahi wajahnya, menuju tubuh tinggi kekar tanpa kepala yang ia kenal sebagai tubuhnya sendiri.
'A-apa yang terjadi? Tubuhku...'
......................
__ADS_1