Hunter System

Hunter System
Bab 69 - Pertarungan Berat Melawan Assassin


__ADS_3

Sepulang dari menemui Billy Cruz, Alvin termenung cukup lama di dalam kamarnya. Ia bahkan tidak menyantap makan malam yang sudah Vina sediakan untuknya dan terus mengurung diri dikamarnya sampai lewat tengah malam.


Setelah lewat tengah malam itu, Alvin akhirnya pergi ke gudang barunya setelah Mina memintanya kesana untuk mengerjakan pesanan yang Vina berikan.


Ada banyak pesanan yang harus Mina penuhi setelah perusahaan Rufino mengikat banyak kontrak kerjasama dengan agen distribusi perlengkapan raid di beberapa kota.


Sambil menunggu Mina mengerjakan sisa pesanan yang belum diselesaikannya, Alvin melakukan quest mingguan dan bulanannya didalam gudang itu.


Baru pada pagi harinya, sebelum Vina, Raymond, Thomas dan para pekerja mereka datang, Alvin akhirnya pergi lagi ke Dungeon. Tapi, kali ini ia memilih menyeberang ke Kota U, karena tidak mau lagi mengurangi jatah gerbang untuk hunter-hunter Kota T.


Alvin terus melakukan raid selama seharian penuh. Ia melakukan raid dari bakal gerbang peringkat tinggi terlebih dahulu, peringkat B, sampai akhirnya menghabiskan sebisa mungkin bakal gerbang peringkat C di Kota U tersebut.


Selesai melakukan raid, Alvin memanggil Raymond dan anak buahnya. Merekalah yang nantinya akan mengurus seluruh mayat monster dan izin keluar masuk kota pada petugas penjaga perbatasan.


Sedangkan untuk kristal sihir, Alvin memasukkan semuanya kedalam inventory, untuk mengurangi muatan truk pengangkut. Lagian, sebanyak apapun kristal sihir yang ditambang, itu tidak menjadi masalah karena inventory memiliki portal penyimpanan tak terbatas untuk satu jenis barang.


Dari Kota U, hari berikutnya, Alvin pindah lagi ke Kota V. Di kota tersebut, ia agak sedikit beruntung karena bisa menemukan 3 bakal Dungeon peringkat A dan membersihkan semua Dungeon peringkat A tersebut.


Karena itulah, Alvin pada akhirnya sampai di level yang ditujunya. Level 78.


Kali ini, tidak seperti sebelumnya yang selalu merasa gugup sebelum mengambil quest dari Rimi, Alvin dengan cepat langsung mengaktifkan quest level 71 nya bahkan sebelum ia sempat makan malam bersama Raymond dan anak buahnya.


["Hei. Ada apa denganmu?"]


"Ya?"


["Kau agak aneh dua hari belakangan ini. Kau lebih sering murung. Pikiran mu kosong. Aku jadi kekurangan hiburan."]


"Sudahlah, aku mau membuka gerbang quest level 71 ku."


["Tunggu dulu."]


"Ya?"


["Dungeon peringkat A itu akan muncul hari ini di Kota T. Kau tidak membantu mereka?"]


Alvin kemudian mengingat wajah Billy Cruz dan saat pria itu mengabaikannya.


Belakangan ia tahu, salah satu gerbang akan muncul di dalam pabrik pengolahan kristal sihir milik ZC group, walaupun ia tidak tahu bahwa gerbang lain sebenarnya berada di halaman kediaman keluarga Cruz.


Sampai saat ini Alvin belum tahu bahwa kedua gerbang itu berada di wilayah milik keluarga Cruz.


"Biarkan saja."


["Huh?"]


"Aku akan kembali nanti untuk mengurus satu gerbang."


Setelah mengatakan itu, ia melenggang masuk kedalam gerbang quest level 71 nya.


Sama seperti saat berada di quest level 61, ia kini berada di dalam ruangan hologram yang sangat luas.


Diseberang lingkaran tempatnya berdiri, ada 1 makhluk hologram yang sedang berdiri seakan sudah menunggunya.


Makhluk itu membawa belati di kedua tangannya. Hanya dengan melihat senjata yang digunakannya, Alvin sudah tahu bahwa lawannya itu adalah petarung tipe Assassin.


