
...Bagian 6 : Pekerjaan Utama...
...☆ ☆ ☆...
Sementara masih berada dalam perjalanan menyeberangi pulau menuju Kota C, Alvin membuka jendela status untuk pertama kalinya setelah ia keluar dari ruang hologram.
Ia menjadi malas membuka jendela status dan jendela skillnya dikarenakan hampir tidak ada yang bisa dilihatnya lagi di sana selain dua baris status pada jendela status dan dua baris skill pada jendela skill.
Belasan status dan skill yang sudah dengan susah payah ia dapatkan tiba-tiba saja menghilang setelah berhasil menaklukkan quest level 101 itu dengan sangat susah payah.
Ketika ia mendapatkan Main Job setelah menyelesaikan ujian yang sangat berat pada quest level 101 itu, bukannya senang, Alvin pada awalnya justru marah besar.
Seluruh skill yang ia miliki, kecuali airbender, menghilang. Statusnya juga. Bukan bertambah, hampir semua statusnya juga menghilang dan hanya menyisakan Mana Point dan Defence Point saja.
Ia juga sangat kaget saat melihat levelnya telah menghilang, bahkan ia juga telah kehilangan semua job yang sudah dengan susah payah didapatnya.
Tapi, sebagai gantinya, ia mendapatkan Main Job : Hunter yang hanya memiliki 1 skill aneh yang terbagi menjadi 6 bagian sub-skill.
Semua bagian skill itu juga dapat langsung aktif hanya dengan keinginannya saja. Bahkan beberapa diantaranya seperti skill pasif yang langsung aktif saat energi Mana nya merespon adanya tanda bahaya.
.........
["Sebenarnya semua skill yang kau dapatkan tidak menghilang."]
'Ya?'
["Yah, aku tidak bisa menyalahkanmu karena langsung marah saat tidak melihatnya lagi di jendela status dan skill mu. Kau sudah berusaha mendapatkan semua skill itu dengan susah payah."]
'Apa maksudmu?'
["Kau cuma tidak bisa melihatnya di jendela skill. Semua skill mu tetap berada di dalam inti Mana yang kau miliki. Kau sudah mencapai tingkat penguasaan energi Mana tahap puncak. Kau cuma harus memerintahkan energi Mana mu untuk mengaktifkan skill nya dan kau langsung bisa menggunakannya."]
'Kenapa kau tidak memberitahu sejak awal?'
["Kau terlalu lama mengomel karena terlalu marah. Kau tidak memberiku dan Rimi kesempatan untuk menjelaskannya."]
'...Maaf.'
["Kau ini..."]
'Tapi, untuk apa lagi aku menyerap inti Mana monster? Kapasitas energi Mana ku, bukankah itu sudah sangat besar?'
["Memang seperti tidak berguna. Kau melakukannya cuma untuk memperluas kapasitas penyimpanan energi Mana. Hanya saja..., kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat kau sudah berhasil membunuh si pembuat malapetaka itu nanti."]
'Apa kau juga tidak tahu?'
["Kami tidak tahu karena kami dikirimkan ke zaman ini saat pertempuran di masa depan masih berlangsung."]
__ADS_1
'Apa yang sebenarnya terjadi di masa depan? Kenapa kau sepertinya sangat sedih saat membicarakannya?'
["Sedih?"]
'Aku bisa merasakannya dari nada suaramu.'
["Ayo berharap kau bisa mencegahnya. Kau hanya perlu membunuh para pembuat Dungeon itu secepat mungkin sebelum mereka membuat kekacauan."]
'Baiklah.'
Alvin bisa merasakan kekhawatiran pada suara Mina setiap kali Sistem itu membicarakan keadaan di masa depan. Ia kini hanya berharap agar ia dapat berhasil mencegah masa depan yang sama untuk tidak terulang kembali.
......................
Helikopter yang Alvin tumpangi akhirnya tiba di sebuah dermaga tua di daerah pinggiran Kota C.
Alvin tidak melihat ada siapa pun di sana yang sedang berjaga atau menunggu kedatangan helikopter.
Ia ingin menggali informasi dari kedua pilot, namun ia merasa mereka mungkin tidak mengetahuinya juga karena mereka hanyalah manusia biasa, bukan bagian dari hunter-hunter itu.
'Aku tidak bisa merasakan keberadaan hunter di sekitar sini juga orang yang sedang kita kejar.'
