Hunter System

Hunter System
Bab 210 - Planet Asing


__ADS_3

Wush...


Alvin melesat terbang, berusaha untuk masuk kembali ke dalam gerbang sihir namun gerbang tersebut lenyap lebih cepat dibandingkan instingnya untuk langsung kembali ke Bumi setelah terjerumus kedalam gerbang sihir.


Gagal dengan usahanya tersebut, Alvin akhirnya memandang sekitarnya untuk mengetahui kemana gerbang sihir itu telah membawa dirinya.


Yang pertama kali dilihatnya adalah sebuah gunung besar yang menjulang tinggi dan sangat mencuri perhatiannya.


Belum pernah ia melihat ada gunung yang sebesar dan setinggi itu di planet manapun yang pernah ia datangi.


Tepat di puncak gunung tersebut, ada sebuah kastil megah yang mungkin hanya pernah dilihatnya dalam film-film fantasi.


Jika ingin dibandingkan dengan kastil mewah milik keluarga Maxwell, kastil milik Arthur Maxwell tersebut hanyalah seperti sebuah rumah sederhana.


Penasaran, Alvin menggunakan airbendernya untuk terbang lebih tinggi, demi bisa memerhatikan lebih jauh keadaan planet tempatnya berada itu.


.........


Ia tertegun saat melihat pemandangan yang sangat indah berada di sekelilingnya.


Ada banyak pegunungan yang lebih kecil di kejauhan. Ia juga melihat ada beberapa air terjun raksasa di antara pegunungan itu.


Saat melayangkan pandangannya ke arah lain, ia melihat ada sebuah pedesaan dengan bangunan yang sangat indah dan tertata rapi dalam tiap blok area, juga sebuah menara yang menjulang tinggi tepat di pusat desa.


Di arah lain, ia melihat ada kota besar yang dikelilingi benteng kokoh dan tinggi, yang juga memiliki sebuah menara tepat di tengah-tengahnya.


Yang terakhir, Alvin menatap ke atas, ke langit biru yang berada jauh dan melihat ada sebuah bulan yang sangat besar tepat di atasnya.


Setelah itu, ia menatap berkeliling sekali lagi hanya untuk memperkirakan luas planet tersebut.


"Besar sekali."


Alvin menatap kagum pada luasnya planet tersebut. Planet terluas dan mungkin terbesar yang pernah ia kunjungi.


Saat terbang lebih tinggi lagi, ia dapat melihat dataran yang jauh lebih luas dan bisa menemukan ada banyak desa dan pemukiman yang jauh lebih banyak lagi di planet tersebut.


Desa-desa itu memiliki jarak yang cukup jauh antara satu dan yang lain. Kesamaan dari semua desa adalah adanya menara tinggi tepat di pusat desa.


"Ini tidak seperti planet yang harus kami serang, kan?"


Alvin kemudian memfokuskan indranya untuk mendeteksi energi Mana dan bisa merasakan banyak energi Mana samar di planet itu.


Energi Mana dari makhluk-makhluk yang memiliki kekuatan rata-rata seperti Cyntia dan ada lebih banyak makhluk yang memiliki kekuatan di atasnya.


Cyntia.


Saat mengingat nama wanita itu, ia teringat kembali pada pernikahannya yang akan berlangsung hanya dalam beberapa jam kedepan.


'Sial! Aku harus segera mengakhiri ini dan keluar dari sini.'


Alvin memerhatikan pedesaan dan kota besar yang dikelilingi tembok tinggi yang berada paling dekat dengannya.


Menimbang salah satu dari dua tempat itu yang harus ia datangi terlebih dahulu, karena dari dua lokasi itulah ia merasakan banyaknya kumpulan energi Mana.


Tapi, perhatiannya akhirnya tertuju pada kastil di atas gunung yang tidak memancarkan aura energi Mana sama sekali.


"Mungkinkah itu sarang dewa?"


Alvin diam beberapa saat sebelum mengucapkan ulang pertanyaan yang sama.


Ia sebenarnya sedang bertanya pada Mina, namun tidak ada jawaban dari Mina.


"Mina?"


...


"Kemana dia? Apakah ini dunia ilusi?"

__ADS_1


Alvin kemudian memanggil-manggil Rimi dan tidak ada jawaban juga dari Sistem Kecerdasan itu.


Ia mengernyitkan kening, merasa heran dengan fenomena aneh yang dialaminya.


Selain kehilangan kontak dengan Mina dan Rimi, dia juga baru sadar jika inti Mana Mina menghilang dari dalan tubuhnya.


"Inti Mana Mina tidak ada..."


'Jika inti Mananya lenyap... Energi Mananya juga pasti lenyap, kan?'


Alvin mencoba mengaktifkan wujud Hunter Equipment yang ia tahu telah dibentuk dari energi Mana Mina, namun Hunter Equipment tersebut telah menghilang dari dirinya.


Sigh...


Tapi, walaupun telah kehilangan inti Mana juga energi Mana Mina yang tersimpan di dalam Hunter Equipment, anehnya ia masih memiliki inti Mana dan semua kekuatan Rimi, yang anehnya juga telah menghilang dari dalam dirinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Rimi juga menghilang tapi inti Mana dan semua skillnya melekat padaku."


