Hunter System

Hunter System
Bab 40 - Raid Guild Flames


__ADS_3

Ivory menegakkan tubuh dan mengangkat kedua tangannya untuk memperbaiki ikatan rambut di atas kepalanya, sambil berbicara kembali pada Alvin, "Sangat kebetulan sekali bertemu disini.Apa Anda tinggal di daerah sini, tuan Rufino?"


Karena Ivory mengangkat kedua tangan sambil membusungkan dadanya, Alvin tanpa sengaja melihat ke arah bagian tubuh wanita itu yang menonjol di balik t-shirtnya yang memiliki kerah rendah, dengan kedua mata terbelalak hingga ia tidak fokus mendengar apa yang Ivory tanyakan.


"Tuan Rufino?"


"Y-ya?" Alvin terkejut saat Ivory memanggil namanya seakan sedang ingin memastikan sesuatu padanya.


Alvin kemudian mengalihkan tatapan matanya dengan sangat lambat dari dada wanita itu menuju kedua mata bulatnya yang indah.


Sadar bahwa ia terpergok sehabis menatap dua tonjolan besar itu, Alvin langsung mengalihkan tatapannya dan tersipu malu.


Mengetahui itu, Ivory yang sudah sering mendapat tatapan 'aneh' dari para lelaki saat melihat tubuhnya, berusaha menahan tawa gelinya saat ia menyadari tingkah lucu Alvin yang sangat berbeda dari kebanyakan lelaki saat 'menatapnya'.


Namun, karena ia tidak ingin Alvin merasa bersalah dan salah tingkah berkepanjangan, ia akhirnya mengajaknya bicara lagi, "Anda sedang berolahraga juga, tuan Rufino?"


"Tidak... Saya tidak melihatnya," sahut Alvin cepat, mengira Ivory menanyakan arah tatapan matanya yang tidak sopan.


["Astaga! Kau bodoh! Hahahaha..."]


<...>


"Ah... begitu...," Ivory mengangguk kecil sambil ternganga saat mendapatkan jawaban yang sama-sekali tidak berhubungan dengan pertanyaannya. Ia kemudian memalingkan wajah karena sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.


'Dia sungguh lucu.'


Saat memalingkan wajah itu, Ivory kebetulan melihat ada beberapa orang yang sedang memerhatikan mereka dengan memegang ponsel di tangan yang mengarah pada mereka berdua.


Ia kemudian mendekati Alvin lalu berdiri di sampingnya.


Melihat itu, Alvin menjadi sedikit canggung dan ingin bergerak menjauh, namun Ivory dengan cepat menarik pergelangannya.


Kaget karena tangannya tiba-tiba disambar wanita itu, Alvin ingin menariknya namun Ivory memperkuat genggamannya.


Alvin melirik pada Ivory yang langsung tersenyum padanya.


"Berpalinglah," pinta Ivory.


"Ya?"


"Badan mu terlalu tinggi. Aku tidak bisa melindungi wajahmu dari tangkapan kamera mereka."


Alvin terdiam sejenak, mencerna maksud dari perkataan Ivory. Setelah ia melihat ke arah belakang wanita itu, ia baru menyadari ada banyak orang di taman itu yang sedang mengambil foto mereka melalui ponsel.


"Jika mereka mengunggahnya di media sosial, bukankah akan berbahaya untuk mu?"


Alvin akhirnya menyadari apa yang Ivory maksud. Asosiasi Kota S mungkin akan menemukan keberadaannya dari media sosial orang-orang itu. Ia pun segera memalingkan wajah agar orang-orang itu tidak dapat mengambil foto wajahnya lagi.


Saat itu, Alvin dapat mendengar suara Sistem tertawa dengan sangat nyaring.


Ia bahkan dapat mendengar suara Rimi, yang biasanya tidak memerdulikan hal semacam ini, terdengar sedang menahan tawanya.


["Astaga, lihatlah pria menyedihkan ini. Apa kau kira dia sedang ingin merayu mu? Dia hanya ingin melindungi mu. Kau konyol!"] Sistem tertawa lagi dengan sangat nyaring setelah itu.


Bahkan, Alvin dapat mendengar suara tawa Rimi juga kali ini.


.........


"Ayo kita pergi dulu," ajak Ivory. Ia kemudian melepaskan genggamannya dari Alvin, agar orang-orang yang mengambil foto mereka tidak salah sangka, lalu berjalan mendahului Alvin.


"Maaf, sepertinya mereka tadi sedang mengikuti saya dan malah membuat Anda jadi kerepotan," ucap Ivory setelah mereka berada agak jauh dari orang-orang yang memang sedang membuntuti Ivory untuk mengambil foto dirinya saat tidak sengaja melihat wanita paling terkenal di Kota T itu melintas di taman.

