
Tepat seperti tebakan Mina, Alvin menemukan ada banyak hunter di sebuah ruang bawah tanah berbau busuk yang terletak di dekat tembok.
Mereka berkumpul menjadi satu dalam sebuah sel khusus yang dibuat agar tahan dari serangan berkekuatan sihir.
'Apa yang harus kulakukan pada mereka? Aku ingin membebaskan mereka tapi aku tidak tahu mereka ini masih waras atau tidak,' ucap Alvin, saat melihat tatapan kosong dari para hunter itu.
Dari bau dan lusuhnya pakaian mereka, juga dari tubuh mereka yang hanya tinggal tulang, ia menebak jika hunter-hunter itu pasti sudah berada lama di dalam penjara.
["Aku setuju padamu."]
'Tsk... Ini membuatku jadi serba salah. Seandainya Asosiasi di kota ini lurus...'
"Apa mereka itu hunter?" tanya Vina, yang sejak tadi merangkul lengan Alvin, sembari menutup hidung dengan satu tangan karena tidak tahan dengan bau busuk yang memenuhi ruangan tempat mereka berada.
"Ya."
Alvin menatap wajah Vina yang memiliki tinggi badan sepundaknya, lalu melepaskan rangkulan Vina pada lengannya.
Sebagai gantinya, ia merangkul tubuh Vina dengan melingkarkan lengan di pundak kakaknya itu untuk membuat Vina yang tampak takut agar bisa merasa sedikit lebih tenang.
"Ayo kita kembali ke atas. Jack mungkin tahu apa yang harus dilakukan pada orang-orang ini," ucap Alvin.
......................
Ada bertumpuk-tumpuk dokumen, laptop dan pc yang Jack, Raymond dan Thomas angkut ke luar kastil.
Mereka menumpukkan barang-barang itu menjadi satu untuk nantinya Jack bawa ke Asosiasi Kota T dan dikirimkan ke Asosiasi Pusat setelahnya.
Barang-barang temuan mereka itu tak lain adalah dokumen rahasia dan dokumen kejahatan keluarga Lewis yang akan membongkar kebusukan Norman Lewis, sang diktator yang manipulatif.
Alvin juga memberitahukan pada Jack lokasi penjara bawah tanah yang tadi dikunjunginya agar Jack bisa menindaklanjuti apa yang harus Asosiasi lakukan pada hunter-hunter di dalam sana.
Atas saran Alvin, Jack juga menghubungi salah satu ketua tim dari Asosiasi Kota S, Loman Griffin, yang Alvin nilai mungkin akan bisa bekerjasama dengannya untuk mengurus para tawanan.
"Apa tidak ada sesuatu yang tertinggal di dalam sana?" tanya Alvin pada Jack.
"Tidak ada. Tapi..., bagaimana dengan rekaman CCTV nya? Kau ingin membawa atau menghancurkannya?"
"Bawa saja."
"Kau tidak takut jika Asosiasi Pusat sampai melihatnya? Mereka mungkin akan menangkapmu."
Alvin tersenyum sinis, "Justru karena itu. Aku menantikan bertemu dengan ketua Asosiasi Pusat. Lagian, untuk apa aku memusnahkan rekaman CCTV itu? Aku sudah membebaskan para pekerja yang bisa saja bersaksi, kan?"
Jack menatap Alvin dalam diam, lalu menghela nafas panjang.
__ADS_1
Setelah Alvin memastikan tidak ada lagi orang di dalam kastil, dia akhirnya membakar dan meledakkan kastil keluarga Lewis tersebut.
Jack, Raymond dan Thomas masih berada di dalam benteng keluarga Lewis, menunggu helikopter jemputan dari Asosiasi Kota T yang Jack pinta.
......................
Setelah semua urusannya dengan keluarga Lewis selesai, Alvin membawa Vina untuk ikut dengannya ke kediaman keluarga Maxwell. Ia ingin agar Vina tinggal terlebih dahulu di sana untuk menenangkan diri sebelum kembali ke Kota T.
.........
Saat mereka sudah berada di sekitar gerbang, Alvin terkejut saat melihat jala yang ia gantung di atas gerbang telah menghilang dari sana. Sebagai gantinya, mayat semua hunter muda yang sejak awal memang tidak ingin dibunuhnya, telah bergelimpangan di depan gerbang, tewas dengan anggota tubuh terpenggal-penggal.
'Siapa yang membunuh mereka?!'
["Belalang sembahmu."]
'Hah? Bukankah aku...'
["Kau mengatakan bunuh semua hunter, kan? Dia melakukan tugasnya sampai selesai."]
'...'
Vina melihat tumpukan mayat yang masih agak jauh di depan mereka itu dengan tatapan ngeri. Ia mendongak untuk menatap langsung wajah Alvin.