Saat masih kebingungan dengan situasi yang dialaminya, Alvin tiba-tiba mendengar pergerakan yang sangat samar berasal dari hutan yang berada agak jauh di bawahnya.


Ia juga bisa merasakan ada energi Mana samar di sana.


"Ada seseorang."


.........


Alvin melesat dengan kecepatan tinggi, menembus rimbunnya pepohonan hutan.


Begitu tiba di tempat yang ditujunya, ia benar-benar terkejut saat bertemu dengan sosok gadis manis berekspresi datar yang sedang menatapnya dengan tatapan malas.


"Kau...?" Alvin memalingkan wajah saat sadar jika gadis itu tidak mengenakan apa pun di tubuhnya.


"Astaga... Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap gadis itu dengan suara yang terdengar sangat imut dan sangat akrab di telinga Alvin.


"Mina..."


Mina membersihkan dedaunan lembab dan lumut yang menempel di beberapa bagian tubuhnya yang polos tanpa busana.


"Tentu..."


Alvin buru-buru melepaskan piyama tidur yang dikenakannya dan melemparkannya pada Mina.


"Apa yang terjadi? Kenapa kau keluar dari tubuhku?"


"...Aku tidak tahu."


"...Ini bukan dunia ilusi, kan?"


"Ini dunia nyata."


"Aku juga berpikir begitu."


"Apa kau bisa berbicara pada Rimi?"


"Tidak... Aku juga kehilangan kontak darinya."


Suasana hening selama beberapa saat.


"Kau bisa berbalik sekarang."


Alvin berbalik, menatap Mina yang berada dalam balutan baju yang kedodoran.


"Jangan menatapku terlalu lama. Bukankah kau akan menikah?"


"Hah? Apa hubungannya?"


Mina tersenyum. Wajahnya sangat manis, hingga membuat Alvin langsung terpesona dengan pemandangan dari wajah gadis itu.

__ADS_1


"Kau ternyata sangat imut."


"Astaga..., jangan tergoda padaku."


"Tidak... Bukan seperti itu."


"Aku tahu. Aku tinggal lama di dalam tubuhmu."


Keduanya kemudian tertawa mengingat bagaimana Alvin tergila-gila pada teman masa kanak-kanaknya yang kini sedang mereka pikirkan.


"Aku harus cepat kembali," ucap Alvin setelah kembali mengingat Cyntia.


"Aku tahu. Tapi kita harus mencari jalan keluar dari sini dulu. Gerbangnya menghilang, kan?"


"Kau melihatnya juga?"


Mina mengangguk.


"Saat kau terjatuh dari gerbang itu, aku juga terjatuh dan keluar dari dalam tubuhmu. Saat itulah aku melihatnya.


Glup...


"Apa tidak masalah? Bukankah kau akan..."


Mina menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya aku tidak akan menghilang. Lihat...," Mina mengangkat kedua tangannya ke depan, "Ini aneh. Harusnya aku tidak memiliki tubuh lagi. Tapi tubuh ini nyata."


"Begitu... Syukurlah..."


Mina tersenyum dengan tatapan sedikit menggodanya, "Apa kau sangat tidak ingin kehilanganku?"


"..."


Melihat tatapan kesal Alvin, Mina pun tertawa.


"Apa kau memiliki semua energi Mana yang telah kau ubah menjadi Hunter Equipment?" tanya Alvin.


Mina mengangguk pelan sebagai jawabannya.


"Pantas saja."


"Apa kau juga kehilangan inti Mana dan energi Mana Rimi?"


"Tidak. Milik Rimi dan nenek guru masih ada padaku. Hanya punyamu saja yang lenyap bersama dengan rohmu."


Mina menatap kedua tangannya beberapa saat.


"Sepertinya aku bisa menebak apa yang sebenarnya sedang terjadi," ucap Mina.


"Kau tahu? Apa yang terjadi?"


Mina menoleh dan menatap lama ke sebuah arah.


"Cuma tebakan. Sebaiknya kita ke sana dulu untuk memastikannya. Agak aneh memang, tapi aku sangat tertarik untuk ke sana."


Alvin mengikuti arah tatapan Mina.


Di arah itu, ia bisa merasakan aura energi Mana yang lumayan besar sedang berkumpul.


Itu adalah arah desa yang tadi dilihatnya dari atas hutan.


"Kalau begitu ayo kita ke sana."


Keduanya akhirnya pergi menuju desa itu dengan berjalan menerobos lebatnya hutan.


Alvin awalnya menyarankan untuk pergi dengan menggunakan airbender namun Mina menolaknya dengan alasan karena ia bisa merasakan ada banyak kehidupan yang berbeda dari planet ini dengan kehidupan di planet-planet yang telah mereka jajah selama ini.

__ADS_1


Ia meminta Alvin bergerak secara wajar sebelum dirinya bisa memastikan tentang apa yang telah ia pikirkan mengenai situasi mereka saat ini.


......................


__ADS_2