__ADS_1


"T-tidak masalah..."


"Apa Anda tinggal di daerah sini, tuan Rufino?"


"Y-ya... Saya menyewa bungalow di daerah sini."


"Benarkah? Di unit mana?"


"Unit 3."


"Hmmm, baiklah."


"..."


'Apa maksudnya bertanya seperti itu lalu hanya mengatakan baiklah?'


["Dia mungkin ingin melakukan kunjungan dan mengajakmu berkencan?"] goda Sistem sambil tersenyum.


'Aku tidak sedang berbicara padamu!'


["Oh lihat ini Rimi. Anak asuh kita sepertinya sedang salah tingkah,"] ucap Sistem yang kemudian tertawa nyaring di dalam kepala Alvin.


Alvin dapat mendengarkan kedua wanita bersuara gadis kecil dan bersuara lembut di dalam kepalanya tertawa bersamaan dengan sangat nyaring.


'Kalian benar-benar brengsek!'


.........


"Ngomong-ngomong, saya benar-benar minta maaf atas perlakuan rekan-rekan saya tempo hari. Saya sangat menyesalinya," ucap Ivory, sembari menatap Alvin dengan tatapan menyesal.


"T-tidak masalah."


'Apa karena ini mereka mengajakku melakukan raid? Apa mereka ingin memberikan kompensasi dari bayaran raid?'


Setelah mereka tiba di persimpangan jalan, Ivory akhirnya pamit untuk melanjutkan joggingnya lagi.


.........


"Hanya itu?"


["Apalagi lagi yang kau harapkan? Kalian baru bertemu."]


"Hei. Aku tidak memiliki pikiran seperti yang kau pikirkan. Aku hanya bingung, kenapa dia tidak membicarakan masalah raid sama sekali? Bukankah guildnya yang memintaku untuk bergabung bersama mereka?"


["Yah..., mungkin saja dia tidak senang membicarakan bisnis jika dalam keadaan tidak resmi."]


Alvin mengangguk kecil berulang-ulang, sambil melihat tubuh indah Ivory yang sedang berlari menjauh. "Kau benar."


["Kemana arah tatapan mata mu itu?"]


"..."


Namun, Alvin akhirnya mendapatkan jawabannya saat ia sudah berada di lokasi raid guild Flames beberapa hari kemudian.


......................


Ivory tampak sangat terkejut saat melihat Alvin datang ke lokasi raid bersama Jack Paul.


Wanita itu kemudian memeriksa kembali daftar hunter yang akan mengikuti raid bersama mereka dan melihat ada nama Alvin dan Jack disana.


Ivory akhirnya melakukan panggilan telepon dan menanyakan hal itu pada sekretaris guild untuk menanyakan siapa yang telah menyewa Alvin dan Jack untuk melakukan raid bersama mereka. Saat ia tahu bahwa Joey dan Edmund yang meminta guild untuk menyewa jasa Alvin, Ivory tampak marah dan pergi menghampiri mereka.

__ADS_1


"Apa yang kalian pikirkan? Kenapa kalian menyewanya?" tanya Ivory pada Joey dan Edmund.


Edmund menunduk, merasa takut pada ketua guildnya yang sebenarnya terkenal sangat ramah namun juga sangat menakutkan jika sedang marah.


"K-kita..., kekurangan Healer, nona Ivory," sahut Joey sambil tertunduk juga.


"Kenapa harus membawa seorang Healer peringkat F?" tanya Ivory dengan setengah berbisik. Ia takut Alvin mendengarnya dan menjadi salah paham lalu tersinggung karenanya.


Ivory mempertanyakan keputusan itu pada Joey bukan karena ia memandang rendah seorang Hunter peringkat F. Ia hanya khawatir jika Alvin mungkin tidak akan selamat di dalam Dungeon sana.


Pada saat itu, Jack mendekat. Ia diam agak lama sambil menatap Joey dan Edmund secara bergantian dengan tatapan marah.


"Sepertinya dugaan saya tepat. Apa Anda berdua yang meminta sekretaris guild untuk menghubungi Asosiasi?" tanya Jack pada Joey dan Edmund.


Mendapat pertanyaan itu, Joey dan Edmund yang tahu bahwa meraka akan dalam masalah jika Jack memasukkan mereka dalam daftar hunter yang harus diperiksa Asosiasi, ingin berusaha membela diri. Namun, Ivory mengangkat kedua tangannya untuk meminta mereka diam.


Ivory kemudian menoleh pada Jack, menatapnya beberapa saat sambil memikirkan jalan keluar terbaik yang bisa membuat semua pihak nyaman.