Alvin membalas tatapan Vina. Ia ingin mengatakan jika yang di depan sana itu bukanlah perbuatannya. Tapi, setelah dipikirnya, itu juga termasuk perbuatannya karena belalang sembah bergerak atas perintahnya.
"Tidak. Cuma kali ini saja," Alvin kemudian mengingat Brondy dan The Destroyer lalu melanjutkan kalimatnya, "Mungkin ada dua lagi."
"Ya?"
"Dua orang lagi. Bukan dua kelompok."
"Jangan berubah menjadi orang kejam seperti keluarga Lewis, ok?"
"Aku tidak..."
Vina mengernyitkan keningnya saat Alvin tidak melanjutkan ucapannya lalu menoleh ke arah dimana Alvin sedang menatap tajam, pada seorang pria yang baru masuk melalui gerbang benteng dengan berjalan kaki.
"Ayo kita pergi," ucap Alvin pelan.
Vina mengangguk lalu pergi mengikuti Alvin menuju gerbang, dimana penggalan-penggalan tubuh hunter remaja berserakan.
.........
"Tuan, nona..., apa yang terjadi di sini?" tanya pria berusia pertengahan 40an yang baru tiba di tempat itu saat berpapasan dengan Alvin dan Vina, setelah ia baru saja melewati puluhan mayat hunter remaja.
__ADS_1
Ia juga menatap ke kejauhan, dimana asap hitam tebal membumbung tinggi dari puing-puing kastil keluarga Lewis.
Alvin menatap Lowe Frostman yang kini sedang memerhatikan penampilannya. Ia melihat raut wajah pria itu langsung berubah saat melihat banyaknya darah mengering di kedua telapak tangannya, juga cipratan-cipratan darah di jaketnya.
'Siapa dia ini? Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat.'
["Dia berada di depan gerbang Dungeon peringkat S di Kota T."]
'...Ah... ya. Aku mengingatnya sekarang.'
.........
Lowe Frostman langsung pergi ke Kota S pagi-pagi sekali dari Kota T.
Karena ia kebetulan berada di sekitar Kota S, ia berencana untuk mampir dan mengecek keadaan Kota S yang sudah dalam puluhan tahun ini menutup diri dari Asosiasi Pusat.
Lowe yang baru menjabat sebagai ketua tim dari divisi pengawasan Asosiasi cabang merasa curiga ada suatu hal yang terjadi pada Kota S hingga mereka memisahkan diri dari Asosiasi Pusat. Karena itulah dia datang untuk memeriksanya. Pemeriksaan seperti itu memang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Tapi, saat ia tiba di Kota S dan pergi ke kantor Asosiasi, dia sudah menemukan hal-hal tidak benar pada para hunter Asosiasi. Ketua yang harusnya jarang meninggalkan kantor juga tidak berada di kantor sejak pagi sampai siang hari.
Lowe pada akhirnya meminta alamat Norman Lewis pada sekretaris Asosiasi dan ia pun akhirnya tiba di benteng keluarga Lewis.
Lowe merasa terkejut saat melihat kekacauan yang berada di sepanjang jalan menuju benteng. Banyak mayat bergelimpangan di sana. Rasa terkejutnya semakin menjadi-jadi setelah melihat banyak mayat hunter remaja yang langsung menyambutnya setelah melewati gerbang.
.........
"Anda bisa bertanya pada hunter Asosiasi yang berada di dekat kastil," sahut Alvin. Ia kemudian mendekap pundak Vina dan mengajaknya untuk segera pergi dari tempat itu.
Lowe mengangguk pelan.
Saat Alvin berjalan melewatinya, Lowe kembali berbicara.
"Tunggu dulu, tuan," ucap Lowe.
Alvin menoleh padanya sembari menatapnya dengan hati-hati, mengira hunter itu mungkin ingin menahannya untuk tidak pergi atau malah ingin mencari masalah padanya.
"Apa Anda baik-baik saja? Saya bisa memanggilkan tenaga medis jika Anda terluka," ucap Lowe.
Alvin agak kaget. Ia tidak mengira justru pertanyaan seperti itu yang akan keuar dari mulut seorang hunter Peringkat S, tidak seperti kebanyakan hunter peringkat S yang ia tahu.
"Saya baik-baik saja," sahut Alvin. Ia kemudian mengangguk pelan lalu pergi dari tempat itu.
Lowe tidak langsung berbalik pergi. Ia menatap punggung Alvin cukup lama saat merasa heran dengan gerak-geriknya yang tampak tidak merasa terganggu dengan mayat-mayat yang bergelimpangan di sekitar area itu, padahal dia bukanlah seorang hunter.
...****************...
__ADS_1