Makhluk itu menggunakan set tempur biasa. Namun, ia juga mengenakan sepatu pemburu hologram tiruan seperti yang Alvin gunakan.


Setelah menganalisa lawan, Alvin langsung maju menyerang tanpa meminta petunjuk dari Mina, seperti yang biasa ia lakukan.


["Hei, kau ceroboh. Kenapa kau langsung menyerang? Kau bisa mati!"]


Wushhhh...


Alvin memang bisa berlari dengan sangat cepat dengan speed booster dari sepatunya. Namun, makhluk hologram itu juga memiliki sepatu yang sama, bahkan dengan cara memanfaatkan fungsi sepatu dengan lebih efektif.


Assassin itu tiba-tiba lenyap dari hadapan Alvin begitu ia hampir bisa menebas lehernya.

__ADS_1


Assassin kemudian muncul dibelakang Alvin dan langsung menyerang pinggangnya.


Srattt... Srattt...!


["Mundur ke lingkaran sekarang."]


Baaakkkk...


Stab... Stab...!


Alvin tidak sempat lagi kembali ke lingkaran zona netral. Assassin itu selalu mengejar, menendang dan melukainya dengan brutal.


Di beberapa kesempatan, Assassin bahkan sudah mengejar dan menghajar Alvin sebelum Alvin sempat terjatuh ke lantai.


Serangannya sangat brutal juga cepat, membuat Alvin sangat kewalahan dan tersiksa.


Alvin bahkan tidak bisa melihat dimana lawannya berada. Ia hanya terus menerima luka-luka dan tendangan-tendangan tanpa pernah disadarinya kapan Assassin itu datang mendekatinya untuk melakukan serangan.


Alvin sudah terluka sangat parah sampai ia akhirnya secara tidak sengaja terpental dan jatuh ke dalam lingkaran zona netral. Itulah yang membuatnya selamat dari kematian.


["Kau tidak fokus! Apa yang terjadi denganmu? Pikiranmu bahkan kosong dua hari ini. Kau menjalankan quest mingguan dan bulanan juga tidak fokus dan tidak menghayatinya! Kau bodoh!"]


Alvin baring terlentang dengan sangat lesu, sambil mendengar suara omelan Mina di dalam kepalanya.


Merasa frustasi, Alvin akhirnya berteriak dengan sangat nyaring sampai Mina dan Rimi terkejut dibuatnya.



["Tsk... Bikin kaget saja. Tenangkan dulu dirimu. Quest ini tanpa batas waktu."]


.........


Alvin tiduran di dalam lingkaran cukup lama. Ia bahkan tidak menyembuhkan semua lukanya sama sekali dan membiarkan rasa sakit di tubuhnya itu tetap ada sampai berjam-jam lamanya.


Baru setelah hampir setengah hari kemudian, Alvin akhirnya duduk dan menatap kosong pada Assassin yang berdiri tegap, menunggunya kembali ke zona pertarungan.


"Aku hanya merasa kesal dengan orang-orang dari ZC group itu."


["Hmmm... Jadi begitu..."]


"..."


["Karena itu kau ingin menjadi lebih kuat lagi dan ingin menghancurkan mereka? Atau kau ingin yang lebih luas lagi? Kau ingin menghancurkan semua orang kaya yang menganggapmu remeh?"]


"Darimana kau tahu?"


["Tsk... Manusia memang seperti itu. Mereka langsung menyimpan dendam saat tidak berdaya lalu mengkhayal untuk menghancurkan semua orang yang meremehkannya."]


Alvin terdiam beberapa saat.


"Sial. Kau benar."


["Tentu saja. Untuk itulah kau memiliki quest yoga. Kau harus berlatih lebih dalam dari yoga untuk memanajemen pikiranmu. Kau membutuhkannya untuk menjadi pemburu dan pembunuh handal."]


"Apa itu diperlukan untuk melawan monster Dungeon?"


["Tidak untuk yang sekarang. Sekarang ini, kau hanya asal mengamuk dengan skill yang kau miliki saja, kau akan menang. Tapi, kau harus sampai ke tahap itu nanti. Lawan-lawan kita di masa depan sangat mengerikan,"]


["Lagian, Rimi tidak akan menjadikan yoga sebagai quest jika itu tidak penting."]