Alvin akhirnya membuka peta pertemanan untuk melihat lokasi keberadaan hunter terakhir yang harus dibunuhnya, yang ternyata sedang berada di salah satu dari banyaknya pulau kecil yang berada di tengah laut.
["Nanti saja mengejarnya."]
'Ya?'
["Ada hal yang lebih penting dari pada itu. Perkecil peta itu dan lihat titik merah besar di sana."]
Alvin mengikuti apa yang Mina pinta dan melihat ada sebuah titik merah besar berada di sana.
'Apa dia ini makhluk yang pernah kau tandai?'
["Ya. Jika kau mengaktifkan wujud kostum, kau pasti akan merasakan keberadaannya langsung."]
["Memang sangat aneh. Tapi sebaiknya kita pergi ke sana untuk mengecek bahkan perlu langsung membunuhnya."]
'Baiklah. Ayo kita pergi ke sana.'
Alvin kemudian lenyap dari dalam helikopter, meninggalkan kedua pilot yang langsung merasa lega dan meluapkan emosinya dengan tangisan, saat mereka tahu jika hunter itu ternyata tidak menghabisi nyawa mereka berdua.
......................
__ADS_1
Lokasi keberadaan makhluk yang Alvin cari ternyata memang berada di dalam sebuah Dungeon aneh yang tidak memiliki sihir pembatas pada gerbangnya.
Biasanya, setiap gerbang pasti memiliki wujud pembatas yang terbentuk dari asap hitam metalik. Kali ini, Alvin bisa melihat langsung isi Dungeon walaupun ia masih berada di luar gerbang, karena tidak ada asap hitam apa pun yang menghalangi pandangan matanya dari Bumi ke dalam Dungeon.
Alvin kemudian memerhatikan keadaan di sekitarnya. Ada kawah yang sangat besar dan dalam tepat berada di depan gerbang.
Ada banyak hunter Asosiasi Kota C juga di sana.
'Bagaimana bisa gerbang ini tidak memiliki wujud seperti biasanya?'
["Ada yang menghancurkan gerbang saat 'pintu' gerbangnya mengkristal."]
Alvin mengangguk, melihat ada banyak bongkahan kristal sihir berserakan di sana. Ia menebak, puing-puing kristal itu pasti berasal dari wujud pembatas gerbang yang Mina maksud.
'Ternyata ada juga hunter kuat yang sudah datang ke sini. Tapi aku tidak bisa merasakan aura keberadaannya. Apa dia sedang menyembunyikan keberadaannya?'
["Mungkin saja. Aku juga tidak bisa merasakannya. Tapi ada beberapa yang kuat di daerah pusat kota."]
Alvin tahu itu. Ia juga bisa merasakan aura keberadaan beberapa hunter kuat di kejauhan.
'Dia pasti tidak tahu kalau di dalam Dungeon itu ada para pembuat gerbang. Tidak mungkin dia meloloskan mereka jika dia tahu, kan?'
["Kita masih belum tahu. Bisa saja dia berpihak pada para pembuat gerbang."]
Sigh...
.........
Setelah memerhatikan sebentar keadaan di depan gerbang, Alvin akhirnya masuk ke dalam Dungeon.
Dengan menghilangkan aura keberadaan juga wujudnya, Alvin memerhatikan beberapa hunter yang saat ini sedang bertarung melawan para goblin peringkat rendah.
Dari cara dan formasi bertempur mereka, ia tahu jika hunter-hunter itu sedang melakukan pelatihan.
'Mereka sedang dalam pelatihan, kan?'
["Selain di Kota S, semua hunter memang melakukan latihan akhir di dalam Dungeon untuk mendapat pengalaman bertarung yang lebih baik."]
'Mereka sangat beruntung.'
Ia kemudian melihat sebuah titik hitam di langit, yang sepertinya tidak hunter-hunter itu sadari keberadaannya. Titik hitam itulah yang sedang Alvin tuju. Itu adalah bakal gerbang tempat makhluk yang ia cari berada.
.........
Semua hunter yang kini sedang bertarung dengan goblin itu masih belum menyadari ada bakal gerbang dari tiga monster dengan kekuatan mengerikan berada tepat di atas mereka.
Karena itulah Alvin masih terus menunggu sampai semua hunter itu menyadarinya dan segera pergi dari Dungeon agar ia bisa bertarung dengan leluasa melawan monster-monster kuat tersebut.
.........
__ADS_1