Ivory tahu bahwa dua rekannya telah melakukan hal yang salah. Namun, ia juga tidak bisa serta-merta membatalkan kontrak pada Alvin yang sudah datang ke lokasi raid, karena hal itu mungkin akan membuat Alvin merasa diremehkan dan mendapat rasa malu.


"Tuan Paul, tolong maafkan kecerobohan kami dan tolong panggil mereka ke Asosiasi untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka lakukan setelah raid ini," ucap Ivory sembari menatap Joey dan Edmund dengan marah. Ia kemudian beralih lagi pada Jack dan melanjutkan kalimatnya, "Tapi, apa Anda dikirim untuk mengawasi raid kami karena ada hunter Rufino?" tanya Ivory.


Jack mengangguk pelan. "Ya, nona Cruz. Ketua mengirimkan saya untuk melakukan hal itu. Jadi jangan khawatir," sahut Jack cepat. Ia tahu bahwa Ivory bukan hunter yang bisa dengan sengaja melakukan kesalahan seperti itu dan ia tidak ingin wanita itu menjadi khawatir dan akhirnya membatalkan kontrak Alvin.


Jack sebenarnya sangat ingin mengamati Alvin saat sedang berada di dalam Dungeon peringkat tinggi. Jadi, dia sebenarnya sangat berterimakasih pada kebodohan Joey dan Edmund.


"Baiklah...," sahut Ivory.


Ivory kemudian pergi ke bus yang menyediakan perlengkapan raid, sementara Joey dan Edmund melengos pergi meninggalkan Jack untuk menghampiri Alvin.


.........


"Aku ingin melihat bagaimana caramu bisa melarikan diri dari Dungeon peringkat B," ucap Jack pelan sambil menyeringai lebar.


"Jadi kalian yang mendaftarkanku sebagai hunter sewaan?" tanya Alvin pada mereka.


"Anggap ini sebagai pengalaman yang menarik untuk mu," sahut Joey. Ia kemudian menepuk keras pundak Alvin lalu pergi meninggalkannya.


"Tsk... Pantas saja nona Cruz tidak membicarakan apa-apa mengenai raid pada saat itu," pikir Alvin.


Edmund kemudian mendekati Alvin juga dan berbicara di dekat telinganya dengan setengah berbisik, "Sayang sekali kamera tidak berfungsi di dalam sana. Jika tidak, aku pasti akan bisa mengabadikan momen terindahmu," ucap Edmund yang kemudian pergi meninggalkannya.


.........


"Apa yang mereka katakan pada Anda?" tanya Ivory sembari menyerahkan set armor berkualitas bagus pada Alvin, lalu menatap Joey dan Edmund yang pergi menjauh menuju gerbang.


"Tidak ada. Mereka cuma menyapa," sahut Alvin sambil menerima set armor yang Ivory berikan padanya, "Ini..., apa saya harus mengenakan ini?"


"Ya. Itu set armor terbaik yang kami miliki. Semoga ukurannya cocok untuk Anda," sahut Ivory yang kemudian tersenyum pahit. Dia benar-benar merasa bersalah atas apa yang kedua rekannya lakukan. Ia sebenarnya ingin membatalkan kontrak Alvin dan membayar kompensasi. Namun, ia juga tidak ingin Alvin menjadi malu karena pembatalan kontrak itu.


"Terima kasih."


Ivory mengangguk pelan, lalu mengajak Alvin untuk pergi ke bus khusus dimana ia bisa mengganti pakaiannya dengan set armor itu.


Saat Alvin dan Ivory pergi menuju bus, para jurnalis akhirnya mulai berdatangan untuk meliput kegiatan raid dari guild Flames.


Biasanya, jurnalis akan selalu datang beberapa jam sebelum tim raid tiba untuk meliput. Namun, seperti biasa juga, mereka selalu terlambat tahu dimana lokasi guild Flames melakukan raid karena guild itu tidak pernah mau kegiatan raid mereka diketahui dan diliput media, walaupun pada akhirnya media selalu tahu dan berdatangan juga biarpun terlambat.


Kerahasiaan lokasi raid guild Flames itu terjadi karena permintaan ketua mereka, Ivory, yang selalu meminta pada juru bicara guild agar tidak membocorkan lokasi raid. Ia tidak suka disibukkan oleh pertanyaan-pertanyaan awak media yang ia anggap lebih banyak mengganggu konsentrasi tim raidnya.


Karena itu juga, saat Ivory sudah siap dengan seluruh perlengkapan raidnya, ia langsung pergi menuju gerbang, tanpa memerdulikan permintaan wawancara dari para awak media.

__ADS_1


Ia memang ramah pada siapa saja, kecuali awak media.


......................


__ADS_2