"... K-kau benar..."


["Tapi..., mendapat luka di hati seperti itu sebenarnya bagus untukmu. Anggap saja untuk melatih mentalmu. Hehe..."]


"Sial, aku mau muntah."


["..."]

__ADS_1


"..."


["..."]


"Hei... Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?"


["Kau akan tahu nanti. Jalani saja prosesnya."]


Sigh...


["Sudahlah. Ayo selesaikan quest ini dulu agar kau bisa cepat mengumpulkan semua Hunter Equipment."]


"... Ada ide untuk melawannya? Aku tidak bisa menggunakan sihir saat melawannya."


["Aku ingin mengatakannya sejak tadi. Tapi kau langsung maju menyerangnya."]


"Maaf."


["Sudahlah. Ini jauh lebih sederhana dibandingkan quest level 61."]


"Lebih sederhana tapi jauh lebih susah, kan?"


["Kau benar. Tapi, kau hanya harus bertarung melawannya dengan teknik bertarung. Ingatlah semua teknik bertarung yang sudah kau pelajari pada latihan bulananmu,"]


["Quest ini sangat baik untuk latihan sebelum kau menghadapi monster level tinggi nanti. Sebenarnya, semua quest dari level 61 sampai 101, adalah ujian untuk mengetahui sejauh mana kau meresapi quest mingguan dan bulananmu."]


["Percayalah, saat kau sudah ahli dalam bertarung tanpa menggunakan sihir, kau akan jauh lebih mengerikan saat bertarung menggunakan sihir."]


["Sekarang berdiri dan hadapi dia. Maksimalkan penggunaan energi Mana untuk pendukung gerakan teknik bertarungmu,"]


["Ingat, dia itu Assassin. Dia hanya Assassin. Kau harus tahu pergerakan dan merasakan kelemahannya dengan panca indramu maka kau akan menang."]


Alvin mengulang-ulang kembali kalimat terakhir Mina di dalam benaknya, sebelum akhirnya berdiri dan berlari maju menyerang Assassin itu.


"Ngomong-ngomong, terima kasih untuk belati baru ini. Ini sangat bagus."


["Tsk... Itu bukan apa-apa."]


......................


Saat hatinya sudah tenang, Alvin bisa bertarung jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.


Walaupun pada awalnya ia masih kelimpungan menghindari serangan-serangan lawan, pada akhirnya ia bisa mengimbangi kecepatan lawan saat ia sudah berhasil melakukan sirkulasi pengaliran energi Mana yang benar untuk setiap gerakan tubuhnya.


Alvin memang belum berhasil melayangkan satu pukulan pun pada Assassin itu selama setengah hari awal, sejak mereka mulai bertarung lagi. Tapi, ia sudah mulai bisa menghindari serangan-serangan Assassin dengan hampir sempurna.


Sudah sangat sedikit sekali luka-luka yang ia terima dari serangan belati Assassin dan tidak satupun tendangannya yang berhasil mengenai Alvin lagi.


Mereka terus bertarung sampai dua hari lamanya.


Dengan memiliki recovery point di levelnya sekarang, Alvin sama sekali tidak mengkhawatirkan staminanya akan habis.


Sampai akhirnya, Alvin melihat sebuah peluang. Ia bukan hanya melihat. Insting dan seluruh panca indranya juga mendukung pengelihatan tersebut.


Hanya dengan satu kali serangan yang sangat kuat juga akurat, Alvin akhirnya berhasil memenggal leher makhluk hologram itu dengan belati ditangannya.


"Akhirnya... Jadi ini yang dinamakan one hit one kill itu?"


["Ya. Kau berhasil. Ingat momen ini. Resapi sampai seluruh indra dan instingmu terbiasa melakukannya. Karena suatu saat, sihir tidak akan berguna. Hanya energi sihir dan skill bertarung yang berguna."]


Alvin mengangguk pelan.


["Kau tidak mengerti, kan?"]


"Kali ini aku agak mengerti."


["... Bagus. Kau ada kemajuan"]

__ADS_1


...****************...


__ADS_2